Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

IV.1.

Tujuan Percobaan
Untuk menentukan berat jenis dan penyerapan agregat halus.

IV.2.

Teori
Kekuatan serta keawetan jalan yang mencari nilai relative density dari suatu contoh bahan

mentah secara umum dilakukuan dengan menggunakan timbangan, keranjang baja (Steel Yard)
yang mengacu pada buku acuan dari sifat fisik. Untuk agregat yang halus yang digunakan
piknometer, selain penggunaan piknometer ada beberapa metode yang bias menghitung berat jenis
agregat halus dan sedang yakni dengan menggunakan gas jar dan specific grafity bottle (IGS 812 :
1975)
Karakteristik berat jenis secara umum digunakan dalam perhitungan volume agregat
dalam berbagai jenis campuran yang mengandung agregat termasuk beton semen Portland, aspal
campuran, aspal beton, dan campuran lain yang secara proporsional atau dianalisis berdasarkan
volume.
Nilai penyerapan digunakan dalam perhitungan perubahan berat agregat karena
penyerapan air oleh pori pori dibanding dengan kondisi kering. Kekuatan mutu perkerasan jalan
dipengaruhi oleh berat jenis dan absorbsi dari agregat yang digunakan, biasanya semakin keras
suatu agregat maka berat

semakin besar dan daya serapnya makin rendah, sehingga akan

mempengaruhi akan dihasilkan.


Rumus rumus yang dapat dipakai untuk menghitung berat jenis agregat halus adalah
sebagi berikut :
Bj

1)

Berat jenis SSD ( Saturated Surface Dry)

2)

Berat jenis semu (apparent spesific gravity )

3)

Berat jenis kering ( Bulk Specific Grafity )

Ba Bj - Bc

Bk
Ba Bk - Bc
Bk

Ba Bj - Be

4)

persen absorsi

Bj - Bk
Bk

* 100%

Keterangan :
Bk : Berat benda uji kering oven (gr)
Ba : Berat piknometer + air (gr)
Bc : Berat benda uji + piknometer + air ( gr )
Bk : Berat benda uji dalam keadaan SSD ( gr )

Syarat agregat halus :


Berat jenis kering < Berat jenis SSD < Berat jenis semu
Absorsinya minimal 3 %

IV.3.

Peralatan dan Bahan


1.

Bahan : Agregat Halus

2.

Alat :
a. Piknometer

e.

Skrap

f.

Batang perojok

b. Timbangan

g.

Pan

c. Corong

h.

Cetakan kerucut

d. Hot plate

IV.4.

Gambar Alat

Scrap
Corong
Piknometer

Batang Perojok

Pan
Hot Plate

Oven

Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr

IV.5.

Prosedur Percobaan
1. Sampel direndam selama 24 jam.
2. Air bahan perendam dibuang peralahan lahan agar agregat tidak ikut terbuang.
3. Sampel dikeringkan dengan menggunakan hot plate sampai kondisi SSD.
4. Pasir dimasukkan ke dalam kawat terpancung sebanyak 1/3 bagian, padatkan dengan
batang perojok sebanyak 5.
5. Kemudian pasir dimasukkan 2/3 bagian lagi dan dirojok sebanyak 8.
6. Kemudian pasir dimasukkan 3/3 bagian dan dirojok 12.
7. Angkat kerucut secara vertikal, keadaan permukaan jenuh tercapai bila benda uji
runtuh akan tetapi masih dalam keadaan tercetak.
8. Setelah tercapai kondisi kering permukaan jenuh, masukkan 250 gr benda uji ke
dalam piknometer.
9. Masukkan air suling sampai tercapai 90% isi piknometer, putar sambil diguncang
sampai tidak terlihat gelembung udara di dalamnya.
10. Rendam piknometer ke dalam cair dan ukur suhu air ( suhu standart yaitu 250 )

11. Tambahkan air sampai tanda batas piknometer.


12. Timbang piknometer berisi air dalam benda uji dan catat beratnya.
13. Keringkan benda uji dalam oven dengan suhu ( 1100 + 50 )
14. Tentukan berat piknometer berisi air penuh dan catat beratnya.
15. Percobaan selesai.

1. Gambar kerja
5 kali

8 kali

12 kali

3/3 h

1/3 h

1/3 h

2. Kondisi agregat halus setelah kerucut diangkat secara vertikal dapat berubah

Agregat halus dalam keadaan SSD


Agregat halus dalam keadaan basah

Agregat halus dalam keadaan kering

3. Gambar Kerja

Piknometer + Agregat halus + Air

Piknometer + Air suling

Piknometer + Agregat halus

IV.6.

Analisa Data
Berat benda uji kering oven ( Bk ) = 248,3 gr
Berat material SSD ( Bj )

= 250 gr

Berat piknometer + Air ( Ba )

= 665,2 gr

Berat piknometer + air + pasir SSD = 821,5 gr


Maka :
250

Berat jenis SSD ( Saturated Surface Dry)

Berat jenis semu

248,3
( 665,2 248,3 - 821,5)

Berat jenis kering

Persen absorbsi

IV.7.

248,3

250

2,67 gr

2,70gr /cm3

( 665,2 250 - 821,5)

250 - 248,3

(665,2 250 - 821,5)

2,65 gr /cm3

* 100% 0,68%

Kesimpulan
1.

2.

Dari hasil percobaan dipeoleh :


a. Berat jenis SSD

= 2,67 gr/cm3

b. Berat jenis semu

= 2,70 gr /cm3

c. Berat jenis kering

= 2,65 gr /cm3

d. % Absorbsi

= 0,68 %

Syarat batas
a. Berat jenis kering < Berat jenis SSD < Berat jenis semu
2,65 gr /cm3

<

b. % Absorbsi > 3 %

2,67 gr/cm3

<

2,70 gr /cm3

/cm3

0,68 % < 3 % Tidak Ok!

III.8.

Saran
Agar praktikan lebih serius dalam menjalani praktikum.