Anda di halaman 1dari 7

RMK : Pengendalian Internal Siklus Perolehan dan Pembayaran,

Penerapan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Transaksinya


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Auditing II

Oleh:

GALUH AYU MAHARANI


125020307111046
Auditing II / Kelas CA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
MALANG
2015

Tujuan Audit

Tujuan keseluruhan di dalam audit siklus perolehan dan pembayaran, yaitu untuk
mengevaluasi apakah akun yang dipengaruhi oleh perolehan barang dan jasa dan apakah
pengeluaran kas untuk perolehan tersebut secara wajar disajikan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang diterima umum.
Tiga kelompok transaksi yang termasuk ke dalam siklus itu:
1. Perolehan barang dan jasa
2. Pengeluaran kas
3. Retur dan cadangan pembelian serta potongan pembelian
Hakekat Siklus Perolehan dan Pembayaran
Siklus tersebut biasanya dimulai dengan pengajuan permintaan pembelian oleh
seorang pegawai berwenang yang membutuhkan barang atau jasa dan berakhir dengan
pembayaran atas setiap manfaat yang diterima.
Ada empat fungsi usaha pada siklus perolehan dan pembayaran umum:
1. Fungsi Pemrosesan Order Pembelian
Dokumen yang berhubungan :
Permintaan pembelian (purchase requisition) ; Order pembelian (purchase
order).
Pengendalian internal :
Adanya otorisasi yang memadai untuk perolehan untuk menjamin bahwa
barang dan jasa yang dibeli sesuai dengan kepentingan perusahaan dan
mencegah pembelian barang yang tidak diperlukan atau pembelian yang
berlebihan.
Adanya pengajuan order untuk membeli barang dan jasa.

Order pembelian harus prenumbered dan harus mempunyai kolom dan ruang
yang cukup untuk meminimumkan kemungkinan penghilangan yang tidak
disengaja pada formulir tersebut saat barang diorder.

Tanggung jawab otorisasi perolehan dan penerimaan barang bukan dibagian


pembelian.

2. Fungsi Penerimaan Barang dan Jasa


Dokumen yang berhubungan :
Laporan penerimaan barang (receiving report).

Pengendalian internal :
Barang diawasi secara fisik sejak saat diterima sampai digunakan.
Dilakukan penelitian atas deskripsi, jumlah, saat kedatangan, serta kondisi
barang saat barang diterima.

Pegawai dibagian penerimaan harus independen dari bagian gudang dan


akuntansi.

Catatan akuntansi hendaknya memindahkan tanggung jawab barang tersebut


dari bagian penerimaan ke gudang dan selanjutnya dari gudang ke pabrik.

3. Fungsi Pengakuan Kewajiban


Dokumen yang berhubungan :
Jurnal perolehan (acquisition journal) ; Nota debet (debet note) ; Laporan ikhtisar
perolehan (summary acquisition report) ; Voucher ; Faktur pemasok (vendor invoice) ;
Berkas induk utang usaha (account payable master file) ; Neraca saldo utang usaha
(account payable trial balance).
Pengendalian internal :
Adanya dokumen dan catatan yang memadai, prosedur penanganan catatan
yang memadai.
Adanya pengecekan yang independen atas pelaksanaan.

Adanya persyaratan bahwa pegawai yang mencatat perolehan tidak


mempunyai akses pada kas, efek-efek, dan aktiva lainnya.

4. Fungsi Pemrosesan dan Pencatatan Kas


Dokumen yang berhubungan :
Cek ; Jurnal pengeluaran kas (cash disbursements journal).
Pengendalian internal :
Adanya penandatanganan setiap cek oleh orang dengan otorisasi yang
memadai.
Pemisahan tanggung jawab antara penandatangan cek dengan pelaksana fungsi
utang usaha

Adanya pemerikasaan yang cermat atas


penandatangan cek saat cek ditandatangani.

dokumen

pendukung oleh

Cek seharusnya prenumbered dan dicetak diatas kertas khusus sehingga sulit
mengganti nama penerima dan jumlahnya.

Adanya pengawasan fisik atas cek yang belum diisi, dibatalkan, dan yang
sudah ditandatangani

Setiap dokumen pendukung dibubuhi nomor cek untuk mencegah penggunaan


ulang dokumen tersebut sebagai pendukung terhadap cek lain.

Pengujian atas Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi


1. Pengujian atas Perolehan (test of acquisition)

Tujuan audit: Perolehan yang dicatat adalah untuk barang dan jasa yang
diterima, sesuai dengan kepentingan klien (Existence).
Pengendalian intern: (a) Keberadaan permintaan pembelian, laporan
penerimaan barang, dan faktur pembelian yg dilampirkan pada voucher. (b)
Persetujuan perolehan pada jenjang yang memadai. (c) Pembatalan dokumen
untuk mencegah penggunaan ulang.
Pengujian atas pengendalian: Periksa dokumen dan voucher untuk
keberadaannya ; Periksa indikasi persetujuan ; Periksa indikasi pembatalan ;
Periksa indikasi verifikasi intern.
Pengujian substantif atas transaksi: Telaah jurnal perolehan, buku besar dan
berkas induk utang usaha untuk jumlah yang besar dan tidak biasa ; Periksa
dokumen pendukung untuk kelayakan dan autentisitas (faktur pembelian, lap.
Penerimaan barang, order pembelian dan permintaan pembelian.

Tujuan audit: Transaksi perolehan yang ada telah dicatat (Completeness).


Pengendalian intern: (a) Order pembelian prenumbered dan
dipertanggungjawabka. (b) Lap. Penerimaan barang prenumbered dan
dipertanggungjawabkan. (c) Voucher prenumbered dan dipertanggungjajawabkan.
Pengujian atas pengendalian: Hitung urutan pesanan pembelian ; Hitung
urutan laporan penerimaan barang ; Hitung urutan voucher.
Pengujian substantif atas transaksi: Telusuri dari arsip laporan penerimaan
barang ke jurnal perolehan ; Telusuri dari arsip faktur pembelian ke jurnal
perolehan.
Tujuan audit: Transaksi perolehan telah dicatat dengan benar (Accuracy).
Pengendalian intern: (a) Verifikasi intern atas perhitungan dan jumlah. (b)
Batch total dibandingkan dengan laporan ikhtisar. (c) Persetujuan atas
perolehan mengenai harga dan potongan.
Pengujian atas pengendalian: Periksa indikasi verifikasi intern ; Periksa
berkas batch total untuk adanya inisial klerk pengendali data; bandingkan
totalnya ke lap. Ikhtisar ; Periksa indikasi adanya persetujuan dari yang
berwenang.

Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan transaksi yang dicatat


dalam jurnal perolehan dengan faktur pembelian, lap. Penerimaan barang dan
dokumentasi pendukung lainnya ; Hitung ulang akurasi klerikal dalam faktur
pembelian, mencakup potongan dan ongkos angkut.
Tujuan audit: Transaksi perolehan diklasifikasi dengan memadai
(Classification)
Pengendalian intern: (a) Bagan akun yang memadai. (b) Verifikasi intern atas
pengklasifikasian.
Pengujian atas pengendalian: Periksa pedoman prosedur dan bagan akun.
Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan klasifikasi dengan bagan
akun dengan mengacu pada faktur pembelian.
Tujuan audit: Transaksi perolehan dicatat secara tepat waktu (Timing)
Pengendalian intern: (a) Prosedur yang mengharuskan pencatatan transaksi
sesegera mungkin setelah barang dan jasa diterima. (b) Verifikasi intern.
Pengujian atas pengendalian: Periksa dokumen prosedur dan amati apakah
terdapat faktur pembelian yang tidak dicatat ; Periksa indikasi verifikasi
intern.
Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan tanggal dari lap.
Penerimaan barang dan faktur pembelian dengan tanggal dalam jurnal
perolehan.
Tujuan audit: Transaksi perolehan dimasukkan ke dalam berkas induk hutang
usaha dan persediaan, dan diikhtisarkan dng. Memadai (Posting and
Summarization)
Pengendalian intern: (a) Verifikasi intern atas isi berkas induk hutang usaha.
(b) Perbandingan berkas induk hutang usaha atau total neraca saldo dengan
saldo buku besar.
Pengujian atas pengendalian: Periksa indikasi verifikasi intern ; Periksa
inisial dalam akun buku besar yang menunjukkan perbandingan.
Pengujian substantif atas transaksi: Uji akurasi klerikal dengan memeriksa
penjumlahan ke bawah dan menelusuri posting ke buku besar dan berkas induk
utang usaha dan persediaan.

2. Pengujian atas pembayaran ( test of payment )


Tujuan audit: Pengeluaran kas yang dicatat adalah untuk barang dan jasa
yang secara aktual diterima (Existence)
Pengendalian intern: (a) Pemisahan tugas yang memadai antara hutang usaha
dan pemegang cek yang sudah ditandatangani. (b) Pemeriksaan dokumentasi
pendukung sebelum menandatangani cek oleh orasng yg berwenang. (c)
Persetujuan pembayaran pada dokumen pendukung saat cek ditandatangani.

Pengujian atas pengendalian: Bicarakan dengan pegawai dan amati


aktivitas ; Bicarakan dengan pegawai dan amati aktivitas ; Periksa indikasi
persetujuan.
Pengujian substantif atas transaksi: Telaah jurnal pengeluaran kas, buku
besar dan berkas induk hutang usaha untuk jumlah yang besar dan tidak biasa ;
Telusuri cek yang dibatalkan ke ayat jurnal perolehan terkait dan periksa untuk
nama penerima dan jumlah ; Periksa cek yg dibatalkan untuk tandatangan yg
berwenang, pemberian cap yang memadai, dan pembatalan oleh bank.
Tujuan audit: Transaksi pengeluaran kas yang ada telah dicatat
(Completeness)
Pengendalian intern: (a) Cek prenumbered dan dipertanggungjawabkan. (b)
Rekonsiliasi bank disiapkan bulanan oleh orang yang independen dari
pencatatan pengeluaran kas atau pemegang aktiva.
Pengujian atas pengendalian: Hitung urutan cek ; Periksa rekonsiliasi bank
dan amati penyiapannya.
Pengujian substantif atas transaksi: Rekonsiliasi pengeluaran kas yang
dicatat dengan pengeluaran kas dalam rekening koran.(pembuktian
penerimaan kas).
Tujuan audit: Transaksi pengeluaran kas telah dicatat dengan benar
(Accuracy)
Pengendalian intern: (a) Verifikasi intern atas perhitungan dan jumlah. (b)
Penyiapan per bulan rekonsiliasi bank oleh orang yang independen.
Pengujian atas pengendalian: Periksa indikasi verifikasi intern ; Periksa
rekonsiliasi bank dan amati penyiapannya.
Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan cek yang dibatalkan
dengan jurnal perolehan terkait dan ayat jurnal pengeluaran kas ; Hitung ulang
potongan tunai ; Siapkan pembuktian pengeluaran kas.
Tujuan audit: Transaksi pengeluaran kas diklasifikasikan dengan semestinya
(Classification)
Pengendalian intern: (a) Bagan akun yang memadai. (b) Verifikasi intern atas
klasifikasi.
Pengujian atas pengendalian: Periksa pedoman prosedur dan bagan akun ;
Periksa indikasi verifikasi intern.
Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan klasifikasi dengan bagan
akun dengan mengacu pada faktur pembelian dan jurnal perolehan.
Tujuan audit: Transaksi pengeluaran kas dicatat dengan tepat waktu (Timing)
Pengendalian intern: (a) Prosedur yang mengharuskan pencatatan transaksi
sesegera mungkin setelah cek ditandatangani. (b) Verifikasi intern.
Pengujian atas pengendalian: Periksa pedoman prosedur dan amati apakah
ada cek yang tidak dicatat ; Periksa indikasi verifikasi intern.

Pengujian substantif atas transaksi: Bandingkan tanggal pada cek yang


ditagih dengan jurnal pengeluaran kas ; Bandingkan tanggal pada cek yang
dibatalkan dengan tanggal pembatalan oleh bank.
Tujuan audit: Transaksi pengeluaran kas dimasukkan dalam berkas induk
hutang usaha dan diikhtisarkan dengan semestinya (Posting and
Summarization)
Pengendalian intern: (a) Verifikasi intern atas isi berkas induk hutang usaha.
(b) Perbandingan berkas induk hutang usaha atau total neraca saldo dg. saldo
buku besar.
Pengujian atas pengendalian: Periksa indikasi verifikasi intern ; Periksa
inisial dalam akun buku besar yang mengindikasikan perbandingan.
Pengujian substantif atas transaksi: Uji akurasi klerikal dengan memeriksa
penjumlahan ke bawah jurnal dan menelusuri postingnya ke buku besar dan
berkas induk hutang usaha.