Anda di halaman 1dari 1

BAB 5

PENUTUP
5.1. Kesimpulan

Hiperbilirubin adalah suatu kedaaan dimana kadar bilirubin serum total yang lebih dari
10 mg % pada minggu pertama yang ditendai dengan ikterus pada kulit, sclera dan organ lain.
Keadaan ini mempunyai potensi meningkatkan kern ikterus, yaitu keadaan kerusakan pada otak
akibat perlengketan kadar bilirubin pada otak. Hiperbilirubin ini keadaan fisiologis (terdapat
pada 25-50 % neonatus cukup bulan dan lebih tinggi pada neonates kurang bulan). Bilirubin
merupakan salah satu hasil pemecahan hemoglobin yang disebabkan oleh kerusakan sel darah
merah (SDM). Ketika SDM dihancurkan, hasil pemecahannya terlepas kesirkulasi, tempat
hemoglobin terpecah menjadi dua fraksi ; heme dan globin. Bagian globin (protein) digunakan
lagi oleh tubuh, dan bagian heme diubah menjadi bilirubin tidak terkonjugasi, yaitu suatu zat
tidak larut yang terikat pada albumin. Fototherapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasi
dengan Transfusi Pengganti untuk menurunkan Bilirubin. Memaparkan neonatus pada cahaya
dengan intensitas yang tinggi ( a bound of fluorencent light bulbs or bulbs in the blue-light
spectrum) akan menurunkan Bilirubin dalam kulit. Hiperbilirubinemia diarahkan untuk
mencegah anemia dan membatasi efek dari hiperbilirubinemia
5.2. Saran
Dengan mempunyai pengetahuan tentang faktor-faktor dan situasi yang umumnya
menjadi resispredisposisi individu terhadap hiperbilirubin akan membantu suatu kedaaan dimana
kadar bilirubin serum total yang lebih dari 10 mg % pada minggu pertama yang ditendai dengan
ikterus pada kulit, sclera dan organ lain. Tindakan preventif memberikan perawatan antisipasif
dan preventif adalah tindakan perawatan yang penting.
Hiperbilirubin akan membantu suatu kedaaan dimana kadar bilirubin serum total yang
lebih dari 10 mg % pada minggu pertama yang ditendai dengan ikterus pada kulit, sclera dan
organ lain. Tindakan preventifnya yaitu dengan fototerapi.