Anda di halaman 1dari 18

Seputar Instalasi Listrik untuk Rumah Tinggal.

Tulisan saya ini saya muat di Kompasiana sekedar sebagai pengetahuan umum bagi para
Kompasianer demi untuk mencegah terjadinya kebakaran yang akhir - akhir ini sering terjadi
di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
1.

Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam instalasi listrik rumah tinggal agar
efisien dan ekonomis?
Jawab :

Yang paling utama adalah harus memenuhi persyaratan teknis, baru setelah itu bagaimana
agar effesien dan ekonomis.
a. Persyaratan teknis.
a.1. Asumsi.
Dalam merancang instalasi listrik suatu rumah tinggal, diasumsikan bahwa instalasi
listrik tersebut tidak akan diperiksa atau di perbaiki selama rumah tersebut tidak dibongkar
(bisa akibat di renovasi atau dibongkar total untuk dibangun kembali).
- Biasanya diasumsikan usia instalasi rumah sekitar 30 tahun.
Artinya : Dalam pemilihan peralatan instalasi listrik harus memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan dalam PUIL (Peraturan
Umum Instalasi Listrik) khusus untuk Rumah Tinggal,
dimana ketentuan yang diterapkan lebih berdasarkan
pengalaman selama ini (empiris), bukan berdasarkan
ketentuan teknis sesuai yang diatur pada PUIL 2000, Bagian
7 : Penghantar dan Pemasangannya (halaman 322 325),
yang umumnya diterapkan untuk Instalasi Pabrik, Gedung
Perkantoran, Hotel, dsb.
a.2. Menentukan Besaran Kabel Listrik.
Kabel Listrik berpenghantar tembaga dan berisolasi PVC yang terpasang
secara permanen di dalam rumah harus dengan ukuran minimal 2,5 mm2,
berapapun jumlah daya listrik yang terpasang dan hanya boleh dialiri listrik
maksimal 10 A
- Jika arus listrik > 10 A tetapi < 16 A (berlangganan 3.500 VA, 1 phase),
kabel utama (feeder) harus menggunakan ukuran 4 mm2.
Penjelasan :
Berdasarkan Tabel KHA (Kemampuan Hantar Arus) di PUIL 2000, untuk
kabel jenis NYA, NYM dan NYY adalah sebagai berikut :

Luas penampang kabel 2,5 mm2

= 25 A

Luas penampang kabel 4 mm2

= 34 A

(PUIL 2000 halaman 301, 303 dan 304).


a.3. Isolasi Kabel.
Jenis kabel ditentukan oleh jenis isolasinya.
Untuk perumahan, yang paling banyak digunakan adalah :
-

NYA

: Kabel ini berisolasi PVC, ber inti tunggal, jenis kabel udara.
Berwarna Merah, Hitam, Kuning dan Biru.
*

Kelebihan
*

: Harganya murah.

Kelemahan

Isolasinya cuma 1

lapis, sehingga mudah cacad.

NYM

Tidak tahan air (karena jenis kabel


udara)

Isolasinya sangat disukai tikus (digigit


tikus)

Supaya aman terhadap gangguan tikus


dan sentuhan orang (kalau ada isolasi
yang cacad), pemasangan kabel
sebaiknya didalam pipa (bisa pipa PVC
atau logam).

: Kabel berisolasi PVC, ada yang berinti 2, 3 atau 4, jenis kabel


udara. Berwarna putih.

*
Kelebihan
:
#
Isolasinya dua
lapis, sehingga potensi kabel bocor akibat isolasi cacad lebih kecil dibandingkan NYA
*

Kelemahan : #

Harganya lebih mahal dibandingkan


NYA

Tidak tahan air (karena jenis kabel


udara)

Isolasinya sangat disukai tikus (digigit


tikus), dan tidak tahan terhadap impack
(benturan)

Supaya aman terhadap gangguan tikus


dan sentuhan orang (kalau ada isolasi

yang cacad), pemasangan kabel


sebaiknya didalam pipa (bisa pipa PVC
atau logam).
-

NYY

: Kabel berisolasi PVC, ada yang berinti 2, 3 atau 4, jenis kabel


tanah. Berwarna Hitam.

*
Kelebihan
:
#
Isolasinya dua
lapis dan liat sehingga lebih tahan terhadap impact (benturan) dibandingkan dengan NYA dan
NYM, potensi kabel bocor akibat isolasi cacad lebih kecil dibandingkan NYM
#

Tahan air (karena jenis

Isolasinya tidak disukai

kabel tanah)
tikus, sehingga pemasangan tidak harus menggunakan pipa.
*

Kelemahan : #

Harganya lebih mahal dibandingkan


NYM.

a.4. Grounding.
a.4.1. Fungsi dari Grounding antara lain :
-

Sebagai pengaman terhadap tegangan sentuh saat ada instalasi


yang bocor.

Memperkecil resiko akibat sambaran petir.

a.4.2. Spesifikasi Pemasangan Grounding.


-

Jika sebagai pengaman terhadap tegangan sentuh, tahanan


pentanahan maksimal 5 Ohm.

Jika untuk memperkecil resiko akibat sambaran petir : < 1 Ohm


(sama dengan spesifikasi untuk grounding Penangkal Petir).
Penjelasan :
*

Tahanan Pentanahan adalah nilai Tahanan Suatu Grounding


yang kita tancapkan kedalam bumi.
#

Jika tanahnya berpori dan gembur seperti di Palmerah,


Kebon Jeruk, Bintaro atau di lokasi yang airnya asin atau
payau (di Jelambar, Kapuk, Ancol), dengan menancapkan
pipa sedalam 1 m sudah bisa didapat Tahanan Pentanahan
5 Ohm di musim kemarau dan 1 Ohm di musim hujan.

Jika tanahnya berpasir (seperti di Yogyakarta,


Banjarmasin, Makasar) atau tanah liat yang tidak berpori

(seperti di Cikarang) atau dari batu padas (seperti di


Pangkal Pinang, Bawen), maka untuk mendapatkan
Tahanan Pentanahan 5 Ohm memerlukan 5 titik
grounding dengan kedalaman masing masing 5 meter
dan jarak antar titik minimal 10 meter.
*

Dalam hal ini petirnya menyambar instalasi PLN yang ada


diatas tanah (dan mungkin jauh dari rumah kita), tetapi
petirnya sudah diproteksi oleh Arrester yang terpasang pada
instalasi PLN.

Karena tidak seluruh petir dapat diserap oleh Arrester, maka


ada potensi lidah petir atau sering dikatakan anak petir,
berpotensi akan mengganggu jala jala PLN, sehingga dapat
merusakkan peralatan listrik yang tersambung ke instalasi
listrik di dalam rumah.

Kalau kabel TV sedang terpasang di Stop Kontak, TV


dapat terbakar dan beresiko juga orang yang ada di depan
TV akan ikut tersambar petir.

Kalau Stop Kontak dalam keadaan kosong (tidak ada


peralatan yang terpasang di situ), pada lubang stop kontak
akan keluar bunga api.

Cara paling sederhana membuat grounding adalah


memanfaatkan instalasi tiang/ kolom beton yang ada di setiap
dinding rumah.
#

Besi yang ada di kolom beton, dibagian bawahnya selalu


menyentuh tanah, sehingga tahanan pentanahannya
berkisar < 1 Ohm dan maksimal 5 Ohm, tergantung
kedalaman pondasi, jumlah kolom dan jenis tanahnya.

Di setiap rumah, kolom beton akan sedikit terbuka di


bagian atas plafon sehingga besi betonnya kelihatan. Nah
besi beton itu bisa kita manfaatkan untuk grounding.

Untuk amannya, kabel netral digabungkan dengan


Grounding.
#

Di Instalasi PLN, kabel Netral ini sudah di grounding.


Tetapi untuk meningkatkan keamanan terhadap tegangan
sentuh (artinya jika ada peralatan listrik yang isolasinya
bocor dan tersentuh tangan), kabel Netralnya kita
grounding lagi.

Tegangan Sentuh yang aman < 50 Volt.

a.5. Panel Hubung Bagi.

Sesuai standard yang ditetapkan oleh pihak PLN, setiap instalasi listrik di
perumahan harus memiliki PHB (Panel Hubung Bagi).
- Posisinya setelah KWH Meter PLN
- Letaknya biasanya didalam rumah tapi dibagian depan.
Kalau rumah sederhana dengan daya 450 VA, umumnya menggunakan PHB
sederhana, dimana komponen PHB hanya berupa 1 buah fuse/ sikring atau
bisa juga MCB (Miniatur Circuit Breaker),
Jika rumah besar dengan daya 2.200 VA keatas, biasanya menggunakan PHB
Lengkap, dimana masing masing MCB melayani jenis beban yang
berbeda.

Contoh Diagram garis Tunggal PHB :


a.5.1. PHB Sederhana :

a.5.2. PHB Lengkap :


Tujuannya adalah untuk selektivitas pemadaman saat terjadi gangguan.
*

Jika yang terganggu AC (kemungkinan terjadi Hubung Singkat), maka


yang padam hanya MCB AC saja, sedangkan MCB yang lainnya tidak
ikut jatuh.

Dipasaran sudah banyak yang jual box PHB dalam bentuk yang cukup
bagus jika diletakkan di ruang tamu, misalnya merk Legrand.

a.6. Penangkal Petir


Jika rumahnya 2 lantai atau lebih dan disekitarnya tidak ada bangunan atau
pohon yang lebih tinggi dari atap rumah, sedangkan daerah rumah tersebut
merupakan daerah Sambaran Kilat (Depok, Bintaro, Sawangan,
Palmerah, Bogor, Ciputat, dsb) maka untuk menghindari resiko tersambar
petir, pada atap rumah wajib dipasang Penangkal Petir.
Penjelasan.
- Daerah Sambaran Kilat adalah suatu daerah yang secara geografis banyak
awan berkumpul dan berpotensi menimbulkan petir.

- Tahanan Pentanahan dari Penangkal Petir harus < 1 Ohm agar energi petir
yang sudah diserap oleh penangkal petir langsung tersalurkan ke bumi
tanpa hambatan.
- Kabel Grounding Penangkal Petir harus dijaga selalu dalam keadaan baik,
tidak karatan apalagi terlepas dari groundingnya.

Awas!!!!!!
Jika Kabel Grounding terlepas dari Groundingnya, saat petir menyambar
rumahnya bisa meledak!!!.
Penyebabnya : Saat energi Petir sudah ditarik oleh Penangkal Petir tapi
tidak bisa disalurkan ke Bumi akibat adanya hambatan
pada kabel grounding, energi petir tersebut bisa
menyambar rumah atau benda benda yang ada
disekitarnya.
Contoh kasus yang pernah terjadi adalah saat terbakarnya kantor redaksi
Femina Group beberapa tahun yang lalu.
*

Saat hujan lebat dan banyak petir, pada kabel grounding penangkal
petir terlihat sinar warna biru (namanya corona, yaitu muatan listrik
yang berlebihan dalam kabel) menyusuri kabel penangkal petir.
Beberapa saat kemudian terdengar ledakan dan gedungnya terbakar
habis.
Kemungkinan besar kabel groundingnya sudah karatan sehingga
energi petir yang sudah ditangkap oleh Penangkal Petir tidak bisa
disalurkan ke bumi dengan lancar.

b. Efisien.
Pengertian Efisien dalam instalasi listrik adalah :
Kualitas kabel dan peralatan pendukungnya (sakelar, stop kontak, fitting, dsb)
sesuai standard yang telah ditentukan oleh PUIL, sehingga instalasi listrik bisa
bertahan sampai > 30 tahun..
b.1. Kabel.
Merk kabel yang paling baik sampai saat ini adalah 4 besar :
- Kabelmetal
- Kabelindo
- Supreme
- Tranka.

Diluar ke 4 merk tersebut kualitasnya tidak terlalu jelas, bisa sama dengan
ke 4 merk diatas, tapi kemungkinan besar ada di bawahnya.
b.2. Peralatan Pendukung.
Merk peralatan Pendukung instalasi listrik seperti Stop Kontak, Sakelar,
Fitting lampu, cukup bagus sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh PUIL
banyak beredar di pasaran, antara lain :
- MK
- Legrand
- .
c. Ekonomis.
Pengertian Ekonomis dalam Instalasi Listrik adalah Instalasinya dibuat secara
optimal, artinya harus ekonomis tetapi tetap memenuhi persyaratan teknis.
c.1. Pemilihan Jenis kabel.
- Jika karena sifat instalasinya (ditempat yang terlihat oleh mata atau punya
potensi kena impact) sehingga kabel harus dimasukkan kedalam pipa
conduit, maka bisa digunakan kabel NYA atau NYM yang lebih murah.
- Jika akan dipasang diatas plafon, tidak terlihat oleh mata dan tidak ada
potensi terkena impact sehingga tidak perlu dipasang conduit, maka
sebaiknya menggunakan kabel dari jenis NYY, dengan asumsi harga
kabel NYM + pipa conduit lebih mahal dibandingkan dengan harga
kabel NYY.
c.2. Jalur kabel.
Jika mau ekonomis, pembagian bebannya jangan terlalu banyak seperti
contoh diatas (point a.5.2) tetapi cukup seperti contoh a.5.1.(1 MCB/ Fuse/
Sikring untuk seluruh beban dengan daya tersambung < 1.300 VA) atau 2
MCB untuk daya tersambung > 2.200 VA (hanya ada MCB untuk lampu dan
MCB untuk Stop Kontak).
-

Bisa lebih ekonomis karena kabel yang digunakan lebih pendek.

1. Bagaimana cara mencegah terjadinya arus pendek?


Jawab :
Yang paling berbahaya sebenarnya Isolasi Kabel yang bocor, karena hal ini dapat
menyebabkan kebakaran, sedangkan Hubungan Arus Pendek atau Arus Hubung
Singkat, jarang menjadi penyebab kebakaran.

Alasannya :
a. Arus Hubung Singkat.
Adalah bertemunya secara langsung antara kawat phasa dan kawat netral atau
kawat 2 phasa yang berbeda (pada sistem 3 phasa) akibat terjadinya kegagalan
isolasi, sehingga menyebabkan besar arus listrik yang mengalir dalam kabel relatif
tidak terhingga.
-

Loncatan bunga api hanya berlangsung < 1 detik.

Karena besar arus listriknya relatif tidak terhingga, maka pengaman


listriknya langsung bekerja sehingga sumber apinya langsung padam.

b. Isolasi Kabel yang bocor.


Adalah bertemunya secara tidak langsung antara kawat phasa dan kawat netral
atau kawat 2 phasa yang berbeda (pada sistem 3 phasa) akibat terjadinya
kegagalan isolasi, tetapi besar arus listrik yang mengalir dalam kabel relatif tidak
terlalu besar dan cenderung masih dibawah KHA (Kemampuan Hantar Arus) dari
Sistem Pengaman yang terpasang (bisa Fuse atau Circuit Breaker).
-

Loncatan bunga api yang terjadi cukup besar dan bisa berlangsung lama

Karena besar arus listriknya relatif tidak terlalu besar dan cenderung masih
dibawah KHA Fuse atau Breaker, maka Sistem Pengaman Listrik tidak
bekerja, sehingga sumber apinya terus ada selama sumber kegagalan isolasi
kabel tidak diatasi.

c. Penyebab Kegagalan Isolasi Kabel.


c.1. Instalasi Listrik Rumah.
c.1.1. Kualitas Isolasi Kabel buruk, sehingga mudah retak atau terkelupas
saat digunakan.
c.1.2. Kabel dialiri arus lebih besar dari yang telah ditetapkan oleh PUIL
untuk Instalasi Rumah Tinggal lebih dari 5 tahun atau waktunya
singkat tetapi melampaui batas yang dibolehkan sesuai dengan yang
tercantum pada PUIL 2000 Bagian 7:Penghantar dan Pengamannya.
c.1.3. Kabel terkena pukulan atau impact sehingga isolasinya terluka.
c.1.4. Kabel terkena panas, baik secara langsung maupun tidak langsung,
baik panas yang bersumber dari matahari atau sumber panas yang
lain, yang bisa menyebabkan isolasi kabel mengering dan akhirnya
retak atau terkelupas.
c.2. Dari Peralatan Listrik.

c.1.1. Kualitas Peralatan Listrik buruk.


c.1.2. Kualitas Tegangan tidak stabil.
c.1.3. Tegangan yang diberikan tidak sesuai (misalnya peralatan 110 Volt
diberi teganagan 220 volt).
c.1.4. Frekuensi listrik yang tidak sesuai (peralatan listrik dengan 60 Hz,
yang biasanya ex Amerika atau Inggris, dipasang di Indonesia ,
dimana standard frekuensinya = 50 Hz).
c.1.5. Usia peralatan listrik sudah tua.
1. Ada berapa macam ukuran kabel listrik dan apa saja fungsinya? Adakah kaitannya
dengan penghematan listrik?.
Jawab.
a.

Macam ukuran kabel dan fungsinya.


Macam ukuran kabel banyak sekali, mulai dari luas penampang < 1 mm2 untuk
sistem kontrol sampai 1.000 mm2 untuk Sistem Distribusi Tenaga Listrik.
-

Ada yang dari Tembaga, Allumunium, Fiber Optic dan sebagainya.

Karena cakupannya sangat luas, maka penjelasan lebih rinci sebaiknya dibuat
dalam tulisan yang terpisah.

b. Adakah kaitannya dengan penghematan listrik ?


Jika dikaitkan dengan luas penampang kabel, tentu saja ada, karena luas
penampang kabel makin besar, rugi rugi di kabel juga makin kecil.
-

Tetapi khusus untuk Instalasi Rumah Tinggal, selama sistem operasinya sesuai
dengan spesifikasi yang telah di tentukan dalam PUIL, masalah penghematan
listrik tidak terlalu signifikan karena besar arus yang mengalir di kabel listrik
jauh dibawah kemampuan kabel tersebut menyalurkan listrik.

1. Apa manfaat MCB? Bagaimana memilih MCB yang bagus?


Jawab :
a.

Pengertian MCB.
a.1. MCB adalah singkatan dari Miniatur Circuit Breaker atau Circuit Breaker
dalam bentuk mini.
a.2. Biasanya digunakan untuk beban beban yang memiliki arus start
(transient) yang kecil, seperti beban beban peralatan listrik di rumah
tangga.

- Itu pula sebabnya Pembatas Arus di KWH Meter PLN menggunakan MCB.
a.3. Diatas MCB ada :
-

MCCB

: Moulded Case Circuit Breaker.

ACB

: Air Circuit Breaker.

VCB

: Vacuum Circuit Breaker.

a.4. Yang membedakan antara ke 4 jenis Circuit Breaker tersebut antara lain:
- Kemampuan Hantar Arus.
- Breaking Capacity atau kemampuan Circuit Breaker untuk menerima Daya
Hubung Singkat.
- Kemampuan untuk melayani beban yang memiliki Arus Start yang besar,
misalnya Drive Motor, Compressor AC, dsb.
- Kemampuan membuat pengaturan selektifitas bila terjadi Over Loaded atau
Hubung Singkat.
Penjelasan :
Karena penjelasan masalah ini cukup kompleks, sebaiknay penjelasan
selengkapnya dibuat terpisah dalam konteks : Sistem Distribusi Tenaga Listrik.
b. Manfaat MCB.
Untuk memutuskan Suplai Daya Listrik saat terjadi Over Loaded atau Short
Circuit (Hubung Singkat).
c. Memilih MCB yang bagus.
Gunakan MCB yang asli dan jangan yang palsu.
Repotnya, dipasaran banyak beredar MCB palsu. Sedemikian canggihnya
pemalsuat tersebut, sampai pihak pabrik seperti Schneider yang memproduksi
MCB merk MG/ Merlin Gerrin (yang lokasi pabriknya di Cikarang), dengan
hanya melihat fisik luarnya saja, tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana
yang palsu.
-

Saran dari mereka : Belilah MCB dari agen resmi.

1. Bagaimana mengetahui terjadinya kebocoran arus listrik? Hal-hal apa saja yang harus
dilakukan agar tidak terjadi kebocoran listrik? Adakah alat yang bisa dipakai untuk
mengetahui kebocoran listrik di rumah tinggal?
Jawab:

a.

Bagaimana mengetahui terjadinya kebocoran listrik ?


a.1. Instalasi Listrik Rumah Tinggal.
a.1.1. Kebocoran listrik biasanya ditandai oleh :
-

Ada bau hangus akibat isolasi kabel terbakar.

Pada titik yang bocor timbul bunga api.

a.1.2. Cara mencegah kebocoran listrik.


Melakukan pengukuran besarnya Tahanan Isolasi Kabel dengan alat
yang namanya Megger yang artinya Mega Ohm Meter.
-

Megger ini akan menyuntikkan tegangan 1.000 Volt DC pada


kawat kabel yang akan diukur tahanan isolasinya.

Peraturan dalam PUIL : Setiap tegangan 1 volt harus memiliki


Tahanan Isolasi minimal 1 Ohm.

Saat kabel masih baru, Tahanan Isolasinya umumnya > 30


MOhm atau > 30.000 Ohm.
*

Jika kualitas instalasi dan kualitas kabelnya bagus, setelah 30


tahun umumnya masih > 2.000 Ohm.

Jika berlangganan listrik jenis 1 phase (tegangan 220 240


Volt), tahanan isolasi minimal 240 Ohm.

Jika Tahanan Isolasi < 240 Ohm, Tahanan Isolasi Kabel sudah
termasuk Kategori Bocor.
#

Nilai Tahanan Isolasi makin rendah, kebocoran listrik


makin besar.

Jika Tahanan Isolasi Kabel mendekati 0 Ohm, instalasi


listrik sudah dinyatakan sebagai Hubung Singkat.

a.2. Peralatan Listrik.


a.2.1. Peralatan yang menggunakan motor listrik, antara lain :
*

Lemari Es

Dispenser

Pompa Air

Mesin Cuci

AC

Blender.

a.2.2. Peralatan listrik non Motor Listrik, antara lain :


*

Computer

Setrika Listrik

Radio, TV, Tape, VCD

a.2.3. Ada 2 macam kebocoran isolasi :


a.2.3.1. Kebocoran Isolasi yang tidak berbahaya untuk
Peralatan Listrik tetapi bisa berbahaya untuk manusia.
-

Tanda tandanya :
Body Peralatan Listrik kalau di pegang nyetrum.

Kalau Tegangan Sentuh > 50 Volt, bisa berbahaya


untuk manusia.

Kalau < 50 Volt, tidak berbahaya untuk manusia,


cuma bikin kaget.

Cara mengatasinya :
*

Stekker yang ke Stop Kontak dibalik, sehingga yang


tadinya dapat Tegangan Phasa, kemudian dapat
Negatif dan sebaliknya.

Body peralatan listrik di Ground, sehingga


Tegangan Sentuh < 50 Volt.

a.2.3.2. Kebocoran Listrik yang berbahaya untuk peralatan


listrik tersebut.
-

Jika terjadi kebocoran listrik pada peralatan listrik yang


menggunakan Motor Listrik, berarti telah terjadi
kebocoran isolasi pada gulungan Rotor atau Stator.
Tanda tandanya:
*

Mesin lebih panas

Penggunaan listrik lebih besar

Jika kebocoran listrik pada peralatan elektronik, sering


kali tidak ada tanda tandanya, tahu tahu tidak
berfungsi karena Hubung Singkat.

b. Apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kebocoran listrik :


Jawab :
b.1. Operasikan peralatan listrik tersebut harus sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan oleh pabrik, antara lain :
*

Komponen Listrik tidak boleh terkena air.

Peletakan maupun operasional peralatan listrik tersebut harus sesuai


spesifikasi yang telah ditentukan oleh pabrik, sehingga panas yang
dihasilkan dapat terbuang dengan baik (tidak berakumulasi).
#

Jangan meletakkan peralatan listrik dekat sumber panas seperti


kompor, dsb.

Jangan mengoperasikan peralatan listrik melampaui batas yang


dibolehkan, misalnya menjalankan pompa air 24 jam non stop
atau terlalu sering start stop.

b.2. Pastikan Tegangan listriknya stabil dan sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditentukan.
- Jika tegangan tidak stabil, gunakan Stabilsator Tegangan.
b.3. Untuk instalasi listrik di rumah, sebaiknya setiap 10 th atau setidaknya
setelah 15 tahun diperiksa kualitas Tahanan Isolasi Kabel dengan
menggunakan Megger.
- Jika nilai Tahanan Isolasi < 5.000 Ohm tetapi masih > 2.000 Ohm,
sebaiknya diperiksa setiap 5 tahun.
- Jika nilainya < 2.000 Ohm, sebaiknya segera diganti karena proses
penurunan Tahanan Isolasi berikutnya sulit ditebak.
*

Kalau sedang beruntung, masih bisa bertahan 5 tahun lagi atau lebih.

Kalau sedang tidak beruntung, dalam waktu kurang dari 1 tahun,


nilainya sudah < 240 Ohm dan ini beresiko terjadi kebakaran.

1. Apakah alat-alat penghemat listrik yang banyak beredar di pasaran benar-benar


mampu menghemat listrik? Bagaimana cara kerjanya?
Jawab :
a. Namanya Capacitor Bank

b. Fungsinya bukan untuk menghemat Daya Listrik, tetapi untuk mengoptimalkan


penggunaan daya listrik di rumah agar dengan Daya Tersambung yang ada,
peralatan listrik yang dioperasikan bisa lebih banyak.
c. Cara kerjanya :
c.1. Kita berlangganan listrik PLN dalam satuan Volt Ampere (VA), yang
dinyatakan sebagai Daya Efektif.
c.2. Kebutuhan Daya Listrik dari peralatan listrik yang kita pakai adalah Watt,
yang dinyatakan sebagai Watt atau Daya Nyata.
c.3. Tagihan Listrik PLN juga berdasarkan jumlah Daya Nyata yang kita
gunakan, dimana satuannya adalah KWH (Kilo Watt Hours).
c.4. Perbedaan antara VA dan Watt adalah :
c.4.1. VA (Volt Ampere).
VA adalah suatu daya efektif yang diperlukan untuk menggerakkan/
mengoperasikan suatu peralatan listrik (motor listrik, lampu, heater,
dsb).
Rumus : S = Daya Efektif = Volt Ampere
= Volt x Ampere.
Contoh :
Daya Listrik yang diperlukan untuk menggerakkan suatu motor
listrik adalah Daya Efektif dalam satuan Volt Ampere.
VA mengandung Cos Phi, yaitu sudut listrik yang terjadi akibat
penggunaan kumparan listrik (disebut sebagai sudut lagging atau
induktif) atau capasitor (disebut sebagai sudut leading atau kapasitif).
Disebut Cos Phi karena merupakan fungsi Cossinus dari sudut Phi (
) antara VA dan Watt, dimana :
Cos Phi = Watt/ VA
c.4.1.1. Dalam operasionalnya, Cos Phi itu diperlukan untuk proses
pembangkitan listrik atau operasional peralatan listrik.
Tanpa Cos Phi, maka :
-

Pompa air tidak bisa bekerja memompa air.

Listrik tidak bisa di bangkitkan

Radio atau TV tidak bisa dioperasikan.

c.4.1.2. Masalah bagi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik, Cos Phi


ini mengganggu penyaluran daya listrik, sehingga
penggunaan Daya Listrik tidak bisa optimal.
Contoh :
-

Daya Tersambung = 450 VA.

Uji coba beban menggunakan lampu TL 18 watt dengan


Cos Phi 0,7 indukstif :
= 18 watt/0,7
= 25,7 VA

Jumlah lampu TL yang bisa di operasikan :


= 450 VA/ 25,7 VA
= 17 bh lampu TL 18 Watt.

Jika menggunakan Capacitor Bank, maka Cos Phi bisa


diatur = 0,98 Induktif, sehingga :
*

Daya effektif lampu :


= 18 watt/0,98
= 18,36 VA

Jumlah lampu TL yang bisa dioperasikan :


= 450 VA/ 18,36 VA
= 24 bh lampu TL 18 Watt.

c.4.2. Watt.
Watt = Daya Riel (nyata) adalah perubahan dari Daya Listrik
menjadi energi lain atau sebaliknya.
Rumus = P = Daya Riel = Watt
= Volt x Ampere x Cos Phi.
Contoh :
-

Motor Listrik.

Input Daya Listrik (VA) Output Putaran Motor (Watt)


-

Genset.
Input Power Engine (Watt) Output Daya Listrik (VA).

Heater
Input Daya Listrik (VA) Output panas (dominan) + sinar
(kecil) (Watt)

Lampu
Input Daya Listrik (VA) Output Sinar (dominan) + panas
(kecil) (Watt).

1. Adakah kiat-kiat untuk menghemat pemakaian listrik di rumah?


a. Pemilihan lampu
b. Pemakaian AC dan perangkat elektronik lainnya
Jawab :
Kiat untuk menghemat Pemakaian Listrik.
a. Design Rumah.
Dalam merancang rumah, usahakan sebanyak mungkin memasukkan sinar
matahari ke dalam rumah, sehingga penggunaan lampu untuk penerangan pada
siang hari bisa dikurangi.
Cara agar panas matahari tidak ikut masuk kedalam rumah ada beberapa
alternatif, antara lain :
a.1. Alternatif 1.
Sinar matahari yang masuk kedalam rumah harus dipecah Density atau
Intensitasnya, agar sinarnya tetap bisa masuk dan memenuhi syarat untuk
penerangan, tetapi tidak panas.
-

Prinsipnya adalah Sinar Matahari yang masuk kedalam rumah jangan


langsung, tetapi harus dipantulkan dahulu ke bidang lain, baru boleh
masuk kedalam rumah.

Agar hasilnya optimal, dibuat alat pemantul dan penerima Sinar


Matahari.
*

Pemantulnya merupakan Bidang Datar.

Penerimanya merupakan Bidang Cekung.

a.1. Alternatif 2.
Memasang Filter yang dapat menyaring sinar Ultra Violet (< 2000) dan
Infra Red ( > 5.000), yang merupakan unsur panas dari sinar matahari,
tidak ikut masuk kedalam rumah, sedangkan yang masuk adalah Visible
Light, yaitu sinar matahari yang tidak panas.
b. Operasional Peralatan Listrik.
Jangan mengoperasikan peralatan listrik jika memang tidak diperlukan.
Contoh :
-

Jika Kamar mandi sedang tidak digunakan, maka lampu bisa dipadamkan.

Jika TV sedang tidak di tonton, sebaiknya dimatikan.

c. Pemilihan Peralatan Listrik.


Peralatan Listrik yang dipilih haruslah yang memang hemat energi.
c.1. Lampu.
Lampu Pijar itu boros energi.
Jenis yang hemat energi untuk Rumah Tangga adalah Lampu TL.
Di pasaran memang banyak merk Lampu TL, ada yang murah meriah (ex
China) tetapi ada juga yang mahal (merk Philips).
- Lampu TL buatan China memang murah (untuk 18 Watt harganya Rp.
5.000,00 Rp. 7.000,00), selain usia pakainya pendek (+ 6 bulan), juga
sinarnya cepat redup ( terangnya cuma + 1 bulan), sehingga termasuk
kategori Boros Energi (tapi masih lebih hemat dibandingkan Lampu
Pijar).
- Lampu TL merk Philips memang mahal (untuk 18 Watt harganya Rp.
30.000,00), selain usianya panjang (+ 1 th), sinarnya yang terang bisa
bertahan sampai 1 tahun (sampai lampunya putus).
c.2. AC.
Jika akan membeli AC, yang harus diperhatikan adalah besaran EER,
dimana :
EER = Cooling Capacity (BTU/h)
Power Input (Watt)

*Angkanya makin besar, penggunaan Daya Listrik makin hemat.


Angkanya berkisar antara 8,1 11,9 BTU/h/Watt.
- AC buatan China, seperti merk Chang Hong, cenderung boros energi.
- AC buatan Jepang dan Eropa, umumnya sudah Hemat Energi.
- Kapasitas AC makin kecil, penggunaan daya listrik cenderung makin
Hemat.
*

AC merk National ex Jepang berkapasitas 5.000 BTU/h (atau istilah


pasarannya PK), nilai EER bisa 11,9 BTU/h/Watt.

AC merk Train kapasitas 27.000 BTU/h (3 PK), nilai EER berkisar


8,5 9 BTU/h/Watt.

Penjelasan Tambahan :
- Kalau mau beli AC, yang dilihat bukan besaran PK, tetapi besaran
Kapasitas Pendinginannya dalam satuan BTU/h.
- Istilah PK atau Daya Kuda (setara 745 watt) saat ini sudah tidak lagi
digunakan dalam perencanaan unit AC, karena :
*

AC ex China

: 1 PK = 7.000 BTU/h.

AC ex Jepang atau Eropa/ Amerika

: 1 PK = 9.000 BTU/h.

AC ex Korea

: 1 PK < 9.000 BTU/h

- Untuk Rumah Tinggal dengan ketinggian Plafon 3 m, untuk mendapatkan


temperatur ruang (25 + 1) 0C, saat siang hari memerlukan Kapasitas
Pendinginan 500 BTU/h/m2, sedangkan pada malam hari 350 BTU/h/m2.
c.3. Peralatan lain.
Untuk peralatan lain seperti Pompa Air, Lemari Es, Kompor Listrik, dsb cara
memilihnya pada prinsipnya sama : Cari yang kinerjanya tinggi tapi
penggunaan daya listriknya kecil.
- Kalau mau aman, beli merk terkenal buatan Jepang, Eropa atau Amerika,
karena biasanya merk terkenal dari negara negara tersebut selalu
menjaga kualitas produknya : Kinerja Tinggi tetapi penggunaan Daya
Listrik Rendah.