Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi
langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol. Suatu reaksi
pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Esterifikasi dapat
dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai
suatu katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal dari Essig-ther Jerman,
sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil).
Pada skala industri, etil asetat di produksi dari reaksi esterifikasi antara asam
asetat (CH3COOH) dan etanol (C2H5OH) dengan bantuan katalis berupa asam
sulfat (H2SO4) dan inilah yang dilakukan pada praktikum kali ini.
Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap),
tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 3%
dan larut dalam air hingga kelarutannya 8% pada suhu kamar. Kelarutannya
meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, senyawa ini tidak stabil dalam
air yang mengandung asam dan basa. Etil asetat, yang juga dikenal dengan
nama acetic ether, adalah pelarut yang banyak digunakan pada industri
cat, thinner, tinta, plastic, farmasi, dan industri kimia organik.

B. Tujuan
Membuat etilasetat dari reaksi antara alcohol dan asam asetat dengan katalisator
asam sulfat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Reaksi Esterifikasi
Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks
sebuah asam karboksilat bersama sebuah alkohol dengan katalis asam. Asam yang
digunakan sebagai katalis biasanya adalah asam sulfat. Pembentukan ester melalui
asilasi langsung asam karboksilat terhadap alkohol, seperti pada esterifikasi
Fischer lebih disukai ketimbang asilasi dengan anhidrida asam ( atom yang
rendah) atau asil klorida (sensitif terhadap kelembapan). Kelemahan utama asilasi
langsung adalah konstanta kesetimbangan kimia yang rendah. Hal ini harus diatasi
dengan menambahkan banyak asam karboksilat, dan pemisahan air yang menjadi
hasil reaksi. Pemisahan air dilakukan melalui distilasi Dean-Strak atau
penggunaan saringan molekul.
Dalam ilmu kimia, ester adalah campuran organik dengan simbol R yang
menggantikan suatu atom hidrogen atau lebih. Ester juga dibentuk dengan asam
yang tidak tersusun teratur; sebagai contoh, dimetil sulfat yang juga disebut asam
belerang,

dimethyl

ester (Anonim,

2006).

Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa; walaupun tidak


benar-benar mempunyai kation dan anion, namun memiliki kemiripan dalam sifat
lebih elektropositif dan keelektronegatifan. Suatu ester dapat dibuat sebagai
produk dari suatu reaksi pemadatan pada suatu asam (pada umumnya suatu asam
organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam karbol), walaupun ada caracara lain untuk membentuk ester. Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di
mana dua molekul bekerja sama dan menghapuskan suatu molekul yang kecil,
dalam hal ini dua gugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul
air(Clark,

2002).

Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi.


Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering
digunakan sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal
dari Essig-ther Jerman, sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester
(asam

cuka

etil) (Anshory,

2003).

Ester dapat dibuat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alkohol dan suatu
asam karbon. Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian
alkanoat (bagian dari asam karbon). Sebagai contoh, reaksi antara metanol dan
asam butir menghasilkan ester metil butir C3H7-COO-CH3 seperti halnya air.
Yang paling sederhana adalah H-COO-CH3,metil metanoat. Karena ester dari
asam yang lebih tinggi, alkana menyebut dengan - oat pada akhiran. Secara umum
Ester dari asam berbau harum meliputi benzoat seperti metil benzoat (Anonim,
1995). Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi
langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden, 1982).
Etil asetat
Etil asetat adalah cairan jernih, tak berwarna, berbau khas, yang bagian
terbesarnya terdiri dari etil asetat dengan rumus CH.gCOO CzHs dan terutama
digunakan sebagai pelarut tinta, perekat, resin.
Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus empiris C2H5OC(O)CH3.
Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud
cairan tak berwarna, memiliki aroma khas. Senyawa ini di produksi dalam skala
besar sebagai pelarut. Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil
(mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Seperti kebanyakan
reaksi aldehida dan keton, esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui
serangkaian tahap protonasi dan detonasi. Oksigen karbonil diprotonasi, alkohol
nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester.
Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi fischer dari asam asetat dan
ethanol, biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat.

Etanol
Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut atau
alkohol saja adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tidak
berwarna dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan
sehari hari. Etanol adalah suatu obat rekreasi yang paling tua. Etanol banyak
digunakan sebagai pelarut sebagai bahan bahan kimia yang di tunjukan untuk
konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa,
pewarna makanan, dan obatobatan. Dalam kimia etanol adalah pelarut yang
penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya.
Dalam sejarahnya ethanol telah lama di gunakan sebagai bahan bakar. Sifat fisika
dan kimia etanol sebagai berikut. Etil asetat juga mempunyai Rumus molekul
etanol C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. Sifat-sifat fisik Etanolantara lain :
1.
2.
3.

Massa molekul relatif


Titik beku
Titik didih normal

: 46,07 gr/mol.
: -114,1oC.
: 78,32oC.

Etanol termasuk dalam alkohol primer, yang berarti bahwa karbon yang berikatan
dengan gugus Hidroksil paling tidak memiliki 2 Hidrogen atom yang terikat
dengannya juga. Reaksi kimia yang dijalankan oleh ethanol kebanyakan pada
fungsi gugus Hidroksil.
Asam Sulfat ( H2SO4 )
Asam Sulfat ( H2SO4 ) merupakan asam mineral ( Anorganik ) yang kuat.
Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan, asam sulfat mempunyai
kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Walaupun asam
sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia akan melepaskan SO 3 pada titik
didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk
disimpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam sulfat 98%
pada umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. Berikut adalah sifat-sifat asam
sulfat.Sifat sifat Asam Sulfat ialah :
1.

Nama sintesis

: Asam sulfat

2.
Rumus molekul
: H2SO4
3.
Massa molar
: 98,078 gr/mol
4.
Penampilan
: Bening, tidak berwarna, tidak berbau
5.
Densitas
: 1,84 gr/cm3 , cairan
6.
Titik leleh
: 10oC, 283 K, 50o F
7.
Titik didih
: 290o C, 563oK, 554oF
8.
Kelarutan dalam air : Bercampur penuh
9.
Viskositas
: 26,7 CP pada 20oC
10. Klasifikasi
: Sangat korosif
11. Titik nyala
: Tak ternyalakan

Asam Asetat
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam
organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan.
Asam cuka memiliki rumus empiris C 2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam
bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni ( asam asetat
glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7C.
Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah
asam format. Larutan asam asetat yang larut dalam air merupakan sebuah asam
lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H + dan CH3COO-. Asam
asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam
asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa
asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain.
Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di
rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air.
Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per
tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari
industri petrokimia maupun dari sumber hayati.
Sifat-sifat dari Asam Asetat ialah :
1.
Nama Sistematis
: Asam etanoat, asam asetat
2.
Nama Alternatif
: Asam metanakarboksilat, hidrogen
asetat, asam cuka
3.
Rumus Molekul
4.
Massa Molar

: CH3COOH
: 60,05 gr/mol

5.

Titik lebur

: 16,5 C

Clark, Jim, 2002 (modified 2004). The Mechanism for the Esterification Reaction.
http://www.chemguiede.co.us/organicprops/estermenu.html1#top (diakses pada 7
Juni 2013 pukul 19.43)