Anda di halaman 1dari 8

Sanitasi Lingkungan

Dr. Nendyah, M.KK

Batasan
Menurut UU RI tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan
semua benda, daya, keadaan dan makhluk
hidup, termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi
kehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk lainnya

Klasifikasi

Lingkungan Fisik, yaitu lingkungan alamiah yang


terdapat di sekitar manusia, misalnya panas, sinar,
udara, air, radiasi dan tekanan.
Lingkungan Biologis, dapat dibagi menjadi :
1. Agen penyakit yang infeksius
2. Reservoir (manusia atau binatang)
3. Vektor pembawa penyakit (lalat, nyamuk)
Lingkungan Non Fisik, yaitu lingkungan yang
muncul sebagai akibat adanya interaksi antar
manusia, yang bersifat dinamis, misalnya
lingkungan sosial, ekonomi dan budaya.

Pengaruh thd penyakit


Sebagai faktor penunjang terjadinya

penyakit atau predisposing factor


Sebagai penyebab langsung timbulnya
penyakit
Sebagai media transmisi penyakit
Sebagai faktor yang mempengaruhi
perjalanan penyakit

Ilmu Kesehatan Lingkungan


Adalah ilmu yang merupakan bagian dari
Ilmu Kesehatan Masyarakat, yang
mempelajari semua faktor yang terdapat
pada lingkungan fisik manusia, yang
berhubungan dengan perkembangan fisik,
kesehatan, maupun kelangsungan hidupnya,
sedemikian rupa sehingga derajat
kesehatannya dapat lebih ditingkatkan

Higiene
Adalah usaha kesehatan masyarakat yang
mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap
kesehatan manusia, serta upaya mencegah
timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan
dan membuat lingkungan sedemikian rupa
sehingga terjamin upaya pemeliharaan kesehatan.
Secara garis besar, higiene lebih mengarahkan
aktivitasnya pada manusia (individu maupun
masyarakat)

Sanitasi
Adalah usaha kesehatan masyarakat yang
menitikberatkan pada berbagai faktor
lingkungan yang mempengaruhi atau
mungkin mempengaruhi derajat kesehatan
manusia
Sanitasi lebih menitikberatkan pada usaha
pencegahan terhadap faktor-faktor
lingkungan hidup manusia

Ruang Lingkup

Masalah air.
Masalah barang/benda sisa/bekas, seperti air limbah,
sampah, tinja.
Masalah makanan dan minuman.
Masalah bangunan rumah, perumahan dan tempattempat umum.
Masalah pencemaran udara, air, tanah, termasuk
kebisingan dan dampak radiasi.
Masalah pengawasan vektor penyakit.