Anda di halaman 1dari 37

ANTI HISTAMIN

Endang Ediningsih
Lab. Farmakologi FK UNS
2013

HISTAMIN
Merupakan suatu amin nabati & merupakan
produk normal dr pertukaran zat histidin
as.amino ini masuk dlm tbh dlm btk mknan/
daging secara enzimatis(dekarboksilasi)
histamin(eksogen)(dr.Paul Ehrlich,1887)
Dlm tbh histamin terdpt pd hampir semua
organ dlm keadaan terikat & inaktif;terutama
dlm sel2 ttt spt Mast sel yg ditempatkan pd
bgn tbh yg berhub.dgn dunia luar(kulit,mukosa dr mata,hidung,bronkus,paru,usus) &
juga dlm leukosit basofil drh

HISTAMIN
Dlm bebas aktif juga terdpt dlm drh & otak
histamin bekerja sbg neurotransmitter
Diluar tbh man terdpt pd bakteri, tmbhan bayam,tomat & mknan(keju tua).
Rilis histamin dr mast sel bisa krn bbrp faktor:
reaksi alergi(reaksi antigen-antibodi);kecelakaan dgn cedera serius;UV dr matahari;bbrp zat
kimia yg berdaya membebaskan histamin(histamin liberator);racun ular & tawon;enzim proteolitik & obat2an ttt(morfin &kodein;tubokurarin;klordiazepoksida)

HISTAMIN

Faal: memegang peranan utama pd proses


peradangan & pd sistem daya tangkiskernya berlangsung melalui 3jenis reseptor.

Reseptor H1 yg secara selektif dpt diduduki


oleh antihistaminika(AH1/H1blockers);reseptor
H2 oleh penghambat
as.lambung(AH2/H2blockers);
reseptor H3 memegang peranan pd regulasi
tonus saraf simpatikus.

HISTAMIN
Dlm keadaan N kdr histamin rendah(k.l.50
mcg/L)Kdr ber>an baru menimbulkan efek
kmd histamin diuraikan oleh histaminase.
Aktivitas terpenting histamin a.l:
Kontraksi otot polos bronki,usus & rahim
Vasodilatasi semua pembuluh tek drh turun
Permiabilitas kapiler jadi >besar thd cairan &
proteinoedema & pengembangan mukosa
Hipersekresi sekret
hidung,mata,ludah,dahak
& asam lambung
Stimulasi ujung saraferitema & gatal2

HISTAMIN
INDIKASI manfaat utk tujuan terapeutik masih
kontroversialklinis digunakan pd bbrp prosedural diagnostik a.l:
1)Penetapan kemampuan sekresi as.lambung
2)Test integritas serabut saraf sensoris
3)Perinhalasi histamin digunakan juga pd penilaian reaktivitas bronkus
4)Diagnosa Feokromasitoma
KONTRAINDIKASI
-Asma Bronkhiale
-Hipotensi

HISTAMIN
EFEK SAMPING
-Hipotensi orthostatik
-Keracunan Histamin

SEDIAAN:Histamin fosfat dlm btk obat


suntik
yg mengandung 0,275 atau 0,56 mg/ml
(sesuai dgn 0,1mg , 0,2mg & 2,75mg/ml
histamin
basa)

AGONIS HISTAMIN
- 4-methyl histamine
agonis H2
- 2-methyl histamine
agonis H1
- Betazole(histalog)
agonis H2
- R--methyl

histamin
agonis H3
- Impromidine
agonis H2 & antagonis H3
- Imetit & Imepip
agonis H3
-

Betaserc
agonis H1 & antagonis H3
telah digunakan di klinik utk mencegah
serangan vertigo & mencegah serangan
vertigo
kembali

ANTAGONIS HISTAMIN
1)ANTAGONIS FISIOLOGIS
Epinefrin khususnya digunakan krn
-mempunyai efek pd otot polos yg berlawanan
dgn histamin
-bekerja pd reseptor yg berbedasecara klinis penting dpt menyelamatkan jiwa pd anafilaksis sistemik & kondisi lainnya dikarenakan
terjadinya rilis histamin dlm jml besar --& mediator2 lain

2)RILIS PENGHAMBAT
-Dapat mengurangi degranulasi sel mast yg
dihslkan dr pemicuan imunologis oleh interaksi antigen-IgE(Cromolyn & Nedocromyl)
-Menghambat pelepasan histamin &
autakoid
lainnya termasul leukotrien dr paru2
manusia
pd proses alergi yg diperantarai IgE

3)ANTAGONIS RESEPTOR HISTAMIN


Antihistamin golongan ini bekerja secara
kompetitif yaitu dengan menghambat interaksi
histamin
dgn reseptornya (reseptor H1 &
H2)antagonis
H3 selektif belum tersedia utk penggunaan
klinis

REAKSI ALERGI
Alergi(lat.berlaku kelainan) adalah kepeka an
berbeda juga disebut sbg hipersensitivitas
kepekaan terhdp suatu antigen eksogen atas
proses imunologi
Pd dsrnya reaksi imun tsb berfs melindungi
organisme thd zat2 asing yg menyerang tbh.
Bila suatu protein asing(antigen) masuk berulangkali ke dlm aliran drh seseorang yg berbakat hipersensitif mk limfosit B akan membtk antibodies dr tipe IgE=Reagin (disamping IgG & IgM)IgE akan mengikatkan diri
pd mast sel tanpa menimbulkan gejala.

REAKSI ALERGI
Apabila kmd alergen/antigen yg sama atau yg
mirip rumusbangunnya masuk kealiran drh
IgE akan mengenalinya & mengikatkan diri
pdnyaterjadi reaksi alergi akibat pecahnya/
degranulasi mbrn mast selsejlm zat2 perantara/mediator terlepas yi.histamin juga
lainnya
spt serotonin,bradikinin,& as.arakhidonat yg
kmd dirubah jadi prostaglandin & leukotrien
mediator2 ini menarik makrofag & neutrofil
ketempat infeksi memusnahkan penyerang

REAKSI ALERGI

Disamping memusnahkan
penyerbumengaki-batkan timbulnya reaksi
jar.spt bronkokonstrik- si,vasodilatasi &
pembengkakan jar. Sbg reaksi terhadap
masuknya antigenmediator2 tsb secara
langsung atau melalui ssn saraf otonom
menimbulkan klinis sbg asma,rhinitis
allergica ,eksim/dermatitis

Anafilaksis(Yun.ana=tanpa,phylaxis=perlind
ungan).dlm keadaan gawat spt shock
anaphyla- xis,masuknya antigen pertama
tanpa perlin-dungan thd pemasukan antigen
selanjutnya histamin meningkat drastis spt
pd kecelakaan dgn banyak kehilangan drh,
luka bakar hebat

REAKSI ALERGI
Pd kelompok orang tertentu yg telah
disensibilisasi thd 1/> jenis alergen dpt
timbul suatu reaksi anafilaksis hebat
mis.alergen dlm mkn-an(kacang2an,buah
kiwi,buah arbei dll) ,obat2-an spt klmpk
penisilin.
Reaksi antigen-antibodi(IgE) termasuk reaksi
hipersensitivitas pd org yg berbakat genetis
,ggn2 alergi Tipe I/reaksi segera immediate
dinamakan juga alergi atopis atau reaksi
anafilaksisterutama berlangsung disal.nafas
(pollinosis,rinitis,asma) ;kulit (D.atopis) ;sal.
cerna(alergi mknan);di Pembuluh(anafilaksis)reaksi cepat 5-10,stl terpapar alergen
gejala bertahan l.k. 1jam

Sejarah antihistamin dimulai 1937 disintesa 2isoprofil-5-metilfenoksi-etildieltilamin. (Masih sangat


toksik).
1950 mulai dipakai dalam klinik yang bekerja
terhadap reseptor histamin (H1).
Obat-obat yang berperan pada mekanisme alergi
dan anafilaksi (Douglas, 1958).
Obat-obatan antihistamin (H1-blocking agents)
secara luas diterima digunakan sampai saat ini
dalam praktek kedokteran, untuk keadaan-keadaan
alergik.
Obat-obat ini tidak dapat mengeblok semua efek
histamin. Hanya bekerja / bisa diblok lewat 1
macam reseptor. (Reseptor-H1).
Dimana obat-obat ini tidak mampu mengeblok
pengaruh histamin terhadap sekresi asam lambung.

1972 Black dkk, memperkenalkan anti histamin baru


yang secara selektif menghambat pengaruh efek
histamin terhadap sekresi asam lambung. (H2-bloking
agents).
Antihistamin yang bekerja pada Reseptor-H1, tidak
hanya selektif pada H1, tetapi juga mempengaruhi
reseptor-reseptor yang lain. Pengaruhnya ini disebut
sebagai Efek samping.
Antihistamin baru yang makin selektif terhadap
reseptor H1 adalah antihistamin generasi kedua. Ini
lebih disukai karena long-acting dan tidak bekerja
sedatif dan beredar dipasaran, yakni : citerizin,
loratadin, astemizol, dan terfenadin.
Mediator alergi bukan hanya histamin tetapi Serotonin,
SRS-A punya andil dalam gejala alergi, maka
antihistamin yang tidak selektif sering kali diinginkan,
diperlukan juga kehadirannya, mempunyai khasiat
sebagai anti serotonin, anti SRS-A, misal Antihistamin
Oksatomid (Oxatomide).

ANTIHISTAMIN1 (AH1)
HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS
Semua antihistamin mempunyai struktur dasar
rantai etilamin : -C-C-N<
Rantai etilamin ini juga dimiliki Biogenicamine
seperti : Histamine, Serotonin, Asetilkolin,
Adrenalin. Oleh karena itu, suatu amin dapat
mempunyai juga khasiat menghambat amin yang
lain.
Hal ini tercermin antara lain: hampir semua
antihistamin
-1(AH1) mempunyai khasiat
sebagai anti asetilkolin (anti kolinergik), beberapa
sebagai anti serotonin, sebagai anti adrenalin
(alfa blocker) walaupun lemah.
Sebaliknya
obat-obat
primer
sebagai
antikolinergik atau alfa blocker, tidak mustahil
juga mempunyai khasiat antihistamin.

ABSORPSI, DISTRIBUSI, METABOLISME EKSKRESI

AH1umumnya mudah diserap dari saluran cerna,efek


peroral sdh tampak dalam 30 menit. Kadar puncak
tercapai dlm 12 jam dan efek berlangsung selama 36
jam. Bbrp AH1 ada yang lama kerjanya lebih panjang.

Distribusi AH1pada umumnya luas,termasuk susunan


saraf pusat, kecuali bbrp yang tidak dapat menembus
sawar darah otak, (Astemizol, Terfenadin, dll).

Metabolisme terutama di liver (sistem mikrosom) secara


hidroksilasi.

Ekskresi lewat urine dalam bentuk metabolit dan hanya


sedikit
sekali dalam bentuk utuh.

KHASIAT FARMAKOLOGIK

Cara kerja dibedakan menjadi dua :


- Blokade reseptor histamin (H1)
- Tanpa melalui blokade reseptor histamin

Maka pada dasarnya AH1 lebih bersifat preventif dari pada kuratif.

Dapat mencegah pengaruh histamin pada otot polos (pembuluh


darah, permeabilitas kapiler, bronkus, dll). Khasiat lain pada
dasarnya kerjanya tidak memblok reseptor H1 dan kadang
menunjukkan kekhasan dari satu kelompok.

AH1 memblok pengaruh histamin melalui antagonisme kompetitif


yang revensibel pada reseptor H1 dan tidak berpengaruh pada
reseptor H2.

AH1 efektif kalau diberikan sebelum histamin dari mast cell


dilepaskan. Kalau histamin sudah berikatan dengan reseptor
(H1) dan menimbulkan efek, pemberian AH 1 tidak akan efektif
lagi. Untuk menetralisasi efek misalnya pada kejadian alergi
berat atau syokanafilaksi, paling efektif berikan antagonis
fisiologik (adrenalin).

Bronkokontriksi pada keadaan alergik sekalipun, tidak dapat


diatasi secara efektif dengan AH1 karena adanya mediatormediator lain selain histamin juga berperan pada terjadinya
serangan asthma. Efek farmakologik lain tanpa melalui
blokade reseptor H1.
Rasa kantuk menyerupai efek obat-obat antimuskarinik.
Antimual dan muntah, untuk mabuk perjalanan.

Anti Parkinson efek antikolonergik menekan gejala


kekakuan dan tremor pada sindroma Parkinson.

Antiadrenergik walaupun lemah efek hipotensi ortostatik


pada orang tertentu . (terutama dari gol. Fenotiazin)

Antikolinergik seperti efek atropin pada reseptor


muskarinik perifer mungkin efektif untuk rinorea non
alergik sebaliknya justru dapat menyebabkan retensi
urine dan gangguan visual oleh karena midriasis.

Antiserotonin Blokade reseptor serotonin


siproheptadin.

Anestesi Lokal menghambat pompa natrium pada


membran seperti halnya efek prokain dan lidokain,
(prometasin dan difenhiramin).

Merangsang nafsu makan. Ini mungkin karena


pengaruhnya pada reseptor serotonin di hipotalamus
siproheptadin.

PEMILIHAN ANTIHISTAMIN H1

Umumnya lebih efektif untuk mencegah efek yang


belum terjadi melalui mediator histamin.

Pemberian oral lebih dianjurkan dibandingkan suntikan.

Umumnya digunakan mencegah efek vasodilitasi,


peningkatan permeabilitas kapiler, oedem dan gatal
pada urtikaria dan angioedema, mungkin juga efektif
mencegah rinorea pada kondisi-kondisi alergi di saluran
pernafasan atas.

Sebagai antialergi, AH1 mempunyai kemanjuran


berbeda pada berbagai individu. Pilih yang paling cocok
dengan efek samping yang paling kecil.

Efektivitas satu kelompok AH1 mungkin berkurang /


hilang dengan diteruskannya pengobatan di coba
ganti dengan anggota kelompok lain.

PENGGOLONGAN & DOSIS


RXCCN

R1
R1

1. Derivat

Etanolamin (X = O)
Zat-zat ini memiliki daya kerja antikolinergis
dan sedatif yang agak kuat.
Difenhidramin oral 4 dd 25 50 mg, i.v 1050 mg Bersifat spasmolitis, anti-emetis dan
vertigo (anti pusing). Digunakan sebagai obat
tambahan pada terapi penyakit Parkinson.
Orfenadrin oral 3 dd 50 mg.
Obat tambahan pada pengobatan Parkinson
dan terhadap gejala ekstrapiramidal pada terapi
dengan neuroleptika.

Dimenhidrinat

oral 4 dd 50-100 mg, i.m.


50 mgYang khusus digunakan terhadap
mabuk
jalan
dan
muntah
karena
kehamilan
Klorfenoksamin oral 2-3 dd 20-40 mg
(klorida) dalam krem 1,5% Sebagai obat
tambahan pada terapi penyakit Parkinson.
Karbinoksamin dosis oral 3-4 dd 4 mg
(maleat dan bentuk-dl). hay fever
Klemastin oral 2 dd 1 mg a.c (fumarat),
i.m. 2 dd 2 mg. Pruritus allergica (gatalgatal).

2. Derivat etilandiamin (X=N)


Obat-obat dari kelompok ini pada umumnya memiliki
daya kerja sedatif yang lebih ringan.
-Antazolin : oral 2-4 dd 50-100 mg (sulfat)
(selesma)
- Tripelennamin krem 2%
pada gatal-gatal
- Mepirin
hay fever
- Klemizol salep/suppositoria
anti wasir
3. Derivat Propilamin (X=C)
Obat-obat dari kelompok ini memiliki dayakerja
antihistamin yang kuat.

-Feniramin : Oral 3 dd 12,5 25 mg (maleat) atau Efek


meredakan batuk 1 dd 50 tablet retard i.v. 1-2 dd 50mg;krim 1,25%
derivat2 lainnya diantaranya:
- Klorfeniramin
- Deksklorfeniramin
- Triprolidin : Oral 1 dd 10 mg (klorida)
4. Derivat piperazin (inti piperazin)
Pada umumnya bersifat long-acting (lebih dari 10 jam)
a Siklizinantiemetis dan pencegah mabuk jalan ;Derivat meklozin
ini
pd hewan coba berefek teratogen tdk dianjurkan pd ibu hamil
terutama pd trimester I;mula kerja cepat bertahan sedikitnya 4-6jam.
Penggunaan:Mabuk jalan 1 jam sebelum berangkat 50 mg bila
perlu
3x sehari; pada mual dan muntah 3-4 dd 50mg;anak 6-13thn 3 dd
25mg
* Homoklorsiklizin(homoclomin)

b Sinarizin: derivat siklizin disamping sbg AH1 juga berdaya vasodilatasi


periferantipusing, antiemetissering digunakan pd vertigo,tinitus,
mabuk perjlnan
* Flunarizin derivat difluornya;sft AH1nya lemah;ttp sbg antagonis-kalsium & sft vasorelaksasinya kuatdigunakan pd vertigo & pencegah migrain.
c Oksatomida : sbg AH1 juga memiliki efek antiserotonin,Antileukotrien
& juga efek menstabilkan mastsel ; dosis Oral 2 dd 30 mg p.c, untuk
asma 120 mg/hr. Obat pencegah pengobatan asma & hay fever.
d Hidroksizin : sbg AH1yg memiliki berbagai khasiat,a.l sedatif & anksiolitis.spasmolitik,antiemetik,antikolinergik serta menstimulasi nafsu mkn
sangat efektif pd urtikaria & gatal2 dgn dosis 1-2 dd 50mg;utk anxiolyse 1-4 dd 50-100 mg.
* Metabolit aktifnya Cetirizin kerja kuat & panjang(t1/2 8-10jm)tdk
bersft antikolinergis,tdk bekerja sedatif termasuk obat generasi ke 2
berperan pd reaksi alergi lambatdigunakan pd urtikaria & rinitis/
conyungtivitis. Dosis:1 x dd 10mg malam hari.

5. Derivat fenotiazin
Senyawa trisiklis ini,selain sebagai antihistamin juga berkhasiat sbg antikolinergis yg tdk begitu kuat,ttp seringkali berefek
sentral kuat dgn khasiat neuroleptis(berdsrkan sft ini turunannya banyak digunakan sbg obat psikosis);digunakan pd obat batuk berhubung dgn efek sedatifnya & meredakan batuk
a. Prometazin : Oral 3 dd 25-50 mg dan sebaiknya dimulai pd
malam; i.m 50 mgPada reaksi energi terhadap tumbuhan
& akibat gigitan serangga, juga sebagai anti
emetikum,vertigo,
batuk dan sukar tidur,terutama untuk anak-anak.
*Oksomemazin(derivat dioksinya) : Oral 2-3 dd 10mg
Dalam btk obat batuk
*Fonazin(derivat sulfonamidnya):Oral 3-4 dd 10mgberefek
antiserotonin kuat, dianjurkan pd terapi interval migrain

5b.Isotipendil : Oral 3-4 dd 4-8 mg, i.m/ i.v.10mgderivat-azofenotiazin ini bekerjanya lebih singkat dari prometazin dgn efek sedatif yang lebih ringan.
- Mequitazin : Oral 2 dd 5 mg;efek sedatifnya ringan dibandingkan obat-obat lainmerupakan Derivat Prometazin dgn rantai
sisi heterosiklikDigunakan pada hay fever, urticaria dan reaksi
alergi lainnya.
6.

Derivat trisiklis lainnya memiliki daya kerja antiserotonim kuat


dgn menstimulasi nafsu makan, urticaria juga sebagai obat
interval
pd migrain.
a.Siproheptadin; krn efek stimulasi thd pertumbuhan pd jaringan normal dulu banyak digunakan utk pasien yg kurus & nafsu
mkn buruk;lama kerjanya 4-6 jm;daya antikolinergisnya ringan;
efek sampingnya ringan rasa kantuk ttp biasanya hilang stl
penggunaan bbrp minggu:skrg dianjurkan penggunaan sbg AH1
saja.

a.Siproheptadin : oral 3 dd 4 mg (klorida);Derivat long-actingnya


dgn efek antiserotonin kuat yi.Azatadin(oral 2 dd 1mg maleat)
hay fever dan pada urticaria
b.Pizotifen : oral semula 1 dd 0,5 mg (maleat),ber-angsur2 dinaikkan sampai 3 dd 0,5 mgdigunakan utk stimulasi mkn & terapi
interval migrain
-Ketotifen : oral 2 dd 1-2 mg (fumarat) Adalah derivat-keto
Long-acting tanpa efek entiserotonin. Berdasarkan sifat menstabilisasinya terhadap mastcells, obat ini digunakan sebagai obat pencegah serangan asma.
-Loratadin 1 dd 10 mgderivat klor dr azatadin pd dosis biasa tan
-pa efek sedatif & tanpa efek antikolinergikDigunakan pd rinitis
& conjunctivitis alergis, juga pada urticaria kronis(obat generasi 2)
c.Azelastin:Termasuk obat generasi ke2 yg berdaya AH1antileukotrien,antiserotonin & berdaya menstabilisai mastsel;khususnya digunakan pd rinitis alergika;Kerja min.12jam(t1/2 l.k 20jm,dr metabolit aktifnya 50jm):dosis oral1-2 dd 2mg.

Zat-Zat Non Sedatif


Obat-obat generasi kedua memiliki
daya kerja antihistamin tanpa efek
sedatif-hipnotis.
*Terfenadin : Oral 2 dd 60 mg, anak
2 3-6 tahun 2 dd 15 mg, 6-12 tahun 2
dd 30 mg.
Tidak dapat melintasi barrier liquor
(CCS), maka tidak memiliki daya
sentral (sedatif). Digunakan pada
rhinitis allergica urticaria dan reaksi
alergi lainnya,
7.

Terfenadin: derivat-butilamin heterosiklis, Khasiat AH1nya


menyerupai klorfeniramin.Digunakan pd Rhinitis alergika,urtikaria & reaksi alergi lainnya.
-Fexofenadin : Oral 1 dd 120 mg (Telfast) adalah suatu
metabolit aktif dari terfenadin (1996) yang tidak perlu diaktivasi
oleh hati. Sifat dan penggunaannya sama.
Astemizol : 1 dd 10 mg sebelum makan, anak-anak 6 12 thn
1 dd 5 mg, dibawah 6 tahun 1 dd 0,2 mg/kg. Hay fever.Namun, efek optimalnya baru dicapai setelah 2 3 hari, shg tdk layak untuk terapi serangan alergis akut.

Berhub.efeksampingnya thd jantung walau jarang terjadi,


Ttp bisa fatal,mk terfenadin & aztemizol peredarannya dihentikan
di US & bbrp negara eropa

Levocabastin : Hanya digunakan topical sebagai tetes mata &


spray hidung (0,04 %) Senyawa piperidine carbonic acid ini
(1991) berkhasiat antihistamin kuat dan praktis tidak bekerja
sentral.

*Ebastin: derivat levocabastin;sbg produg dlm hati diubah jadi


metabolitnya yg aktif (carebastin)khususnya digunakan
pd rinitis alergis kronis;dosis oral 1 dd 10-20mg.

Lain-lain
-Mebhidrolin(incidal) dengan dosis 2-3 dd 50 mgpruritus
-Dimentinden(Fenistil) dosis 3 dd 1-2 mg (maleat)pruritus
-Kortikisteroida :Dpt menekan daya tangkis seluler shg mengurangi reaksi alergi.
* Secara Lokal terutama digunakan : -terhadap asma dan
rihinitis alergicaBeklometason,Dipropionat Budesonida &
Fluticason dalam bentuk obat semprot hidung atau aerosol.

* Secara lokal lainnya: Deksametason, fluormetolon


(sbg tetes
mata) Terhadap radang mata;Hidrokortiso dan
Prednisolon
Terhadap dermatosis (gangguan kulit)
*
Secara
sistemis
(bersamaan
dengan
adrenalin),kortikosteroid digunakan padaShock anafilaktis, kejang bronchi krn reaksi
alergi
dan status asthmaticus.