Anda di halaman 1dari 2

ABSTRACT D0200422 Sektor pertanian mempunyai peranan strategis sebagai

leading sector dalam perekonomian nasional terutama dalam penyerapan


tenaga kerja, penyedia bahan pangan, pensuply bahan baku bagi industri,
tempat pemasaran hasil-hasil industri, atau dapat dikatakan bahwa sektor
pertanian mempunyai kaitan ke belakang (backward-linkage) maupun kaitan ke
depan (forward-linkage) dengan sektor lain. Keterkaitan ini dapat mempercepat
laju pertumbuhan ekonomi daerah melalui daya dorong dan daya tarik masingmasing sektor. Oleh karena itu kaitan ke belakang, kaitan ke depan, daya dorong
dan daya tarik sektor-sektor perekonomian sangat penting dipedomani dalam
rangka membuat maupun mengevaluasi kebijakan pembangunan sektoral
diwilayah perdesaan. Penelitian ini dilaksanakan melalui survey terhadap dua
ratus orang sampel yang ditentukan secara sebanding berdasarkan kegiatan
atau sektor di delapan desa/kelurahan Kecamatan Raya. Sektor-sektor
ditentukan berdasarkan kesamaan dalam proses produksi maupun mengacu
kepada penggolongan sumber pendapatan daerah yang dilakukan di Kabupaten
Simalungun. Data-data sekunder diperoleh dari beberapa instansi seperti
Sapeda, Dinas Pertanian, Biro Pusat Statistik Kabupaten Simalungun, kantor
Camat Raya dan kantor Kepala desa. Data primer maupun data sekunder disusun
dalam tabel input-output sebagai analisis data. Dalam struktur output dan
struktur nilai tambah sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 34,23
persen dan 37,76 persen terhadap output maupun nilai tambah total. Selain itu
sektor pertanian juga memberikan kontribusi dalam kesempatan kerja sebesar
80.92 persen dari total tenaga kerja di Kecamatan Raya. Sedangkan arah
investasi di Kecamatan Raya adalah sektor transportasi yaitu sebesar 37,13
persen perdagangan 31,24 persen, agroindustri 8,84 persen dan buah-buahan
7,96 persen. Sektor yang kuat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah
sekaligus peka terhadap sektor lain adalah sektor agroindustri dan perdagangan,
sedangkan sektor yang peka terhadap output dari sektor lain tetapi kurang
berkemampuan mendorong pertumbuhan wilayah adalah sektor buah-buahan
dan peternakan. Dan sebaliknya sektor yang hanya mampu mendorong
pertumbuhan wilayah tetapi kurang peka terhadap sektor lain adalah sektor ubi
dan transportasi. Sektor yang mempunyai kaitan kebelakang kuat adalah sektor
ubi,perdagangan dan agroindustri sedangkan sektor yang memiliki kaitan ke
depan kuat adalah padi, jagung, perkebunan rakyat, buah-buahan dan jasa.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka dalam rangka mempercepat pertumbuhan
ekonomi wilayah perlu memprioritaskan sektor pertanian yang menjadi sektor
pemimpin seperti sektor buah-buahan, ubi, peternakan maupun perkebunan
rakyat kemudian dilanjutkan untuk mempersiapkan perdagangan dan
agroindustri yang lebih besar. Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan,MS

Keterkaitan Sektor Pertanian, Agroindustri Dan Sektor Ekonomi Lain Dalam


Pengembangan Wilayah Perdesaan Studi Kasus :Kecamatan Raya Kabupaten
Simalungun - ResearchGate. Available from:
http://www.researchgate.net/publication/42348776_Keterkaitan_Sektor_Pertanian
_Agroindustri_Dan_Sektor_Ekonomi_Lain_Dalam_Pengembangan_Wilayah_Perdes

aan_Studi_Kasus_Kecamatan_Raya_Kabupaten_Simalungun [accessed May 29,


2015].