Anda di halaman 1dari 4

Absorber Sulfur Trioksida

Sudah sejak lama diketahui bahwa asam sulfat dengan konsentrasi 98.5% sampai
99% merupakan bahan yang paling efisien untuk digunakan sebagai penyerap sulfur
trioksida , mungkin karena asam dengan konsentrasi tersebut mempunyai tekanan uap
yang jauh lebih rendah dari konsentrasi-konsentrasi lain. Hal ini tampak pada reaksi
dibawah ini :
H2SO4(l) + SO3 H2S2O7(l)
Asam dengan konsentrasi tersebut digunakan pada absorber-antara (intermediate)
dan absorber-akhir (final) untuk menyerap SO3 secara hampir sempurna, sebelum gas
yang telah terkonversi sebagian itu masuk kembali ke dalam Converter, dan gas limbah
dibuang ke udara. Dalam hal ini, air tidak dapat digunakan karena kontak langsung antara
Sulfur Trioksida dan air akan menghasilkan kabut asam yang hampir tidak mungkin
diabsorbsi. Oleh karena asam penyerap itu terus menjadi pekat, maka harus disediakan
fasilitas untuk menyerap bagian asam yang keluar dari absorber yang akan diresirkulasi.
Asam resirkulasi ini diencerkan dengan menambahkan Asam Sulfat encer atau air Dalam
jumlah yang diperlukan, sehingga mendinginkan asam penyerap dan kelebihan asam
yang ada dikeluarkan dari system untuk kemudian dijual.
Oleum 20% dibuat dalam absorber Oleum, jika pada pabrik itu terdapat menara
Oleum dengan menambahkan Asam 98%-99% ke dalam Oleum yang disirkulasikan di
dalam menara itu. Jika yang diperlukan adalah Oleum 60%-65% Oleum ini dapat dibuat
dengan membuat Oleum 30%-35% di dalam menara itu kemudian mendestilasinya dalam
ketel baja. Trioksida yang keluar dapaat diabsorbsi di dalam suatu arus Oleum yang
terpisah atau dikondensasikan dan dicampur dengan Oleum lain sehingga mencapai
konsentrasi yang diinginkan. Jika Oleum dengan konsentrasi dan kapasitas penuh,
mungkin dibutuhkan dua menara Oleum dalam susunan seri sebelum absorber 98 %-99%
yang pertama. Kebanyakan absorber di lengkapi dengan eliminator kabut, misalnya
Enviro Chem dari Monsanto.
Menara yang mengeringkan gas SO2 dengan mengontakkannya dengan 98%-99%
yang bersirkulasi itu terbuat dari baja yang dilapisi dengan baja tahan panas dan diisi

dengan bentuk-bentuk keramik untuk menghasilkan kontak yang akrab antara Asam
dengan udara atau gas. Udara atau gas itu masuk pada bagian bawah menara dan keluar
melalui cerobong di puncak menara. Menara Absorbsi asam 98.5%-99% yang
mempunyai diameter 7.1m dan mempunyai pelapis di dalam dengan volume isian 200m 3
dan aliran asam kira-kira 9.5m3/min dapat dengan mudah menyerap 909 t Sulfur
Trioksida per 24 jam dengan kecepatan semu 62 cm/detik diukur pada keadaan standard
0C dan 101kPa. Menara baja untuk Oleum tidak perlu diberi pelapis.
Dalam contact proses, ada :
1. Single absorpsi
2. Double absorpsi
Blower
Blower digunakan untuk menghembuskan udara dan atau gas yang mengandung
belerang (SO2 dan SO3) melalui peralatan pengolahan. Blower ini ditempatkan dalam
aliran sehingga dapat menangani udara atau gas yang mengandung Sulfur Dioksida
(biasanya sesudah gas atau udara itu melewati menara pengering). Kompresor ini
biasanya adalah kompresor sentrifugal dari tingkat yang digerakkan dengan motor listrik
atau turbin uap dan terbuat dari besi corr, baja corr, atau baja fabrikasi. Diferensial
tekanan sampai sebesar 55 kPa dapat diperoleh dengan hanya menggunakan satu blower
utama pada setiap pabrik asam kontak yang mempunyai kapasitas 300F/hari nantinya.
Blower merupakan salah satu pemakai energi besar dalam pabrik.
Pompa Asam
Pompa sentrifugal tercelup dengan poros vertical yang terbuat dari besi cor
dengan implemer dari paduan, demikian juga porosnya digunakan untuk mensirkulasi
asam di dalam menara pengeringan dan absorbsi. Pompa itu biasanya dibenamkan dalam
tangki pompa yang terbuat dari baja berlapis bata yang terdapat di dalam daerah proses.
Pompa ini dapat digerakkan dengan motor, pompa listrik atau turbin uap. Untuk
memindahkan asam dari satu tempat ke tempat yang lain digunakan pompa poros
horizontal yang terbuat dari logam paduan.

Pompa Belerang
Pompa sentrifugal poros vertikal yang terbuat dari besi cor juga digunakan untuk
memompakan Belerang dari sumur penimbunan ke dalam atomizer dan pembakar
Belerang. Pompa ini mempunyai pipa-pipa penyaluran luar bermantel uap sehingga
belerang menjadi tidak dingin dan membeku karena titik lebur Belerang adalah 115C.
Pendingin Asam
Asam disirkulasikan pada menara absorbsi harus didinginkan untuk mengeluarkan
kalor absorbsi dan kalor sensible gas masuk. Asam yang disirkulasikan pada menara
pengering harus pula didinginkan untuk mengeluarkan kalor pengenceran dan kalor
kondensasi yang terdapat di dalam gas atau udara masuk. Alat penukar kalor jenis
selongsong dan tabung yang terbuat dari baja paduan biasanya dengan perlindungan
anodic terhadap korosi digunaka sebagai pengganti besi cor.
Pemurnian Gas
Pabrik yang harus menangani gas Sulfur Dioksida yang tidak murni misalnya gas
yang keluar dari pabrik peleburan, pemangganga bijih dan proses-proses lain biasanya
mempunyai ketel kalor limbah (untuk pemulihan kalor disamping pendinginan gas).
Presipitator elektrostatik (pengumpulan debu) dan akhirnya presipitator elektrostatik
untuk pemisahan kabut asam dan uap. Sesudah itu, gas siap untuk masuk ke dalam
menara pengering.
Konstruksi Bahan
Sesudah pemisahan kelembaban di dalam menara pengering, baja biasa atau besi
cor sudah cukup memadai sebagai bahan konstruksi untuk menagani gas atau bahan asam
kuat. Oleh karena asam panas mempunyai efek korosi dan erosi terhadap baja, menara
pengering dan penyerap tangki pompa asam yang berkaitan dengan menara itu harus
dibuat dari baja berlapis bata. Untuk pipa asam yang disirkulasikan pada menara

pengering dan menara absorbsi 98%-99%, dapat digunakan besi cor bermutu baik. Besi
Cor tidak baik untuk system Oleum.
Dalam

system

pemurnian

gas, baja digunakan untuk menangani


Gas Sulfur Dioksida yang mempunyai
suhu diatas titik embun asam. Untuk
suhu dibawah titik embun dan untuk zat
cair digunakan timbal, baja berlapis
timbale dengan lapisan bata atau tidak,
baja paduan dan bahan plastic untuk
kondisi operasi tertentu.
Pendingin asam lemah di dalam
system pemurnian gas tidak boleh dibuat
dari besi cor atau baja, karena bahan ini
mudah

terkorosi,

sebagai

pengganti

pendingin digunakan jenis gelungan


pada pabrik lama. Pada pabrik modern
menggunakan [enukar kalor selongsong
dan tabung yang terbuat dari grafik atau
pendingin dari jenis plat yang terbuat dari jenis khusus.
Hasil dari proses SO3 Absorber, yang disebut oleum dapat dipasarkan setelah
menjadi H2SO4 yang sebelumnya direaksikan dengan air atau H 2SO4 encer sesuai dengan
konsentrasi yang diinginkan.

Gambar proses sederhana Hasil Absorpsi