Anda di halaman 1dari 6

Persiapan kandang merupakan kegiatan paling awal dari suatu siklus periode dalam

beternak ayam broiler. Setelah periode sebelumnya usai, kandang pasti dalam keadaan kotor dan
penuh dengan kuman penyakit, untuk itu diperlukan persiapan kandang agar kandang bersih dan
minimal dari kuman penyakit.
Persiapan kandang di peternakan dimulai dengan membuang segala kotoran dari
kandang, mengeluarkan seluruh peralatan, menyapu bersih semua bagian kandang, lalu
menyemprot seluruh bagian kandang dengan mesin penyemprot bertekanan tinggi sehingga tidak
ada kotoran yang tertinggal. Dilanjutkan dengan menyikat lantai dengan air detergen.
Semua peralatan kandang dicuci dengan desinfektan kemudian dikeringkan. Kandang
yang telah bersih, kemudian disemprot dengan formalin, setelah kering, seluruh permukaan
kandang ditaburi kapur. Kegiatan selanjutnya adalah memasang lingkar pembatas, alat pemanas,
menaburkan sekam setebal 5 cm. Penyemprotan desinfektan dilakukan sekali lagi, kemudian
meletakkan alas koran di atas sekam dan memasang peralatan kembali. Kandang diistirahatkan
selama 10-14 hari.
Ayam Pedaging atau Ayam Broiler yaitu jenis ayam ras yang memiliki kemampuan
tumbuh dengan cepat sehingga dapat dijadikan sebagai penghasil daging dengan waktu
yang relatif singkat yaitu sekitar 5-7 minggu. Ayam Broiler berperan penting sebagai sumber
protein hewani yang berasal dari hewan ternak. Melalui produk-produk peternakannya dan
panduan Teknis Budidaya Ayam Broiler, PT NATURAL NUSANTARA berusaha
membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara
alami (non-Kimia) baik kuantitas maupun kualitas.
Pemilihan Bibit Ayam Broiler
Bibit ayam broiler yang baik mempunyai ciri-ciri: sehat dan aktif bergerak, gemuk (bentuk
tubuh bulat), hidung bersih, mata tajam, bulu bersih dan kelihatan mengkilat serta
mempunyai lubang kotoran (anus) yang bersih.
Kondisi Teknis yang Ideal
1.

Lokasi kandang.
Kandang yang ideal peternakan ayam broiler terletak di daerah yang jauh
dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat
sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

2.

Pergantian udara dalam kandang.


Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

3.

Kemudahan mendapatkan sarana produksi.


Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana
peternakan.

4.

Suhu udara dalam kandang.

Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

UMUR (HARI)

SUHU ( C )

01 07

34 32

08 14

29 27

15 21

26 25

21 28

24 23

29 35

23 21

Pemeliharaan Ayam Broiler


1. Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter).
Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak
memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan
kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat
dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga
energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi
panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah
8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari
pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak
minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.
2. Pakan

Pakan merupakan kebutuhan paling besar untuk budidaya ayam


pedaging, yaitu sekitar 70% dari total biaya pemeliharaan. Maka dari itu,
pakan harus memberikan nutrisi yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat,

protein, vitamin dan mineral serta lemak, sehingga ADG atau pertambahan
berat badan perhari (Average Daily Gain) tinggi. Pemberian pakan dengan
sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

Jika memakai pakan dari pabrik, maka jenis pakan mesti disesuaikan
dengan tingkat pertumbuhan ayam yang terbagi menjadi 2 (dua) tahap.
Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang
harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut
penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar
protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.
Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 2 cc/liter air
minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk
membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. Dapat juga
digunakan VITERNA Plussebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1
cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak
dan lengkap.

Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion


Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan
dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama
pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen = 1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan
pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau
VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.
3. Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk
menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND / tetelo. Dilaksanakan
pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur
21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

Tetelo (Newcastle Disease/ND). Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat


menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu
makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat.
Setelah 1 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir
dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang
secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui
kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan,
maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang
dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD). Merupakan penyakit yang


menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan
Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka
bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh
bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara
langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan
peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan,
yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease). Merupakan infeksi


saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma
gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus
keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda
menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan
kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui
pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan
dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala


yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna
putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh
bakteri Salmonella pullorum.

Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran.
Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan
adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau
stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta
cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu
yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama
yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.
Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian
POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti
N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu
meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol
daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA
dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup
botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat
juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan
kandungan :
1.

Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan


dalam, pembentukan darah dan lain-lain.

2.

Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine,


Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai
penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh

3.

Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk


kesehatan dan ketahanan tubuh.

6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang


Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu
pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.
Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang
sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit
penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk
memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Perlu adanya persiapan kandang yang matang, karena dengan kurangnya persiapan maka berpengaruh terhadap
ayam itu sendiri tentunya terhadap kesehatannya. Yang saya terapkan selama saya menjadi PPL/Pengawas
Lapangan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yakni:

1.

Mencuci bersih lantai dan mengecek apakah ada lubang-lubang dinding yang dapat mengakibatkan hewanhewan buas masuk.

2.

Setelah pencucian kandang selesai lakukanlah proses pengapuran lantai serta dinding kandang,
pengapuran ini bertujuan untuk mematikan atau mengurangi bakteri-bakteri yang masih tersisa di lantai
kandang. Bahan kapur yang dapat digunakan yakni Kapur Gunung yang sering kita jumpai di toko-toko
sekitar kita.

3.

Penyemprotan dengan formalin pada ruangan kandang serta penyemprotan di lingkungan kandang,
tujuannya untuk memastikan agar hama penyakit yang tersisa dapat dilumpuhkan.

4.

Siapkan bahan litter, seperti sekam atau serbuk gergaji untuk tempat brodingan (tempat saat ayam yang
masih kecil). Banyaknya sekam 50 kg.

5.

Setelah Litter terampar, siapkan pula bahan indukan, bahan indukan bermacam-macam sperti kompor,
lampu pijar, pemanas arang, pemanas brikut maupun dengan menggunakan Gasolek

6.

Lakukan penyemprotan pada ruangan broding dengan disenfektan, karena bahan litter berasal dari limbah
pabrik yang perlu di sterilkan

7.

Pasang koran sebagai amparan di atas litter, agar DOC tidak memakan bahan litter, namun koran ini dapat
kita bongkar setelah anak ayam (DOC) sudah berumur 2 hari.

8.

Pasang tirai untuk mengelilingi ruangan broding.

9.

Siapkan tempat pakan atau feeder try dan tempat minum.

10. Nyalakan pemanas/indukan, karena sebulum DOC datang ruangan broding harus hangat