Anda di halaman 1dari 6

PERISTIWA KEMUDIAN

Peristiwa kemudian atau subsequent event atau post-statement event adalah peristiwa
kemudian yang terjadi dalam periode sejak tanggal neraca sampai dengan tanggal selesainya
pekerjaan lapangan. Dalam periode peristiwa kemudian (subsequent period) kemungkinan
terjadi peristiwa-peristiwa yang mempunyai pengaruh yang material terhadap penyajian
informasi yang tercantum di dalam laporan keuangan. Auditor berkepentingan untuk
menjelaskan terjadinya peristiwa kemudian ini di dalam laporan auditornya, jika dampak
peristiwa tersebut terhadap laporan keuangan aufitan material, sehingga diperkirakan jika
auditor tidak berbuat demikian, pemakai laporan keuangan akan melakukan keputusan yang
salah.
ISA 560 alinea 4 memerinci tujuan auditor dalam mengaudit peristiwa kemudian, yakni
untuk:
-

Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai apakah peristiwa antara
tanggal laporan keuangan (date of the financial statements) dan tanggal laporan
auditor (date of the auditors report) yang memerlukan penyesuaian/ adjustment atau
pengunggkapan/ disclosure telah ditunjukkan dengan benar dalam laporan keuangan,
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

Menanggapi dengan tepat, fakta yang diketahui auditor sesudah tanggal laporan
auditor yang jika diketahui sebelumnya dapat menyebabkan auditor mengubah
(amend) laporan auditornya.

ISA 560 alinea 5 memberikan beberapa definisi sebagai berikut:


a. Date of the financial statements (tanggal laporan keuangan)Tanggal terakhir dalam
periode yang dicakup oleh laporan keuangan.
b. Date of approval of the financial statements (tanggal persetujuan atas laporan
keuangan)Tanggal pada waktu seluruh laporan keuangan, termasuk catatan atas
laporan keuangan, selesai dibuat dan mereka yang bertanggung jawab atas laporan
keuangan tersebut memnberikan persetujuannya
c. Date of the auditors report (tanggal laporan auditor)Tanggal yang dibubuhkan
auditor pada laporannya atas laporan keuangan sesuai dengan ISA 700.

d. Date the financial statements are issued (tanggal diterbitkannya laporan keuangan)
Tanggal pada waktu laporan auditor dan laporan keuangan yang diaudit tersedia untuk
pihak ketiga
e. Subsequent events (peristiwa kemudian)Peristiwa antara tanggal laporan keuangan
dan tanggal laporan auditor dan fakta yang diketahui auditor sesudah tanggal laporan
auditor.
Tinjauan Umum
Garis waktu (timelines) dalam gambar dibawah menunjukkan tanggal-tanggal pentingdalam
definisi ISA 560.5.dalam gambar ini tanggal-tanggal ini diberi kode sebagai berikut:
-

A= tanggal laporan keuangan

B= tanggal persetujuan atas laporan keuangan

C=tanggal laporan audior

D=tanggal diterbitkannya laporan keuangan


A

Dapatkan bukti tentang perestiwa kemudian

Gambar diatas menunjukkan dua jenis peristiwa kemudian.Pertama, peristiwa-peristiwa


antara titik A sampai dengan C di mana kewajiban auditor ialah mengumpulkan bukti audit
yang dapat menekan risiko salah saji yang mungkin ada dalam peristiwa kemudian. Kedua,

fakta-fakta sesudah/pasca-titik C; dimana kewajiban auditor ialah memberi tanggapan audit


(audit response) yang tepat terhadap fakta-fakta baru.
ISA 560 memberi petunjuk mengenai prosedur audit untuk peristiwa kemudian:
-

ISA 560.6: Auditor wajib melaksanakan prosedur audit untuk memastikan perlunya
adjustment

dan/atau disclosure . ISA 560.6 menegaskan bahwa auditor tidak

diharapkan melaksanakan prosedur audit tambahan atas hal-hal yang sudah diauditnya
dan memberikan kesimpulan audit yang memuaskan
-

ISA 560.7: Auditor wajib melaksanakan prosedur audit untuk mencakup periode
antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal laporan auditor (atau tanggal yang
sedekat mungkin dengan tanggal laporan auditor). Auditor wajib memperhitungkan
penilaian risiko dalam menentukan sifat dan luasnya prosedur audit, seperti:

a. Memahami prosedur yang dibuat manajemen untuk memastikan bahwa peristiwa


kemudian telah diidentifikasi
b. Tanyakan kepada manajemen dan TCWG (those charged with governance) apakah
peristiwa kemudian yang ada/terjadi, berdampak terhadap laporan keuangan
c. Membaca risalah rapat (pemilik/pemegang saham, manajemen dan TCWG), sesudah
tanggal laporan keuangan dan tanyakan hal-hal yang dibahas dalam rapat yang belum
ada risalah rapatnya
d. Membaca laporan keuangan interim sesudah tanggal laporan keuangan, jika ada.
-

ISA 560.10: Auditor tidak berkewajiban melaksanakan prosedur audit apa pun atas
laporan keuangan sesudah tanggal laporan auditor. Namun, jika sesudah tanggal
laporan auditor tapi sebelum tanggal diterbitkannya laporan keuangan, auditor
mengetahui adanya fakta yang jika diketahuo pada tanggal laporan auditor, mungkin
akan membuat auditor mengubah laporannya. Dalam hal ini auditor wajib:
a. Mendiskusikan hal tersebut dengan manajemen dan TCWG
b. Menentukan apakah laporan keuangan harus diubah, dan jika demikian

c. Menanyakan bagaimana manajemen akan menangani hal ini dalam laporan


keuangan
-

ISA 560.11: Jika manajemen mengubah laporan keuangan, auditor wajib:


a. Melaksanakan prosedur audit yang diperlukan dalam situasi tersebut,
b. Jika ketentuan perundang-undangan tidak melarang manajemen mengubah
laporan keuangan (lihat ISA 560.12 yang tidak dikutip disini):
I.

Perluas prosedur audit yang disebut dalam ISA 560.6 dan ISA 560.7 (lihat
diatas) ke tanggal laporan auditor yang baru (date of the new auditors
report)

II.

Berikan laporan auditor yang baru. Laporan auditor yang baru tidak boleh
diberi tanggal lebih awal dari tanggal persetujuan atas laporan keuangan
yang diubah

ISA 560.16: Auditor wajib mencamtumkan dalam laporan auditor yang baru suatu
Emphasis of Matter paragraph

atau Other Matter(s) paragraph yang menunjuk

kepada suatu catatan atas laporan keuangan yang membahas secara lebih ekstensif
alasan perubahan terhadap laporan keuangan dan laporan auditor yang diterbitkan
sebelumnya
-

ISA 560.17: Jika manajemen tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan


untuk memastikan bahwa penerima laporan keuangan diinformasikan mengenai
situasi yang dihadapi dan tidak mengubah laporan keuangan terdahulu yang menurut
auditor perlu diubah, auditor wajib memberi tahu manajemen dan TCWG (kecuali
jika semua TCWG terlibat dalam pengelolaan entitas), bahwa auditor berupaya
mencegah (pihak lain) di kemudian hari mengandalkan laporan auditornya. Jika
sesudah diberitahukan, manajemen dan TCWG tidak mengambil langkah-langkah
yang diperlukan, auditor wajib mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah
(pihak lain) mengandalkan laporan auditornya.

Peristiwa Kemudian Sampai Tanggal Laporan Auditor

Di bawah ini disajikan beberapa contoh peristiwa kemudian yang terjadi antara tanggal
laporan keuangan dan tanggal laporan auditor.
-

Komitmen baru/tambahan dalam bidang keuangan seperti peminjaman, penjaminan,


restrkturisasi

Penjualan dan akuisisi aset yang direncanakan atau telah terjadi

Peningkatan modal atau penerbitan instrumen utang

Perjanjian untuk penggabungan atau pembubaran usaha

Penyitaan aset oleh lembaga keuangan, penegak hukum, atau hancur karena bencana.

Litigasi, tuntutan hukum lainnya, dan berbagai contingencies.

Jurnal penyesuaian yang luar biasa (unusual accounting adjustment) yang sudah atau
direncanakan akan dibuat.

Setiap peristiwa yang sudah atau sangat mungkin akan terjadi yang menimbulkan
keraguan mengenai asumsi kesinambungan usaha (going concern assumption) atau
keraguan terhadap penggunaan kebijakan akuntansi lainnya

Setiap peristiwa yang relevan untuk mengukur suatu estimasi atau penyisihan
(provisions) dalam laporan keuangan.

Setiap peristiwa yang relevan dengan recoverabilityof assets (contoh: piutang dapat
ditagih, persediaan dapat dijual, nilai aset tidak berwujud masih bisa dipertahankan,
dan seterusnya).

Pemberian Dua Tanggal (Dual Dating)


Peristiwa kemudian yang diketahui sesudah tanggal laporan auditor sering kali
menyebabkan pekerjaan audit tambahan yang diperlukan karena peristiwa kemudian itu
berdampak terhadap saldo akun, estimasi akuntansi, penyisihan, dan berbagai pengungkapan
dalam laporan keuangan. Dalam situasi seperti itu, laporan auditor yang baru akan

diterbitkan. Laporan baru ini tidak diberi tanggal lebih awal dari tanggal persetujuan laporan
keuangan.
Namun, untuk peristiwa kemudian tertentu, pekerjaan audit tambahan dapat dibatasi
hanya pada perubahan laporan keuangan seperti dijelaskan dalam catatan atas laporan
keuangan terkait.Dalam situasi ini (jika ketentuan perundang-undangan membolehkannya),
tanggal laporan auditor semula.Akan tetapi suatu tanggal baru ditambahkan, sehingga ada
dua tanggal laporan auditor. Pemberian dua tanggal (dual dating)menginformasikan kepada
pembaca bahwa prosedur audit sesudah tanggal laporan auditor semula terbatas pada
perubahan yang dibuat kemudian.
Contoh situasi yang menggunakan dual dating.Tanggal laporan auditor semula adalah
24 Maret 2015.Pada tanggal 17 Mei 2015, perusahaan mengumumkan penjualan aset
utamanya.Suatu catatan (baru) atas laporan keuangan dibuat (misalnya Catatan Nomor 21)
yang menjelaskan peristiwa tersebut. Pekerjaan audit atas hal-hal yang dijelaskan dalam
Catatan Nomor 21, selesai pada tanggal 31 Mei 2015. Kalimat yang menjelaskan pemberian
dua tanggal pada laporan auditor (dual dating) adalah sebagai berikut: 24 Maret 2015
kecuali mengenai Catatan Nomor 21, yang bertanggal 31 Mei 2015.