Anda di halaman 1dari 11

TUGAS SOFTSKILL

PERANAN KAA INDONESIA


DAN PERKEMBANGAN INDONESIA 15 TAHUN KEDEPAN

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT
2014/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang karena atas segala
karunia dan nikmat yang diberikan, penulis dapat menyusun makalah tentang KAA dan
Perkembangan bangsa indonesia..
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan menambah pengalaman tentang
berkembang di masa saat ini dan sampai indonesia sekarang ini.
Penulis menyadari sepenuhnya,bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh ari sempurna,segala hal yang penulis tuangkan ini adalah hasil terbaik dari pemikiran
penulis kepada pembaca.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini,penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih
kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Allah S.W.T yang telah memberikan sehat,akal dan pikiran sehingga dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
2. Bapak Sri Waluyo selaku dosen pembimbing .
3. Orang tua yang telah memberikan suport untuk segera menyelesaikan karya tulis ini.

Bekasi April 2015

Yusi Yusnia

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
BAB I........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................... 2
1.4 Metode Penulisan..................................................................................................... 2
BAB II.......................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN............................................................................................................. 3
2.1 Peran KAA di Dunia................................................................................................. 3
2.2 Arti penting KAA..................................................................................................... 5
2.3 Indonesia di masa mendatang..................................................................................... 6
BAB III......................................................................................................................... 7
PENUTUP..................................................................................................................... 7
3.1 KESIMPULAN....................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berakhirnya Perang Dunia II membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan
Afrika untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu juga ditandai
dengan munculnya 2 kekuatan ideologis, yaitu politik dan militer termasuk pengembangan senjata
nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dan
bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Salah satu bentuk penyelenggaraan
kehidupan bernegara adalah menjalin kerja sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut
hubungan dengan negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu,
pelaksanaan politik luar negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Indonesia mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antar bangsa
dengan menyelenggarakan KAA.
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas artinya bangsa Indonesia tidak
memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat
dengan negara manapun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa
Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti bahwa
bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.
Negara Indonesia memilih sifat politik luar negerinya bebas aktif dikarenakan setelah
berakhirnya Perang Dunia II, telah muncul dua kekuatan adidaya baru yang saling berhadapan,
yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat mempelopori berdirinya Blok Barat atau
Blok Kapitalis (Liberal), sedangkan Uni Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau Blok
Sosialis (Komunis). Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian
dunia, pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika.
Usaha ini mendapat dukungan dari negara-negara di Asia Afrika. Bangsa-bangsa Asia Afrika
pada umumnya pernah menderita karena penindasan imperialis barat. Persamaan nasib itu
menimbulkan rasa setia kawan. Setelah Perang Dunia berakhir, banyak negara di Asia Afrika
yang berhasil mencapai kemerdekaan, di antaranya adalah India, Indonesia, Filipina, Pakistan,
Burma (Myanmar), Sri Lanka, Vietnam dan Liby.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa peran KAA di dunia?
2. Apa arti penting KAA?
3. Bagaimana Indonesia dalam 15 tahun ke depan?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Pembaca dapat memahami apa KAA
2. Pembaca dapat mengerti arti penting KAA.
3. Pembaca dapat mengetahui bagaimana indonesia di masa mendatang.
1.4 Metode Penulisan
Penulis melakukan analisa dengan beberapa artikel di media internet dan buku yang saya
pilih sebagai bahan utnuk makalah saya kemudian di tuangkan dalam tulisan ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peran KAA di Dunia

Sesuai dengan rencana, Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Bandung pada tanggal
1824 April 1955. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri
atas negara pengundang dan negara yang diundang.
Negara pengundang meliputi : Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar).
Negara yang diundang 24 negara terdiri atas 6 negara Afrika dan 18 negara
meliputi Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang, Vietnam Utara, Vietnam
Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi Arabia, Syria (Suriah), Yordania, Lebanon, Turki,
Yaman), dan Afrika (Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia, dan Pantai Emas/Gold Coast).
Negara yang diundang, tetapi tidak hadir pada Konferensi Asia Afrika adalah Rhodesia/Federasi
Afrika Tengah. Ketidakhadiran itu disebabkan Federasi Afrika Tengah masih dilanda pertikaian
dalam negara/dikuasai oleh orang-orang Inggris. Semua persidangan Konferensi Asia Afrika
diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.
Latar belakang dan dasar pertimbangan diadakan KAA adalah sebagai berikut.
1.

Kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa negara di kawasan Asia Afrika.

2.

Perasaan senasib sepenanggungan karena sama-sama merasakan masa penjajahan dan


penindasan bangsa Barat, kecuali Thailand.

3.

Meningkatnya kesadaran berbangsa yang dimotori oleh golongan elite nasional/terpelajar


dan intelektual.

4.

Adanya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur.

5.

Memiliki pokok-pokok yang kuat dalam hal bangsa, agama, dan budaya.

6.

Secara geografis letaknya berdekatan dan saling melengkapi satu sama lain.

Tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika, antara lain:


1.

memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi,
dan kebudayaan;

2.

memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme;

3.

memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan
perdamaian dunia dan kerja sama internasional.

4.

bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya,

5.

membicarakan masalah-masalah khusus yang menyangkut kepentingan bersama seperti


kedaulatan negara, rasionalisme, dan kolonialisme.

Konferensi Asia Afrika membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama


negara-negara di Asia dan Afrika, terutama kerja sama ekonomi dan kebudayaan, serta masalah
kolonialisme dan perdamaian dunia.
Kerja sama ekonomi dalam lingkungan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dilakukan dengan
saling memberikan bantuan teknik dan tenaga ahli. Konferensi berpendapat bahwa negara-negara
di Asia dan Afrika perlu memperluas perdagangan dan pertukaran delegasi dagang. Dalam
konferensi tersebut ditegaskan juga pentingnya masalah perhubungan antarnegara karena
kelancaran perhubungan dapat memajukan ekonomi. Konferensi juga menyetujui penggunaan
beberapa organisasi internasional yang telah ada untuk memajukan ekonomi.

Konferensi Asia Afrika menyokong sepenuhnya prinsip dasar hak asasi manusia yang
tercantum dalam Piagam PBB. Oleh karena itu, sangat disesalkan masih adanya rasialisme dan
diskriminasi warna kulit di beberapa negara. Konferensi mendukung usaha untuk melenyapkan
rasialisme dan diskriminasi warna kulit di mana pun di dunia ini. Konferensi juga menyatakan
bahwa kolonialisme dalam segala bentuk harus diakhiri dan setiap perjuangan kemerdekaan
harus dibantu sampai berhasil. Demi perdamaian dunia, konferensi mendukung adanya
perlucutan senjata. Juga diserukan agar percobaan senjata nuklir dihentikan dan masalah
perdamaian juga merupakan masalah yang sangat penting dalam pergaulan internasional. Oleh
karena itu, semua bangsa di dunia hendaknya menjalankan toleransi dan hidup berdampingan
secara damai. Demi perdamaian pula, konferensi menganjurkan agar negara yang memenuhi
syarat segera dapat diterima menjadi anggota PBB.
Konferensi setelah membicarakan beberapa masalah yang menyangkut kepentingan negaranegara Asia Afrika khususnya dan negara-negara di dunia pada umumnya, segera mengambil
beberapa keputusan penting, antara lain:
1.

memajukan kerja sama bangsa-bangsa Asia Afrika di bidang sosial, ekonomi, dan
kebudayaan;

2.

menuntut kemerdekaan bagi Aljazair, Tunisia, dan Maroko;

3.

mendukung tuntutan Indonesia atas Irian Barat dan tuntutan Yaman atas Aden;

4.

menentang diskriminasi ras dan kolonialisme dalam segala bentuk;

5.

aktif mengusahakan perdamaian dunia.

2.2 Arti penting KAA


Setelah perang dunia ke II selesai, muncul dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu
blok barat dan blok timur. Sikap bangsa Indonesia terhadap adanya dua kekuatan tersebut tidak
mau memihak salah satu blok. Sebagai warga negara penganut politik luar negeri bebas aktif,
bangsa Indonesia mengambil jalan sendiri untuk tetap memelihara perdamaian dan meredakan,
ketegangan dunia akibat perang dingin. Salah satu upaya bangsa Indonesia untuk memelihara
perdamaian dunia adalah dengan menggalangkan persatuan dengan negaranegara di kawasan
asia dan afrika. Bersama dengan negara lain, yaitu india, Pakistan, Sri Lanka dan Burma
( Myanmar ).
5

Bangsa Indonesia diwakili oleh ali sastroamijoyo menjadi sponsor pelaksanaan konfersi
asia afrika. Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah
satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan
KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan
suatu kegiatan yang bersifat internasional. Dalam pelaksanaan KAA Indonesia berperan penting,
karena selain menjadi tempat berlangsungnya Konferensi tersebut Indonesia juga salah satu
negara yang ingin bangsanya hidup setara, maju di berbagai bidang dan tidak ingin tertindas oleh
Negara barat, yang paling penting adalah mengutamakan kerjasama.

2.3 Indonesia di masa mendatang


Beberapa tahun kedepan kejayaan indonesia akans angat semakin berjaya dan akan
sangat juga rintangan yang di hadapi seperti pembangunan gedung bertingkat yang terjadi dimana
mana.Serta banyaknya pasar bebas yang terjadi sehingga orang asing dapat bebas berjualan di
indonesia dengan sangat bebas.
Dan banyaknya isu-isu yang sangat menggemaparkan seperti isu-isu kejayaan yang
munculnya berbagai keadilan dan takutnya keulang kembali kejadian tahun 1998. Dalam hal ini
bangsa indonesia sangat lah harus berhati hati dalam meyeleksi segala yang masuk kedalam
indonesia.
Menurut saya indonesia di masa 15 tahun ke depan akan menjadi negara yang sangat
banyak bangunan bertingkat,gersang dan sangta kumuh dikarenakan penghijauan yang sudah pasti
tidak akan ada lagi karna terbabat oleh gdeung bertingkat.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para
pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan
tanah air mereka, sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika.
Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke
dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Jiwa Bandung dengan Dasa Silanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan
internasional. Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau "Non-Aligned' terhadap Dunia
Pertamanya Washington dan Dunia Keduanya Moscow. Jiwa Bandung telah mengubah juga
struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Forum PBB bukan lagi forum eksklusif Barat atau
Timur. sebagai penutup uraian singkat ini, dikutip bagian terakhir pidato penutupan Ketua
Konferensi Asia Afrika sebagai berikut "May we continue on the way we have taken together and
may the Bandung Conference stay as a beacon guiding the future progress of Asia and Africa".

DAFTAR PUSTAKA
1. https://24bit.wordpress.com/2010/03/04/konferensi-asia-afrika/
2. http://wartasejarah.blogspot.com/2014/11/peranan-indonesia-dalam-konferensi-asia.html\
3. Ratna Sukmayani, dkk, 2008, Ilmu Pengetahuan Sosial 3, Jakarta : PT Galaxy
Puspa Mega