Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH AGROKLIMATOLOGI

FENOMENA EL-NINO dan LA-NINA


Disusun Oleh :
Kelompok 3
Ahmad Ifdzal ( 1205102010076 )
Amelia Rumana (12051020100 )
Dimas Sarianto (12051020100 )
Tuanku Zakaria (12051020100 )

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM-BANDA ACEH

2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Nikmat-Nya terutama
nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
judul Fenomena El Nino Dan La Nina.
Dalam penyusunan makalah ini, berbagai kesulitan kami hadapi, namun kesulitan
tersebut dapat teratasi berkat kerja sama kami. Dalam makalah ini, Kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan
keterbatasan kami sebagai manusia biasa.Akhir kata Penyusun mengharapkan agar ini dapat
bermanfaat bagi kita semua terutama generasi akademik perikanan.

Banda Aceh, April 2013

Kelompok 3

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah terjadi perubahan iklim yang sangat terasa di
bumi. Hal ini sangat berpengaruh pada alam dan aktivitas manusia. Salah satunya adalah
terdapat anomali suhu yang mencolok, yang mengakibatkan banyak terjadinya fenomena
alam seperti pemanasan global dan peristiwa El Nino dan La Nina.
Peristiwa El Nini dan La Nina merupakan gejala alam yang tak bisa dihilangkan tetapi
hanya bisa dihindari. Banyak sekali dampak dan pengaruh peristiwa El Nino dan La Nina di
dalam aktivitas dan kehidupan manusia juga di alam. Untuk itu perlu sekali peristiwa El Nino
dan La Nina untuk dikaji.

BAB II

PEMBAHASAN
1. Pengertian
El Nino dan La Nina adalah merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi
cuaca di sekitar laut Pasifik. El Nino merupakan salah satu bentuk penyimpangan iklim di
Samudera Pasifik yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di daerah katulistiwa
bagian tengah dan timur.

Sebagai indikator untuk memantau kejadian El Nino, biasanya digunakan data pengukuran
suhu permukaan laut pada bujur 170BB 120BB dan lintang 5LS 5LU, dimana
anomali positif mengindikasikan terjadinya El Nino. Dan fenomena La Nina ditandai
dengan menurunnya suhu permukaan laut pada bujur 170BB 120BB dan pada lintang
5LS 5LU dimana anomali negatif, sehingga sering juga disebut sebagai fase dingin.
Kedua fenomena di perairan pasifik ini memberikan dampak yang signifikan bagi
kehidupan manusia

1.Faktor Penyebab

Anomali suhu yang mencolok di perairan samudera pasifik.

Melemahnya angin passat (trade winds) di selatan pasifik yang menyebabkan


pergerakan angin jauh dari normal.

Kenaikan daya tampung lapisan atmosfer yang disebabkan oleh pemanasan dari
perairan panas dibawahnya. Hal ini terjadi di perairan peru pada saat musim panas.

Adanya perbedaan arus laut di perairan samudera pasifik.


Proses Terjadinya

Keadaan Perairan Samudera Pasifik saat Normal

Keadaan Perairan Samudera Pasifik saat terjadi El Nino


Pada bulan desember, posisi matahari berada di titik balik selatan bumi, sehingga daerang
lintang selatan mengalami musim panas. Di Peru mengalami musim panas dan arus laut

dingin Humboldt tergantikan oleh arus laut panas. Karena kuatnya penyinaran oleh sinar
matahari perairan di pasifik tengah dan timur, menyebabakan meningkatnya suhu dan
kelembapan udara pada atmosfer. Sehingga tekanan udara di pasifik tengah dan timur rendah,
yang kemudian yang diikuti awan-awan konvektif (awan yang terbentuk oleh penyinaran
matahari yang kuat). Sedangkan di bagian pasifik barat tekanan udaranya tinggi yaitu di
Indonesia (yang pada dasarnya dipengaruhi oleh angin musoon, angin passat dan angin lokal.
Akan tetapi pengaruh angin munsoon yang lebih kuat dari daratan Asia), menyebabkan sulit
terbentuknya awan. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke
tekanan udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik barat bergerak ke pasifik tengah dan
timur. Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas Indonesia bergeser ke pasifik
tengah dan timur.

Keadaan Samudera Pasifik saat terjadi La Nina


Sedangkan La Nina sebaliknya dari El Nino, terjadi saat permukaan laut di pasifik tengah
dan timur suhunya lebih rendah dari biasanya pada waktu-waktu tertentu. Dan tekanan udara
kawasan pasifik barat menurun yang memungkinkan terbentuknya awan. Sehingga tekanan
udara di pasifik tengah dan timur tinggi, yang menghambat terbentuknya awan. Sedangkan di
bagian pasifik barat tekanan udaranya rendah yaitu di Indonesia yang memudahkan
terbentuknya awan cumulus nimbus, awan ini menimbulkan turun hujan lebat yang juga
disertai petir. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan
udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik tengah dan timur bergerak ke pasifik barat.
Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas pasifik ttengah dan timur bergeser ke
pasifik barat.

2.Dampak dan Pengaruh


1. Pada Alam

Seperti pada saat terjadi El Nino di satu sisi dapat mengakibatkan meningkatnya suhu
dan salinitas air laut yang dapat membahayakan padang lamun (sea grass) dan
terumbu karang (coral reef) sebagai habitat dari berbagai jenis ikan. Padang lamun
dan terumbu karang memiliki fungsi sebagai tempat pemijahan (spawning ground),

pengasuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan (feeding ground) bagi ikanikan. Padang lamun dan terumbu karang bila terkena sinar matahari berlebihan
pertumbuhannya akan terganggu, rusak dan mati. Padang lamun dapat hidup dengan
suhu optimum sekitar 28-30C, kedalaman 0-22 m dan salinitas 25-35 ppt. Padang
lamun memiliki nilai prodiktivitas yang tinggi yang bermanfaat bagi komunitas yang
hidup di habitat tersebut. Ikan-ikan yang menghuni padang lamun, di antaranya: ikanikan parrot (Scarus dan Sparisoma), ikan surgeon (Acanthurus), ikan-ikan ballyhoo
(Hemiramphus brasiliensis), ikan rudder (Kyphosus sectatrix), ikan trigger
(Melichthys radula), dugong (Trichechus manatus), juvenile ikan, mollusca,
echinoidea, dan crustacea. Sedangkan terumbu karang dapat tumbuh pada suhu 2529C, kedalaman 0-50 m dan salinitas 34-36 ppt. Pada saat El Nino, terjadi
peningkatan pemutihan (bleaching) pada karang yang menyebabkan berkurangnya
atau hilangnya ikan-ikan yang biasa hidup bergantung pada terumbu karang, begitu
juga dengan padang lamun. Karena suhu yang semakin panas dan berkurangnya
habitat, maka ikan-ikan akan melakukan migrasi ke tempat yang lebih dingin. El Nino
juga mengakibatkan penurunan populasi ikan di Laut Pasifik, khususnya jenis pelagis
seperti ikan sardine (Sardinops sagax), anchoveta (Engaulis ringens), ikan mackerel
(Tranchurus murphyi dan Scomber japonicuperuanus) berkurang karena sedikitnya
makanan yang tersedia. Hal ini semua dapat mengakibatkan berkurangnya hasil
perikanan tangkap.

Di sisi lain upwelling juga dapat menaikkan biomassa plankton, yaitu seperti yang
terjadi di wilayah Barat Sumatera dan Selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terdapat
peningkatan jumlah klorofil, plankton dan massa air yang mengandung banyak
nutrien yang sangat bermanfaat bagi ikan. Pada saat inilah terdapat banyak ikan yang
dapat menguntungkan dalam sektor perikanan tangkap.

Naiknya tekanan udara di pasifik tengah dan timur saat El Nino, menyebabkan
pembentukan awan yang intensif. Hal ini yang menjadikan curah hujan yang tinggi di
kawasan pasifik tengah dan timur. Sedangkan sebaliknya, di daerah pasifik barat
terjadi kekeringan yang jauh dari normal.

Turunnya tekanan udara di pasifik tengah dan timur saat La Nina, menjadi hambatan
terbentuknya awan di daerah ini, sehingga mengalami kekeringan. Sedangkan
sebaliknya, di daerah pasifik barat curah hujan sangat tinggi. Hal ini menimbulkan
banjir yang parah di Indonesia.

2. Pada Manusia
Meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin di perairan , mengakibatkan
perairan yang tadinya subur akan ikan menjadi sebaliknya. Hal ini menyebabkan nelayan
kesulitan mendapatkan ikan di perairan.

BAB III
KESIMPULAN
Peristiwa El Nino dan La Nina merupakan fenomena alam yang terjadi di peairan samudera
pasifik. Yang kedua-duanya menyebabkan bencana pada daerah di sekitar perairan samudera
pasifik. Daerah satu mengalami curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan banjir,
sedangkan daerah satunya mengalami kekeringan yang luar biasa. Yang menakutkan
peristiwa El Nino dan La Nina tidak dapat dihindari akan tetapi dapat terdeteksi, sehingga
negara-negara yang berada di sekitar samudera pasifik sebaiknya melakukan persiapan untuk
mitigasi bencana.