Anda di halaman 1dari 30

IMPLEMENTASI

DAN DESAIN ICoFR


KELOMPOK 4
1. DINA EKA FATMALA
2. WAHYU NURUL
3. RIKAWATI
4. INAYAH NASUTION

ICoFR
Internal control over financial reporting merupakan turunan
dari konsep internal control yang dibentuk oleh COSO
(Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway
Commission) yang ditujukan kepada perusahaan publik
yang berukuran kecil, untuk membantu mereka mendesain
dan mengimplementasikan konsep-konsep pengendalian
internal yang ada dalamInternal Control Integrated
Framework 1992, dalam rangka pelaporan keuangannya.

KETERBATASAN
Kesalahan dalam pertimbangan.
manajemen dan personel lainnya dapat melakukan pertimbangan yang buruk
dalam membuat keputusan karena informasi yang tidak mencukupi,
keterbatasan waktu, atau prosedur lainnya.
Kemacetan.
Dalam melaksanakan pengendalian dapat terjadi ketika personel salah
memahami instruksi atau membuat kekeliruan akibat kecerobohan,
kebingungan, atau kelelahan.
Kolusi.
melakukan kecurangan serta menutupi kecurangan sehingga tidak dapat
dideteksi oleh pengendalian intern.

KETERBATASAN
Penolakan manajemen.
membuat penyajian yang salah dengan sengaja kepada
auditor dan lainnya seperti menerbitkan dokumen palsu
untuk mendukung pencatatan transaksi penjualan fiktif.
Biaya versus manfaat.
manajemen harus membuat baik estimasi kuantitatif
maupun kualitatif dalam mengevaluasi hubungan antara
biaya dan manfaat.

Aktivitas Pengendalian
Aktivitas Pengendalian merupakan kebijakan dan
prosedur yang memberikan keyakinan bahwa arahan
manajemen dilaksanakan dan risiko yaang telah dinilai
ditangani secara semestinya.

Aktivitas Pengendalian terdiri dari


Adequate Separation of Duties (Pemisahan tugas yang

cukup)
Proper Authorization of transaction and Activities
(Otorisasi yang pantas atas transaksi)
Adequate Document and Record (Dokumen dan catatan
yang memadai)
Physical check on performance (Pengendalian fisik atas
aaktiva dan catatan)
Independen Check on performance (Pengecekan
Independen atas pelaksanaan)

Informasi dan Komunikasi


Informasi dan komunikasi mendukung
identifikasi, perolehan dan pertukaran informasi
dalam bentuk dan kerangka waktu yang
memungkinkan pegawai melaksanakan tanggung
jawabnya.
Komunikasi mencakup memberikan pemahaman
peranan individual dan tanggung jawab yang
berkaitan dengan pengendalian intern atas
laporan keuangan.

Pemantauan
Pemantauan adalah penilaian kualitas kinerja
pengendalian internal sepanjang waktu.
Pemantauan dilaksanakan oleh personel yang
semestinya melakukan pekerjaan baik tahap
desain maupun pengoperasian pengendalian pada
waktu yang tepat.

ELC dan TLC


Entity Level Control Merupakan kegiatan pengendalian
yang beroperasi terhadap seluruh entitas & memiliki fokus
yang sangat luas serta seringkali berkaitan dengan
lingkungan organisasi.
Transaction Level Control merupakan kegiatan
pengendalian yang dilakukan untuk mengurangi resiko
dari kumpulan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan
dalam organisasi.

Siklus dalam Design & Implementasi


ICOFR
Dalam Pembahasan ini, siklus dalam desain dan implementasi ICOFR kami deskripsikan
pada aplikasi langsung di perusahaan TELKOM yang kami kutip dari skripsi Luki
Prastyarianti (2012) dengan judul penelitian Evaluasi Pengendalian Internal atas Pelaporan
Keuangan Sesuai Sarbanas Oxley Act Section-404 Studi Kasus Pada PT.Telekomunikasi
Indonesia, Tbk.
Telkom merupakan badan usaha milik negara yang menawarkan saham perdananya pada
tahun 1995 di dalam (Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dan luar negeri ( New
York Stock Exchange, London Stock Exchange, dan Tokyo Stock Exchange).
Dalam memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan yang multilisting, TELKOM
mengimplementasikan peraturan yang berlaku terkait pengendalian internal control over
financial reporting (SOX 404, PCAOB No.5, dan di Indonesia didukung dalam SA seksi 319).

Siklus dalam Design & Implementasi


ICOFR
Dalam rangka mewujudkan implementasi tersebut
untuk menghasilkan internal yang efektif dan
efisien, TELKOM menggunakan COSO Framework
dan merancang suatu sistem yang menunjang
pengendalian internalnya yang disebut dengan
Bisnis Proses SOX.

Bisnis Proses SOX


Bisnis Proses SOX terdapat delapan siklus didalamnya yang
juga terdiri dari beberapa bisnis proses (114). Keseluruhannya
di bawah naungan SOX berdasarkan prinsip-prinsip ICOFR
menggunakan kerangka COSO Internal Control Framework.
Delapan siklus tersebut yaitu; Siklus penerimaan, beban,
pengadaan dan asset tetap, persediaan, pajak, asset tetap,
treasury/perbendaharaan, investasi/divestasi, serta pelaporan
keuangan.

Bisnis Proses SOX


Proses didalam tiap siklus dilanjutkan dengan
beberapa subproses.Proses ini dilengkapi dengan
risiko (R1, R2, R3, dan seterusnya) apa saja yang
berpotensi terjadi pada subproses berikut
pengendalian (C1,C2,C3 dan seterusnya) yang
harus dilakukan.

Bisnis Proses SOX & Implementasi


ICOFR pada PT.TELEKOMUNIKASI
INDONESIA, Tbk

KESIMPULAN
1. ICOFR tidak menjanjikan bahwa perusahaan yang menggunakannya
tidak akan mengalami kesalahan dalam penyajian laporan keuangan
yang bebas dari salah saji material (material statement) yang
merupakan tujuan dari pengendalian (control objective) secara tepat
waktu.

2. ICOFR tetap mempunyai keterbatasan karena dalam pelaksanaannya


melibatkan campur tangan manusia sebagai user yang rentan terhadap
kecurangan (fraud) dan kesalahan umum (human error). Oleh karena
itu, ICOFR hanya dapat meminimalkan hal tersebut.

3.

Alur pemahaman tentang keterkaitan Internal Control terhadap COSO


dan ICOFR sebagai berikut:

Internal Control

Efektif dan Efisien (Integrated

Defisiensi

Audit)

Manajemen (Internal
Audit)

SOX ACT (2002)COSO Frame work

ICOFR (SOX 404,302, PCAOB NO.5,


SA Seksi 319)

ELC

TLC

Siklus dalam design dan Implementasi ICOFR

IT

SELESAI
TERIMAKASIH