Anda di halaman 1dari 7

ETIKA BISNIS ISLAM

PENGERTIAN ETIKA BISNIS ISLAM

Kelompok 1
Melani Ali Selamat 1113081000005
Yunita Laras Sari 1113081000026
Dewi Triana 11130810000030

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

1. PENGERTIAN ETIKA BISNIS ISLAM


1.1.
Definisi Etika
2. Menelusuri asal usul etika tak lepas dari asli kata
ethos dalam bahasa Yunani yang berarti kebiasaan (custom)
atau karakter (character). Dalam kata lain seperti dalam
pemaknaan dan kamus Webster berarti karakter istimewa,
sentiment, tabiat, moral, atau keyakinan yang membimbing
seseorang, kelompok, atau institusi. Dalam hal ini, etika
berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan
hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan
diwariskan daris atu orang ke orang lain atau daris atu
generasi ke generasi lain.
3. Dalam makna yang lebih tegas, yaitu kutipan dalam
buku Kuliah Etika mendefinisikan etika secara terminologis
sebagai berikut: The systematic study of the nature of
values concept, good, bad, ought, right, wrong, etc. and of
the general principles which justify us in applying them to
anything; also called moral philosophy. Ini artinya, bahwa
etika merupakan studi sistematis tentang tabiat konsep nilai,
baik,buruk, harus, benar, salah dan lain sebagainya dan
prinsip-prinsip

umum

yang

membenarkan

kita

untuk

mengaplikasikannya atas apa saja. Di sini etika dapat


dimaknai sebagai dasar moralitas seseorang dan di saat
bersamaan juga sebagai filsufnya dalam berprilaku.
4. Etika bagi seseorang terwujud dalam kesadaran
moral yang memuat keyakinan benar dan tidak sesuatu.
Perasaan yang muncul bahwa ia akan salah bila melakukan
sesuatu yang diyakininya tidak benar berangkat dari normanorma moral dan perasaan self-respect (menghargai diri) bila
ia meninggalkannya. Tindakan yang diambil olehnya harus ia

pertanggungjawabkan pada diri sendiri. Begitu juga dengan


sikapnya

terhadap

orang

lain

bila

pekerjaan

tersebut

mengganggu atau sebaliknya mendapatkan pujian. Secara


terminologis arti kata etika sangat dekat pengertiannya
dengan istilah Al-Quran al-khuluq atau akhlak.
5.
5.1.

Definisi Bisnis
6.
Bisnis secara bahasa mempunyai beberapa

arti, yakni usaha, perdagangan, toko, perusahaan, tugas,


urusan, hak, usaha komersial dalam dunia perdagangan
atau

bidang

usaha.

Jadi

bisnis

merupakan

sebagian

aktivitas riil ekonomi yang secara sederhana bisa dilakukan


dengan jual beli atau pertukaran barang dan jasa.
7.
Sedangkan secara terminology, ada beberapa
pengertian tentang bisnis. Menurut Hughes dan Kapoor,
bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang
terorganisasi

untuk

menghasilkan

keuntungan

atau

menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan


dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
8.
Berdasarkan
kegunaannya,

bisnis

dapat

dibedakan menjadi empat, yaitu:


1. Bisnis ekstraktif, yaitu bisnis yang bergerak dalam
jenis

kegiatan

pertambangan

atau

menggali

bahan-bahan tambang yng terkandung dalam


perut bumi.
2. Bisnis agraris, yaitu bisnis yang bergerak dalam
bidang

pertanian

dalammnya

yang

perikanan

termasuk
dan

juga

di

perunggasan,

perkebunan, dan kehutanan.


3. Bisnis industry, yaitu bisnis yang bergerak dalam
bidang industri manufaktur.
4. Bisnis yang bergerak dalam bidang jasa.

9.

Selain itu, bisnis dapat pula dibedakan dari sisi

motifnya, antara bisnis yang menjalankan usahanya untuk


mencari keuntungan (profit motive) dan bisnis yang tidak
bermotif mencari keuntungan (non profit motive).
9.1.

Definisi Etika Bisnis


10.

Etika

bisnis

dapat

didefinisikan

sebagai

seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah


dalam

dunia

bisnis

berdasarkan

pada

prinsip-prinsip

moralitas. Dalam arti lain, etika bisinis berarti seperangkat


prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit
padanya dalam bertransaksi, berperilaku, berelasi guna
mencapai daratan atau tujuan-tujuan bisnisnya dengan
selamat.
11.

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan

kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang


berkaitan

dengan

individu,

perusahaan,

dan

juga

masyarakat. Etika bisinis dalam suatu perusahaan dapat


membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan, serta
pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan
sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham,
dan masyarakat.
12.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik

adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja


unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan
menaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan
peraturan yang berlaku.
13.

Etika

bisnis

dapat

menjadi

standar

dan

pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan


menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan

pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur,


jujur, transparan dan sikap yang professional.
14.

Dengan demikian, maka belajar etika bisnis

berarti learning what is right or wrong yang dapat


membekali seseorang untuk berbuat the right thing yang
didasari oleh ilmu, kesadaran, dan kondisi yang berbasis
moralitas. Namun terkadang etika bisnis dapat berarti juga
etika

manajerial

(management

ethics)

atau

etika

organisasional yang disepakati oleh sebuah perusahaan.


15.

Selain itu, etika bisnis juga dapat berarti

pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi


dan bisnis yaitu refleksi tentang perbuatan baik, buruk,
terpuji, tercela, benar, salah, wajar, tidak wajar, pantas,
tidak pantas dari perilaku seseorang dalam berbisnis atau
bekerja.
16.
16.1.

Definisi Etika Bisnis Dalam islam


17.

Secara sederhana mempelajari etika dalam

bisnis berarti mempelajari tentang mana yang baik dan


mana yang buruk,benar atau salah dalam dunia bisnis
berdasarkan kepada prinsip-prinsip moralitas. Kajian etika
bisnis terkadang merujuk kepada management ethics atau
organizational ethics. Etika bisnis dapat berarti pemikiran
atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis.
18.
atas

Moralitas di sini, sebagaimana disinggung di

berarti:

aspek

baik/buruk,

terpuji/tercela,

benar/salah,wajar/tidak wajar, pantas/tidak pantas dari

pelaku manusia. Kemudian dalam kajian etika bisnis islam


susunan adjective di atas ditambah dengan halal-haram.
19.

Sehingga, prinsip-prinsip etika bisnis islam

yang sesuai dengan sumber ajaran islam yang terkandung


dalam Al-quran memberikan pandangan bahwa antara
bisnis dan etika tidak bisa terpisah, ibarat dua bangunan
yang tidak bisa terpisah, melainkan suatu kesatuan. Karena
dalam etika bisnis islam yang diatur dalam Al-quran bukan
semata-mata upaya meraih keuntungan material, tetapi
sekaligus

berupaya

mencapai

tujuan

spiritual,

yakni

pencapaian tujuan kemanusiaan sebagai makhluk dan


khalifah untuk mencapai keridhoan Allah SWT.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

28.
29.

Daftar Pustaka

As- Syarif. 2012. Etika Bisnis Islam. (Online).

(http://duniailmuweb.blogspot.com/2012/05/bab-ipendahuluan_29, diakses pada 29 Maret 2015)


30.

Badroen, Faisal, dkk. 2006. Etika Bisnis dalam Islam.

Jakarta: Kencana

31.

Latifah,

Noor.

2013.

Etika

Bisnis

Islam.

(Online).

(http://tiefah2391.blogspot.com/2013/06/etika-bisnis-islam,
diakses pada 28 Maret 2013)