Anda di halaman 1dari 4

Komplikasi utama CKD adalah penyakit kardiovaskuler (CVD), osteodistrofi

renal, anemia dan gangguan nutrisi. CVD menjadi penyebab utama kematian pada pasien
CKD yang menjalani dialisis maupun transplantasi ginjal. i Penelitian di Amerika Serikat
mendapatkan hasil bahwa pada anak-anak yang menjalani dialisis kronis, remaja, jenis
kelamin perempuan dan warna kulit hitam memiliki resiko lebih besar untuk mengalami
aritmia.ii
Faktor resiko terjadinya CVD pada pasien CKD dapat dibedakan menjadi 2, yaitu faktor
resiko yang mempengaruhi preload dan faktor resiko yang mempengaruhi afterload (Tabel 10).
Tabel 10. Faktor resiko CVD pada pasien anak dengan CKD

Sumber: Shroff R, et al iii


Faktor

resikon

tersebut

menyebabkan

jantung

mengalami

adaptasi.

Untuk

mempertahankan fungsi jantung, terjadi perubahan struktur ventrikel kiri yang justru
menyebabkan kegagalan fungsi kontraksi dinding ventrikel kiri dan penurunan kemampuan
pengisian ventrikel kiri. Akibatnya terjadi penurunan fungsi jantung, gagal jantung kiri dan
sudden cardiac death ( gambar 3).

Gambar 3. Adaptasi jantung pada pasien anak dengan CKD


Sumber: Shroff R, et al 67
Ketidakseimbangan elektrolit didapatkan pada pasien dengan AKI maupun CKD,
terutama

hiperkalemia

dan

hipokalsemia.

Ganggauan

keseimbangan

elektrolit

dapat

memperburuk kinetika muatan ion jantung dan menyebabkan terjadinya aritmia. Kalium,
kalsium, natrium dan magnesium berperan dalam terjadinya aritmia. Hipokalsemia menyebabkan
penurunan kontraktilitas jantung, meningkatkan ekxitabilitas jantung serta pemanjangan interval
QT dan perubahan gelombang T pada EKG. Kombinasi hiperkalemia dan hipokalsemia
menyebabkan terjadinya gangguan pada kondusksi atrioventrikuler dan intravenrikuler serta
memfasilitasi terjadinya ventrikel aritmia. iv
Salah satu komplikasi hemodialisis adalah terjadinya aritmia jantung. Hemodialisis
menyebabkan terjadinya fluktuasi pada kadar kalium, ion kalsium, magnesium dan ion yang lain
fluktuasi ion-ion tersebut sebagian dipengaruhi oleh kadar kalium, natrium dan kalsium dalam
cairan dialisat. Pada pasien yang mengalami anemia, terjadi peningkatan resiko mengalami
penyakit jantung iskemik. Dari data the 2006 United States Renal Data System (USDRS)
terdapat 64% kasus kematian akibat kelainan jantung pada pasien yang menjalani hemodialisis. 65
Perburukan elektrokardiogram (EKG) sering didapatkan pada pasien yang menjalini
hemodialisis, dan insiden aritmia meningkat selama dan segera setelah sesi hemodialisis. v QT

dispersion (selisih antara interval QT minimum dan maksimum) merupakan tanda variabilitas
repolarisasi ventrikel, meningkat pada pasien dengan ventricular tachyarrhymia. Terjadinya
pemanjangan interval QT yang dikoreksi terhadap denyut jantung (QTc) merupakan predisposisi
terjadinya torsade de pointes ventricular tachycardia yang dapat memicu terjadinya fibrilasi
ventrikel. Perubahan pada QTc dan QT dispersion dapat ditemukan pada sebagian pasien yang
menjalani hemodialisis.65 Pemanjangan QT dispersion setelah hemodialisis berhubungan kuat
dengan peningkatan resiko kematian pada pasien gagal ginjal.

vi

Tingkat penurunan dan kadar

kalium, kalsium dan magnesium plasma setelah hemodialisis, serta pH berhubungan dengan
pemanjangan QTC dan QT dispersion serta peningkatan resiko aritmia. Pemanjangan interval
QTc merupakan manifestasi hipokalsemia pada EKG, memicu terjadinya after depolarizations
yang menyebabkan disritmia dan torsades de pointes. Perubahan pada konsentrasi ion
magnesium, kalium dan kalsium berperan dalam mekanisme regulasi depolarisasi dan
repolarisasi pada membran sel.65

i.Voroneanu L, Covic A. Arrhythmias in hemodialysis patients. JNEPHROL 2009 ; 22 (6):716- 725


ii. Chavers, B. M., Li, S., Collins, A. J. & Herzog, C. A. Cardiovascular disease in pediatric chronic

dialysis patients. Kidney Int 2002; 62: 648653


iii. Shroff R, Weaver Jr DJ, Mitsnefes MM. Cardiovascular complications in children with chronic

kidney disease. Nat. Rev. Nephrol 2011; 7: 642649


iv.Mozos I. Laboratory Markers of Ventricular Arrhythmia Risk in Renal Failure. BioMed Research Int

2014;1-9
v. Abe S, Yoshizawa M, Nakanishi N, et al. Electrocardiographic abnormalities in patients receiving

hemodialysis. Am Heart J.1996;131:1137-1144


vi.Nakamura S, Ogata C, Aihara N, et al. QTc dispersion in haemodialysis patients with cardiac

complications. Nephrology (Carlton). 2005;10:113-118.

Anda mungkin juga menyukai