Anda di halaman 1dari 16

KERANGKA ACUAN KERJA

PENGADAAN JASA KONSULTANSI


PROGRAM PEMBANGUNAN JALAN & JEMBATAN
KEGIATAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JEMBATAN KALIPANCUR
SUMBER DANA APBD KOTA SEMARANG T.A. 2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


1.1.1. Dalam Rangka meningkatkan kemampuan pelayanan dari sektor jalan dan jembatan
di Kota Semarang kepada warganya, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Bina
Marga memandang perlu adanya optimalisasi Pengawasan/Supervisi terhadap
pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan di Kota Semarang, sehingga akan
mendukung pengembangan wilayah yang pesat di Kota Semarang maupun wilayah
sekitarnya.
1.1.2. Pemerintah Kota Semarang c/q Dinas Bina Marga Kota Semarang bermaksud
meningkatkan kapasitas jalan dan jembatan yang ada di daerahdaerah
pengembangan sehingga akan meningkatkan kelancaran lalu lintas jalan di Kota
Semarang terutama untuk akses-akses jalan di wilayah Selatan
1.1.3. Disisi lain Dinas Bina Marga Kota Semarang sebagai dinas teknis di lingkungan
Pemerintah Kota Semarang mempunyai tugas membantu Walikota Semarang
melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah dibidang Kebinamargaan untuk
melaksanakan tugas diantaranya pembinaan, pengelolaan, pengendalian dan
Supervisi Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan dan jembatan.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN


1.2.1. Tujuan umum dari program kegiatan ini adalah mengadakan pengawasan/Supervisi
Pembangunan Jembatan Kalipancur di Kota Semarang dalam rangka menunjang
kelancaran lalu lintas yang ada akibat perkembangan ekonomi pada daerah-daerah
yang bersangkutan.
1.2.2.Tujuan pokok dari pekerjaan ini adalah melaksanakan pekerjaan pengawasan /
supervisi pekerjaan pembangunan jembatan sedemikian rupa sehingga diperoleh
kualitas hasil pelaksanaan pembangunan jembatan yang sesuai dengan spesifikasi
teknik yang ada, sehingga dicapai mutu pekerjaan konstruksi yang optimal.
1.2.3. Konsultan Supervisi yang diserahi pekerjaan ini wajib menyediakan jasanya
semaksimal mungkin untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan pembangunan
jembatan yang dikerjakan oleh Rekanan pemenang tender sesuai dengan Kerangka
Acuan Kerja serta berpedoman pada spesifikasi teknik yang berlaku sehingga
diperoleh hasil pekerjaan berupa Dokumen Kegiatan yang terdiri dari laporan bulanan
dan laporan akhir, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dan dapat
dipertanggungjawabkan guna pelaksanaan pekerjaan dimaksud.

1.3. SASARAN
Sasaran dari pekerjaan ini adalah melaksanakan pekerjaan Supervisi Pembangunan
Jembatan Kalipancur sedemikian rupa sehingga tercapai terwujudnya jalan /
jembatan yang optimal, efisien dan feasible dalam pelaksanaannya.

1.4. LOKASI PEKERJAAN


Lokasi pekerjaan Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur yang harus ditangani
oleh konsultan adalah pada ruas Jalan Kalipancur di perbatasan Kecamatan
Semarang Ngaliyan dan Kec. Gunungpati.

1.5. SUMBER PENDANAAN


Sumber Pendanaan Kegiatan Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur tersebut
berasal dari APBD Kota Semarang T.A. 2012.

1.6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Nama Pejabat Pembuat Komitmen
Satuan Kerja

: Ir. ISWAR AMINUDDIN, MT.


: SKPD Dinas Bina Marga Kota Semarang

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 2 dari 16

B A B II
DATA PENUNJANG

2.1.

DATA DASAR
Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, konsultan harus mengadakan konsultasi
terlebih dahulu dengan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran / Pemilik
Pekerjaan, yaitu untuk mendapatkan konfirmasi mengenai konstruksi jembatan yang
akan ditangani beserta utilitasnya. Adapun data-data yang diperlukan sebelum
melaksanakan pekerjaan sebagai berikut :
a. Data-data dokumen kontrak sesuai dengan Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk
untuk melaksanakan kegiatan pembangunan.
b. Data lokasi atau daerah tempat pembangunan jembatan untuk membantu proses
selanjutnya
c. Data mengenai bahan/material maupun peralatan yang digunakan sehingga
dapat menentukan jenis konstruksi
d. Usulan-usulan teknis lain dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
e. Data-data sekunder lainnya yang diperlukan dan dianggap penting

2.2.

STANDAR TEKNIS/PEDOMAN
Dalam kegiatan Supervisi seperti yang dimaksud pada KAK ini, Konsultan Pengawas
harus memperhatikan persyaratan-persyaratan serta ketentuan-ketentuan sebagai
berikut :
1.

2.

3.

4.

5.

Persyaratan Umum Pekerjaan


Setiap bagian dari kegiatan pengawasan harus dilaksanakan secara benar
dan tuntas dan memberikan hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan
baik oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pengendali
Kegiatan.
Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif untuk
kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas dan
kuantitas dari setiap bagian pekerjaan.
Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan supervisi baik yang menyangkut waktu, mutu dan
biaya pekerjaan harus dilaksanakan dengan profesionalisme dan tanggungjawab yang tinggi sebagai Konsultan Pengawas.
Persyaratan Prosedural
Penyelesaian
administrasif
sehubungan
dengan
pelaksanaan
tugas/pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedurprosedur dan peraturan-peraturan yang berlaku.
Kriteria Lain-lain
Selain kriteria umum di atas, untuk Kegiatan Pengawas berlaku pula
ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku,
antara lain ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan yang
bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrak), dan
ketentuan-ketentuan lain sebagai dasar perjanjiannya.

Adapun standar teknis dalam melaksanakan kegiatan pengawasan pembangunan


jembatan menggunakan daftar referensi teknis sebagai dasar pelaksanaan.
Referensi dimaksud adalah :
1. Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang 25 m untuk BM 70, SNI
03-1747-1989
2. Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang 25 m untuk BM 100, SNI
03-1748-1989
3. Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Pondasi Jembatan, SNI 034434-1997
Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 3 dari 16

4. Spesifikasi perletakan elastomer jembatan tipe polos dan tipe laminasi, SNI 033967-2002
5. Spesifikasi Bangunan Pengaman Tepi Jalan, SNI 03-2446-1991
6. Spesifikasi Trotoar, SNI 03-2443-1991
7. Tata Cara Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya, SNI 03-1725-1989
8. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan Jalan Raya, SNI 032833-1992
9. Perencanaan Beban Gempa untuk Jembatan, Pd.T-04-2004-B
10. Standar Bangunan Atas Gelagar Beton Pratekan Type T Klas A
11. Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung untuk Jembatan, SNI 033446-1994
12. Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Tiang untuk Jembatan, SNI 03-67472002
13. Tata cara Pemasangan Utilitas di Jalan, SNI 03-2850-1992
14. Tata Cara Pelaksanaan Survey Lalu lintas, No.01/T/BNKT/1990
15. Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan, SNI T-22-1991-03
16. Peraturan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa
Komponen, SNI-1732-1989-F
17. Pelaksanaan Perkerasan Kaku (Beton semen), 009/T/BNKT/1990
18. Manual Pelaksanaan Campuran Beraspal, 004/BM/2008
19. Bridge Construction Supervision Manual
20. Bridge Construction Technique Manual
21. Petunjuk / Tata Cara Standard lainnya yang berhubungan.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 4 dari 16

B A B III
PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN
DAN TEKNIK PENGAWASAN
3.1.

LINGKUP KEGIATAN.
Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, konsultan harus mengadakan konsultasi
terlebih dahulu dengan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran, yaitu
untuk mendapatkan konfirmasi mengenai ruas-ruas jalan disekitarnya, kondisi
jembatan lama bila ada, maupun utilitas-utilitas yang akan ditangani.
Konsultan harus berusaha untuk mendapatkan informasi umum mengenai kondisi
struktur jembatan lama bila ada, melalui Gambar Kerja beserta Dokumen Teknisnya
maupun perencanaan makronya.

3.1.1

KEBUTUHAN UMUM DARI PELAYANAN


Konsultan terdiri dari Tim Supervisi Lapangan yang bertanggung jawab untuk
melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik selama waktu pelaksanaan yang telah
ditentukan dengan menggunakan data lapangan yang diperoleh dari Penyedia Jasa
dan menggunakan standard design serta cara yang telah ditentukan oleh Dinas Bina
Marga Kota Semarang

3.1.2

TUGAS KONSULTAN SUPERVISI


Lingkup tugas bagi Konsultan Supervisi adalah pelaksanaan Supervisi Peningkatan
jalan dan jembatan, meliputi :
a. Pekerjaan Supervisi, baik mengenai kuantitas, kualitas, maupun ketepatan
waktu pekerjaan.
b. Pengamanan untuk kelancaran pelaksanaan, baik dalam hal mutu pekerjaan,
ketertiban pekerjaan, menghindari penyimpangan pelaksanaan pekerjaan,
maupun penyelesaian perselisihan yang mungkin timbul.
c. Pengaturan penggunaan bahan untuk pekerjaan, baik mengenai asal bahan,
penilaian/ penelitian kualitas bahan, dan larangan/penggunaan bahan yang
tidak memenuhi persyaratan.
d. Penyelesaian administrasi di lapangan mengenai penyerahan pekerjaan,
penyimpangan dari rencana, perhitungan pekerjaan tambah/kurang,
perpanjangan waktu pelaksanaan.
e. Masih bertanggung jawab sampai dengan masa pemeliharaan
Konsultan Supervisi harus merinci sendiri kegiatannya dan dalam menjalankan
tugasnya akan mendapatkan pula arahan dari Pengelola Kegiatan secara tertulis
agar fungsi dan tanggung jawab Konsultan Supervisi dapat terlaksana dengan baik,
dan menghasilkan keluaran (produk) sebagaimana yang diharapkan. Secara garis
besar, uraian tugas Konsultan Supervisi secara bertahap di lapangan antara lain
adalah sebagai berikut :
a.

Pekerjaan Persiapan
1) Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi/ metodologi
pelaksanaan pekerjaan supervisi.
2) Memeriksa Time Schedule, Bar Chart, S-Curve dan Net Work Planning
yang diajukan oleh Rekanan/ Kontraktor pelaksana untuk selanjutnya
diteruskan kepada Pengelola Kegiatan untuk mendapatkan persetujan.
3) Melakukan MC-0 bersama-sama dengan kontraktor pelaksana pekerjaan
dan didampingi oleh pemilik pekerjaan.

b.

Pekerjaan Teknis Supervisi Lapangan


1) Melaksanakan Kegiatan Supervisi secara umum, Supervisi lapangan,
koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 5 dari 16

2)

3)
4)
5)

6)

7)

8)

9)

10)
11)
12)
13)
14)

pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan secara


terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk terakhir
kalinya.
Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan
pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya.
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,
kuantitas dan laju pencapaian volume/realitas fisik.
Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan
persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat
dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadual
yang telah ditetapkan.
Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu
pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna
Anggaran/Pelaksana Kegiatan.
Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari
kontrak, dapat langsung disampaikan kepada Rekanan/ Kontraktor
pelaksana, dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Pengelola
Kegiatan.
Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat
laporan mingguan dan bulanan pekerjaan Supervisi dengan
memasukkan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan
bulanan yang dibuat oleh Pemborong.
Melakukan pengukuran ulang bersama kontraktor terhadap STA jalan
dan jembatan tertentu bila diperlukan guna mendapatkan volume
pekerjaan yang sebenarnya.
Menyusun Berita Acara kemajuan pekerjaan, serah terima pertama dan
kedua pekerjaan konstruksi.
Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan
oleh Pemborong.
Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama.
Meneliti dan memeriksa hasil tes laboratorium terhadap benda uji yang
berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan.
Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama,
mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan serta laporan akhir
pekerjaan Supervisi dan masa pemeliharaan konstruksi.

c.

Konsultasi
1) Melakukan konsultasi dengan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran/Pengendali Kegiatan untuk membahas segala masalah dan
persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan pembangunan.
2) Mengadakan rapat lapangan secara berkala sedikitnya dua kali setiap
bulan,
dengan
Pengguna
Anggaran/Kuasa
Pengguna
Anggaran/Pelaksana Kegiatan, Konsultan Perencana Teknis dan
Rekanan/ Kontraktor pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan
masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, untuk kemudian
membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang
bersangkutan, serta sudah diterima masing-masing pihak paling lambat
satu minggu kemudian.
3) Mengadakan rapat di luar jadual rutin tersebut apabila dianggap perlu
dan karena ada permasalahan mendesak yang perlu dipecahkan.

d.

Pelaporan
1) Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis
teknologis kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguan Anggaran/
Pelaksana Kegiatan atau Pengelola Kegiatan mengenai volume,
prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan
dilaksanakan Rekanan/ Kontraktor pelaksana.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 6 dari 16

2)

3)
4)

5)

e.

3.2.

Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata mengenai volume,


prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang telah
dilaksanakan Rekanan/ Kontraktor pelaksana dan dibandingkan dengan
jadual yang telah disetujui.
Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja
dan alat yang digunakan.
Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Rekanan/
Kontraktor pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau
berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta gambar konstruksi
yang dibuat oleh Rekanan/ Kontraktor pelaksana (shop drawings).
Melaporkan semua kegiatan pengawasan dalam laporan bulanan dan
laporan akhir pekerjaan.

Penyiapan/ Pemeriksaaan Dokumen Pekerjaan


1) Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan
penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran
angsuran.
2) Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta
penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.
3) Mempersiapkan formulir laporan mingguan dan bulanan, Berita Acara
Kemajuan Pekerjaan, Berita Acara Penyerahan Pertama dan Kedua
serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen
pembangunan..

KELUARAN/OUTPUT
Tugas Supervisi secara umum adalah mengawasi kelancaran pekerjaan
pembangunan yang dikerjakan oleh Rekanan/Kontraktor pelaksana, yang
menyangkut kuantitas, kualitas, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan,
sehingga wujud akhir pembangunan jalan dan kelengkapannya yang sesuai dengan
Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan, dan telah diterima dengan baik oleh
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pengendali Kegiatan dan
kelancaran penyelesaian administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di
lapangan, serta penyelesaian kelengkapan Dokumen Pembangunan lainnya.
Konsultan Supervisi diminta menghasilkan keluaran (output) yang lengkap sesuai
dengan kebutuhan kegiatan. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berhubungan
dengan Kegiatan Supervisi menjadi tanggung-jawab Konsultan Supervisi. Keluaran
yang diminta dari Konsultan Supervisi berdasarkan KAK ini diantaranya :
1.
Program kerja, alokasi tenaga, dan konsepsi pekerjaan Supervisi.
2.
Buku harian (bila diperlukan), yang memuat semua kejadian,
perintah/petunjuk yang penting dari Konsultan Supervisi/ Direksi Kegiatan,
yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan
konsekuensi keuangan, kelambatan penyelesaian dan tidak terpenuhinya
syarat teknis.
3.
Meneliti laporan harian yang dikerjakan bersama dengan kontraktor, berisi
keterangan tentang :
a. Tenaga kerja.
b. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak.
c. Alat-alat.
d. Pekerjaan yang diselenggarakan.
e. Waktu pekerjaan.
f. Laporan mingguan, sebagai resume laporan harian.
4.
Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, untuk pembayaran angsuran.
5.
Surat Perintah Perubahan Pekerjaan, dan Berita Acara Pemeriksaan
Pekerjaan Tambah/ Kurang, jika ada tambah/kurang pekerjaaan.
6.
Berita Acara Penyerahan I Pekerjaan.
7.
Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan.
8.
Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings) yang dibuat
oleh kontraktor dan diteliti oleh konsultan supervisi.
9.
Laporan Rapat di lapangan (Site Meeting).
Gambar Perincian (shop drawings) bila perlu, dan Kurva S (S Curve) dari
Rekanan/ Kontraktor.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 7 dari 16

3.3

PERALATAN, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PPKom


Pengguna Jasa akan menugaskan juga personil Tim Teknis dari instansi untuk
melengkapi pekerjaan dari konsultan. Untuk fasilitas dari PPKom hanya
menyediakan ruang untuk rapat-rapat rutin beserta perlengkapannya. Data dan
fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan dan harus
dipelihara oleh penyedia jasa. Pengguna Jasa menyediakan kumpulan laporan dan
data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi.
Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
Staf Teknik dan Staff Administrasi dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

3.4

PERALATAN DARI PENYEDIA JASA KONSULTAN


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menyediakan segala perlengkapan dan peralatan
yang berkaitan dengan tugas Pengawasan.
Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa atas
nama Pengguna Jasa :
Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa:
a).
Akomodasi dan ruangan kantor
b).
Kendaraan roda empat dan roda dua
c).
Alat-alat kantor dan peralatan kerja lapangan
d).
Computer dan printer dan peralatan elektronik penunjang pekerjaan
Alih Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus
mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi
pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf Dinas Bina
Marga Kota Semarang yang ditunjuk.

3.5

LINGKUP KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB PENYEDIA JASA


LINGKUP KEWENANGAN
Lingkup kewenangan bagi Konsultan Pengawas adalah pelaksanaan Pengawasan
pembangunan jembatan
TANGGUNG JAWAB KONSULTAN
Konsultan Supervisi bertanggung jawab secara profesional atas jasa Supervisi yang
dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Dalam hal ini
pekerjaan yang dilaksanakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara teknis dan
administratif, sehingga Konsultan Supervisi dalam melaksanakan tugasnya harus
mengacu pada ketentuan-ketentuan yang berlaku secara profesional. Secara umum
tanggung jawab Konsultan Supervisi antara lain terhadap :
a. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan Dokumen Kontrak Pelaksanaan/
Pemborongan yang dijadikan pedoman, serta peraturan, standar dan pedoman
teknis yang berlaku, diantaranya:
Dokumen Pelaksanaan dari pekerjaan,yaitu :
1) Gambar-gambar pelaksanaan.
2) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
3) Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong.
4) Dokumen Kontrak Pelaksanaan/ Pemborongan
5) Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat
oleh Kontraktor Pelaksana/ Pemborong (setelah disetujui)
6) Pengarahan Penugasan/ Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan
Supervisi.
b. Kinerja Supervisi yang harus memenuhi standar hasil kerja supervisi yang
berlaku dan disyaratkan.
c. Hasil evaluasi Supervisi dan dampak yang ditimbulkan.
d. Masih bertanggung jawab pada masa pemeliharaan jika sewaktu-waktu diminta
oleh Pengguna Jasa/Pengelola Kegiatan
Penanggung jawab profesional Supervisi adalah tidak hanya Konsultan sebagai
status Perusahaan tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional Supervisi yang
terlibat.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 8 dari 16

3.6

JANGKA WAKTU
Kegiatan Pengawasan dilaksanakan sejak diterbitkannya SPMK (Surat Perintah
Mulai Kerja). Dalam hal ini waktu yang disediakan untuk melaksanakan tugas
pengawasan yang diberikan kepada Konsultan adalah selama 150 (seratus lima
puluh) hari kalender atau 5 (lima) bulan dan pemeliharaan selama 180 (seratus
delapan puluh) hari kalender.

3.7

KEBUTUHAN PERSONIL
Keterlibatan tenaga-tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman dalam
Supervisi sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilaksanakan merupakan faktor
utama optimalnya pelaksanaan Kegiatan Supervisi. Untuk itu dalam melaksanakan
tugasnya, Konsultan Supervisi harus menyediakan tenaga-tenaga yang memenuhi
kebutuhan kegiatan, baik ditinjau dari lingkup atau besar kegiatan maupun tingkat
kerumitan pekerjaan. Untuk melaksanakan tugasnya, Konsultan Supervisi harus
menyediakan tenaga ahli yang memenuhi kebutuhan kegiatan, yaitu minimal terdiri
dari :
1)

Team Leader/Site Engineer/Chief Inspector

Dan Tenaga teknis atau tenaga pendukung lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup
kompleksitas pekerjaan, seperti :
1)
2)
3)
4)

Inspector
Surveyor
Operator KOmputer
Administrator

Kualifikasi masing-masing tenaga pendukung tersebut disesuaikan dengan lingkup


penugasan dan keahlian yang dibutuhkan untuk masing-masing jabatan, sehingga
diharapkan personil tersebut benar-benar dapat melaksanakan tugas masing-masing
dengan optimal.

3.8

TUGAS DAN KUALIFIKASI PERSONIL TENAGA AHLI


Personil-personil yang tercantum di bawah ini harus bekerja secara penuh untuk
pekerjaan ini, yaitu terdiri dari :
A. TENAGA AHLI
a) Ketua Tim (Team Leader)/Site Engineer
Adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil atau S1 Teknik Struktur Jembatan dan Jalan
Raya dengan pengalaman dalam bidang pengawasan jalan dan jembatan minimal 5
tahun efektif, mengetahui dengan baik proses pelaksanaan dan pengawasan
pekerjaan jembatan maupun jalan raya beserta permasalahannya.
Tugas dan tanggung jawab team leader meliputi :
1. Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga
bisa menghasilkan pekerjaan seperti yang ditentukan;
2. Memahami isi dokumen kontrak dari kontraktor;
3. Memahami strategi pelaksanaan kontraktor (berdasarkan hasil PCM);
4. Memahami strategi pelaksanaan fisik;
5. Menyetujui proses dan hasil opname pekerjaan apabila kontraktor melakukan
penagihan;
6. Mengawasi dan mengontrol semua ketelitian hasil pengukuran, perhitungan
kuantitas. Menjamin bahwa Penyedia Barang/Jasa dibayar sesuai dengan
syarat-syarat kontrak;
7. Memberi saran dan masukan kepada pemborong/kontraktor pekerjaan
mengenai pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan;
8. Menyusun laporan pengamatan periodik yang berisi ; a). hasil konsolidasi
laporan/ catatan-catatan dari pengawas; b) Catatan-catatan apabila ada

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 9 dari 16

penyimpangan disertai bukti-bukti yang memadai (foto hasil sampling/copy hasil


test material dari laboratorium dll.); c.) Rekomendasi-rekomendasi yang
diperlukan untuk perbaikan pelaksanaan dimasa mendatang ;
9. Senantiasa menjaga ketelitian dan memeriksa gambar-gambar as-built serta
mengawasi pekerjaan penggambaran yang dilaksanakan oleh juru gambar
Penyedia Barang/Jasa;
10. Bertanggung Jawab terhadap Laporan Bulanan dan Akhir
B. TENAGA PENDUKUNG
b). Inspector
Adalah seorang Lulusan minimal D3 Teknik Sipil atau Teknik Jalan Raya dengan
pengalaman dalam bidangnya khususnya pada pekerjaan jalan minimal 3 tahun
efektif. Tugas dan kewajibannya adalah membantu Tenaga Ahli ( Site Engineer ).
Inspector bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan dan pengecekan semua
pengukuran untuk menentukan kuantitas pembayaran. Memiliki pengetahuan
dibidang kendali mutu dan teknologi bahan. Inspector juga harus sudah mengenal
dengan baik prosedur-prosedur teknik dan test pengujian bahan.
c). Surveyor
Adalah seorang Lulusan minimal D3 Teknik geodesi atau dari jurusan pengukuran
dengan pengalaman dalam bidangnya khususnya pada pekerjaan jalan minimal 3
tahun efektif. Tugas dan kewajibannya adalah membantu Tenaga Ahli (Site
Engineer). Surveyor bertanggung jawab atas pengecekan semua pengukuran yang
dilakukan kontraktor.
d). Administrator
Administrator adalah minimal seorang lulusan SMA dengan pengalaman dalam
bidang administrasi teknik minimal 5 tahun efektif.dan dapat mengoperasikan
computer untuk program pengolahan kata dan pengolahan data angka.
Bertanggung jawab terhadap surat menyurat yang berhubungan dengan kegiatan
pekerjaan Supervisi dan bertanggung jawab terhadap permasalahan administrasi
pekerjaan konsultan baik berupa administrasi keuangan proses pembayaran termyn
tagihan maupun membantu administrasi teknik pekerjaan.
e). Operator Komputer
Administrator adalah minimal seorang lulusan SMA/SMK dengan pengalaman dalam
bidang administrasi teknik minimal 3 tahun efektif.dan dapat mengoperasikan
computer untuk program pengolahan kata dan pengolahan data angka maupun
grafis.

3.9.

JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Pekerjaan ini dapat dibagi dalam beberapa tahapan proses, yaitu :
a.
Tahap Persiapan.
b.
Tahap Pelaksanaan Pengawasan.
c.
Tahap Penyerahan Laporan
Konsultan harus memerinci sendiri kegiatannya dan dalam menjalankan tugasnya
akan mendapatkan pula arahan dari Pengelola Kegiatan secara tertulis agar fungsi
dan tanggung jawab Konsultan dapat terlaksana dengan baik, dan menghasilkan
keluaran (produk) sebagaimana yang diharapkan.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 10 dari 16

B A B IV
LAPORAN DAN PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

4.1. UMUM
Semua laporan ditulis dalam Bahasa Indonesia, kecuali ditentukan lain oleh pemberi
tugas dengan ukuran kertas format A4 atau format Folio dan diserahkan kepada
Pengguna Jasa, Laporan yang dimaksud meliputi :
1. Laporan Bulanan
2. Laporan Akhir

4.2. LAPORAN BULANAN


Laporan bulanan dibuat dengan susunan yang berisi :
1. Pengantar
2. Progress Report Summary berisi ringkasan prestasi kemajuan fisik dan prestasi
keuangan dan permasalahan-permasalahan yang timbul pada saat periode
tersebut.
3. Jadwal pelaksanaan
4. Laporan mengenai personil konsultan
Data foto lapangan

4.3. LAPORAN AKHIR


Laporan akhir (Final Report) dibuat dengan isi uraian pelaksanaan pekerjaan dari awal
hingga selesai. Laporan Akhir juga memuat informasi lain mengenai pelaksanaan
pekerjaan tersebut.

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 11 dari 16

BAB V
HAL HAL LAIN

5.1. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.
5.2. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN
Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data lapangan sesuai
persyaratan dan kaidah teknis maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan
pekerjaan Pengawasan
5.3. ALIH PENGETAHUAN
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 12 dari 16

B A B VI
PENUTUP
Setelah Pengarahan Penugasan ini diterima Konsultan hendaknya memeriksa semua
bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Setelah
mempelajari dan mendapat penjelasan tentang Pengarahan Penugasan ini dari Pejabat
Pembuat Komitmen, Konsultan agar segera membuat Usulan Teknis/ Proposal Teknis agar
dimasukkan mengikuti ketentuan terlampir mengenai syarat-syarat mengikuti Pengadaan
Jasa Konsultan sesuai peraturan yang berlaku.

Ditetapkan,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
KEGIATAN SUPERVISI PEMBANGUNAN
JEMBATAN KALIPANCUR

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 14 dari 16

LAMPIRAN KAK Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

STRUKTUR ORGANISASI
KEGIATAN KONSULTAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN
TAHUN ANGGARAN 2012

SITE ENGINEER / TEAM LEADER

SURVEYOR

INSPECTOR

ADMINSTRATOR

PESURUH

OPERATOR KOMPUTER

SCHEDULE LAYANAN
KEGIATAN KONSULTAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN
TAHUN ANGGARAN 2012
BULAN

MM

NO

POSISI

TEAM LEADER / SITE ENGINEER

INSPECTOR

SURVEYOR

OPERATOR KOMPUTER

ADMINISTRATOR

Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pembangunan Jembatan Kalipancur

Hal 16 dari 16