Anda di halaman 1dari 10

PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAA
Peran Indonesia Dalam menciptakan Perdamaian Dunia
Melalui KAA

Penulis,
AGUNG MAHENDRA
10213349 (2EA32)

FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya-lah kami
dapat menyelesaikan makalah tentang Pendidikan Kewarganegaraan yang berjudul Peranan
Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui KAA sesuai waktu yang telah
diberikan. Tulisan ini disusun sebagai salah satu tugas berupa makalah individu pada mata
kuliah Soft Skill Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma.
Dalam menyusun tugas makalah ini, saya banyak menerima bantuan baik dari
beberapa narasumber dan petunjuk dari berbagai pihak maupun literatur baik dari internet
maupun yang tertuang dalam buku. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan banyak
terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah
banyak membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan menyadari masih banyak
kekurangan dari apa yang saya kerjakan dalam makalah ini, untuk itu kami mengharapkan
kritikan dan saran yang bersifat membangun agar pada penulisan makalah selanjutnya dapat
menjadi lebih baik dan sempurna.

Jakarta, 23 Mei 2015

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Konferensi Tingkat Tinggi Asia - Afrika (KTT Asia - Afrika atau KAA) adalah sebuah
konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh
kemerdekaan. Indonesia merupakan salah satu pemrakarsa penyelenggaraan Konferensi
Asia - Afrika (KAA). Negara-negara tersebut berkumpul untuk menghasilkan beberapa
kesepakatan. Salah satunya adalah untuk memujudkan salah satu wujud politik bebas
aktif Indonesia dalam tingkat internasional. KAA merupakan salah satu upaya
memujudkan perdamaian dunia.
KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan dan
dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung
antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan
mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan
kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet atau negara imperialis
lainnya. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia
pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka
pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan
dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang
Dingin
KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan
mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika.
Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah
mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat
diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah
Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwikewarganegaraan.
Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan diharuskan memilih
menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua, RI mendapat dukungan
dalam perjuangan pengembalian Irian Barat.
Berakhirnya Perang Dunia II membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan
Afrika untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu juga
ditandai dengan munculnya 2 kekuatan ideologis, yaitu politik dan militer termasuk
pengembangan senjata nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan
kehidupan bermasyarakat dan bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD
1945. Salah satu bentuk penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah menjalin kerja
sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan negara lain
terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar
negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Indonesia
mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antar bangsa
dengan menyelenggarakan KAA.
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas artinya bangsa Indonesia tidak
memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak
bersahabat dengan negara manapun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga

berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah
internasional. Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan
terwujudnya perdamaian dunia. Negara Indonesia memilih sifat politik luar negerinya
bebas aktif dikarenakan setelah berakhirnya Perang Dunia II, telah muncul dua kekuatan
adidaya baru yang saling berhadapan, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika
Serikat mempelopori berdirinya Blok Barat atau Blok Kapitalis (Liberal), sedangkan Uni
Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau Blok Sosialis (Komunis).
Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian dunia,
pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika.
Usaha ini mendapat dukungan dari negara-negara di Asia Afrika. Bangsa-bangsa Asia
Afrika pada umumnya pernah menderita karena penindasan imperialis barat. Persamaan
nasib itu menimbulkan rasa setia kawan. Setelah Perang Dunia berakhir, banyak negara
di Asia Afrika yang berhasil mencapai kemerdekaan, di antaranya adalah India,
Indonesia, Filipina, Pakistan, Burma (Myanmar), Sri Lanka, Vietnam dan Libya.
Sementara itu masih banyak pula negara yang berada di kawasan Asia Afrika belum
dapat mencapai kemerdekaan. Bangsa-bangsa di Asia Afrika yang telah merdeka juga
tidak melupakan masa lalunya. Mereka tetap merasa senasib da sependeritaan. Apalagi
jika mengingat masih banayak negara di Asia Afrika yang belum merdeka. Rasa setia
kawan itu dicetuskan dalam Konferensi Asia Afrika. Pelakasanaan KAA mempunyai arti
penting , baik bagi bangsa-bangsa di Asia Afrika pada khususnya maupun dunia pada
umumnya.

BAB II PEMBAHASAN
1. Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Politik luar negeri adalah arahan kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungannya
dengan nengara lain. Politik luar negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang
diabadikan bagi kepentingan nasional dalam lingkup duni internasional setiap negara
mempunyai kebijakan politik luar negeri yang berbeda beda .kebijakan suatu negara
dipengaruhi oleh factor luar negeri dan factor dalam negeri.
Dalam mengikuti peraturan dunia. Negara Indonesia menganut politik luar negeri
bebas aktif. Politik luar negeri pertama kali dicetuskan oleh Drs. Moh Hatta, wakili
presiden RI yang pertama. Dasar politik terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV
yang berbunyi ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan ,
perdamaian abadi , dan keadilan social
Tujuan Politik Luar negeri Bebas aktif :
Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara

Memperoleh barang barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbaiki
kemakmuran rakyat

Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan dan Indonesia


dapat membangun dan memperoleh syarat syarat yang diperoleh untuk
memperbesar kemakmuran rakyatnya.

Meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa sebagai pelaksanaan cita yang


tersimpul didalam pancasila.

2. Peranan Indonesia di KAA


Setelah perang dunia ke II selesai, muncul dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu
blok barat dan blok timur. Sikap bangsa Indonesia terhadap adanya dua kekuatan tersebut
tidak mau memihak salah satu blok. Sebagai warga negara penganut politik luar negeri
bebas aktif, bangsa Indonesia mengambil jalan sendiri untuk tetap memelihara
perdamaian dan meredakan, ketegangan dunia akibat perang dingin. Salah satu upaya
bangsa Indonesia untuk memelihara perdamaian dunia adalah dengan menggalangkan
persatuan dengan negaranegara di kawasan asia dan afrika. Bersama dengan negara lain,
yaitu india, Pakistan, Sri Lanka dan Burma ( Myanmar ). Bangsa Indonesia diwakili oleh
ali sastroamijoyo menjadi sponsor pelaksanaan konfersi asia afrika.
Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu
pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat
penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang
berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional. Dalam
pelaksanaan KAA Indonesia berperan penting, karena selain menjadi tempat
berlangsungnya Konferensi tersebut Indonesia juga salah satu negara yang ingin
bangsanya hidup setara, maju di berbagai bidang dan tidak ingin tertindas oleh Negara
barat, yang paling penting adalah mengutamakan kerjasama.

a. Konferensi Asia-Afrika menghasilkan beberapa keputusan penting. Beberapa


keputusan penting tersebut antara lain:
Memajukan kerja sama antarnegara di kawasan Asia dan Afrika dalam bidang
sosial, ekonomi, dan kebudayaan;
Menyerukan kemerdekaan Aljazair, Tunisia, dan Maroko dari penjajahan Pran-cis;
Menuntut pengembalian IrianBarat (sekarang Papua) kepada Indonesia dan Aden
kepada Yaman;
Menentang diskriminasi dan kolonialisme; dan ikut aktif dalam mengusahakan
danmemelihara perdamaian dunia.
b. Selain beberapa keputusan penting tersebut, Konferensi Asia-Afrika juga
mencetuskan Dasasila Bandung atau disebut juga Bandung Declaration. Dasasila
Bandung berisi 10 prinsip, yaitu:
Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang
termuat dalam Piagam PBB;
Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa;
Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar
maupun kecil;
Tidak melakukan intervensi atau campur tangan persoalan dalam negerinegara
lain;
Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian
atau kolektif, sesuai dengan Piagam PBB;
Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk
bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak
melakukan tekanan terhadap negara lain;
Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap
keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain;
Tenyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, sesuai dengan
Piagam PBB;
Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama;
Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
c. Manfaat KAA Bagi Indonesia
Perjuangan untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia mendapat
dukungan dari negaranegara Asia-Afrika.
Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia mulai diikuti negaranegara yang tidak masuk Blok Barat dan Blok Timur.
d. Manfaat KAA Bagi Negara Asia Afrika
Perjuangan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk memperoleh kemerdekaan semakin
meningkat;
Kedudukan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam percaturan politik dunia mulai
diperhitungkan;
Meningkatnya kerja sama antar negara Asia-Afrika, dalam bidang ekonomi,
sosial, dan budaya;
Manfaat KAA bagi Dunia

Ketegangan dunia menjadi agak berkurang;


Politik rasialis (diskriminasi warna kulit) mulai berkurang;
Negara-negara penjajah mulai melepaskan daerah jajahannya.
Konferensi Asia Afrika berhasil menggalang solidaritas di antara bangsa-bangsa AsiaAfrika. Dasasila Bandung telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para
pejuang Asia-Afrika yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya. Sebelum
diselenggarakan KAA, hanya ada lima Negara Afrika yang merdeka, yaitu Ethiopia,
Mesir, Libya, Liberia, dan Afrika Selatan. Sejak KAA sampai tahun 1965, tercatat
sebanyak 33 negara Afrika memperoleh kemerdekaannya.
3. KonferensiAsiaAfrikaTahun2015
a. 72 Negara Pastikan Hadiri Peringatan KAA ke-60
Terkait kepastian para kepala negara yang akan hadir dalam KAA, sampai saat ini
sudah ada 72 kepala negara yang menyatakan kesiapan hadir dalam KAA.
Kementerian Luar Negeri memastikan 72 negara telah mengonfirmasi kehadirannya.
KAA ke-60 akan dilaksanakan di 2 kota yaitu Jakarta pada 19-23 April dan Bandung
pada 24 April. Agenda KAA meliputi "Asia-Afrika Bussiness Summit" dan "AsiaAfrica Carnival". Tema yang dibawa Indonesia dalam acara yang akan dihadiri 109
pemimpin negara dan 25 organisasi internasional tersebut adalah peningkatan kerja
sama negara-negara di kawasan Selatan, kesejahteraan, serta perdamaian.
b. Indonesia Galang Deklarasi Dukungan Palestina Merdeka
Sebentar lagi acara skala internasional Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun ini akan
digelar. Undangan untuk beberapa negara terkait pun telah dikirim. Penanggung
jawab Panitia Nasional Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) Luhut
Pandjaitan mengatakan, dari 109 negara di Asia dan Afrika, tidak semua mendukung
kemerdekaan Palestina. Karena itu, Pemerintah RI akan mendorong peserta KAA
yang hadir, agar turut mendukung deklarasi tersebut. Dukungan pemerintah Indonesia
terhadap Palestina sebagai negara merdeka, akan diwujudkan dalam pelaksaan
Konferensi Asia Afrika (KAA). Indonesia akan menggalang deklarasi dukungan
penuh. Hingga saat ini draf dukungan Palestina merdeka masih dibahas perwakilan
Indonesia di New York. Luhut di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 31/3/2015
mengatakan, "Saya belum tahu perkembangan terakhir. Tapi itu menjadi usulan dari
pemerintah Indonesia dan itu janji presiden. Kementerian Luar Negeri kita masih
melobi itu. Mudah-mudahan bisa kita capai." Sebagai negara dengan mayoritas
penduduk beragama Islam, Indonesia mempunyai arti penting bagi Palestina. Seperti
komitmen Jokowi sejak awal menjadi presiden, pemerintah RI akan terus mendorong
deklarasi ini, agar Palestina menjadi negara merdeka dan masuk anggota PBB. "Dan
itu saya pikir, sangat penting untuk kita dorong mengenai kemerdekaan Palestina dan
dukungan penuh Palestina masuk PBB," tegas Luhut. Hal ini, mendukung bagi
kemerdekaan suatu bangsa, merupakan komitmen Indonesia sejak diproklamasikan
sebagaimana tertuang di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
c. Raja Yordania Akan Bahas Pemahaman Islam

Salah satu yang telah menerima undangan dan menyatakan ingin menghadiri acara
yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung pada 22-24 April mendatang adalah
Yordania. Namun kepastian kehadiran Raja Yordania, Abdullah II belum bisa
dipastikan. Masih perlu menunggu konfirmasi dari pihak protokol kerajaan. Hal itu,
disampaikan Raja Abdullah II kepada Utusan Khusus Presiden RI, Alwi Shihab, di
Istana Hussainiya, Amman, Yordania, Rabu 18 Maret 2015. Pada pertemuan tersebut,
Raja Yordania dan Utusan Khusus Presiden RI juga mendiskusikan berbagai isu
penting di kawasan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu isu yang mengemuka
adalah mengenai pentingnya pengembangan pemikiran dan pemahaman Islam yang
moderat di kalangan umat Islam. "Kedua pihak memandang bahwa langkah tersebut
dapat mendorong berkembangnya pemikiran dan gerakan umat Islam yang membawa
pesan damai dan manfaat bagi seluruh umat manusia," demikian dijelaskan pihak
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diterima Jumat, 20/3/2015.
d. HasilPertemuanKAA2015
Pertama adalah Pesan Bandung 2015 yang berisi penguatan kerja sama selatanselatan untuk mendukung perdamaian dan kemakmuran.
Kedua, deklarasi penyegaran kemitraan strategis baru Asia Afrika. seluruh kepala
negara dan kepala pemerintahan berkumpul dan menyampaikan pandangannya
satu per satu. Pada intinya, mereka sepakat meningkatkan kerja sama selatanselatan dalam menjaga stabilitas kawasan hingga kemakmuran bagi seluruh
negara Asia-Afrik.
Ketiga, deklarasi tentang Palestina, Seluruh kepala negara dan kepala
pemerintahan juga sepakat untuk tetap memperjuangkan Palestina sebagai negara
merdeka.

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan
a. KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan
mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika.
Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah
mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat
diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah
Indonesia
berhasil
mencapai
kesepakatan
mengenai
masalah
RRC
dwikewarganegaraan. Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan
diharuskan memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua,
RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat.
b. Salah satu upaya bangsa Indonesia untuk memelihara perdamaian dunia adalah
dengan menggalangkan persatuan dengan negaranegara di kawasan asia dan afrika.
Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah
satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat
penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang
berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional. Dalam
pelaksanaan KAA Indonesia berperan penting karena selain menjadi tempat
berlangsungnya konferensi tersebut, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang
ingin bangsanya hidup setara, maju di berbagai bidang dan tidak ingin tertindas oleh
Negara barat, yang paling penting adalah mengutamakan kerjasama. Dengan KAA
maka Indonesia dapat menunjukkan sikap dan niatnya untuk memerangi kolonialisme
sekaligus mencari dukungan dalam upaya mengembalikan Irian Barat.

DAFTAR PUSTAKA

o 24bit.wordpress.com/2010/03/04/konferensi-Asia-Afrika.
o http://www.mikirbae.com/2015/01/peran-indonesia-di-dunia-internasional.html
o Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peran Indonesia for Bse Smp Kelas 9 - Ips
Sutarto//iniwebhamdan.wordpress.com/2012/07/12/peranan-politik-luar-negeri-indonesia/
o BSE: Perkembangan Lembaga-Lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam
Kerjasama Internasional.
o Kahin, George McTurnan. The Asian-African Conference: Bandung, Indonesia, April
1955. Ithaca: Cornell University Press, 1956.
o Mackie, Jamie. Bandung 1955: Non-alignment and Afro-Asian Solidarity. Singapore:
Editions Didier Millet, 2005.
o Ampiah, Kweku. The Political and Moral Imperatives of the Bandung Conference of
1955 : the Reactions of the US, UK and Japan. Folkestone, UK : Global Oriental, 2007