Anda di halaman 1dari 17

METODE ANALISIS UNTUK

PENENTUAN KADAR MERCURY


(Hg) DAN TIMBAL (Pb) DALAM
SAMPEL

PENENTUAN KADAR MERCURY (Hg) DALAM IKAN DENGAN


METODE COLD VAPOR ATOMIC ABSORPTION
SPECTROPHOTOMETRY (CVAAS)
Ikan dikenal sebagai sumber pangan yang mempunyai gizi seimbang,
sebagai sumber energi yang menyehatkan, mempunyai kadar protein
yang tinggi, vitamin dan berbagai nutrisi penting lainnya
Ikan mrpkn sumber terbesar terjadinya paparan mercury pada manusia
dengan mengakumulasi kadar substansial mercury dalam jaringannya
Gejala utama gangguan pancaindera, ataksia, pandangan kurang
fokus, dan gangguan pendengaran
Kadar mercury dalam ikan yang diperbolehkan 0,5 g/g berat basah
Dikembangkan metode analisis mercury dalam ikan dengan CVAAS

PENENTUAN
KADARMercury
MERCURYdalam
(Hg) DALAM
DENGAN
Penentuan
Kadar
Ikan IKAN
dengan
METODE COLD VAPOR ATOMIC ABSORPTION
CVAAS Menggunakan
Automatic(CVAAS)
Mercury Analyzer
SPECTROPHOTOMETRY

Prinsip CVAAS reaksi reduksi mercury, biasanya oleh ion


Sn2+ atau BH4 Reduktor yang digunakan SnCl2
Ion Sn2+ dari SnCl2 mereduksi mercury inorganik (Hg(II))
menjadi elemen mercury (Hg(0)) yang mudah menguap dan
mudah dihilangkan dari air melalui kontak dengan gas (gas
carrier) pada CVAAS

PEMBUATAN LARUTAN SnCl2 10% DAN


LARUTAN LARUTAN SnCl2 10% (B/V)

PREPARASI DAN DIGESTI SAMPEL IKAN


Preparasi

Digesti

Penetapan Kadar Mercury dalam Sampel Ikan

HASIL PENENTUAN KADAR MERCURY DALAM


SAMPEL IKAN DENGAN METODE CVAAS
MENGGUNAKAN AUTOMATIC MERCURY ANALYZER

PENENTUAN RECOVERY MERCURY DALAM


SAMPEL IKAN
Recovery ditentukan dengan menambahkan standar mercury ke
dalam sampel dengan konsentrasi berbeda.
Sampel yang digunakan yaitu dua spesies ikan yang berbeda yang
telah di-digest sebelumnya.

ANALISIS KUANTITATIF KADAR TIMBAL DALAM SAMPEL IKAN


DENGAN METODE FAAS (Solidum et al, 2013)

Ikan dikenal sebagai sumber pangan yang mempunyai gizi seimbang,


sebagai sumber energi yang menyehatkan, mempunyai kadar protein
yang tinggi, vitamin dan berbagai nutrisi penting lainnya
Logam berat seperti Pb adalah toksikan yang banyak terdeteksi dalam
lingkungan laut
Paparan Pb mempengaruhi sistem saraf, reproduksi, ginjal, dan sistem
hematologi sehingga menjadi lebih rentan terhadap efek yang merugikan.
Batas standar utk kadar Pb dalam maknanan adalah 0,5 ppm
Dikembangkan metode analisis Pb dalam ikan dengan FAAS

PEMBUATAN LARUTAN STANDAR

PREPARASI SAMPEL IKAN

KADAR TIMBAL, CADMIUM DAN CHROMIUM (PPM) PADA


SAMPEL IKAN BAGIAN KEPALA

KADAR TIMBAL, CADMIUM DAN CHROMIUM (PPM) PADA


SAMPEL IKAN BAGIAN DAGING

KADAR TIMBAL, CADMIUM DAN CHROMIUM (PPM) PADA


SAMPEL IKAN BAGIAN INTERNAL ORGAN

KESIMPULAN
semua sampel yang dianalisis memiliki kadar mercury
dibawah batas yang direkomendasikan oleh FAO/WHO yaitu
0,5 g/g berat basah
Metode telah terbukti dapat diterapkan untuk penetapan kadar
mercury dalam sampel ikan. Sampel ikan yang dianalisis
sebanyak 13 spesies dengan metode ini memberikan presisi
yang baik, hal ini dapat dilihat dari nilai %RSD yaitu < 2,0%.
Penggunaan Automatic Mercury Analyzer pada penelitian ini
memungkinkan analisis rutin mercury dalam berbagai macam
ikan, dengan reagen yang relatif sedikit, waktu analisis yang
relatif cepat, serta hasil yang dapat dipercaya.
Batas standar yang ditetapkan oleh US EPA dan FDA untuk
timbal adalah 0,5 ppm. Konsentrasi timbal dari sampel ikan
berada dalam batas yang diijinkan yaitu dibawah 0,50 ppm
kecuali untuk daging Crumenophthalmus Selar

TERIMA KASIH