Anda di halaman 1dari 8

Makalah Bahan Kimia Rumah Tangga dan Kandungannya

Diposkan oleh Mardevin Kartianto | Tuesday, 29 October 2013


x

BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA


DAN KANDUNGANNYA

A.

Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari manusia tidak pernah bisa lepas dari yang namanya bahan
Kimia, baik itu alami ataupun buatan. Tiap hari kita mandi pakai sabun, cuci pakaian pakai
deterjen, cuci piring pake pembersih, dan masih banyak yang lainnya Jadi diantara yang
bahan Kimia yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari antara lain :

1. Bahan Pembersih
2. Bahan Pemutih
3. Bahan Pewangi
4. Bahan Pembasmi Serangga
B.

Jenis Bahan Rumah Tangga dan Kandungan Zat Kimia

a. Bahan Pembersih
Pada dasarnya pembersih badan, pembersih pakaian dan pembersih lantai memiliki sifat yang
sama, semuanya adalah sabun atau deterjen. Sabun adalah bahan kimia yang terbuat dari
bahan alam, seperti minyak dan lemak yang direaksikan dengan bahan kimia lain yang
disebut basa. Contoh bahan kimia basa, yaitu kalium hidroksida (KOH) dan natrium
hidroksida (NaOH). Adapun detergen adalah senyawa kimia bernama alkyl benzene sulfonat
(ABS) yang direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH). Bahan ABS diperoleh dari
pengolahan minyak bumi.. Sabun dan deterjen dapat berfungsi sebagai pembersih karena
sabun memiliki dua sifat sekaligus, yaitu sifat polar dan sifat non polar. Air disebut sebagai
larutan yang bersifat polar artinya larutan yang dapat bermuatan listrik, meskipun sangat
lemah. Minyak bersifat non polar artinya tidak dapat bermuatan listrik. Minyak yang bersifat
non polar tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar. Agar minyak dan air dapat
bercampur maka digunakan sabun yang memiliki dua sifat, yaitu satu sisi bersifat non polar
dan sisi lain bersifat polar. Air yang bersifat polar diikat oleh ujung sabun yang bersifat polar
sedangkan minyak/lemak/kotoran organik yang bersifat non polar diikat oleh ujung sabun

lainnya yang bersifat non polar juga. Perbedaan detergen dengan sabun antara lain daya cuci
detergen lebih kuat dibandingkan sabun dan detergen dapat bekerja pada air sadah. Akan
tetapi sabun lebih mudah diurai oleh mikroorganisme dari pada deterjen.
Macam macam bahan pembersih dan Kandungannya :
Bahan-bahan kimia yang termasuk kategori pembersih sangat banyak misalnya sabun mandi,
pasta gigi, pembersih lantai, pembersih kaca, shampoo dan masih banyak lainnya.
1) Sabun Mandi
Kandungan utama sabun mandi adalah Na-karboksilat (RCOONa), sabun mandi dibuat
dari campuran basa dengan minyak. Umumnya basa yang digunakan adalah kalium
hidroksida (KOH). Pada beberapa sabun mandi ditambahkan sulfur yang berfungsi sebagai
antiseptik. Garam mandi merupakan zat aditif yang berfungsi memberi nilai tambah bagi
sebuah peran sabun mandi. Garam mandi umumnya mengandung garam-garam anorganik,
minyak esensial dan pewangi.
Reaksi dalam pembuatan sabun adalah :
Gliserin + NaOH (soda api)

gliserol + natrium karboksilat (sabun)

Kelebihan sabun antara lain :


a. Mencuci dengan baik dalam air lunak,
b. Dapat diuraikan mikroorganisme (biodegradable), sehingga tidak membentuk buih disungai
c.

atau danau, dan


Jarang menyebabkan kerusakan (alergi) kulit.
Kekurangan sabun antara lain :

a. Sukar larut dalam air, sehingga tidak praktis digunakan dalam mesin cuci.
b. Diendapkan oleh air sadah dan membentuk scum.
Sabun tidak akan berbuih sebelum semua ion kalsium danmagnesium dalam air sadah
diendapkan. Selain itu scum yangterbentuk dapat menempel pada bahan cucian,
seehingga pakaian menjadi kusam..
2) Pasta Gigi
a. Hampir setiap hari orang memakai pasta gigi, karena tidak ingin sakit gigi. Sakit gigi
umumnya disebabkan karies atau disebut demineralisasi (penghilangan mineral). Karies
timbul karena adanya plak gigi yang merupakan lengketan bakteri dan produk-produk yang
terbentuk pada permukaan gigi. Jenis bakteri ini dapat meningkatkan keasaman gigi,
akibatnya email gigi ikut larut dan timbullah karies. Umumnya pasta gigi mengandung
b.

fluorida yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan kalsium.


Bahan utama dalam pasta gigi adalah deterjen dan abrasive (Penggosok seperti amplas).
Salah satu deterjen yang banyak digunakan dalam pasta gigi adalah natrium laurel sulfat.
Abrasive yang ideal harus cukup keras untuk membersihkan gigi, tetapi jangan terlalu keras,

sehingga tidak merusak email gigi. Abrasive yang digunakan dalam pasta gigi diantaranya
adalah silica (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3), dan baking soda. Untuk menguatkan gigi,
pasta gigi sering dengan senyawa flourida, misalnya natrium flourida (NaF). Senyawa
flourida pada pasta gigi dapat mengubah sebagian email gigi menjadi bahan yang lebih kuat
dari pada email semula.
3) Pembersih Lantai
Pembersih lantai umumnya mengandung formalin sebagai bahan aktif. Formalin
berfungsi sebagai pembunuh kuman, akan tetapi beracun jika termakan. Untuk itu berhatihatilah menggunakan pembersih lantai. Untuk lebih memberikan kenyamanan pada si
pemakai, biasanya pembersih lantai diberi pewangi. Hal ini karena bau formalin yang tidak
enak.
Bahan utama dalam pembersih lantai adalah disinfektan (pembasmi kuman). Disin
fektan yang pertama digunakan dalam pembersih lantai yaitu fenol atau asam karbolat
(carbolic acid). Fenol tergolong zat yang beracun dan merusak kulit. Sekarang ini, terdapat
berbagai disinfektanlain yang lebih baik, misalnya heksil resorsinol dan kresol.
Rumah atau kamar mandi yang berporselen biasanya menggunakan pembersih porselen.
Pembersih porselen memiliki komposisi yang berbeda dengan pembersih lantai. Biasanya
pembersih porselen dibuat dari asam-asam kuat seperti klorida (HCL). Asam tersebut berguna
untuk melarutkan kotoran yang ada di porselen.

4) Pembersih Kaca
Penggunaan cairan pembersih kaca semakin menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu,
kebutuhan akan cairan pembersih kaca dari waktu ke waktu semakin meningkat. Bangunan
elit dan modern, seperti perumahan, hotel, perkantoran dan gedung-gedung bertingkat
semakin bertambah. Ban gunan-bangunan seperti itu umumnya dilengkapi dengan kaca-kaca.
Hal ini sangat menjanjikan dan membei peluang untuk berkesempatan berusaha dalam bidang
bisnis produk ini.
Produsen cairan pembersih kaca yang pada awalnya hanya didominasi oleh perusahaan besar,
saat ini mulai diproduksi oleh perusahaan dalam skala rumah tangga, karena teknologi
pembuatannya sangat sederhana serta menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari
toko-toko kimia.
a.

Bahan yang digunakan :

Metanol
Metanol (metil alkohol) dengan rumus kimia CH3OH merupakan senyawa/larutan yang
hampir mirip dengan alkohol (etanol). Bentuk metanol adalah cairan encer bening, tidak
berwarna, mudah menguap, dan mudah terbakar. Jika metanol tidak ada, larutan ini dapat
diganti dengan IPA (iso propil alhokol)
Amoniak
Ciri khas amoniak adalah gas yang aromanya menyengat dengan rumus kimia NH3. Mudah
larut dalam air tetapi bau larutannya sama dnegan bau gasnya. Inilah sebabnya maka larutan
amoniak dalam air yang sering disebut amonium hidroksida karena dianggap hasil reaksi
antara NH3 dengan air dan tidak terbukti secara ilmiah. Bahan ini berbentuk cair tidak
berwarna dan tidak terlalu kering. Konsentrasi amoniak yang dijual di pasaran cukup
beragam, antara 25%, 40% dan 28%. Dengan demikian, jumlah amoniak dalamformula bisa
bervariasi, tergantung kadar/konsentrasinya
Emal-70
Jumlah Emal-70 dalam formula yang diperlukan dalam pembuatan cairan pembersih kaca
sangatsedikit namun keberadaannya sangat diperlukan. Secara kimia, Emal-70 termasuk
golongan surfaktan alkil sulfat. Senyawa ini merupakan bahan inti pada produk cairan
pembersih kaca. Bahan ini berbentuk pasta tidak berwarna dan bening. Jenis surfaktan ini
mempunyai kemampuan mengeluarkan busa dalam jumlah cukup banyak dan mempunyai
daya pembersih (cleansing ability) yang cukup tinggi. Kelarutannya dalam air mendekati
100% (larut sempurna), hanya kecepatan pelarutannya rendah. Artinya untuk melarutkannya
membutuhkan waktu lama.
Pewarna
Warna cairan pembersih kaca yang umumnya beredar di pasaran adalah hijau, kuning, dan
biru. Banyaknya jumlah pewarna yang digunakan tergantung selera masing-masing.
Meskipun jumlah pemakaiannya sangat sedikit, keseragaman warna poduk harus dijaga.
Itulah sebabnya pada penyusunan formula, bahan ini tidak dimasukkan dalam hitungan yang
mengikat.
Parfum
Jenis parfum yang dipakai untuk cairan pembersih kaca harus memiliki kualitas dan aroma
yang khas. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat konsumen dari produk ini
mencerminkan golongan ekonomi tertentu di masyarakat.

Air
Air yang ideal digunakan adalah air sudah mengalami deionisasi (deionized water).
Tujuannya untuk menjaga kestabilan produk. Akan tetapi, jika kondisi air di daerah
bersangkutan tidak menimbulkan masalah serius, dapat digunakan air biasa (air tanah).
b. Formula
Membuat cairan pembersih kaca skala kecil ditujukan bagi pembaca yang hanya ingin
menyalurkan hobi atau untuk digunakan sendiri. Juga dapat digunakan sebagai uji coba bagi
peminat membuat produk skala besar. Berikut disajikan perhitungan prosentase bahan dalam
arti prosentase berat per berat dari 1 kg keselurhan bahan:
Metanol 18% = 180 g
Emal-70 0,1% = 1 g
Amoniak(25%) 0,1% = 1 g
Pewarna = sangat sedikit (trace)
Parfum 0,3% = 3 g
Air 81,5% = 815 g
5) Sampo
Sampho berfungsi membersihkan rambut. Kemalangan menggunakan sampo dapat
menyebabkan adanya ketombe di kulit kepala. Penyebab ketombe adalah polusi udara dan
masalah psikis seperti stress. Seseorang yang berketombe akut akan mengalami kerusakan
kulit kepala, mulai dari rasa gatal hingga infeksi.
Sampo menggunakan deterjen sintesis sebagai bahan pembersihnya, misalnya senyawa
natrium laurel sulfat (SLS) yang mampu mengatasi kesadahan air. Sampo untuk rambut
kering, normal, atau berminyakhanya berbdeda dalam kosentrasinya (kepekatan) deterjennya.
Sampo untuk ranbut berminyak mempunyai konsentrasi deterjen lebih tinggi, sedangkan
untuk rambut kering konsentrasinya lebih rendah. Berbagai macam bahan tambahan seperti
wangi-wangian, susu, madu, lemon, atau rtamuan lainnya sebenarnya tidak banyak
berpengarug pada daya kerja sampo. Oleh karena itu penggunaan sampo sebaiknya
disesuaikan dengan jenis rambut.
Bahan pembersih, umumnya berupa sistem surfaktan. Kadang selain surfaktan, ditambahkan
pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan. Bahan
surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat
(juga sering disebut natrium lauret sulfat), natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.

Bahan conditioner, biasanya digunakan bahan berupa surfaktan kationik, seperti


olealkonium klorida, distearildimonium klorida, dan isostearil etildimonium etosulfat.
Bahan aditif fungsional, termasuk di dalamnya bahan yang dapat mengontrol viskositas
sampo. Dapat dibayangkan apabila sampo terlalu encer, sampo akan sukar dipakai, demikian
pula jika sampo, misalnya, sekental pasta gigi. Bahan yang umum digunakan adalah
surfaktan amfoterik, seperti kokamidopropil betain atau kokamidopropil hidroksisultain.
Aditif lain adalah pengontrol pH, agar sampo mempunyai pH antara 3,5 dan 4,5.
Pengawet, sampo tanpa pengawet akan merupakan tempat ideal bagi berkembangnya
berbagai jenis bakteri. Hal ini akan membuat produknya cepat rusak dan dapat
membahayakan kesehatan. Pengawet yang umum digunakan adalah natrium benzoat,
paraben, tetranatrium EDTA.
Bahan aditif estetik, termasuk di dalamnya pewarna, parfum yang membuat sampo enak
dipakai.
Bahan-bahan aktif medis, misalnya beberapa sampo mengandung seng piritionin yang
dapat mengobati ketombe, atau pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang
meningkatkan kelembaban rambut.
Selain itu terdapat juga nutrisi yang dicampurkan kedalam sampo dengan berbagai manfaat
yang terkandung didalam nutrisi tersebut. Beberapa nutrisi yang bagus untuk menjaga
kesehatan rambut dan kulit kepala kita adalah:
Vitamin E, yang banyak terdapat dalam kacang-kacang dan biji-bijjian. Vitamin E adalah
vitamin yang sangat diperlukan untuk memperindah rambut. Minyak yang menutupi pori-pori
dapat dikurangi dengan mengkonsumsi vitamin E.
Zink, yang banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau seperti bayam
Biotin, yang banyak terdapat dalam ikan salmon, makarel dan telur. Khasiat telur untuk
kesehatan rambut sudah dipercaya berabad-abad lamanya. Bahkan, zaman dulu wanita biasa
menggunakan kuning telur untuk merawat keindahan rambutnya.
b.

Bahan Pemutih
Pemutih adalah sejenis sabun, umumnya cair, namun bukan sabun, yang digunakan untuk
memutihkan pakaian. Pemutih umumnya memiliki bahan aktif klorin. Zat ini cukup
berbahaya, maka hati-hati dalam menggunakannya. Selain klorin, bahan aktif lainnya adalah
sodium perborat. Sodium perborat berupa bubuk berwarna putih yang banyak digunakan
untuk memutihkan tekstil.

Tidak hanya pakaian yang menggunakan pemutih. Akibatnya banyaknya iklan di televisi
yang memunculkan pemikiran bahwa orang cantik adalah yang berkulit putih, maka banyak
orang membeli pemutih wajah. Berhati-hatilah dalam menggunakan pemutih wajah, karena
da yang menggunakan merkuri.
Pada garis besarnya Fungsi bahan pemutih adalah untuk menghilangkan noda membandel
yang menempel pada pakain serta dapat membunuh bakteri. Pemutih juga mampu
memecahkan ikatan pada molekul-molekul noda, kemudian melepaskannya dari

serat

kain/pakaian dan pada umumnya bahan kimia yang terkandung dalam pemutih adalah larutan
Natrium Hpoklorit sebanyak 5,25%, klorin,desinpektan.
Bahan-bahan yang mengandung zat kimia diatas diantaranya Byclin, Sunclin,Soklin Pemutih
Dalam pemakaian pemutih harus sesuai dengan peraturan yang ada, jika berlebihan akan
merusak pakaian terutama bahan poliestar, wool, spandek dan lain-lain.
c.

Bahan Pewangi/Pengharum

Wangi-wangian yang dipakai di badan, digunakan di ruangan, atau disemprotkan ke pakaian,


pada dasarnya adalah sama, hanya bahan pencampuranya saja yang berbeda. Jaman dahulu,
orang mengambil wangi-wangian dengan cara penyu lingan (destilasi) dari tumbuh-tumbuhan
asli. Sekarang, orang membuat wangi-wangian di pabrik dengan bahan baku yang berasal
dari minyak bumi. Jadi, wangi melati dari parfummu sama dengan wangi melati yang ada di
bunga melati, namun sumbernya berbeda. Wangi yang ada di parfum bajumu sama sekali
bukan dari bunga melati sungguhan. Namun, dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan
melati sungguhan. Menarik bukan?
Macam-macam bahan pengharum antara lain :
a.

Bahan Pewangi alami yaitu berasal dari tanaman seperti mawar,sedep malem,melati,rose dll.

b. Bahan pewangi buatan/sintesis yang berasal dari senyawa-senyawa kimia.


Fungsi bahan pewangi adalah untuk mengharumkan atau menyegarkan (seperti
badan,ruangan,dan makanan).
Bahan pewangi yang terdapat dalam pewangi yaitu benzaldehid dan benzyl alcohol.
Nama senyawa Aroma
Citral Lemon
Jasmine Melati
d.

Irane Violet
Generial Mawar

Bahan Pembasmi Serangga (Insektisida)

Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam obat pembasmi serangga antara lain sebagai
berikut: (a). Organoklor. Contoh: aldrin, dieldrin, lindan, dan DDT (dikloro difenil
trikloroetana) yang kini dilarang penggunaannya. (b). Organofosfat. Contoh: malation,
diaziton, fention, dan metil atau etil paration. (c). Antikoagulan. Contoh: wartarin, kumaklor,
dan kumarin. (d). Zinkfosfida. (e). Karbamat. Contoh: propoksur, BPMC, dan karbofonun.
()f. Arsen. Contoh: arsen pentoksida.
1. Fungsi
Pemakaian obat pembasmi serangga pada umumnya meliputi tiga hal, yaitu mengusir,
membasmi, atau mengusir sekaligus membasmi. Bagi para petani, kehadiran serangga dapat
membawa masalah baru karena dapat mengganggu hasil panen mereka. Insektisida
digunakan untuk mengusir hama tanaman yang berupa serangga seperti walang sangit,
wereng, kepik, dan sebagainya.
2. Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga
Penggunaan insektisida sebaiknya disesuaikan dengan keperluannya saja. Pemakaian bahan
kimia jenis ini bila berlebihan dan tidak hati-hati justru dapat membahayakan manusia. Efek
negative dari pemakaian insektisida yang berlebihan atau pemakaian yang tidak hati-hati
antara lain adalah keracunan yang dapat merenggut jiwa. Insektisida yang masuk ke perairan
akan menimbulkan pencemaran air. Hal ini akan mengakibatkan terbunuhnya binatangbinatang air.Jika tumbuh-tumbuhan atau daging hewan yang tercemar tersebut dikonsumsi
oleh manusia, akibatnya bisa fatal. Orang yang mengonsumsi dapat keracunan bahkan dapat
terkena kanker yang berisiko kematian.