Anda di halaman 1dari 42

BAB V

PERHITUNGAN PERENCANAAN
5.1 Umum
Perencanaan sistem penyaluran air buangan perlu diketahui jumlah penduduk pada akhir periode
desain dan debit air buangan rata-rata penduduk baik yang berasal dari air buangan domestik
maupun non domestik. Hal ini perlu dilakukan agar sistem penyaluran air buangan yang kita
rencanakan berjalan sesuai dengan periode desain dan tidak menimbulkan masalah pada masa
yang akan datang.
Pemilihan lokasi BPAB diusahakan pada elevasi yang lebih rendah agar pada penyaluran air
buangan tidak membutuhkan pompa, dan pengaliran air buangan dari pipa induk dilakukan
dengan sistem gravitasi. Pemilihan lokasi BPAB sengaja ditempatkan lebih dekat dengan sungai
agar air buangan hasil pengolahan di BPAB dapat langsung dibuang ke sungai. Dalam
perencanaan sistem penyaluran air buangan diperlukan rencana layout jalur perpipaan air
buangan yang dibuat berdasarkan beberapa hal di bawah ini, yaitu:
1.

Jaringan jalan yang ada;

2.

Topografi daerah rencana perencanaan;

3.

Lokasi Bangunan Pengolahan Air Buangan (BPAB);

4.

Kepadatan pendudukan yang dilayani;

5.

Tata guna lahan;

6.

Batas administrasi.
Pemilihan sistem jaringan PAB ditinjau dari segi teknis dan ekonomis, diantaranya sebagai
berikut:
1.

Jumlah BPAB;

2.

Topografi;

3.

Waktu tempuh;

4.

Total panjang pipa;

5.

Jenis pengaliran;

6.

Jumlah bangunan pelengkap.

5.2 Proyeksi Penduduk


Data-data jumlah penduduk sepuluh tahun terakhir dapat digunakan untuk menghitung jumlah
penduduk lima belas tahun yang akan datang, dengan menggunakan empat metode proyeksi yang
sudah dijelaskan pada Bab II yaitu:
1.

Metode Aritmatika;

2.

Metode Logaritma;

3.

Metode Eksponensial;

4.

Metode Geometri.

5.2.1 Hasil proyeksi Penduduk Kota Padang 15 Tahun


Hasil proyeksi Penduduk Kota Padang 15 Tahun kedepan bisa dilihat pada Tabel 5.1
Tabel 5.1 Proyeksi Penduduk Kota Padang 15 Tahun kedepan
No

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026
2027
2028
2029

Aritmatika
562.350
563.350
565.350
570.350
572.350
573.350
574.350
576.350
580.350
581.350
583.880
586.050
588.220
590.390
592.560
594.730
596.900
599.070
601.240
603.410
605.580
607.750
609.920
612.090
614.260

Proyeksi Penduduk
Logaritma
Eksponensial
562.350
562.350
563.350
563.350
565.350
565.350
570.350
570.350
572.350
572.350
573.350
573.350
574.350
574.350
576.350
576.350
580.350
580.350
581.350
581.350
579.590
583.980
580.340
586.200
581.030
588.430
581.670
590.670
582.260
592.910
582.820
595.170
583.340
597.430
583.830
599.700
584.300
601.980
584.740
604.270
585.160
606.570
585.560
608.880
585.940
611.190
586.310
613.510
586.660
615.850

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyediaan Air Minum, 2014

5.2.2 Penentuan Metode Proyeksi dan Hasil Proyeksi Penduduk

Penduduk
Geometrik
562.350
563.350
565.350
570.350
572.350
573.350
574.350
576.350
580.350
581.350
579.620
58.0380
581.080
581.730
582.340
582.910
583.440
583.940
584.420
584.870
585.300
585.710
586.110
586.480
586.840

562.350
563.350
565.350
570.350
572.350
573.350
574.350
576.350
580.350
581.350

Untuk menentukan metode proyeksi penduduk yang akan digunakan dipilih nilai S yang terkecil dan nilai
R mendekati 1. Pada Tabel 5.2 dapat dilihat perbandingan nilai S dan R dari keempat metode tersebut
Tabel 5.2 Pemilihan Metoda Terpilih
Metode

Aritmatika

105,54

0,99

Logaritma

210,30

0.95

Eksponensial

105,36

1,00

Geometri

207,41

0,90

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyediaan Air Minum, 2014

Proyeksi jumlah penduduk dari keempat metode yang dipakai dapat dilihat bahwa metode
eksponensial memiliki nilai R 1,00 dan nilai S yang terkecil yaitu 105,36.
Dengan membandingkan keempat metode tersebut, akan didapatkan metode yang terbaik dalam
perhitungan proyeksi penduduk Kota Padang ini, yaitu dengan melihat nilai simpangan baku (S)
yang paling kecil dan koefisien korelasi (R) yang mendekati 1 untuk masing-masing metode.
Berdasarkan perhitungan pada tugas besar teknik penyediaan air minum tahun 2014 didapatkan
metode terbaik dalam perhitungan proyeksi penduduk Kota Padang, yaitu metode eksponensial
memiliki nilai R 1,00 dan nilai S yang terkecil yaitu 105,36.
5.2.3

Penentuan Proyeksi Penduduk dengan Metode Terpilih

Dari keempat metode proyeksi penduduk dapat diperoleh perbandingan jumlah penduduk seperti
terlihat pada Tabel 5.3 dan Gambar 5.1
Tabel 5.3 Hasil Proyeksi Penduduk dengan Metode Terpilih
No

Tahun

Penduduk

Eksponensial

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019

562.350
563.350
565.350
570.350
572.350
573.350
574.350
576.350
580.350
581.350

562.350
563.350
565.350
570.350
572.350
573.350
574.350
576.350
580.350
581.350
583.980
586.200
588.430
590.670
592.910

No

Tahun

16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026
2027
2028
2029

Penduduk

Eksponensial
595.170
597.430
599.700
601.980
604.270
606.570
608.880
611.190
613.510
615.850

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyediaan Air Minum, 2014

58500
58000
57500

f(x) = 217.07x - 379005.13


R = 1

57000
Penduduk

eksponensial
Linear (eksponensial)
penduduk
Linear (penduduk)

56500
56000
55500
55000
2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016
tahun

Gambar 5.1 Grafik Proyeksi Jumlah Penduduk dengan Metode Terpilih


Sumber: Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyediaan Air Minum, 2014

5.3 Perhitungan Debit Air Buangan


Sistem penyaluran air buangan Kota Padang ini direncanakan menggunakan sistem tangki septik
untuk sebagian wilayah tertentu, sedangkan sebagian wilayah lainnya tetap dilayani dengan
sistem terpusat. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan untuk menentukan debit air buangan
yang akan dilayani oleh tangki septik maupun yang tidak dilayani dengan tangki septik. Berikut
akan dihitung debit air buangan Kota Padang sebelum menggunakan tangki septik dan setelah
menggunakan tangki septik.

5.3.1 Perhitungan Debit Air Buangan Sistem Onsite Sanitasi


Debit air buangan sistem on site di bagi menjadi dua jenis yaitu on site individual dan on site
komunal. Jumlah penduduk sistem on site adalah 40% dari jumlah penduduk total dimana jumlah
penduduk adalah 394.144 Jumlah debit air buangan masing-masing sistem on site dapat dilihat di
bawah ini.
Jumlah penduduk onsite

= 40% dari jumlah penduduk total


= 40% x 394.144 jiwa
= 157.658 jiwa

5.3.1.1 Onsite Individual


Jumlah penduduk

= 50% dari jumlah penduduk onsite


= 50% x 157.658 jiwa
= 78.829 jiwa

Jumlah rumah onsite individual

Jumlah penduduk on site individual


5 orang/rumah

78 .829
= 5 orang/rumah

= 15.766 rumah

Jumlah tangki septik

Jumlah rumah
= 1 rumah/1 TS

= 15.766 tangki septik

Jumlah debit air buangan dalam 1 TS

= 5 orang x 25 l/o/h

Jumlah debit air buangan grey water

= 125 l/h
= 0,125 m3/h/TS
= 0,125 m3/h/TS x 15766 TS
= 1.970,75 m3/h
= 80 l/o/h
= 0,08 m3/o/h x 78.829
= 6.306,32 m3/h

Air buangan pada onsite individual ini langsung di buang dan di olah di tangki septik, sehingga
tidak terlayani oleh pipa BPAB.

5.3.1.2 Onsite Komunal

Jumlah penduduk

= 50% dari jumlah penduduk onsite


= 50% x 157.658 jiwa
= 78.829 jiwa

Jumlah rumah pada onsite komunal

Jumlah penduduk on site komunal


= 5 orang/rumah
78.829
= 5 orang/rumah

= 15.766 rumah

Jumlah tangki septik

Jumlah rumah
= 5 rumah/1 TS

= 3.153 tangki septik

Jumlah debit air buangan dalam 1 TS

= 25 orang x 25 l/o/h
= 0,625 m3/h

Jumlah debit air buangan ke TS

= 0,625 m3/h x 3.153 TS


= 1970.64 m3/h

Jumlah debit air buangan dari mandi, dll

= 80 l/o/h
= 0,08 m3/hari x 78.829 jiwa
= 6290,56 m3/hari

Perbandingan debit air buangan yang mengendap di tangki septik dengan asumsi debit air
buangan yang akan disalurkan ke BPAB adalah sebesar 60% : 40% dengan lumpur pada tangki
septik itu sebanyak 1 l/o/tahun akan di kuras 1x2 tahun, sehingga didapatkan;
Debit yang masuk ke BPAB kawasan

= 40% x 1970,64 m3/h


= 788,256 m3/h

Debit total yang masuk ke BPAB kawasan = 6290,56 m3/h + 788,256 m3/h
= 7078,816 m3/hari
Jadi, sebesar 7078,816 m3/hari akan disalurkan ke BPAB kawasan

5.3.2

Perhitungan Debit Air Buangan Sistem Offsite

Berikut ini adalah contoh perhitungan debit air buangan sistem offsite pada tahap III. Rekapitulasi
perhitungan tahap I dan II bisa dilihat pada Tabel 5.4.
Jumlah penduduk

= 60% x 394.144 jiwa


= 236.486 jiwa

Q offsite domestik

= 236.486 jiwa x 105 l/o/h


= 24.831 m3/h
= 287,40 x 10-3 m3/detik

Q offsite non domestk= % offsite x Q non domestik total


= 60% x 84,30 x 10-3 m3/det
= 50,58 x 10-3 m3/det
Q offsite

= Q offsite domestik + Q offsite non domestik

Q offsite

= 287,40 + 50,58 x 10-3 m3/det


= 337,98 x 10-3 m3/det

Maka jumlah debit air buangan yang masuk ke BPAB adalah seperti perhitungan di bawah ini:
Debit air buangan total ke BPAB = debit air buangan offsite
Debit air buangan total
5.3.1

= 337,98 x 10-3 m3/det

Jumlah Air Buangan Non Domestik

Fasilitas perkotaan di Kota Padang tahun 2015-2029 diasumsikan mengalami peningkatan, yang
berpengaruh pada kebutuhan air non domestik.
1. Kebutuhan Air Buangan Domestik
Tahap III (2025-2029)
a. TK
Diketahui: Qam = 0,93 x 10-3 m3/detik
fab
maka:

= 70 %
Qab = fab x Qam
= 70 % x 0,93 x 10-3 m3/detik

= 0,651 x10-3 m3/detik


Qab(terlayani)

= 80% x Qab
= 80% x 0,651 x10-3 m3/detik
= 0,5208 x10-3 m3/o/h

b. SD
Diketahui: Qam = 7,22 x 10-3 m3/detik
fab
maka:

= 70 %
Qab = fab x Qam
= 70 % x 7,22 x 10-3 m3/detik
= 5,054 x10-3 m3/detik

Qab(terlayani)

= 80% x Qab
= 80% x 5,054 x10-3 m3/detik
= 4,043 x10-3 m3/o/h

c. SMP/ MTSN
Diketahui: Qam = 6,3 x 10-3 m3/detik
fab
maka:

= 70 %
Qab = fab x Qam
= 70 % x 6,3 x 10-3 m3/detik
= 4,41 x10-3 m3/detik

Qab(terlayani)

= 80% x Qab
= 80% x 4,41 x10-3 m3/detik
= 3,528 x10-3 m3/o/h

d. SMU
Diketahui: Qam = 4,81 x 10-3 m3/detik
fab
maka:

= 70 %
Qab = fab x Qam
= 70 % x 4,81 x 10-3 m3/detik
= 3,367 x10-3 m3/detik

Qab(terlayani)

= 80% x Qab
= 80% x 3,367 m3/detik

= 2,693 x10-3 m3/o/h


e. PT/ Akademi
Diketahui: Qam = 3,82 x10-3 m3/detik
fab
maka:

= 70 %
Qab = fab x Qam
= 70 % x 3,82 x 10-3 m3/detik
= 2,674 x10-3 m3/detik

Qab(terlayani)

= 80% x Qab
= 80% x 2,674 x10-3 m3/detik
= 2,139 x10-3 m3/o/h

Berikut rekapitulasi kebutuhan air buangan non domestik pada tahun awal, tahap I, II dan III dan
tingkat pelayanan untuk tiap tahapnya dapat dilihat pada Tabel 5.4
Asumsi bahwa pada perencanaan penyaluran air buangan Kota Padang persebaran fasilitas untuk
sistem onsite tidak diperhitungkan, hanya memperhitungkan sistem offsite. Hal ini dikarenakan
pada perhitungan perencanaan penyaluran air buangan hanya di fokuskan pada sistem offsite

Tabel 5.4 Rekapitulasi Debit Air Buangan Non Domestik Kota Padang

No

Jenis Kebutuhan
2

Kebutuhan Non Domestik


Pendidikan
TK
SD
SMP/MTSN
SMU
PT/Akademi
Total
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Total
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotek
Total
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Total
Perdagangan
Pasar

Kapasitas

Standa
r Keb.
Air
(L/o/h)

Penduduk (Jiwa)
Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

Keb.Air Bersih (x 10-3


m3/dt)

Fasilitas (Unit)
Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1500 jiwa/unit

20
20
20
20
20

32
44
27
14
8

36
46
30
17
9

40
52
34
26
11

0.74
6.11
5
2.59
2.78
17.22

0.83
6.39
5.56
3.15
3.13
19.06

0.93
7.22
6.3
4.81
3.82
23.08

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

70
70
70

52
58
11

58
63
17

65
70
23

16.85
4.7
3.56
25.11

18.8
5.1
5.51
29.41

21.06
5.67
7.45
34.18

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

250
250
250
250

21
27
14
15

25
30
18
19

28
34
23
24

18.23
3.13
0.61
0.22
22.19

21.7
3.47
0.78
0.27
26.22

24.31
3.94
1
0.35
29.6

2 Ha/unit
200 m2/unit

160
160

17
39

23
42

29
48

6.29
0.29
6.58

8.52
0.31
8.83

10.74
0.36
11.1

700 m2/unit

14

18

27

0.57

0.73

1.09

V-10

No

Jenis Kebutuhan
Toko
Restoran
Total
Perkantoran
K. Besar
K. Menengah
K. Kecil
Total
Lain-lain
Hotel Berbintang 3
Hotel Melati/wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus
Total
Total Keb. Non Domestik

Kapasitas

Standa
r Keb.
Air
(L/o/h)

Penduduk (Jiwa)
Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

Keb.Air Bersih (x 10-3


m3/dt)

Fasilitas (Unit)
Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

Tahap
I

Tahap
II

Tahap
III

50 m2/unit
50 m2/unit

5
15

340
57

350
72

365
84

0.98
0.16
1.71

1.01
0.21
1.95

1.06
0.24
2.39

1000 m2/unit
600 m2 / unit
300 m2/ unit

50
50
50

20
30
45

30
36
55

45
48
68

1.16
1.04
0.78
2.98

1.74
1.25
0.95
3.94

2.6
1.67
1.18
5.45

200
200
5
5

11
20
11
8

17
26
11
9

26
35
12
9

5.09
2.31
0.32
3.7

7.87
3.01
0.32
4.17

12.04
4.05
0.35
4.17

12

14

14

0.69
12.11
87.9

0.81
16.18
105.59

1.04
21.65
127.45

200 tt/unit
50 tt/ unit
500 tt/unit
4 Ha
200 unit
bus/hari

V-11

Sambungan Tabel 5.4

No

Jenis Kebutuhan
1

Kebutuhan Non Domestik


Pendidikan
TK
SD
SMP/MTSN
SMU
PT/Akademi
Total
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Total
Kesehatan

Rasio
AB (%)

Jumlah AB (x 10-3 m3/dt)


Tahap I

Tahap II

Tahap III

Rasio AB
terlayani(%)

Jumlah Ab terlayani (x 10-3 m3/dt)


Tahap I

Tahap II

Tahap III

70
70
70
70
70

0.518
4.277
3.5
1.813
1.946
12.05

0.581
4.473
3.892
2.205
2.191
13.34

0.651
5.054
4.41
3.367
2.674
16.16

80
80
80
80
80

0.4144
3.4216
2.8
1.4504
1.5568
9.64

0.4648
3.5784
3.1136
1.764
1.7528
10.67

0.5208
4.0432
3.528
2.6936
2.1392
12.92

70
70
70

11.795
3.29
2.492
17.58

13.16
3.57
3.857
20.59

14.742
3.969
5.215
23.93

80
80
80

9.436
2.632
1.9936
23.70

10.528
2.856
3.0856
27.14

11.7936
3.1752
4.172
32.07

Rumah Sakit

70

12.761

15.19

17.017

80

10.2088

12.152

13.6136

Puskesmas
Klinik
Apotek
Total

70
70
70

2.191
0.427
0.154
15.53

2.429
0.546
0.189
18.35

2.758
0.7
0.245
20.72

80
80
80

1.7528
0.3416
0.1232
12.43

1.9432
0.4368
0.1512
14.68

2.2064
0.56
0.196
16.58

V-12

Sambungan Tabel 5.4


Jumlah Abterlayani (x 10-3
m3/dt)

Jumlah AB (x 10-3 m3/dt)


No

Jenis Kebutuhan
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Total
Perdagangan
Pasar
Toko
Restoran
Total
Perkantoran
K. Besar
K. Menengah
K. Kecil
Total
Lain-lain
Hotel Berbintang 3
Hotel Melati/wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus
Total
Total Keb. Non Domestik

Rasio AB
(%)

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Rasio AB
terlayani(%)

Tahap I

Tahap II

Tahap
III

70
70

4.403
0.203
4.61

5.964
0.217
6.18

7.518
0.252
7.77

80
80

3.5224
0.1624
3.68

4.7712
0.1736
4.94

6.0144
0.2016
6.22

70
70
70

0.399
0.686
0.112
0.80

0.511
0.707
0.147
0.85

0.763
0.742
0.168
0.91

80
80
80

0.3192
0.5488
0.0896
0.96

0.4088
0.5656
0.1176
1.09

0.6104
0.5936
0.1344
1.34

0.812
0.728
0.546
1.27

1.218
0.875
0.665
1.54

1.82
1.169
0.826
2.00

80
80
80

0.6496
0.5824
0.4368
1.67

0.9744
0.7
0.532
2.21

1.456
0.9352
0.6608
3.05

3.563
1.617
0.224
2.59
0.483
8.48
19.7

5.509
2.107
0.224
2.919
0.567
11.33
26.1

8.428
2.835
0.245
2.919
0.728
15.16
34.0

80
80
80
80
80

2.8504
1.2936
0.1792
2.072
0.3864
6.78
58.87

4.4072
1.6856
0.1792
2.3352
0.4536
9.06
69.80

6.7424
2.268
0.196
2.3352
0.5824
12.12
84.30

70
70
70
70
70
70
70
70
70
70

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

V-13

Tabel 5.5 Rekapitulasi Debit Air Buangan Sistem Onsite dan Offsite Kota Padang
Tahap I, II, dan III
No

Kriteria/Tahap

Tahap I (2019)

Tahap II
(2024)

Tahap III
(2029)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Air Buangan Domestik (x 10-3 m3/det)


Jumlah penduduk total
592.910
Tingkat pelayanan AM (%)
70
Jumlah penduduk AM
415.040
Kebutuhan Air Minum (l/o/h)
150
Tingkat pelayanan AB(%)
70
Jumlah penduduk AB
290.528
Jumlah air buangan (l/o/h) (%AM)
70
Jumlah air buangan (l/o/h)
105
Q 1 Tangki Septik (l/o/h)
25
Q dr mandi, cuci (grey water) (l/o/h)
80
% penduduk onsite dari AB
60%
Jumlah penduduk onsite
174.317
% Onsite individual dari total onsite
70%
Jumlah penduduk onsite individual
122.022
Q air buangan ke septik tank
3048,98
Q air buangan grey water ke riol (m3/h)
9756,72
% Onsite komunal dari total onsite
30%
Jumlah penduduk onsite komunal
52.295

604.270
75
453.200
150
75
339.9
70
105
25
80
50%
169.95
60%
101.970
2545,83
8146,64
40%
67.980

615.850
80
492.680
150
80
394.144
70
105
25
80
40%
157.658
50%
78.829
1970,75
6290,56
50%
78.829

19

Q air buangan ke 1 TS (m3/h)

3050,55

2549,25

1970,75

20
21
22

9761,76
40%
116.211

8157,6
50%
169.950

6306,32
60%
236.486

105
141,23

105
206,54

105
287,4

9,64
23,7
12,43
3,68
0,96
1,67
6,78
58,87
40%
23,55

10,67
27,14
14,68
4,94
1,09
2,21
9,06
69,80
50%
34,90

12,92
32,07
16,58
6,22
1,34
3,05
12,12
84,30
60%
50,58

164,78

241,44

337,98

23
24

Q air buangan grey water (m /h)


% Penduduk offsite dari AB
Jumlah penduduk offsite
Q offsite domestik sistem tercampur
(l/o/h)
Q total offsite domestik

Air Buangan Non Domestik (x 10-3 m3/det)


25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Pendidikan
Peribadatan
Kesehatan
Industri
Perdagangan
Perkantoran
Sarana lainnya
Total air buangan non domestik
% Q offsite
Q total offsite non domesitk (% x Q total)

35

Q total ke BPAB kota (D +ND) (m3/h)

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

5.3.2.1 Perhitungan Dimensi Tangki Septik dan Bidang Resapan


Berikut perhitungan dimensi tangki septik dan bidang resapan yang direncanakan pada Kota
Padang
V-14

a. Tangki Septik
Pada desain ini, tangki septik dirancang untuk dapat menampung seluruh air kotor yang
berasal dari kloset. Kapasitas tangki septik dihitung berdasarkan laju aliran air buangan yang
masuk yang setara dengan 80% dari laju aliran air bersih setiap harinya.
1. Laju aliran air buangan sehari (Qab) = 100 l/hari
2.

Kapasitas ruang air


Karena waktu tinggal air buangan dalam tangki septikadalah 1 hari, maka kapasitas ruang
air (V) harus mampu menampung air buangan sebesar 100 l atau 0,1m3.

3.

Kapasitas ruang lumpur


Untuk menghitung volume lumpur yang disedot tiap kali pengurasan (Vs) digunakan
persamaan sebagai berikut:
Vs = Kl x Pg x pr
Dimana: Vs
Kl
Pt
Pg
Pg

=Pengurasan
=Kapasitas lumpur = 0,04 m3/org/tahun
=Periode pengurasan = 2 tahun
=Pengguna kloset
= 5 orang

Maka volume lumpur yang ditampung adalah:


Vs = Kl x Pg x pr
= 0,04 m3/orang/tahun x 2 tahun x 5 orang
= 0,4 m3
4.

Kapasitas tangki septik

= kapasitas ruang air + kapasitas ruang lumpur

= (0,1 + 0,4) m3
= 0,5 m3
5.

Perhitungan dimensi tangki septik:


Tinggi tangki (t) merupakan tinggi air dalam tangki + tinggi ruang penyimpan lumpur.
Jika tinggi direncanakan 2 m, maka luas permukaan tangki (A) adalah:
A=V/t
= 0,5m3 / 2 m
= 0,25 m2
Asumsi: p : l = 3 : 1
Maka: A = p x l dimana p = 3 l
A=3l xl
= 3 l2

V-15

0,25 m 2
3

A
3

l =

= 0,3m

p =3l
= 3 x 0,3 m = 0,9 m
Maka : - Panjang : 0,9 m
- Lebar

: 0,3 m

- Tinggi : 2 m
Tinggi ruang lumpur (hl) adalah:

volume lumpur (m 3 )
hl
luas alas septic (m 2 )
0,4 m 3
0,9 m x 0,3 m
=

= 1,481 m

Tinggi ruang air (ha) adalah:

ha

volume air (m 3 )
luas alas tangki septik (m 2 )
0,1 m 3
0,9 m x 0,3 m

= 0,37 m

Dimensi desain:

- Panjang

: 0,9 m

- Lebar

: 0,3 m

- Tinggi ruang lumpur

: 1,481 m

Tinggi ruang air

: 0,37 m (+ 0,3 m untuk freeboard)

Cek volume:
V=pxlxt
= 0,9 m x 0,3 m x 2,25 m
= 0,58 m3 . >0,5 m3 Ok !!
Pipa inlet dan outlet yang digunakan adalah baja karbon diameter 100 mm.

V-16

Gambar 5.1 Tangki Septik

b. Bidang Resapan
Bidang resapandiperuntukkan untuk seluruh air buangan yang dihasilkan pada masing-masing
shaft. Kapasitas bidang resapan dihitung berdasarkan laju aliran air buangan yang masuk yang
setara dengan 80 % dari laju aliran air bersih setiap harinya.
Laju aliran air buangan sehari (Qab) = 100 l/hari
Dari laju aliran ini dapat dihitung panjang saluran bidang resapan. Dimensi bidang resapan
dengan kapasitas 100 l. Selengkapnya dapat dilihat pada perhitungan berikut:
Kriteria yang digunakan (Badan Standardisasi Nasional, 2002):
Kedalaman saluran (D)

= 0,8 m

Kecepatan infiltrasi (I)

= 900 l/m2/hari

Maka panjang saluran bidang resapan dihitung menggunakan persamaan (2-19):


L=

Q
2DI

100 l/hr

2
2 0,8 900 l/m /hr

= 40,8 m
Berdasarkan kriteria desain panjang pipa maksimal adalah 15 m, Sedangkan panjang yang
diperoleh melebihi angka kriteria desain tersebut, Maka, panjang bidang resapan diperkecil

V-17

menjadi 15 m, dengan dibuat 3 buah pipa resapan. Pipa resapan yang digunakan adalah pipa
baja karbon dengan diameter 100 mm.

Gambar 5.2 Bidang Resapan

5.3.2.2 Perhitungan Panjang Saluran


Perhitungan panjang saluran yang akan dilalui olehair buangan menuju BPAB akan dihitung
berdasarkan manhole. Berikut ini Tabel 5.6 merupakan contoh perhitungan berdasarkan
jumlah manhole untuk jalur yang terpilih.
Tabel 5.6 Perhitungan Panjang Pipa Jalur Tahap III
Jalur

Jenis pipa

9-10
10-11
11-12
12-13
13-14
14-15
6-7
7-8
16-17
17-18
18-19
19-20
20-21
21-22
22-23
23-24
24-25
25-26
27-28
28-29
32-33
33-34
35-36
36-37
37-38
38-39
39-40
40-41

Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral

Panjang pipa
(meter)
100
100
100
100
100
100
100
100
65
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
38
44
100
100
100
59

(kilometer)
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,065
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,038
0,044
0,1
0,1
0,1
0,059

V-18

Jalur

Jenis pipa

41-42
42-43
45-46
46-47
47-48
15-8
8-26
26-30
30-31
31-34
34-43
43-44
44-48
48-49
49-50
50-51
51-52
52-53
1-2
2-3
3-4
4-5
5-54
54-55
55-56
56-57
57-58
58-59
59-60
60-61
61-62
62-63
63-64
64-53
53-BPAB

Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Lateral
Cabang
Lateral
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Cabang
Induk

Panjang pipa
(meter)
100
100
94
100
100
100
100
94
100
100
100
67
59
68
35
100
100
100
100
100
100
100
43
100
56
96
82
100
100
100
78
100
100
100
94

(kilometer)
0,1
0,1
0,094
0,1
0,1
0,1
0,1
0,094
0,1
0,1
0,1
0,067
0,059
0,068
0,035
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,043
0,1
0,056
0,096
0,082
0,1
0,1
0,1
0,078
0,1
0,1
0,1
0,094

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

5.3.3 Penentuan Luas dan Ekivalen Penduduk (EP)


Distribusi/persebaran penduduk ditentukan persub blok dan jumlah pengguna Sambungan
Rumah (SR) di daerah pelayanan ditentukan oleh jumlah pengguna persub blok serta persen
pengguna pada akhir periode desain yaitu pada tahun 2019, 2024 dan 2029.
Pembagian blok pada teknik penyaluran air buangan ini didasarkan pada pembagian sistem
offsite dan onsitenya. Daerah yang dibagi per blok hanya daerah yang dilayani sistem
perpiaan yaitu onsite komunal dan offsite. Penentuan jumlah penduduk masing-masing blok
untuk domestik, diperlukan untuk mengetahui distribusi/persebaran penduduk, berikut cara
penentuannya.
Blok offsite diberikan nama blok A. Kemudian blok A dibagi menjadi A1, A2 dan A3
1. Penduduk offsite
2. Persentase daerah kepadatan A1

= 236.486 jiwa
= 40 %
V-19

3. Persentase daerah kepadatan A2


4. Persentase daerah kepadatan A3
5. Jumlah penduduk blok A1
= 40% x 236.486 jiwa
6. Jumlah penduduk blok A2
= 35% x 236.486 jiwa
7. Jumlah penduduk blok A3
= 25% x 236.486 jiwa

= 35 %
= 25 %
= 94.595 jiwa
= 282.770 jiwa
= 59.122 jiwa

Untuk Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.7 berikut


Tabel 5.7 Distribusi Penduduk Domestik di Daerah Pelayanan Offsite
Kepadatan
Blok Offsite

Persebaran Penduduk dari Luas (%)

Penduduk (%)

Jumlah Penduduk
Yang Terlayani
(Jiwa)

Tahap I
A1

40

40

46.484

A2

35

35

40.674

A3

25

25

59.122

100

100

146.280

A1

40

40

67.980

A2

35

35

59.483

A3

25

25

59.122

100

100

186.584

A1

40

40

94.595

A2

35

35

82.770

25
100

59.122
236.486

Total
Tahap II

Total
Tahap III

A3
25
Total
100
Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

5.3.2 Penentuan Luas dan Ekivalensi Penduduk (EP) Daerah Pelayanan Non Domestik
Dalam perencanaan air buangan perlu diperhatikan distribusi atau persebaran fasilitas di Kota
Padang, sehingga kapasitas dan jumlah air buangan non domestik dapat diperoleh. Untuk
Lebih jelasnya persebaran fasilitas dapat dilihat pada Tabel 5.8, Tabel 5.9 dan Tabel 5.10
dan Ekivalensi Penduduk dapat dilihat pada Tabel 5.11 sampai Tabel 5.19 berikut

V-20

V-21

V-22

V-23

Tabel 5.8 Persebaran Fasilitas di Kota Padang Tahun 2015-2019 (Tahap I)


No
1

Jenis Fasilitas

12
15
10
5
3

9
14
8
4
2

52
58
11

17
19
4

18
21
5

17
18
2

21
27
14
15

7
9
5
5

8
10
5
6

6
8
4
4

17
39

6
13

7
14

4
12

14
340
57

5
113
19

5
115
20

4
112
18

20
30
45

7
10
15

8
12
16

5
8
14

11
20
11
8
12

4
7
4
3
4

4
8
4
3
5

3
5
3
2
3

Perkantoran
Kantor besar
Kantor menengah
Kantor Kecil

11
15
9
5
3

Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant

32
44
27
14
8

Industri
Industri besar
Industri kecil

A3

Kesehatan
RS
Puskesmas
Klinik
Apotek

A2

Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja

A1

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT

Jumlah Unit

Lain-lain
Hotel
Hotel Melati/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

V-24

Tabel 5.9 Persebaran Fasilitas di Kota Padang Tahun 2020-2024 (Tahap II)
No
1

Jenis Fasilitas

Jumlah Unit

A1

A2

A3

36
46
30
17
9

13
16
12
7
4

12
15
10
6
3

11
15
8
4
2

58
63
17

21
22
6

19
21
6

18
20
5

25
30
18
19

9
11
7
8

8
10
5
6

8
9
6
5

23
42

8
11

5
7

3
9

Pasar
Toko
Restaurant

18
350
72

7
118
25

5
116
24

6
116
23

Kantor besar
Kantor menengah
Kantor Kecil

30
36
55

11
13
19

10
12
20

9
11
16

Hotel
Hotel Melati/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

17
26
11
9
14

7
9
4
3
6

6
9
4
3
5

4
8
3
3
3

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT

Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja

Kesehatan
RS
Puskesmas
Klinik
Apotek

Industri
Industri besar
Industri kecil

Perdagangan

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

V-25

Tabel 5.10 Persebaran Fasilitas di Kota Padang Tahun 2025-2029 (Tahap III)
No
1

Jenis Fasilitas

Jumlah Unit

A1

A2

A3

40
52
34
26
11

14
18
12
10
4

13
17
11
8
4

13
17
11
8
3

65
70
23

22
24
8

21
23
8

22
23
7

28
34
23
24

10
13
8
9

9
11
8
8

9
10
7
7

29
48

10
17

10
16

9
15

27
365
84

10
122
29

9
122
28

8
121
27

Kantor besar
Kantor menengah
Kantor Kecil

45
48
68

16
18
23

15
17
23

14
13
22

Hotel
Hotel Melati/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

26
35
12
9
14

9
12
5
4
5

9
12
4
3
4

8
11
3
2
4

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT

Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja

Kesehatan
RS
Puskesmas
Klinik
Apotek

Industri
Industri besar
Industri kecil

Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant

Perkantoran

Sumber: Data Perhitungan Tugas Besar Teknik Penyaluran Air Buangan, 2015

Sedangkan untuk mengetahui jumlah penduduk non domestik yang akan dilayani sistem PAB
perlu diperhitungkan ekivalensi penduduknya. Penentuan ekivalensi penduduk untuk non
domestik didapat dengan rumus:

Fasilitas

Non Domestik Kapasitas Non Domestik QAB Non Domestik


QAB Domestik (SR)

EP =

V-26

Tabel 5.11 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A1 Tahun 2015-2019
(Tahap I)
No.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumla
h
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A1 Tahap I
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion
Olahraga
Terminal Bus

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

11
15
9
5

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

147
1.200
960
533

1500

20

70

14

105

600

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

17
19
4

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3.173
887
747

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

7
9
5
5

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

3.500
600
125
42

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

6
13

160
160

70
70

112
112

105
105

1.280
55

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

5
113
19

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

117
188
95

1.000 m2/unit

100

50

70

35

105

233

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

10
15

50
50

70
70

35
35

105
105

200
150

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit

200
50
500

4
7
4

200
200
5

70
70
70

140
140
3,5

105
105
105

1.067
467
67

8000

70

3,5

105

800

2000

2,5

70

1,75

105

133
17.36
5

4 Ha
200 unit
bus/h

Tota
l

Tabel 5.12 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A1 Tahun 2020-2024
(Tahap II)
No.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa

Jumla
h
Fasilita

Standa
r Keb
Air

%
Q
AB

QAB
Non
domesti

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

V-27

(org)

AM
(l/o/h)

k
(m3/h)

Blok A1 Tahap II
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion
Olahraga
Terminal Bus

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

13
16
12
7

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

173
1.280
1.280
747

1500

20

70

14

105

800

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

21
22
6

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3.920
1.027
1.120

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit

300
40
15

9
11
7

250
250
250

70
70
70

175
175
175

105
105
105

4.500
733
175

250

70

175

105

67

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

8
11

160
160

70
70

112
112

105
105

1.707
47

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

7
118
25

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

163
197
125

1.000 m2/unit

100

11

50

70

35

105

367

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

13
19

50
50

70
70

35
35

105
105

260
190

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit

200
50
500

7
9
4

200
200
5

70
70
70

140
140
3,5

105
105
105

1.867
600
67

8000

70

3,5

105

800

2000

2,5

70

1,75

105

200
22.21
0

5 tt/unit

4 Ha
200 unit
bus/h

Tota
l

Tabel 5.13 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A1 Tahun 2040-2029
(Tahap III)
No.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumla
h
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A1 Tahap III


1.

Pendidikan

V-28

TK
SD
SMP
SMU

2.

3.

4.

5.

6.

7.

PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion
Olahraga
Terminal Bus

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

14
18
12
10

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

187
1440
1280
1067

1500

20

70

14

105

800

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

22
24
8

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

4107
1120
1493

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

10
13
8
9

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

5000
867
200
75

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

10
17

160
160

70
70

112
112

105
105

2133
73

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

10
122
29

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

233
203
145

1.000 m2/unit

100

16

50

70

35

105

533

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

18
23

50
50

70
70

35
35

105
105

360
230

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit

200
50
500

9
12
5

200
200
5

70
70
70

140
140
3,5

105
105
105

2400
800
83

8000

70

3,5

105

1067

2000

2,5

70

1,75

105

167
27.35
5

4 Ha
200 unit
bus/h

Tota
l

Tabel 5.14 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A2 Tahun 2015-2019
(Tahap I)
No.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumla
h
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

V-29

(l/o/h)

(m3/h)

Blok A2 Tahap I
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion
Olahraga
Terminal Bus

Tota
l

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

12
15
10
5

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

160
1200
1067
533

1500

20

70

14

105

600

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

18
21
5

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3360
980
933

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit

300
40
15

8
10
5

250
250
250

70
70
70

175
175
175

4000
667
125

250

70

175

105
105
105
105

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

7
14

160
160

70
70

112
112

105
105

1493
60

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

5
115
20

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

117
192
100

1.000 m2/unit

100

50

70

35

105

267

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

12
16

50
50

70
70

35
35

105
105

240
160

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit

200
50
500

4
8
4

200
200
5

70
70
70

140
140
3,5

105
105
105

1067
533
67

8000

70

3,5

105

800

2000

2,5

70

1,75

105

167
18.66
0

5 tt/unit

4 Ha
200 unit
bus/h

50

V-30

Tabel 5.15 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A2 Tahun 2020-2024
(Tahap II)
No
.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumlah
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A2 Tahap II
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

Total

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

12
15
10
6

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

160
1.200
1.067
640

1500

20

70

14

105

600

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

19
21
6

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3.547
980
1.120

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

8
10
5
6

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

4.000
667
125
50

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

5
7

160
160

70
70

112
112

105
105

1.067
30

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

5
116
24

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

117
193
120

1.000 m2/unit

100

10

50

70

35

105

333

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

12
20

50
50

70
70

35
35

105
105

240
200

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit
4 Ha
200 unit
bus/h

200
50
500
8000

6
9
4
3

200
200
5
5

70
70
70
70

140
140
3,5
3,5

105
105
105
105

1.600
600
67
800

2000

2,5

70

1,75

105

167
19.68
8

V-31

Tabel 5.16 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A2 Tahun 2025-2029
(Tahap III)
No
.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h Jiwa
(org)

Jumlah
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A2 Tahap III


1.

Pendidikan
TK

100 jiwa/unit

100

13

20

70

14

105

SD

600 jiwa/unit

600

17

20

70

14

105

SMP
SMU

800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

800
800

11
8

20
20

70
70

14
14

105
105

173
1.36
0
1.17
3
853

1500

20

70

14

105

800

Mesjid

400 jiwa/unit

400

21

70

70

49

105

Mushalla

100 jiwa/unit

100

23

70

70

49

105

400 jiwa/unit

400

70

70

49

105

3.

Gereja
Kesehatan

3.92
0
1.07
3
1.49
3

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

9
11
8
8

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

4.50
0
733
200
67

4.

Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

10
16

160
160

70
70

112
112

105
105

2.13
3
68

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

9
122
28

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

210
203
140

1.000 m2/unit

100

15

50

70

35

105

500

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

17
23

50
50

70
70

35
35

105
105

340
230

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit
4 Ha
200 unit

200
50
500
8000
2000

9
12
4
3
4

200
200
5
5
2,5

70
70
70
70
70

140
140
3,5
3,5
1,75

105
105
105
105
105

2.40
0
800
67
800
133

2.

5.

6.

7.

PT/Akademi
Peribadatan

V-32

bus/h
7.35
0

Total

Tabel 5.17 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A3 Tahun 2015-2019
(Tahap I)
No
.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumlah
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A3 Tahap I
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

9
14
8
4

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

120
1.120
853
427

1500

20

70

14

105

400

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

17
18
2

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3.173
840
373

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

6
8
4
4

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

3.000
533
100
33

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

4
12

160
160

70
70

112
112

105
105

853
51

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

4
112
18

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

93
187
90

1.000 m2/unit

100

50

70

35

105

167

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

8
14

50
50

70
70

35
35

105
105

160
140

200 tt/unit

200

200

70

140

105

800

V-33

Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

50 tt/unit
500 td/unit
4 Ha
200 unit
bus/h

50
500
8000

5
3
2

200
5
5

70
70
70

140
3,5
3,5

105
105
105

333
50
533

2000

2,5

70

1,75

105

100
12.71
5

Total

Tabel 5.18 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A3 Tahun 2020-2024
(Tahap II)
No
.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h
Jiwa
(org)

Jumlah
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A3 Tahap I
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pendidikan
TK
SD
SMP
SMU
PT/Akademi
Peribadatan
Mesjid
Mushalla
Gereja
Kesehatan
Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga
Terminal Bus

100 jiwa/unit
600 jiwa/unit
800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

100
600
800
800

9
14
8
4

20
20
20
20

70
70
70
70

14
14
14
14

105
105
105
105

120
1.120
853
427

1500

20

70

14

105

400

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit
400 jiwa/unit

400
100
400

17
18
2

70
70
70

70
70
70

49
49
49

105
105
105

3.173
840
373

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

6
8
4
4

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

3.000
533
100
33

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

4
12

160
160

70
70

112
112

105
105

853
51

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

4
112
18

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

93
187
90

1.000 m2/unit

100

50

70

35

105

167

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

8
14

50
50

70
70

35
35

105
105

160
140

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit
4 Ha
200 unit
bus/h

200
50
500
8000

3
5
3
2

200
200
5
5

70
70
70
70

140
140
3,5
3,5

105
105
105
105

800
333
50
533

2000

2,5

70

1,75

105

100

V-34

Total

12.71
5

V-35

Tabel 5.19 Ekivalensi Penduduk Non Domestik Daerah Pelayanan A3 Tahun 2025-2029
(Tahap III)
No
.

Jenis Fasilitas

Kapasitas

jumla
h Jiwa
(org)

Jumlah
Fasilita
s

Standa
r Keb
Air
AM
(l/o/h)

%
Q
AB

QAB
Non
domesti
k
(m3/h)

QAB
Domesti
k (m3/h)

EP

Blok A3 Tahap III


1.

Pendidikan
TK

100 jiwa/unit

100

12

20

70

14

105

SD

600 jiwa/unit

600

15

20

70

14

105

SMP
SMU

800 jiwa/unit
800 jiwa/unit
1.500
jiwa/unit

800
800

10
6

20
20

70
70

14
14

105
105

160
1.20
0
1.06
7
640

1500

20

70

14

105

600

Mesjid
Mushalla

400 jiwa/unit
100 jiwa/unit

400
100

19
21

70
70

70
70

49
49

105
105

400 jiwa/unit

400

70

70

49

105

3.

Gereja
Kesehatan

3.54
7
980
1.12
0

300 tt/unit
40 tt/unit
15 tt/unit
5 tt/unit

300
40
15
5

8
10
5
6

250
250
250
250

70
70
70
70

175
175
175
175

105
105
105
105

4.00
0
667
125
50

4.

Rumah Sakit
Puskesmas
Klinik
Apotik
Industri
Industri Besar
Industri Kecil
Perdagangan
Pasar
Toko
Restaurant
Perkantoran
Kantor Besar
Kantor
Menengah
Kantor Kecil
Lain-Lain
Hotel Berbintang
3
Hotel/Wisma
Bioskop
Stadion Olahraga

2 Ha/unit
200 m2/unit

200
4

5
7

160
160

70
70

112
112

105
105

1.06
7
30

700 m2/unit
50 m2/unit
50 m2/unit

700
50
50

5
116
24

5
5
15

70
70
70

3,5
3,5
10,5

105
105
105

117
193
120

1.000 m2/unit

100

10

50

70

35

105

333

600 m2/unit
300 m2/unit

60
30

12
20

50
50

70
70

35
35

105
105

240
200

200 tt/unit
50 tt/unit
500 td/unit
4 Ha
200 unit
bus/h

200
50
500
8000

6
9
4
3

200
200
5
5

70
70
70
70

140
140
3,5
3,5

105
105
105
105

1.60
0
600
67
800

2000

2,5

70

1,75

105

2.

5.

6.

7.

PT/Akademi
Peribadatan

Terminal Bus
Total

167
5.94
9

V-36

Tabel 5.20 Rekapitulasi /Jumlah Penduduk Kota Padang Tahap I,II dan III
Tahap
I

Blok

Penduduk Domestik (jiwa)


46.484

17365

63.849

Blok A2

40.674

18660

59.334

Blok A3

59.122

12715

71.837

146.280

48740

195.020

Blok A1

67.980

22210

90.190

Blok A2

59.483

19688

79.171

Blok A3

59.122

16723

75.845

186.585

58621

245.206

Blok A1

94.595

27355

121.950

Blok A2
Blok A3
Total

82.770
59.122
236.487

2750
5949
36054

85.520
65.071
272.541

Total
III

Jumlah

Blok A1

Total
II

EP Non Domestik
(jiwa)

5.4 Perhitungan Diameter Saluran Air Buangan


5.4.1 Penentuan Dimensi Pipa
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan panjang pipa jalur terpilih adalah:
1. Menentukan panjang pipa masingmasing segmen;
2. Menentukan daerah pelayanan masingmasing pipa;
3.

Menentukan jumlah penduduk terlayani;

4.

Menentukan debit air buangan;

5.

Menentukan dimensi pipa.

5.4.2 Cek penggelontoran dan Waktu Tempuh


Langkah-langkah yang dilakukan untuk cek penggelontoran adalah sebagai berikut:
1.

Menghitung slope pipa;

2.

Mengecek perlu atau tidaknya penggelontoran;

3.

Menghitung waktu tempuh ( < 18 jam).

Untuk lebih jelasnya mengenai penentuan dimensi pipa, cek penggelontoran dan waktu
tempuh aliran air buangan Kota Padang dapat dilihat pada Tabel 5.21 dan mengenai jalur air
buangan dapat dilihat pada Gambar 5.4.
Contoh Perhitungan Penentuan Dimensi (manhole 9-10).
V-37

1. Blok Pelayanan
Dilihat dari luas blok yang dilayani oleh manhole tersebut yang kemudian
dipersentasekan dengan luas masing-masing blok. (5% A1)
2. Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk Terlayani = 121.950 jiwa
3. Debit Air Buangan
Pada manhole tersebut melayani air buangan yang berasal dari domestik sehingga untuk
debitnya dapat dihitung dengan:
Total Qr AB = 7,41 l/dtk
4. Qmd
Qmd

= Fmd x Qr
= 1,2 x 7,41 m3/dtk = 8,89 l/dtk

5. Qp
Qp

= Fp x Qr
= 2 x 7,41 m3/dtk = 14,82 l/dtk

6. Qmin
Qmin

= 0,8 x Qr
= 0,8 x 47,41 m3/dtk = 5,93 l/dtk

7. Diameter Pipa
Diameter pipa ditentukan berdasarkan Qp yang kemudian dilihat kedalam tabel
sehingga di dapatkan diameternya 200
8. Elevasi Tanah
Atas

= 126,02 m

Bawah = 124,77 m
9. Kemiringan Permukaan
= (Elevasi atas menhole elevasi bawah manhole)/ panjang pipa
= (126,02 -124,77) x 100 = 0,01
10. Kemiringan Saluran
Kemiringan Saluran yang digunakan adalah 0,01
11. Vfull
0,39
x D(2/3) x S(1/2)
= n

V-38

0,39
200 (8/3)
x 0,01(1/2)
= 0,013 x 1000
= 1,17 m/dtk
12. Qfull
0,312
(8/3)
(1/2)
xD
xS
= n
0,39
200
= 0,013 x 1000

(8/3)

x 0,01(1/2)

= 0,022 m3/dtk
13. Q/Qfull
Qp/Qfull = 0,67
14. V/Vfull
Nilai ini di dapatkan dengan memplotkan nilai Q/Qfull pada grafik sehingga di
dapatkan V/Vfull nya 1,17
15. Kecepatan AB
(V/Vfull)/ Vfull = 1,06 m/dtk ......... OK!
16. Tinggi Jatuhnya AB
Kemiringan saluran x panjang pipa = 1,5 m
17. Kedalaman Bawah Manhole = 1,5 m...............OK!
18. Cek Penggelontoran = kecepatan AB > 0,6 = 1,06 m/dtk Tidak Perlu!
5.6 Profil Hidrolis Saluran Air Buangan
Profil hidrolis saluran air buangan kota Padang didapatkan berdasarkan jalur yang terpilih.
Profil hidrolis ini terdiri dari pipa lateral, cabang dan induk serta manhole. Untuk lebih
jelasnya mengenai perletakan manhole dan profil hidrolis dapat dilihat pada Gambar 5.5 dan
Gambar 5.6.

V-39

V-40

5.5 Bangunan Pelengkap


5.5.1 Manhole

5.6 Profil Hidrolis Saluran Air Buangan

V-41