Anda di halaman 1dari 11

Strategi pembangunan nasional

Pemerintahan Jokowi - Jk

Penulis,
AGUNG MAHENDRA
10213349 (2EA32)

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN


UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya-lah
kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pendidikan Kewarganegaraan yang berjudul
Strategi pembangunan nasional Pemerintahan Jokowi Jk sesuai waktu yang telah
diberikan. Tulisan ini disusun sebagai salah satu tugas berupa makalah individu pada mata
kuliah Soft Skill Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma.
Dalam menyusun tugas makalah ini, saya banyak menerima bantuan baik dari
beberapa narasumber dan petunjuk dari berbagai pihak maupun literatur baik dari internet
maupun yang tertuang dalam buku. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan banyak
terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah
banyak membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan menyadari masih banyak
kekurangan dari apa yang saya kerjakan dalam makalah ini, untuk itu kami mengharapkan
kritikan dan saran yang bersifat membangun agar pada penulisan makalah selanjutnya dapat
menjadi lebih baik dan sempurna.

Jakarta, 23 Mei 2015

Penulis



BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang terbangun
atas pengalaman Pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan
pedomannya. Dari amanat tersebut disadari bahwa pembangunan ekonomi bukan sematamata proses ekonomi, tetapi suatu penjelmaan pula dari proses perubahan politik, sosial, dan
budaya yang meliputi bangsa, didalam kebulatannya.Pembangunan Nasional merupakan
cerminan kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan
penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.
Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi tidak dapat dilihat
terlepas dari keberhasilan pembangunan di bidang politik Mekanisme dan kelembagaan
politik berdasarkan UUD 1945 telah berjalan.Pelaksanan pemilu secara teratur selama Orde
Baru juga sudah menunjukkan kemajuan perkembangan demokrasi. Pembangunan di
berbagai bidang selama ini memberikan kepercayaan kepada bangsa Indonesia bahwa upaya
pembangunan telah ditempuh, seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945,
menunjukkan keberhasilan. Ini yang ingin dilanjutkan dan akan ditingkatkan dalam era baru
pembangunan.
Sejak tahun 1990-an terdapat suatu kecenderungan baru dalam perencanaan
pembangunan yang lebih berorientasi kepada pelaksanaannya. Apabila sebelumnya
perencanaan terlalu menekankan kepada berbagai prinsip dan teknik perumusan dalam proses
pembangunan maka hal yang harus diperhatikan juga adalah aspek-aspek pelaksanaan
pembangunan. Misalnya apakah pembangunan ini telah sesuai dengan aspek proses
perencanaan pelaksanaannya.
2. Fungsi Perencanaan
Perspective bertujuan untuk memberikan latar belakang pada rencana-rencana jangka
pendek dan panjang, sehingga masalah-masalah yang harus dipecahkan dalam jangka
waktu yang lama dapat diperhitungkan dalam perencanaan jangka pendek.
Jangka Menengah yaitu dalam jangka mana sebahagian besar daripada investasi-investasi
dilakukan selama tahun-tahun pertama dari rencana pembangunan itu sendiri.
Tahunan, ini bertujuan untuk menetapkan cara pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah.
Keinginan-keinginan dari pemerintah dituangkan dalam bentuk pembangunan proyekproyek nasional.

BAB II PEMBAHASAN
1. Visi Misi Dan Strategi Pembangunan Nasional
a. Visi
Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman, bersatu,
rukun dan damai;
Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi
hukum, kesetaraan dan hak azasi manusia; serta
Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan
kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan
yang berkelanjutan.
b. Misi
Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai;
Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis; serta
Mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
c. Strategi pokok yang ditempuh.
Strategi Penataan Kembali Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan
system ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan semangat, jiwa, nilai, dan
consensus dasar yang melandasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang meliputi Pancasila; Undang-Undang Dasar 1945 (terutama Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945); tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip
Bhineka Tunggal Ika;
Strategi Pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia
disegala bidang yang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar
rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.
2. Langkah langkah yang direncanakan dibidang ekonomi oleh Permintahan
Jokowi.
Langkah pertama adalah perlunya model kebijakan pemberdayaan ekonomi dari
bawah ke atas (bottom up), yang menasional sehingga bisa menjadi salah satu pilar
penyangga kekuatan ekonomi nasional dengan mengembangkan industri berbasis
keunggulan lokal atau daerah. "Setidaknya ada delapan langkah perlu diambil dalam
merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi nasional.
Langkah kedua ialah kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kebijakan
yang mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dari struktur
pemerintah di tingkat bawah sampai pusat, baik dari aspek identifikasi, perencanaan
program sampai pada perancangan program secara terpadu, tetapi dinamis.

Langkah ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, industri rumah tangga atau


industri kecil menengah padat karya (labour intensif), yang menitikberatkan potensi
lokal, pengelolaan sumber daya alam dengan menggunakan teknologi ramah
lingkungan, pendampingan pemerintah, serta mendesak penyertaan dana corporate
social responsibility (CSR), baik dari BUMN maupun swasta.
Langkah keempat ialah pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan nasional bukan
menjadi ukuran akhir menilai keberhasilan pembangunan, tetapi lebih pada mengukur
kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pro poor, pro job dan pro growth.
Langkah kelima, perlunya pendirian bank yang mengelola keuangan khusus untuk
pemberdayaan ekonomi rakyat, seperti petani, nelayan, buruh, serta kegiatan usaha
kecil rakyat, yang merupakan 40 hingga 50 persen kelompok masyarakat
berpendapatan rendah. Karena itu, pembangunan ekonomi Indonesia tidak cukup
dengan mengejar tingkat pertumbuhan gross domestic production (GDP).
Langkah keenam, adanya daya dukung yang cukup, ketersediaan energi terbarukan
yang ramah lingkungan, agar pembangunan ekonomi industri dapat berkelanjutan
bagi kepentingan generasi mendatang, dan tidak merusak lingkungan di mana
masyarakat berada.
Langkah ketujuh yang harus dilakukan, pemerintah perlu segera memiliki blue print
pembangunan industri berjangka panjang sebagai payung arah, target dan kemana
arah pembangunan ekonomi industri yang memberikan jaminan kesejahteraan
rakyat. Sementara, langkah terakhir yaitu strategi dan kebijakan pembangunan
ekonomi sangat ditentukan oleh faktor-faktor pentingnya pemerintah yang bersih dan
kuat (clean and stong government), penegakan hukum (law enforcement) dan
kestabilan politik dalam negeri. "Mendorong lahirnya kebijakan ekonomi
kesejahteraan sosial (Ekoteros) melalui penguatan pembangunan yang tidak hanya
bertumpu pada wilayah perkotaan, tetapi juga wilayah pedesaan dan daerah-daerah
pelosok," ungkapnya. Selain itu juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing produk Indoensia di pasar
internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestic, serta melakukan revolusi mental agar Indonesia mampu
bersaing dengan dunia internasional dalam segala hal. "Daerah dapat
mengembangkan pembangunan ekonomi industrinya dengan melihat kemampuan
material, sumber daya alam serta sumber daya manusia secara simultan, sesuai
dengan kebutuhan daerah, serta mendorong keadilan ekonomi nasional," tutup dia.

3. Implementasi di semua bidang.


a. Implementasi Poltansas di Bidang Hukum
Membangun budaya hukum semua lapisan masyarakat demi terciptanya kesadaran
dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegak nya negara
hukum.
Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan
menghormati hukum agama dan hukum adat serta memberbaharuiperundangundangan warisan kolonian dan hukum nasional yang deskriminatif, termasuk

ketidakadilan gender yang tidak sesuai dengan tuntunan reformasi, melaui program
legislasi.
Menegakan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum,
keadilan, kebenaran, dan supremasi hukum serta menghargai hak asasi manusia.
Melanjutkan ratifikasi konveksi internasional dalam bentuk undang-undang, terutama
yang berkaitan dengan hak asasi manusia, sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan
bangsa.
Meningkatkan intergrasi moral dan profesionalitas aparat penegak hukum, termasuk
kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui peningkatan kesejahteraan, dukungan
sarana dan prasarana hukum, pendidikan, serta pengawasan yang efektif untuk
menumbuk kepercayaan masyarakat.
Mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan
pihak manapun.
Mengembangkan peraturan perundang-undangan yang mendukung kegiatan
perekonomian dalam menghadapi era perdagangan bebas tampa merugikan
kepentingan nasional.
Menyelengarakan proses pengadilan secara cepat, mudah, murah, dan terbuka, serta
bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan
dan kebenaran.
Meningkatkan pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan,
penghormatan, dan penegak hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
Menyelelsaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi
manusia yang belum ditangani secara tuntas.

b. Implementasi Polstranas di Bidang Ekonomi


Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar
yang adil berdasarkan prinsip persaingan sehat.
Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindar terjadinya struktur
pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distirtif yang merugikan masyarakat.
Mengoptimalkan peran pemerintah dalam mengoreksi ketik sempurnaan pasar dengan
menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar melalui,
layanan publik, subsidi dan insentif yang yang dilakukan secara transparan dan diatur
oleh undang-undang.
Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan kemanusiaan yang adil bagi
masyarakat, terutama bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar dengan
mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah.
Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai dengan kemajuan
teknologi melalui pembentukan keunggulan komperataif sebagai negara maritim dan
agraris.
Mengelola kebijakan Makro dan Mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinegis
guna guna menentukan tingkat suku bunga yang wajar, dan tingkat inflasi yang
terkendali serta tingkat kurs ruoiah yang stabil dan realistis.
Mengembangkan kebijakan fiskal dengan memperhatikan prinsip trasparansi,

kedisiplinan keadilan, efesien, efektifitas untuk menambah penerimaan negara,


dengan mengurangi ketergantungan dana dari luar negeri.
Mengembangkan pasar modal yang sehat, trasparan, efesien dan meningkatkan
penerapan peraturan perundang-undangan sesuai dengan standar internasional dan
melalui pengawasan lembaga independen.
Mengoptimalkan pengguna pinjaman luar negeri pemerintah untuk kegiatan ekonomi
produktif yang dilakukan secara trasparan, efektif dan efisien.
Mengembangkan kebijakan kebijakan industri perdagangan dan investasi dalam
rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka askes kesempatan
kerja,dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
Memperdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien,
produktif dan berdaya saing dengan menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan
peluang usaha yang seluas-luasnya.
Menata secara efisien, trasparan, profesional, Badan Usaha Milik Negara terutama
yang berkaitan dengan kepentingan umum dan bergerak dalam penyedian fasilitas
publik, industri ketahanan dan keamanan, pengelola aset strategis, dan kegiatan usaha
lainnya yang tidak dilakukan oleh swasta dan koperasi.
Mengembangkan hubungan kemitraan yang salimg menunjang dan menguntungkan
antara koperasi, swasta, dan badan usaha milik negara.
Mengembangakan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman budaya
bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya
pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang
terjangkau.
Menigkatkan penyediaan dan pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang
relatif murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan yang penelolaannya diatur oleh
undang-undang.
Mengembangkan kebijakan pertahanan untuk meningkatkan penggunaan tanah secara
adil, trasparan, dan produktif dengan mengutamakan hak-hak rakyat setempat,
berdasarkan tata ruang wilayah yang serasi dan seimbang.
Meningkatan pembangunan dan memelihara sarana dan prasarana publik, termasuk
trasportasi, telekomunokasi, energi dan listrik, serta air bersih guna mendorong
pemerataan pembangunan, melalui kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau,
dan membuka keterisoasian wilayah pedalaman atau terpencil.
Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu.
kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang dikirim keluar negeri dengan dengan
memperhatikan kompetensi, perlindungan dan pembelaan tenaga yang dikelola
terpadu serta mencegah timbulnya eksploitas tenaga kerja.
Meningkatkan penguasaan, pembangunan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi sendiri dalam dunia usaha terutama usaha kecil, menengah, dan koperasi
guna meningkat daya saing produk yang berbasis sumberdaya lokal.
Melakukan berbagai upaya terpadu untuk mempercepat proses pengentasan
masyarakat dari kemiskinan dan mengurangi pengangguran yang merupakan dampak
dari krisi ekonomi.

Mempercepat penyelamatan dan pemulian krisis ekonomi guna bembangkit sektor ril
terutama pengusaha keci, menengah, koperasi pelalui upaya pengendalian laju inflasi,
stabilitas kurs rupiah pada tingkat yang realistis, suku bunga yang wajar serta
tersedianya likuiditas sesuai dengan kebutuhan.
Menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan mengurangi defisit
angaran melalui peningkatan disiplin anggaran, mengurangi subsidi dan pinjaman luar
negeri, secara bertahap, dan meningkatkan penerimaan pajak, yang adil dan jujur
serta penghematan pengeluaran.
Mempercepat rekapitalisasi sektor perbankan dan restrukturisasi utang swasta secara
trasparan agar perbankan nasional dan pengusaha swasta menjadi sehat, terpercaya,
dan adil dalam melayani masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Melaksanakam restrukturisasi aset negara, terutama aset yang berasal dari likuidasi
berbankan dan perusahaan dalam rangka meningkatkan efiensi dan produktifitas dan
trasparan.
Melakukan renegoisasi dan mempercepat restrukturisasi utang luar negeri bersama
Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, Lembaga Keuangan Internasional lainya,
dan negara donor dengan memperhatikan kemampuan bangsa dan negara.
Melakukan neegoisasi dan kerja sama ekonomi bilateral dan multilaeral secara
proaktif dalam rangka meningkatkan volume dan nilai ekspor,terutama dari sektor
industri yang berbasis sumber daya alam, serta menarik investasi finansial dan ivestasi
asing langsung tampa merugikan pengusaha nasional.
Menyehatkan Badan Usaha Milik Negara/ Badan Usaha Milik Daerah.

c. Implementasi polstranas dibidang politik dalam negeri


Memperkuat keberadakan dan kelansunga negara kesatuan republik indoesia yang
bertempu pada kebhinekatunggalikaan.
Menyempurnakan undang undang dasar 1945 sejalan dengan perkembangan
kebutuhan suatu bangsa ,dinamika ,dan ketentuan repormasi dengn tetap memelihara
kesatuan dan persatuan bangsa serta tetap jalan dengan jiwa semangat undang
undang dasar 1945.
Meningkatkan peran majelis permusyawaratan rakyat,dewan perwakilan rakyat dan
lembaga tinggi lainn dengan menegaskan fungsi ,wewenang ,dan tanggungjawab.
Mengembangkan sistem politik nasional yang demokratis dan terbuka
mengembangkan kehidupan kepartaian ang menghormati keberagaman aspirasi
politik.
Meningkatkan kemandirian partai terutama dalam memperjungkan aspirasi dan
kepentingan masayarakat srta membanggun fungsi pengawsan yan efektif terhadap
lembaga negara.
Menigkatkan pendidikn politik secara intensif dan kompratif kepaa masayarakat
untuk megembangkan budaya politik yang demokartis
Memasyarakatan dan menerapkan prinsip persamaan dan antidiskriminasi dalm
kehidupan bermayarakat,berbangsa dan bernegara.
Menyelegarakan pemilihan umum yang lebih barkualitas dengan partiisi masyarakat

seluas luasnya berdsarkan prinsip demokratis.


Membangun bangsa dan watak banga dengan menuju bangsa idonia yang maju ,
bersatu damai , demokartis sejatra dan lainnya.
Menindaklanjuti paradigama baru tentang nasional indonesiadengan menegaskan
secara konsisten reposi dan redefisi.

4. Indikator Keberhasilan Pembangunan Nasional


a. Kekayaan rata-rata
Pembangunan dimaknai dalam arti pertumbuhan ekonomi. Sebuah masyarakat dinilai
berhasil melaksanakan pembangunan bila pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut
cukup tinggi. Jadi yang diukur adalah produktivitas masyarakat atau negara tersebut
tiap tahunnya. Dalam bahasa teknis ekonominya GNP (Gross National Product ) dan
PDB atau GDP (Product Domestik Bruto atau Gross Domestic Product).
Pembangunan di sini diartikan sebgai jumlah kekayaan keseluruhan sebuah bangsa
atau Negara
b. Pemerataan
Bangsa atau negara yang berhasil melakukan pembangunan adalah bangsa atau negara
selain mempunyai produktivitas yang tinggi, tetapi penduduknnya juga makmur dan
sejahtera secara relatif merata. Tidak semua negara yang berhasil meningkatkan
PNB/kapitanya berhasil juga dalam meratakan hasil-hasil pembangunannya.
Demikian juga tidak semua negara yang masih rendah PNB/kapitanya menunjukkan
ketimpangan yang tinggi dalam hal pemerataan.
c. Kualitas kehidupan
Salah satu cara untuk mengukur kesejahteraan penduduk sebuah negara adalah
dengan menggunakan tolok ukur PQLI (Physical Quality of Life Index ). Tolok ukur
ini diperkenalkan oleh Moris yang mengukur tiga indikator yaitu:
rata-rata harapan hidup setelah umur satu tahun
rata-rata jumlah kematian bayi
rata-rata prosentasi buta dan melek huruf.
d. Kerusakan lingkungan
Sebuah negara yang tinggi produktivitasnya dan merata pendapatan penduduknya,
bisa saja berada dalam sebuah proses untuk menjadi miskin. Hal ini misalnya,
pembangunan yang menghasilkan produktivitas yang tinggi itu tidak mempedulikan
dampak terhadap lingkungannya. Lingkungannya semakin rusak. Kriteria
keberhasilan pembangunan yaitu faktor kerusakan lingkunagan sebagai faktor yang
menentukan.
e. Keadilan Sosial dan kesinambungan
Pembangunan yang berhasil mempunyai unsur :
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
Berkesinambungan : tidak terjadi kerusakan sosial dan alam

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan
Politik Nasional adalah kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai
suatu cita-cita dan tujuan nasional. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik
nasional. Hakikat politik nasional adalah kebijaksanaan nasional yang menjadi landasan
serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional.
Polstranas memiliki hubungan yang erat dengan pembangunan nasional karena dapat
menentukan prioritas dan pemerataan pembangunan yang damai, aman, adil, dan
demokrasi. Keseluruhan semangat, arah, dan gerak pembangunan Nasional dilaksanakan
sebagai pengamalan semua sila pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang utuh.
Aspek utama dalam Poltranas meliputi Politik dalam negeri, politik luar negeri, politik
ekonomi, dan politik pertahanan dan keamanan. Implementasi Poltranas mencakup 4
bidang yaitu hukum, ekonomi, politik dan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Ginandjar Kartasasmita. 1996.Pembangunan Untuk Rakyat. Jakarta: Cides. Hal


20,21,23,24,65,67,72,73,74,75
Bintoro Tjokroamidjojo M.A. 1992. Perencanaan Pembangunan. Jakarta:Inti Idayu Press
dan Yayasan Masagung. Hal 158
Jan Timbargen. 1987.Rencana Pembangunan. Jakarta: Universitas Indonesia. Hal
41,42,43
Sritua Arief. 1998.Teori Dan Kebijaksanaan Pembangunan. Jakarta: Cides. Hal 148,149
http://www.merdeka.com/uang/pemerintah-jokowi-ingin-pembangunan-ekonominasional-berbasis-lokal.html
rumahmakalah.blogspot.com/2014/10.