Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

Daftar isi..........................................................................................................1
BAB I
Dasar teori..........................................................................................2
Tujuan.................................................................................................7
BAB II
Prosedur asli........................................................................................8
Alat & bahan.......................................................................................8
Skema kerja........................................................................................9
Gambar pemasangan alat....................................................................10
Mekanisme reaksi...............................................................................11
BAB III
Pembahasan........................................................................................
12
BAB IV - Kesimpulan....................................................................................14
Daftar pustaka.................................................................................................15
Tanda tangan praktikan...................................................................................15

15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Dasar Teori

Asam sinamat
Asam sinamat merupakan sinonim dari asam trans-3-fenil-propenoat
sebagai nama IUPAC dan trans--fenilakrilat sebagai nama trivial dari asam
sinamat. Asam sinamat memiliki rumus kimia C6H5CH=CHCOOH atau C9H8O2,
berwujud kristal putih, sedikit larut dalam air, dan mempunyai titik leleh 133 C
serta titik didih 300C. Asam sinamat termasuk senyawa fenol yang dihasilkan
dari lintasan asam sikimat dan reaksi berikutnya. Bahan dasarnya adalah
fenilalanin dan tirosin sama seperti asam kafeat, asam p-kumarat, dan asam
ferulat. Keempat senyawa tersebut penting bukan karena terdapat melimpah
dalam bentuk tak terikat (bebas), melainkan karena mereka diubah menjadi
beberapa turunan di samping protein. Turunannya termasuk fitoaleksin, kumarin,
lignin, dan berbagai flavonoid seperti antosianin
Dalam bidang perdagangan, asam sinamat diperjualbelikan secara umum
sebagai bahan baku kimia, misalnya sebagai bahan baku untuk mensintesis asam
hidrosinamat melalui reaksi reduksi. Dalam industri parfum, asam sinamat
digunakan sebagai bahan baku pembuatan ester metil, etil, benzil. Metil sinamat
atau etil sinamat dapat disintesis dengan reaksi esterifikasi dari asam sinamat.
Dalam bidang pertanian, asam sinamat dapat digunakan sebagai herbisida dan
pestisida. Dalam bidang pengobatan asam sinamat dapat digunakan sebagai
antibakteri, antijamur, analgesik, antiinflamasi, choleretic, pencahar, dan pencegah
kanker.
Di alam asam sinamat terdapat dalam bentuk bebas dan teresterifikasi
sebagian pada benzoin Sumatra, akar Rheum palmatum, balsam peru dan balsam
tolu, minyak kayu manis, dan juga pada daun koka.
Asam sinamat yang diperoleh dari sintesis merupakan bentuk trans isomer.
Isomer cis dari asam sinamat adalah asam allosinamat. Bentuk cis isomer dengan
titik lebur 68C ini tidak stabil dan akan berubah menjadi bentuk trans yang stabil.

15

Sintesis asam sinamat dapat melalui berbagai reaksi sintesis, antara lain
reaksi Perkin dan Knoevenagel. Sintesis asam sinamat melalui reaksi Perkin
menghasilkan persentase lebih kecil daripada reaksi Knoevenagel.

Kondensasi Knoevenagel
Reaksi Knoevenagel dikenal sebagai reaksi kondensasi aldol silang antara
aldehid tanpa hidrogen dan senyawa yang memiliki hidrogen yang
distabilkan oleh dua gugus penstabil karbanion / gugus pengaktif (seperti

C=O atau CN) dengan katalis basa.


Titik lebur
Titik lebur adalah suhu dimana fase padat dari suatu zat berada dalam
keseimbangan dengan fase cairnya. Titik lebur digunakan dalam penetapan
kriteria kemurnian dari suatu senyawa organik. Umumnya senyawa
organik murni mempunyai titik lebur yang tajam dengan jarak lebur tidak
lebih dari 0,5C. Salah satu cara menentukan titik lebur adalah mengambil
sedikit kristal hasil sintesis digerus halus dan diletakkan dalam wadah
sampel pada alat Fisher-Johns Melting Point Apparatus, diamati suhu pada
saat hasil sintesis tersebut mulai melebur dan suhu saat semua hasil
sintesis melebur.

Benzaldehid
Nama

IUPAC :
Benzaldehida

Nama

lain

Fenilmetanal
Benzena karboksaldehida
Benzoat aldehida
Benzaldehid (C6H5CHO) adalah sebuah senyawa kimia yang terdiri dari cincin
benzena dengan sebuah substituen aldehida. Ia merupakan aldehida aromatik yang
paling sederhana. Pada suhu kamar, ia berupa cairan tidak berwarna dengan aroma
seperti badam (almond). Ia merupakan komponen utama pada ekstrak kacang
almond, dan dapat diekstraksi dari beberapa sumber alami seperti aprikot, ceri,

15

dan biji persik. Pada saat ini, benzaldehida pada umumnya dibuat dari toluena
menggunakan berbagai macam proses yang berbeda.

Sifat fisis:
Penampilan : cairan tidak berwarna
Densitas :1,0415 g/ml, cair
Titik leleh: 26 C
Titik didih : 178,1 C
Kelarutan dalam air ; sedikit larut (0,6 wt pada 20 C)
Viskositas : 1,4 cP pada 25 C

Asam Malonat
Nama IUPAC : Asam propanadioat
Nama lain

: Asam metanadikarboksilat

Asam Malonat adalah sebuah senyawa asam dikarboksilat dengan struktur


CH2(COOH)2. Bentuk yang terionisasi dari asam malonat, termasuk juga ester dan
garamnya, dikenal sebagai malonat. Sebagai contoh, dietil malonat adalah etil
ester dari asam malonat. Nama ini berasal dari Bahasa Latin malum, yang berarti
apel.
Sifat
Rumus molekul

C3H4O4

Massa molar

104,03 g/mol

Densitas

1.619 g/cm3, padat

Titik leleh

135-136 C (408-409 K)

Titik didih

Terurai

Kelarutan dalam air

Larut secara penuh

Biokimia

15

Pada bit terdapat kandungan garam kalsium asam malonat yang tinggi. Dalam
keadaan normal, ia berbentuk kristal putih. Asam malonat adalah inhibitor
kompetitif, ia berkompetisi dengan suksinat dehidrogenase (kompleks II) pada
proses fosforilasi oksidatif.
Sintesis organik
Proses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat[1]. Asam asetat
diklorinasi, menghasilkan asam kloroasetat. Reaksi dengan natrium karbonat
menghasilkan garam natrium, yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida,
menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleofilik. Gugus nitril
dapat kemudian dihidrolisis dengan natrium hidroksida, menghasilkan natrium
malonat. Proses pengasaman kemudian menghasilkan asam malonat yang
diinginkan.
Reaksi organik
Contoh reaksi yang terkenal adalah kondensasi asam malonat dengan urea,
menghasilkan asam barbiturat. Asam malonat sering digunakan sebagai enolat
pada kondensasi Knoevenagel atau dikondensasi dengan aseton menghasilkan
asam Meldrum.
Piridin
Piridin

adalah

sebuah

senyawa

organik

heterosiklik yang berbentuk cincin aromatik


sederhana. Rumus kimianya adalah C5H5N.
Senyawa ini dipakai sebagai bahan pemula di agrokimia dan farmasi, dan
merupakan bahan pelarut dan reagent yang penting. Strukturnya mirip dengan
benzena, dimana sebuah gugus CH di dalam cincin aromatis yang terdiri dari
enam atom diganti dengan nitrogen. Senyawa ini berbentuk cairan tidak berwarna
yang berbau aroma khas seperti ikan. Cincin piridina banyak terdapat diberbagai
senyawa-senyawa penting, termasuk nikotinamida.
Sifat :
Rumus molekul

C5H5N

15

Massa molar

79.101 g/mol

Penampilan

colourless liquid

Densitas

0.9819 g/cm3, liquid

Titik leleh

41.6 C

Titik didih

115.2 C

Kelarutan dalam air

Miscible

Viskositas

0.94 cP at 20 C

Hidrogen Klorida

Nama IUPAC
Hidrogen klorida
Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat
berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida, H+ ini
bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium, H3O+
HCl + H2O H3O+ + Cl
Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl. Asam klorida oleh karenanya
dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida. Asam
klorida adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air.
Asam monoprotik memiliki satu tetapan disosiasi asam, Ka, yang mengindikasikan
tingkat disosiasi zat tersebut dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, nilai Ka
cukup besar. Beberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk
menghitung nilai Ka HCl. Ketika garam klorida seperti NaCl ditambahkan ke
larutan HCl, ia tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Hal ini
mengindikasikan bahwa Cl adalah konjugat basa yang sangat lemah dan HCl
secara penuh berdisosiasi dalam larutan tersebut. Untuk larutan asam klorida yang
kuat, asumsi bahwa molaritas H+ sama dengan molaritas HCl cukuplah baik,
dengan ketepatan mencapai empat digit angka bermakna.
Dari tujuh asam mineral kuat dalam kimia, asam klorida merupakan asam
monoprotik yang paling sulit menjalani reaksi redoks. Ia juga merupakan asam

15

kuat yang paling tidak berbahaya untuk ditangani dibandingkan dengan asam kuat
lainnya. Walaupun asam, ia mengandung ion klorida yang tidak reaktif dan tidak
beracun. Asam klorida dalam konsentrasi menengah cukup stabil untuk disimpan
dan terus mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam
klorida merupakan reagen pengasam yang sangat baik.
Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan jumlah
basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena
titik akhir yang jelas. Asam klorida azeotropik (kira-kira 20,2%) dapat digunakan
sebagai standar primer dalam analisis kuantitatif, walaupun konsentrasinya
bergantung pada tekanan atmosfernya ketika dibuat.
Asam klorida sering digunakan dalam analisis kimia untuk "mencerna" sampelsampel analisis. Asam klorida pekat melarutkan banyak jenis logam dan
menghasilkan logam klorida dan gas hidrogen. Ia juga bereaksi dengan senyawa
dasar semacam kalsium karbonat dan tembaga(II) oksida, menghasilkan klorida
terlarut yang dapat dianalisa
Sifat
Rumus molekul

HCl

Massa molar

36,4606 g/mol

Penampilan

Gas tak berwarna, higroskopik.

Densitas

1,477 g/l, gas (25 C)

Titik leleh

-114,2 C (158.8 K)

Titik didih

-85,1 C (187.9 K)

Kelarutan dalam air

72 g/100 ml (20 C)

Keasaman

(pKa) -4

1.2

Tujuan

Memahami reaksi kodensasi Knoevenagel


Memahami terbentuknya intermediat karbanion
Mendapatkan kristal yang bagus

15

BAB II
METODE KERJA
2.1

Prosedur Asli

(Harwood ML & Moody JC, 1989, Experimental Organic Chemistry Principal and
Practice, Publication Oxford, London)
Weigh the potassium carbonate into a 100 ml erlenmeyer flask and add 20
ml water and the benzaldehyde. Swirl the mixture vigorously, pour it into a test
tube and alloe the two phases to separate over 30 min when the upper layer of
benzaldehye should be clear. Meanwhile weigh the propanedioic acid into a
second 100 ml conical flask and dissolve it in the pyridine with gentle warming on
a hot water bath. From the test-tube remove 2 ml of the upper layer carefully
using a graduated pipet and add it to the solution of propanodioic acid in pyridine.
Heat the resultant mixture on the water bath and add a catalytic quantity of
piperidine ( 10 drops). Reaction is indicated by evolution of bubbles of carbon
dioxide as the decarboxylation proceeds. Continue heating until the rate of
apperance of bubbles become very slow (30min). Make the volume up to 50 ml
with 2 M hydrocloric acid and the filter of the resultant solid with suction between
washing. Tip the crystals into a preweighed 100 ml beaker and dry them to
constant weight in an 80C oven. Record the weight, yield and mp of your
product.

2.2

Alat & Bahan


Bahan
Benzaldehid

5 ml

15

Asam malonat
Piridin
Piperidin
K2CO3
HCl

3,1 g (30 mmol)


5 ml
10 tetes
8g

Alat

2.3

Labu erlenmeyer
Gelas ukur
Corong pisah
Corong buchner
Labu hisap
Skema Cara Kerja
Timbang K2CO3 8 g, masukkan erlenmeyer
100 mL. Tambahkan air 20 mL + 5 mL
benzaldehid
Kocok campuran secara konstan, masukkan
dalam corong pisah, biarkan memisah menjadi 2
fase selama 30 menit. Lapisan atas adalah
benzaldehid jernih

Timbang Asam propanadioat (Asam malonat) 3,1 g,


masukkan ke dalam erlenmeyer 100 mL lain dan
dilarutkan dengan 5 mL piridin sambil dihangatkan di
water bath
Benzaldehid yang dipisahkan dari corong
pisah diambil 3 mL
Masukkan ke dalam larutan asam malonat
dalam piridin
Campuran di atas dipanaskan di
Water Bath
Tambahkan 10 tetes piperidin
hingga CO2 hilang
30 menit

15

Tambahkan HCL 2 N ad
50 ml
Saring dengan corong
Buchner
Hasil kristal yang diperoleh
dikeringkan di oven pada suhu 80oC

15

2.4

Gambar Pemasangan Alat

keringkan di oven suhu 800 C

2.5

Mekanisme Reaksi

15

Benzaldehid

Asam Malonat

Asam Sinamat

BAB III
15

PEMBAHASAN
Sintesis asam sinamat melalui reaksi Knoevenagel dilakukan dengan
mereaksikan benzaldehid yang merupakan aldehid aromatik tanpa hidrogen ,
asam malonat (asam dikarboksilat yang memiliki hidrogen ) sebagai prekursor
karbanion/prekursor enolat, piridin sebagai pelarut dan katalis basa, piperidin
sebagai katalis basa.
K2CO3 dilarutkan di air lalu ditambah benzaldehid, dimana benzaldehid
yang digunakan kemungkinan tidak atau kurang murni karena berikatan dengan
asam benzoat dalam larutan tersebut. Ion K dalam K2CO3 berikatan dengan asam
benzoat membentuk kalium benzoat sehingga didapatkan benzaldehid yang murni
atau bebas dari asam benzoat. Pencampuran dan pemisahan benzaldehid
dilakukan di corong pisah, dimana bagian atas merupakan benzaldehid yang bebas
asam benzoat atau benzaldehid murni dan bagian bawah merupakan asam benzoat
yang berikatan dengan K2CO3 membentuk kalium benzoat.
Asam malonat dilarutkan di piridin lalu dihangatkan di waterbath. Setelah
itu ditambahkan benzaldehid, dipanaskan di waterbath dan ditambahkan 10 tetes
piperidin sampai gelembung CO2 hilang 30 menit.
Selain sebagai pelarut, piridin dapat digunakan sebagai katalis basa dalam
pembentukan ion karbon, namun pada praktikum ini digunakan campuran piridinpiperidin sebagai katalis basa, hal ini dimaksudkan untuk memberikan kondisi
basa lemah yang optimal sehingga didapat hasil sintesis yang maksimal.
Endapan yang terbentuk setelah penambahan HCl 2N ad 50 ml berupa
garam HCl dari piridin dan piperidin, disaring dengan corong buchner, labu hisap,
dan pompa hisap. Kristal atau hasil saringan di keringkan di oven pada suhu 80C.
Diskusi
1.

Bagaimana kerja K2CO3 dalam proses pemurnian benzaldehid?


K2CO3 dilarutkan di air lalu ditambah benzaldehid, dimana benzaldehid

yang digunakan kemungkinan tidak atau kurang murni karena berikatan dengan
asam benzoat dalam larutan tersebut. Jadi ion K dalam K 2CO3 berikatan dengan
asam benzoat membentuk kalium benzoat sehingga didapatkan benzaldehid yang
murni atau bebas dari asam benzoat.

15

2.

Sebutkan syarat-syarat reaksi kondensasi Knoevenagel!


Agar reaksi kondensasi Knoevenagel dapat berlangsung, yang diperlukan

hanyalah satu senyawa dengan suatu gugus karbonil, dan satu senyawa yang
memiliki suatu hidrogen .
Harus ada katalis dan menggunakan basa kuat.
3.

Jelaskan fungsi piridin dan piperidin!


Piridin sebagai pelarut dan katalis basa, piperidin sebagai katalis basa.

4.

Apa guna HCl?


Untuk membentuk garam HCl dari piridin dan piperidin dan untuk

menghilangkan CO2
5.

Apa kegunaan asam sinamat?


Untuk aromaterapi

6.

Mengapa benzaldehid diambil 3 ml?


Di dalam 5 ml ada asam benzoat juga, jadi jika diambil tepat 3 ml nanti

asam benzoatnya bisa saja kurang dari 3 ml.

BAB IV

15

KESIMPULAN
Asam sinamat memiliki rumus kimia C6H5CHCHCOOH atau C9H8O2,
berwujud kristal putih, sedikit larut dalam air, dan mempunyai titik leleh 133 C
serta titik didih 300C. Asam sinamat termasuk senyawa fenol yang dihasilkan
dari lintasan asam sikimat dan reaksi berikutnya. Bahan dasarnya adalah
fenilalanin dan tirosin sama seperti asam kafeat, asam p-kumarat, dan asam
ferulat. Keempat senyawa tersebut penting bukan karena terdapat melimpah
dalam bentuk tak terikat (bebas), melainkan karena mereka diubah menjadi
beberapa turunan di samping protein. Turunannya termasuk fitoaleksin, kumarin,
lignin, dan berbagai flavonoid seperti antosianin
Benzaldehid (C6H5CHO) adalah sebuah senyawa kimia yang terdiri dari
cincin benzena dengan sebuah substituen aldehida. Ia merupakan aldehida
aromatik yang paling sederhana.
Asam Malonat adalah sebuah senyawa asam dikarboksilat dengan struktur
CH2(COOH)2. Bentuk yang terionisasi dari asam malonat, termasuk juga ester dan
garamnya, dikenal sebagai malonat. Sebagai contoh, dietil malonat adalah etil
ester dari asam malonat.
Piridin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin
aromatik sederhana. Rumus kimianya adalah C5H5N. Senyawa ini dipakai sebagai
bahan pemula di agrokimia dan farmasi, dan merupakan bahan pelarut dan
reagent yang penting.
Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia
dapat berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida,
H+ ini bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium, H3O+
HCl + H2O H3O+ + Cl
Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl. Asam klorida oleh karenanya
dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida. Asam
klorida adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

15

Fessenden RJ & Fesenden JS, 1994, Organic Chemistry, 5 th edition,

Brooks / Cole Publishing Company Pasific Grove, California, 722-723


Harwood LM, Moody Cj, 1989, Experimental Organic Chemistry,

Principles and Practice, Blackwell Scientific Publication, USA, 558-559


Mc Murry J, 2000, Organic Chemistry, 5th edition, Brooks / Cole

Publishing Company Pasific Grove, USA, 973


Harwood ML & Moody JC, 1989, Experimental Organic Chemistry
Principal and Practice, Publication Oxford, London

TANDA TANGAN PRAKTIKAN

(Dini Kartika Putri)

15