Anda di halaman 1dari 5

Tugas Individu

MERINGKAS STANDAR ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

Oleh
SYAHRUL HAKIM
1245040037

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

MERINGKAS STANDAR ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN


A. STANDAR KESISWAAN
1. Penerimaan Siswa Baru dan Pengembangan Siswa
Peserta didik adalah warga masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya
melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Dalam
lingkup sekolah, peserta didik adalah siswa, yang merupakan salah satu input yang sangat
penting bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada tataran input, setidaknya ada enam hal
yang harus diperhatikan oleh sekolah yaitu seleksi siswa baru, penyiapan belajar siswa,
pembinaan/pengembangan, pembimbingan, pemberian kesempatan, dan evaluasi hasil belajar
siswa. Seleksi calon siswa dimaksudkan untuk memperoleh siswa baru yang memiliki daya pikir,
daya kalbu, dan daya fisik/raga yang diperlukan untuk sukses belajar. Penyiapan belajar siswa,
baik mental maupun pisik, merupakan salah satu faktor dominan yang sangat berpengaruh pada
kualitas proses pembelajaran. Pembinaan dan pengembangan siswa, seperti misalnya, intelektual,
spiritual, emosi, dan rasa merupakan tugas penting sekolah. Pemberian kesempatan kepada siswa
dalam berbagai upaya sekolah seperti misalnya pengembangan kepemimpinan siswa,
pengambilan keputusan, dan perencanaan rekreasi, adalah merupakan contoh pemberian
kesempatan kepada siswa.
Standar: Penerimaan siswa baru didasarkan atas kriteria yang jelas, tegas dan
dipublikasikan. Siswa memiliki tingkat kesiapan belajar yang memadai, baik mental maupun
fisik. Sekolah memiliki program yang jelas tentang pembinaan, pengembangan, dan
pembimbingan siswa. Sekolah memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk berperanserta
dalam penyelenggaraan upaya sekolah.
2. Keluaran/lulusan
Keluaran sekolah mencakup output dan outcome. Output sekolah adalah hasil belajar
yang merefleksikan seberapa baik peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran.
Idealnya, hasil belajar harus mengekspresikan tiga unsur kemampuan, yaitu daya pikir, daya
kalbu, dan daya pisik. Pertama, kemampuan daya pikir tidaklah semata-mata hanya Ujian Akhir
Sekolah Bertaraf Nasional (UASBN), akan tetapi harus juga mengukur kemampuan berpikir
ganda, seperti berpikir kritis, kreatif, mengukur prestasi belajar berupa nalar, eksploratif,

diskoveri, dan berpikir sistem. Kedua, hasil belajar harus juga mengukur kemampuan daya
kalbu, yang pada dasarnya adalah mengukur kualitas batiniyah/karakter manusia, seperti
misalnya iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kasih sayang, kejujuran, kesopanan,
toleransi, tanggungjawab, keberanian moral, komitmen, disiplin diri, dan estetika. Ketiga, hasil
belajar harus juga mengukur daya fisik, yang meliputi keterampilan olahraga (atletik, sepakbola,
badminton, dsb.), kesehatan (daya tahan, bebas penyakit), dan kesenian (musik, visual, teater,
dan kriya). Oleh karena itu, tidaklah cukup jika hasil belajar hanya diukur dengan hasil tes
berupa nilai akhir UASBN. Outcome adalah dampak jangka panjang dari output/hasil belajar,
baik dampak bagi tamatan maupun bagi masyarakat. Idealnya, hasil belajar selalu terkait erat
dengan outcome. Dalam kenyataan, tidak selalu demikian karena outcome dipengaruhi oleh
banyak faktor di luar hasil belajar. Sekolah yang baik mempersiapkan dan memberikan
kesempatan/akses kepada tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
dan dapat mengembangkan diri dalam kehidupan.
Standar Keluaran: Sekolah menghasilkan output/hasil belajar yang memadai dalam
prestasi akademik dan prestasi non-akademik (olah raga, kesenian, keagamaan, keterampilan
kejuruan, dsb.). Sekolah menggunakan alat evaluasi yang relevan untuk mengukur hasil belajar
ganda (prestasi akademik dan prestasi non-akademik), yang dibuktikan oleh tingkat validitas,
reliabilitas, obyektivitas, dan otentisitas yang tinggi.
B. KETENAGAAN
1. Pendidik
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan
proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, dan melakukan pembimbingan dan pelatihan.
Standar pendidik: Sekolah memiliki pendidik yang jumlahnya cukup/memadai yang
ditunjukkan oleh kelayakan rasio guru-siswa (khusus pendidik). Kualifikasi minimum untuk
pendidik pada tingkat pendidikan dasar adalah lulusan sarjana kependidikan atau lulusan sarjana
non-kependidikan ditambah sertifikat akta mengajar dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
Sekolah memiliki pendidik yang spesialisasinya relevan dengan mata pelajaran yang diajarkan.
2. Tenaga Kependidikan

Sekolah selain memerlukan pendidik juga memerlukan tenaga kependidikan yang


bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, dan pelayanan teknis untuk
menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola
satuan pendidikan, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber
belajar.
Secara umum, tenaga kependidikan bertugas melaksanakan perencanaan, pembimbingan,
pengelolaan, pengawasan, pelayanan teknis dan kepustakaan, penelitian dan pengembangan halhal

praktis

yang

diperlukan

untuk

meningkatkan

mutu

proses

pembelajaran.

Mengingat pentingnya peran tenaga kependidikan bagi pengembangan sekolah, maka sekolah
harus memiliki tenaga kependidikan yang cukup dengan kualifikasi/kemampuan yang memadai,
tingkat relevansi yang tinggi, dan kinerja yang tinggi.
Standar: Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang kompeten untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sekolah menilai kinerja tenaga kependidikan yang
unsur-unsurnya harus terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. Sekolah memberi kondisi dan
layanan esensial bagi pengembangan tenaga kependidikan dan bagi peningkatan kinerja.
C. MANAJEMEN TATA OLAH SEKOLAH
Manajemen tata olah sekolah adalah pengelolaan sekolah yang dilakukan untuk mencapai
tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Dua hal yang merupakan inti dari manajemen sekolah
adalah aspek dan fungsi. Manajemen dipandang sebagai aspek meliputi kurikulum,
tenaga/sumberdaya manusia, siswa, sarana dan prasarana, dana, dan hubungan masyarakat.
Manajemen dipandang sebagai fungsi meliputi pengambilan keputusan, perumusan tujuan,
perencanaan, pengorganisasian, pembagian tugas, pelaksanaan tugas , pengkoordinasian,
pembinaan, dan pengawasan.
Standar Manajemen tata olah sekolah : Manajemen tata olah sekolah dilaksanakan
menurut aspek dan fungsi manajemen secara utuh. Aspek manajemen sekolah yang dimaksud
meliputi kurikulum, pendidik dan tenaga pendidikan, siswa, sarana dan prasarana, dana, dan
hubungan masyarakat. Manajemen sekolah dilaksanakan dengan perinsip kemandirian,
partisipasi, semangat kebersamaan, tanggungjawab, transparansi, fleksibelitas, akuntabilitas, dan
sustainabilitas.

D. SARANA DAN PRASARANA


Sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi tuntutan pedagogik diperlukan untuk
menjamin

terselenggaranya

proses

pendidikan

yang

bermakna,

menyenangkan,

dan

memberdayakan sesuai karakteristik mata pelajaran dan tuntutan pertumbuhan dan


perkembangan usia, fisik, pikiran, dan psikis peserta didik. Sarana dan prasarana pendidikan
meliputi gedung, ruang kelas, ruang laboratorium, perpustakaan/pusat sumber belajar, ruang
praktek, media pendidikan, peralatan pendidikan, buku sekolah, bahan/material praktek, sarana
pendidikan jasmani dan olahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi dan
rekreasi, fasilitas kesehatan dan keselamatan bagi peserta didik dan penyelenggara pendidikan,
dan sarana serta prasarana lain sesuai tuntutan program-program pendidikan yang
diselenggarakan oleh sekolah.
Standar Sarana Prasarana Pendidikan, Sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang
memenuhi tujuan sekolah dan tuntutan pedagogik yang diperlukan untuk menjamin
terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna, menyenangkan, dan memberdayakan sesuai
tuntutan karakteristik mata pelajaran, pertumbuhan dan perkembangan daya fisik, daya pikir, dan
daya kalbu peserta didik.

Sumber: https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA&url=https%3A
%2F%2Fayahalby.files.wordpress.com%2F2012%2F10%2Fpenyelenggaraan-sekolah-dasar-standarnasional.doc&ei=OrFhVcKUO4-uAS0r4DQBA&usg=AFQjCNFfyWmc1RlkE9jVifSTC6kAfe9pw&sig2=TgHgcSGQ_8HAySFOFGlo3Q&bvm=bv.93990622,d.c2E