Anda di halaman 1dari 2

Parameter Farmakokinetika

Bio-availability (Ketersediaan Hayati)


Bio-availability dari suatu sediaan obat adalah persentase obat yang secara utuh mencapai
sirkulasi umum untuk melakukan kerjanya. Selama proses absorpsi dapat terjadi
kehilangan zat aktif akibat tidak dibebaskannya dari sediaan pemberiannya. Atau pula
karena penguraian didalam usus atau dindingnya dalam hati salama peredaran pertama
disistem porta sebelum tiba diperedaran darah. Karena Firs Fass Effect (FPE) ini, maka
bio-availability obat menjadi rendah dari pada persentase yang sebenarnya diabsorpsi
(Tjay dan Rahardja, 2002).
Adapun parameter-parameter farmakokinetika :
a. T maksimum (tmaks) yaitu waktu konsentrasi plasma mencapai puncak dapat
disamakan dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi obat maksimum
setelah pemberian obat. Pada tmaks absorpsi obat adalah terbesar, dan laju absorpsi obat
sama dengan laju eliminasi obat. Absorpsi masih berjalan setelah tmaks tercapai, tetapi
pada laju yang lebih lambat. Harga tmaks menjadi lebih kecil (berarti sedikit waktu yang
diperlukan untuk mencapai konsentrasi plasma puncak) bila laju absorpsi obat menjadi
lebih cepat (Shargel, 2005).
tmaks= log (1) )(303,2KelKaKelKa
b. Konsentrasi plasma puncak (Cmaks) menunjukkan konsentrasi obat maksimum dalam
plasma setelah pemberian secara oral. Untuk beberapa obat diperoleh suatu hubungan
antara efek farmakologi suatu obat dan konsentrasi obat dalam plasma (Shargel, 2005).
Cmaks = e-Kel.tmak .........(2) Vddosisf.
c. Menurut Holford (1998), Volume Distribusi (Vd) adalah volume yang didapatkan pada
saat obat didistribusikan. Menghubungkan jumlah obat dalam tubuh dengan konsentrasi
obat ( C ) dalam darah atau plasma.
Vd = Jumlah obat di dalam tubuh / C ..........(3)
d. AUC (Area Under Curve) adalah permukaan di bawah kurva (grafik) yang
menggambarkan naik turunnya kadar plasma sebagai fungsi dari waktu. AUC dapat
dihitung secara matematis dan merupakan ukuran untuk bioavailabilitas suatu obat. AUC
dapat digunakan untuk membandingkan kadar masing-masing plasma obat bila penentuan
kecepatan eliminasinya tidak mengalami perubahan. Selain itu antara kadar plasma puncak
dan bioavailabilitas terdapat hubungan langsung (Waldon, 2008).

AUC 0- = AUC 0-t + AUC t- ....(4)


Dimana,
AUC 0-t = ( tn - tn-1 ) ..(5) 21nnCC+
dan AUC t- = ......(6) eltnKC
e. MRT merupakan waktu keberadaan obat dalam tubuh
MRT = .(00AUCAUMC