Anda di halaman 1dari 5

BAB IX

STRATEGI MENYELESAIKAN MASALAH

Penatalaksanaan
Bila sudah pasti karsinoma kolon, maka kemungkinan pengobatan adalah sebagai
berikut :
1. Pembedahan (Operasi)
Operasi adalah penangan yang paling efektif dan cepat untuk tumor
yang diketahui lebih awal dan masih belum metastatis, tetapi tidak menjamin
semua sel kanker telah terbuang. Oleh sebab itu dokter bedah biasanya juga
menghilangkan sebagian besar jaringan sehat yang mengelilingi sekitar kanker.
a. Pembedahan Reseksi.
Satu-satunya pengobatan definitif adalah pembedahan reseksi dan biasanya
diambil sebanyak mungkin dari kolon, batas minimal adalah 5 cm di sebelah distal
dan proksimal dari tempat kanker. Untuk kanker di sekum dan kolon asendens
biasanya dilakukan hemikolektomi kanan dan dibuat anastomosis ileo-transversal.
Untuk kanker di kolon transversal dan di pleksura lienalis, dilakukan kolektomi
subtotal dan dibuat anastomosis ileosigmoidektomi. Pada kanker di kolon desendens
dan sigmoid dilakukan hemikolektomi kiri dan dibuat anastomosis kolorektal
transversal.

Untuk

kanker

di

rektosigmoid

dan

rektum

atas

dilakukan

rektosigmoidektomi dan dibuat anastomosis. Desenden kolorektal. Pada kanker di


rektum bawah dilakukan proktokolektomi dan dibuat anastomosis kolorektal.
b. Kolostomi
Kolostomi merupakan tindakan pembuatan lubang (stoma) yang dibentuk dari
pengeluaran sebagian bentuk kolon (usus besar) ke dinding abdomen (perut), stoma
ini dapat bersifat sementara atau permanen. Tujuan Pembuatan Kolostomi adalah
untuk tindakan dekompresi usus pada kasus sumbatan / obstruksi usus. Sebagai anus
setelah tindakan operasi yang membuang rektum karena adanya tumor atau penyakit

lain. Untuk membuang isi usus besar sebelum dilakukan tindakan operasi berikutnya
untuk penyambungan kembali usus (sebagai stoma sementara).
Jenis-Jenis Kolostomi.
1. Jenis kolostomi berdasarkan sifatnya:
a. Sementara
Indikasi untuk kolostomi sementara :
1) Hirschprung disease
2) Luka tusuk atau luka tembak
3) Atresia ani letak tinggi
4) Untuk mempertahankan kelangsungan anastomosis distal usus setelah
tindakan operasi (mengistirahatkan usus).
5) Untuk memperbaiki fungsi usus dan kondisi umum sebelum dilakukan
tindakan operasi anastomosis.
b. Permanen
Indikasi untuk kolostomi permanen :
Penyakit tumor ganas pada kolon yang tidak memungkinkan tindakan operasi reseksianastomosis usus.

2. Jenis kolostomi berdasarkan letaknya :


Lokasi
Konsistensi

Colostomy Asendens
Colon Asendens
Cair atau lunak

Colostomy Transversal
Colon Tansversum
Lunak

Colostomi Desendens
Colon Desendens
Padat

feses
Iritasi kulit

Mudah terjadi, karena Mungkin terjadi karena Kadang terjadi


kontak dengan enzim lembab terus menerus
pencernaan

Komplikasi

Striktur atau retraksi


stoma

3. Jenis kolostomi berdasarkan tekhnik pembuatan :


a.

Single Barreled Colostomy

b.

Double Barreled Colostomy

c.

Loop Colostomy

2. Radioterapi
Setelah dilakukan tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan untuk
melakukan radiasi dengan dosis adekuat. Memberikan radiasi isoniasi pada
neoplasma. Karena pengaruh radiasi yang mematikan lebih besar pada sel-sel kanker
yang sedang proliferasi, dan berdiferensiasi buruk, dibandingkan terhadap sel -sel
normal yang berada di dekatnya, maka jaringan normal mungkin mengalami cidera
da1am derajat yang dapat ditoleransi dan dapat diperbaiki, sedangkan sel-sel kanker
dapat dimatikan, selanjutnya dilakukan kemoterapi.
3. Kemotherapy
Kemoterapi yang diberikan ialah 5-flurourasil (5-FU). Belakangan ini sering
dikombinasi dengan leukovorin yang dapat meningkatkan efektifitas terapi. Bahkan
ada yang memberikan 3 macam kombinasi yaitu: 5-FU, levamisol, dan leuvocorin.
Dari hasil penelitian, setelah dilakukan pembedahan sebaiknya dilakukan radiasi dan
kemoterapi.

BAB X
PROGNOSIS DAN KOMPLIKASI

Cara Penyampaian Prognosis Kepada Pasien / Keluarga

Komplikasi
Komplikasi pada pasien dengan kanker kolon yaitu:
1. Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap.
2. Metastase ke organ sekitar, melalui hematogen, limfogen dan penyebaran
langsung.
3. Pertumbuhan dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon
yang menyebabkan hemorragi.
4. Perforasi usus dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan abses.
5. Peritonitis dan atau sepsis dapat menimbulkan syok.

Prognosis (Prediksi Perkembangan Penyakit)

Prognosis pasien yang terkena kanker kolon lebih baik bila lesi masih terbatas
pada mukosa dan submukosa pada saat operasi; dan jauh lebih buruk bila telah
terjadi penyebaran di luar usus (metastasis) ke kelenjar limfe, hepar. paru, dan
organ-organ lain.
Tanda Untuk Merujuk Pasien
Untuk merujuk pasien dengan ca colon dilakukan bila peralatan yang dimiliki klinik
atau pukesmas atau instalasi suatu rumah sakit tidak memadai untuk menangani
pasien tersebut. Namun, untuk merujuk harus disertai surat rujuk yang konkrit, data
pasien yang lengkap, dan lebih baik didampingi oleh dokter yang merujuk.
Peran Pasien / Keluarga Untuk Penyembuhan
Pasien atau keluarga dapat membantu pasien dalam hal untuk mengingatkan
bagaimana pola makan dan pola hidup yang baik. Serta, keluarga dapat memberi
dorongan pada pasien untuk sembuh dan tidak menyerah.
Pencegahan Penyakit
Penatalaksanaan Diet
1. Cukup mengkonsumsi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Serat dapat
melancarkan pencemaan dan buang air besar sehingga berfungsi menghilangkan
kotoran dan zat yang tidak berguna di usus, karena kotoran yang terlalu lama
mengendap di usus akan menjadi racun yang memicu sel kanker.
2. Kacang-kacangan (lima porsi setiap hari)
3. Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi
terutama yang terdapat pada daging hewan.
4. Menghindari makanan yang diawetkan dan pewarna sintetik, karena hal tersebut
dapat memicu sel karsinogen / sel kanker.
5. Menghindari minuman beralkohol dan rokok yang berlebihan.
6. Melaksanakan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.