Anda di halaman 1dari 3

Belajar KSP dengan Interactive Presentation Media, Belajar yang

Menyenangkan
1:
Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam penyajian informasi untuk
mengantar pesan dari sumber informasi ke penerima (Kustiono, 2009). Media dapat membantu
dan mempermudah dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi. Contohnya, yaitu, media
pembelajaran yang dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pada peserta didik.
2:
Media pembelajaran adalah sebuah atau seperangkat alat yang digunakan untuk menyampaikan
pesan atau informasi guna mendukung kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran dapat
merangsang peserta didik agar termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Media
pembelajaran yang menarik dan interaktif sangat membantu dalam pembelajaran terutama materi
yang sulit disampaikan dalam bahasa verbal seperti, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP).
Media pembelajaran yang sesuai untuk materi KSP adalah Interactive Presentation Media karena
memiliki tampilan yang menarik dan interaktif.
3:
Interactive Presentation Media ini memiliki banyak kunggulan. Beberapa keunggulan dari
Interactive Presentation Media sebagai media pembelajaran adalah 1) praktis; 2) memberikan
kemungkinan tatap muka sehingga dapat mengamati respons siswa; 3) menarik dan tidak
membosankan; 4) dapat menyajikan berbagai kombinasi gambar, video, animasi dan suara
sehingga siswa lebih mudah memahami materi (Mulyani et al., 2012); 5) dapat digunakan
berulang-ulang; dan 6) mengefektifkan waktu dalam menyampaikan isi pelajaran (K. et al.,
2013). Keunggulan-keunggulan ini menyebabkan Interactive Presentation Media sudah banyak
digunakan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
4:
Selain memiliki keunggulan, Interactive Presentation Media juga memiliki beberapa kelemahan.
Kelemahan dari Interactive Presentation Media, yaitu: 1) animasi yang tidak berhubungan
dengan materi dapat mengalihkan perhatian siswa; 2) pemilihan warna yang terlalu terang dapat
merusak indera penglihatan; 3) jika terjadi pemadaman listrik maka pembelajaran tidak dapat

dilaksanakan (K. et al., 2013); 4) membutuhkan keterampilan khusus untuk menuangkan pesan
dengan baik sehingga mudah dipahami; dan 5) memerlukan persiapan yang matang dalam
penyajiannya (Mulyani et al., 2012). Apabila si penyusun media tidak dapat mengatasi
kelemahan-kelemahan tersebut maka akan menimbulkan gangguan dalam proses pembelajaran.
5:
Kelebihan-kelebihan dari Interactive Presentation Media ini dapat dioptimalkan. Pengoptimalan
dari media ini terutama pada desain dari media itu sendiri dan aplikasi pendukung lainnya. Hal
yang perlu diperhatikan dalam menyusun Interactive Presentation Media adalah bahan-bahan
pendukungnya, seperti, clip art, picture, sound, video, background dan lain sebagainya (Mulyani
et al., 2012). Selain itu, Interactive Presentation Media juga dapat didukung dengan aplikasi lain
yang membuatnya menjadi lebih interaktif (Tamami, 2014).
6:
Kelemahan-kelemahan dari Interactive Presentation Media dapat dihindari dengan adanya
kreativitas si penyusun media. Contohnya, jika penyusun dapat mengkolaborasikan warna dari
desain presentasi maka akan dihasilkan media yang menarik. Penyusun perlu mencermati
alternatif bentuk visualisasi yang tepat untuk penyajian suatu konsep tertentu (Kustiono, 2009).
Penyusunan materi secara runtut juga akan mempermudah peserta didik dalam memahami
konsep yang disajikan (Mulyani et al., 2012).
7:
Media sangat diperlukan untuk mempermudah komunikasi. Media dalam dunia pendidikan
dikenal dengan sebutan Media Pembelajaran. Salah satu contoh media pembelajaran adalah
Interactive Presentation Media. Interactive Presentation Media merupakan alternatif yang tepat
digunakan sebagai media pembelajaran untuk materi KSP. Media ini memiliki banyak kelebihan
yang masih dapat dioptimalkan. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan
tersebut dapat diubah menjadi kelebihan dengan adanya kreativitas dari si penyusun. Dengan
menggunakan Interactive Presentation Media, selain mempermudah guru dalam menyampaikan
materi, peserta didik juga akan lebih mudah memahami materi KSP yang cenderung sulit.

Daftar Pustaka
K., N.A., Margiati, Y. & T., N., 2013. Pemanfaatan Microsoft Power Point pada Pembelajaran Luas
Bangun Datar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran,
II. p.10.
Kustiono, 2009. Media Pembelajaran. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Mulyani, Kruisti, P., Raras & Hanggana, K.L., 2012. Pengaruh Penggunaan Media Powerpoint terhadap
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas V SD SN Batusari 6
Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. UKSW Repository, p.10.
Tamami, R., 2014. Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) Powerpoint untuk Visualisasi
Konsep Menggambar Grafik Persamaan Garis Lurus. Indonesian Digital Journal of Mathematics and
Education, I.