Anda di halaman 1dari 2

Penggunaan Interactive Presentation Media sebagai media pembelajaran tentunya membutuhkan

sarana dan prasarana sebagai pendukung. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk
mendukung penggunaan Interactive Presentation Media ini adalah personal computer, LCD
projektor dan speaker. Ketiga perangkat ini dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1.1 adalah
LCD projektor dan speaker sedangkan Gambar 1.2 merupakan personal computer. Perangkatperangkat tersebut mempunyai kegunaan yang saling melengkapi. Perangkat-perangkat tersebut
pun dapat memaksimalkan fungsi dari Interactive Presentation Media. Tanpa adanya ketiga
perangkat tersebut, penggunaan Interactive Presentation Media tidak akan berfungsi maksimal.
Di samping itu, ada pula sarana dan prasarana yang dapat menghambat penggunaan Interactive
Presentation Media, seperti ruangan yang kurang luas, menyebabkan siswa duduk terlalu dekat
dengan layar proyektor sehingga siswa tidak nyaman dalam memperhatikan layar proyektor
(mata terasa perih).
Pada saat dilakukan observasi proses belajar mengajar kelas XI IPA 1 MA Al Asror Patemon,
materi yang sedang dipelajari siswa adalah Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Guru
menggunakan metode praktikum berbasis laboratorium kelas pada saat proses pembelajaran.
Siswa melakukan praktikum sederhana dengan kelompoknya masing-masing. Pada saat
persiapan, siswa terlihat belum siap melakukan praktikum. Hal ini dapat dilihat pada Gambar
2.1. Aktivitas beberapa siswa masih mengganggu siswa lain saat guru menjelaskan prosedur
praktikum. Selama proses pembelajaran, sebagian besar siswa terlihat aktif berinteraksi dengan
guru. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.2. Guru pun beberapa kali menanyakan hal yang
berhubungan dengan materi praktikum pada beberapa siswa secara acak. Guru juga memberi
kesempatan pada siswa lain untuk mengoreksi jawaban dari temannya. Pada Gambar 2.3 dan 2.4
dapat dilihat bahwa siswa juga terlihat sangat antusias selama praktikum. Namun selama
praktikum beberapa siswa masih belum bisa tertib. Hal ini terlihat pada Gambar 2.2. Dari
gambar tersebut terlihat aktivitas beberapa siswa yang mengganggu teman atau kelompok lain.
Metode praktikum berbasis laboratorium kelas yang digunakan dalam penyampaian materi KSP
ini tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dari metode ini salah satunya adalah
pembelajaran berpusat pada siswa sedangkan guru hanya membimbing dan mengarahkan siswa
dalam melakukan praktikum. Hal ini membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Kelebihan yang lain
antara lain, siswa lebih memahami materi karena siswa diarahkan untuk menemukan

sendiri jawaban terhadap permasalahan yang dihadapinya sehingga kegiatan pembelajaran akan
lebih bermakna (Wardani, 2008), siswa berkesempatan menggunakan seluruh panca inderanya
(pendekatan multi sensori) dan siswa terlatih dalam keterampilan intelektual (Saptorini,
2011) sehingga dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran selanjutnya. Sedangkan kekurangan
dari metode ini salah satunya adalah memerlukan waktu yang lama (Saptorini, 2011). Hal ini
terlihat pada saat proses pembelajaran KSP di kelas XI IPA 1 MA Al Asror Patemon di mana
kegiatan ini membutuhkan persiapan selama 15 menit. Kekurangan yang lain antara lain,
terbatasnya alat dan bahan yang digunakan karena praktikum dilakukan di dalam kelas dan jika
kegiatan yang dilakukan beberapa macam dapat mengacaukan perhatian siswa (Saptorini, 2011).
Latar belakang digunakannya metode kelas laboratorium ini adalah tidak tersedianya
laboratorium kimia yang memadahi. Dari latar belakang ini, Interactive Presentation
Media merupakan media yang tepat digunakan dalam pembelajaran KSP. Pembelajaran akan
lebih efektif dengan menggunakan Interactive Presentation Media karena tidak perlu adanya
persiapan yang terlalu lama. Siswa juga dapat melihat percobaan sederhana melalui video yang
ditampilkan. Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami materi. Selain itu,
dalam Interactive Presentation Media ini juga dilengkapi sebuah lagu tentang materi KSP
sehingga siswa dapat dengan mudah materi KSP yang sulit dihafalkan.

Daftar Pustaka
Saptorini, 2011. Strategi Pembelajaran Kimia. Semarang: Jurusan Kimia Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.
Wardani, S., 2008. Pengembangan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Kromatografi
Lapis Tipis melalui Praktikum Skala Mikro. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, II(2). 317-22.