Anda di halaman 1dari 3

2.

Dasar Teori
2.1 Kromatografi Gas
Kromatografi gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponenkomponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati
suatu lapisan serapan (sorben) yang diam. (Wiguna, 2012). Kromatografi gas
termasuk dalam salah satu alat analisa kualitatif dan kuantitatif, digunakan untuk
menganalisa senyawa organik. Prinsip kromatografi secara rinci adalah udara
dilewatkan melalui nyala hydrogen (hydrogen flame) selanjutnya uap organik
tersebut akan terionisasi dan menginduksi terjadinya aliran listrik pada detektor,
kuantitas aliran sebanding dengan ion.
Sampel yang dapat dianalisis dengan kromatografi gas diantaranya adalah
produk gas alam, kemurnian pelarut, asam lemak, residu pestisida, polusi udara,
alkohol, steroid, minyak atsiri, flavor, dan ganja (mariyuana).
Instrumentasi Kromatografi Gas

Sumber : Permanasari, No date.

Bagian-bagian kromatografi gas :


1. Silinder gas : pemasok gas.
2. Regulator : pengatur tekanan. Saat alat digunakan, tekanan jangan sampai
mendekati 0.
3. Filter : penyaring.
4. Injektor : tempat memasukkan sampel.
5. Kolom : tempat terjadinya proses pemisahan. Pada kolom terjadi interaksi
sampel dengan fasa diam. Interaksi terjadi berdasarkan afinitas.
6. Detektor : menganalisis aliran gas keluar dan memberikan data kepada
perekam data yang menyajikan hasil kromatogram secara grafik.
7. Terminal pengolah data : mencetak hasil percobaan dalam bentuk
kromatogram.

2.2 Analisis Kualitatif dan Analisis Kuantitatif


Analisis kualitatif dilakukan dengan cara membandingkan waktu retensi
sampel dengan standar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil analisis
kualitatif yaitu :
-

Pemilihan jenis fasa diam cair


Pengaturan suhu kolom
Kecepatan fasa gerak/gas pembawanya
Keboleh ulangan (repeatability) dari penyuntikan baik larutan baku maupun
sampel

Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung luas area maupun


tinggi kromatogram. Dalam analisis kuantitatif diperlukan larutan standar yang
memenuhi syarat berikut :
-

Dapat bercampur dengan cuplikan yang dianalisis


Tidak boleh bereaksi dengan komponen cuplikan
Hanya memberikan satu puncak dan tidak tumpang suh (overlap) dengan
puncak-puncak komponen cuplikan

3. Alat dan Bahan


Alat :

Integrator HP 3390 A
Alat suntikan 10L
Buble flow meter
Gelas kimia 50 mL

1 buah
1 buah
1 buah
2 buah

Bahan :

Etanol pa
5 mL
Propanol pa
5 mL
Butanol pa
5 mL
Campuran etanol pa, propanol pa, dan butanol pa 5 mL
Cuplikan parfum cair
Gas-gas N2, H2 dan udara tekan dengan grade HP/UHP

9. Daftar Pustaka
Anonim.
2011.
Kromatografi
Gas.
https://mutiaramuslim1988.wordpress.com/2011/06/06/kromatografi-gas/. [20
Mei 2015].
Tim. 2011. Petunjuk Praktikum Kimia Analitik Instrumen. Bandung : POLBAN.

Wiguna,
Prayoga.
2012.
Makalah
Chromatography
Gas
(GC).
http://www.chayoy.com/2012/06/makalah-cromatography-gas-gc.html. [20 Mei
2015].

Gambar :
Permanasari,
Anna.
No
date.
Kromatografi
Gas.
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/195807121983032ANNA_PERMANASARI/presentasi_kuliah/9._Presentasi_GC.pdf. [ 25 Mei 2015].