Anda di halaman 1dari 103

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanaman obat sudah banyak sekali digunakan oleh manusia sejak zaman
dahulu. Bahkan dipercaya mempunyai khasiat yang lebih ampuh daripada obat-obat
dokter. Namun, karena perkembangan jaman dan semakin meningkatnya
pengetahuan manusia tentang farmakologi dan ilmu kedokteran, banyak masyarakat
yang beralih ke obat-obatan dokter karena lebih mempercayai obat-obatan kimia
yang telah teruji khasiatnya secara laboratorium, dibandingkan dengan obat
tradisional yang banyak belum bisa dibuktikan secara laboratorium.
Di hutan tropis Indonesia terdapat 30.000 spesies tumbuhan. Dari jumlah
tersebut sekitar 9.600 spesies diketahui berkhasiat obat, tetapi baru 200 spesies
yang telah

dimanfaatkan

sebagai bahan baku pada industri obat tradisional.

Peluang pengembangan budidaya tanaman obat-obatan masih sangat terbuka luas


sejalan dengan semakin berkembangnya industri jamu, obat herbal, fitofarmaka
dan kosmetika tradisional .
Banyak bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat, diantaranya adalah
bagian buah, batang, daun, dan akar atau umbi. Oleh karena pentingnya tanamantanaman obat tersebut maka perlu kita mempelajarinya dengan baik sehingga dapat
berdaya guna bagi kita.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dituliskan rumusan masalah sebagai
berikut.
1. Bagaimana pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional?
2. Bagaimana kandungan senyawa pada tanaman obat?
3. Bagaimana penggunaan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakit?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat dituliskan tujuan sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional.
2. Untuk mengetahui kandungan senyawa pada tanaman obat.
3. Untuk mengetahui penggunaan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakit.

D. Manfaat
Manfaat yang diberikan dalam penulisan laporan kunjungan industri sebagai
berikut.
1.

Dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tanaman sebagai obat


tradisional.

2.

Dapat memberikan informasi mengenai kandungan senyawa pada tanaman


obat.
Dapat memberikan informasi mengenai penggunaan tanaman obat untuk
menyembuhkan penyakit.

BAB II
PEMBAHASAN
1. CENDANA (Santalum album L.)

(sumber : http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/kaltimulin-raksasa-berdiameter-247-meter-dan-berusia-1000-tahun.jpg)
A. Pendahuluan
Cendana (Santalum album L.) merupakan hasil hutan yang tergolong
sangat penting di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena mempunyai nilai
ekonomi tinggi dan merupakan species endemik yang terbaik di dunia. Species
cendana di NTT mempunyai keunggulan kadar minyak dan produksi kayu
teras yang tinggi. Kayu cendana menghasilkan minyak atsiri dengan aroma
yang harum dan banyak digemari, sehingga mempunyai nilai pasar yang cukup
baik. Pemasaran cendana selama ini dilakukan dalam bentuk batangan atau
telah diolah dalam bentuk olahan seperti minyak cendana dan hasil industri
kerajinan. Hasil dari perdagangan kayu cendana merupakan sumber
pendapatan asli daerah (PAD) yang sejak tahun 1986/1987-1990/1991
memberikan kontribusi sebesar 28,2 47,6 persen (Suripto,1992). Dengan
demikian kayu cendana merupakan suatu modal dasar yang memegang
peranan yang sangat penting untuk menunjang kegiatan pembangunan di
Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Perkembangan cendana saat ini menunjukkan bahwa berdasarkan data
inventarisasi 1987/1988-1997/1998 (Dinas Kehutanan, 2001) telah terjadi
penurunan produksi sebesar 53,95 %, hal ini karena penetapan target tebangan
3

tahunan yang tinggi, tingginya pencurian, gangguan kebakaran dan ternak serta
kurang diimbangi dengan keberhasilan regenerasi baik melalui regenerasi
hutan tanaman maupun alam karena masih dijumpai berbagai masalah. Oleh
karena itu untuk pengembangan cendana perlu upaya pelestarian melalui
teknik budidaya. Untuk mewujudkan upaya tersebut sebagaimana yang
diharapkan diperlukan dukungan teknologi yang tepat guna. Untuk menyusun
paket teknologi budidaya cendana Balai Litbang Kehutanan Bali dan Nusa
Tenggara yang berkedudukan di daerah inti produksi cendana, sejak tahun
1987 telah berupaya secara sungguhsungguh untuk menyediakan teknologi
yang dibutuhkan melalui serangkaian kegiatan penelitian, sehingga dapat lebih
memperkaya bahan acuan untuk mengambil kebijakan yang lebih layak dalam
upaya pemanfaatan dan pelestarian cendana. Upaya tersebut antara lain telah
menghasilkan beberapa informasi dan teknologi dasar dan terapan terutama
untuk mendukung keberhasilan budidaya cendana.
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Cendana yang tumbuh di NTT dikenal sebagai pohon asli daerah setempat
yang mempunyai nama ilmiah Santalum album Linn. Di daerah asalnya pohon
cendana dikenal dengan nama hau meni atau ai nitu (Pulau Timor) dan
sendana dalam bahasan melayu. Dalam dunia perdagangan cendana dikenal
dengan nama sandal wood. Menurut Rudjiman (1987) kedudukan Santalum
album L. Dalam klasifikasi tidak banyak menimbulkan perbedaan pendapat
diantara para ahli botani. Jumlah species di Indonesia hanya satu. yaitu
Santalum album L.. Klasifikasi cendana menurut Holmes (1983) adalah
sebagai berikut:
Divisia

:Spermatophyta

Sub divisio

: Angiospermae

Klas

: Dicotylodonae

Sub Classsis

: Rosidae

Ordo

: Santales

Famili

; Santalaceae

Genus

; Santalum

Species

: Santalum album Linn.

Morfologi
Rudjiman (1987) melukiskan secara morfologis tanaman cendana
memiliki ciri-ciri seperti berikut pohon kecil sampai sedang, menggugurkan
daun, dapat mencapai tinggi 20 m dan diameter 40 cm, tajuk ramping atau
melebar, batang bulat agak berlekuk-lekuk, akar tanpa banir, daun tunggal,
berhadapan, agak bersilangan, bertangkai daun, gundul, bentuk elip, tepi rata,
ujung runcing tetapi kadang-kadang tumpul atau bulat, perbuangan terminal
atau eksiler, recimus articulatus, bunga pedicel 3-5 cm, gundul, tabung
perigonium berbentuk campanulatus, panjang 3 mm dan diameter 52 mm,
memiliki 4 cuping perigonium, bentuk segi tiga, tumpul pada bagian ujung dan
kedua permukaan gundul. Cendana memiliki buah batu dan bulat, waktu
masak daging kulit buah berwarna hitam, mempunyai lapisan eksocarp,
mesocarp berdaging, endocarp keras dengan garis dari ujung ke pangkal.
Pohon cendana mempunyai ciri-ciri arsitektur: batang monopodial, arthotropis
(mengarah ke atas), pertumbuhan kontinu. Perbuangaan di ujung dan atau di
ketiak daun. Berdasarkan ciri-ciri ini Rudjiman (1987) menyimpulkan bahwa
Santalum album L. termasuk model arsitektur ROUX.
C. Kandungan Kimia
Kandungan Cendana: Minyak atsiri, hars, dan zat samak. Minyak:Santalol
(seskuiterpenalkohol), santalen (seskuiterpena), santen, santenon, santalal,
santalon, dan isovalerilaldehida
D. Khasiat
Khasiat Cendana: Khasiat kayu cendana adalah sebagai penurun demam
(Antipiretik), pereda rasa nyeri (analgesik), meredakan kolik angin dl perut
(karminatif), meningkatkan nafsu makan (stomakik), dan menambah kecepatan
pembentukan urin (diuretik).

2. KEMUNING (Murraya paniculata)

(sumber : http://rynari.files.wordpress.com/2012/03/3a-img_3772.jpg)
A. Pendahuluan
Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae.
Kemuning

(Murraya

paniculata)

atau

nama

sinonimnya Murraya

exotica L.; Murraya banati Elm;Chalas paniculata, merupakan tumbuhan


tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan berbunga sepanjang tahun.
Daunnya seperti daun jeruk, cuma berukuran lebih kecil, sering digunakan
sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar. Bunganya terminal dan harum,
petal 12-18 mm, panjang, putih. Buahnya akan berwarna merah sampai oranye
jika sudah matang. Kemuning merupakan salah satu tumbuhan yang ditanam
di

halaman Rumah

Gadang diMinangkabau,

yang

di

dalam

Pidato Pasambahan Rumah Gadang diungkapkan bahwakamuniang untuak


pautan kudoyang artinya kemuning untuk pautan kuda..
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Bangsa

: Geraniales

Suku

: Rutaceae

Marga

: Murraya

Jenis

: Murraya paniculata Jacq.

Morfologi

Habitus : Pohon, tinggi 3-7 m.


6

Batang : Kayu berbatang keras, beralur, percabangan monopodial, coklat


kotor, dan tidak berduri.Daun : Majemuk, anak daun empat sampai tujuh,
permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
pertulangan menyirip, daun muda berwarna hijau, setelah tua warna
berubah merah mengkilap, bau khas aromati bila diremas, rasa agak pedas,
pahit dan hangat.

Bunga : Majemuk, bentuk tandan, kelopak 2-25 mm, benang sari bentuk
jarum, putih, putik satu, mahkota panjang 6-27 mm, lebar 4-10 mm, putih
dan wangi.

Buah : Buni, jorong, diameter 1 cm, masih muda hijau selelah tua merah.

Biji : Kecil, lanset, putih, berjumlah dua.

Akar : Tunggang, kuning keputih-putihan.

Pohon Kemuning tumbuh liar didaerah lembab, kemuning juga biasa


tumbuh di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias
dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian 400 m
di atas permukaan laut.

C. Kandungan Kimia

Daun kemuning mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene,


P- earyophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methylsalicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tanin, dan coumurrayin.

Kulit

batang

mengandung

mexotioin,

5-7-dimethoxy-8-

(2,3-

dihydroxyisopentyl) coumarin.

Bunga mengandung scopeletin dan Buahnya mengandung semi-eccarotenone.


(Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia , 2008)
Karena kandungan-kandungan tersebut, kemuning dikenal pula bisa

berkhasiat sebagai obat, baik pada bagian daun, ranting, akar dan juga kulit
batang. Kemuning berkhasiat sebagai pemati rasa (anestesia), penenang
(sedatif), antiradang, anti-rematik, anti-tiroid, penghilang bengkak, pelancar
peredaran darah dan penghalus kulit.
D. Khasiat
Berikut ini adalah contoh penyakit yang dapat di sembuhkan dengan tumbuhan
kemuning antara lain:
7

1. Daun dan ranting berguna untuk mengatasi radang buah zakar (orchitis),
radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah,
keputihan, datang haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing
tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi. kulit kasar.
2. Akar berguna untuk mengatasi memar akibat benturan atau terpukul, nyeri
rematik, keseleo, digigit ular berbisa dan serangga, bisul, ekzema, koreng,
epidemik encephalitis B.
3. Kulit batang berguna untuk mengatasi sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka
di kulit atau selaput lendir (ulkus).
4. Daun kemuning dapat di gunakan untuk membersihkan keguguran, maka
tumbuhan ini tidak di anjurkan untuk wanita yang sedang hamil.
5. Daun kemuning juga dapat menciutkan selaput lendir

3. DAUN RAPET / KAYU RAPET

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi tanaman

Habitat : Tanaman ini banyak tumbuh liar di hutan dan tempat lain yang
bertanah tandus dan cukup mendapatkan sinar matahari. Semak menjalar,
panjang kurang lebih 4 meter. Tumbuh liar di hutan pada dataran rendah
samapai 1200 dpl.

Batang : membelit, bulat, berkayu, berambut, cokelat.

Daun : tunggal, lanset, berhadapan, pangkal dan daun meruncing, daun


muda berwarna hijau kemerahan setelah tua berwarna hijau, berhadapan,
pertulangan menyirip, panjang 5-12 cm, lebar 2-5 cm, bertangkai panjang
2-4 cm.

Bunga : bentuk malai, majemuk, mahkota bentuk corong, panjang 2-2,5


cm, warna putih. Berbunga pada bulan juni-oktober.

Buah : polong, panjang 15-45 cm, ujung lanciip, berisi 4-10 biji, berbuah
bulan oktober desember.

Biji : bulat, warna cokelat kehitaman.

Akar : tunggang, berwarna coklat.

Sebagai semak menjalar, kayu rapat atau kayu rapet baik dipelihara sebagai
tanaman hias
B. Kandungan kimia
Kulit, kayu dan akar Parameria laevigata mengandung flavonoida dan
polifenol, daunnya juga mengandung saponin dan Tanin.
1) Saponin

Saponin adalah senyawa surfaktan dan berbagai hasil penelitian


disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator,
dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi
efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker.

Saponin memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati.

Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon dan


membantu kadar kolesterol menjadi normal. Tergantung pada jenis
bahan makanan yang dikonsumsi, seharinya dapat mengkonsumsi
saponin sebesar 10-200 mg.

2) Tanin
Tannin adalah astringen jalur usus, dapat mengurangi sekresi cairan dalam
usus, sehingga kadar air dalam kotoran manusia berkurang sehingga dapat
mencegah mencret.
3) Polifenol

Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan.


Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam
molekulnya.

Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan


seperti warna daun saat musim gugur. Pada beberapa penelitian
disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai
antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat
mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker.
Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi
risiko penyakit Alzheimer. Berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)

Flavonoid
Flavonoid berfungsi melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh
dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah,
mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan
lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar resiko
penyakit jantung koroner , mengandung antiinflamasi (antiradang),
berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika
terjadi pendarahan atau pembengkakan.

C. Khasiat dan Cara Pemakaian


10

Kulit kayu Parameria laevigata berkhasiat sebagai obat rahim nyeri


sehabis bersalin, disentri, koreng-koreng dan luka-luka. Untuk obat rahim
nyeri sehabis bersalin dipakai 15 gr kulit kayu Parameria laevigata, dicuci,
direbus dengan 3 gelas air selama 25 menit, setelah diangkat disaring. Hasil
saringan diminum 2x sama banyak pagi dan sore. Juga berkhasiat sebagai
stomakik, antipiretik, desinfektan.

11

4. BESARAN / MURBEI (Morus alba L.)

(sumber : Anonim, 2009)


A. Deskripsi Tanaman
Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m
dpl dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah
dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng
gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh
liar. Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut
halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai
daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul,
tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan
bawah kasar, panjang 2,5 - 20 cm, lebar 1,5 - 12 cm, warnanya hijau. Bunga
majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju,
warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan
bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tahun. Buahnya
banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya
hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam.
Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan
ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah
bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi. Daun
bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat
manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat
manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk
meridian hati.

12

B. Kandungan Kimia

Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, betasitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, betahexenal, cis-betahexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol,
linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline,
adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam
klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan
mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens.

Ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung


cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat,
dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).

Kulit batang mengandung :


1) Triterpenoids : alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside.
2) Flavonoids

morusin,

cyclomorusin,

kuwanone

A,B,C,

oxydihydromorusin.
3) Coumarins : umbelliferone, dan scopoletin.
Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene,
cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A.
Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin,
undecaprenol, dan dodecaprenol.
Biji : urease.
C. Khasiat
Demam, flu, malaria, batuk, rematik, bisul, kencing manis (diabetes
melitus), kaki gajah (elephantiasis), radang mata merah (conjunctivitis
acute), keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak,
kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), gangguan saluran cerna, sesan napas
(asma), cacingan, muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria),
neurastenia, jantung berdebar (palpitasi), rasa haus, mulut kering, sukar tidur
(insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit, tuli, vertigo, hepatitis,
kurang darah (anemia), sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit kulit,
dan sakit pinggang (lumbago).

13

D. Cara Pemakaian
1. Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus dengan
2 gelas air selama 15 menit.
2. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.
3. Untuk pemakaian luar
-

Daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g lalu direbus

Diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular, dan


serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.

4. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, lalu diminum.

14

5. LEGUNDI (Vitex trifolia L.)

(sumber : dokumen pribadi)

A. Deskripsi Tanaman
Legundi tumbuh pada tempat-tempat yang tandus, panas, dan berpasir.
Ditemukan tumbuh liar di hutan jati, hutan sekunder, semak belukar, atau
dipelihara sebagai tanaman pagar. Di jaa, legundi dapat tumbuh sampai
ketinggian 1.000 m dpl. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 4 m, batang berambut
halus. Daun majemuk menjari beranak daun tiga, bertangkai, helaian anak
daun berbentuk bulat telur sungsang, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
pertulangan menyirip, permukaaan atas berwarna hijau, permukaaan bawah
berambut rapat warna putih, panjang 4-9,5 cm, lebar 1,75-3,75 cm. Bunga
majemuk berkumpul dalam tandan, berwarna ungu muda, keluar dari ujung
tangkai. Buah bulat. Daun berbau aromatik khas dan dapat digunakan untuk
menghalau serangga atau kutu lemari. Perbanyakan dengan setek batang.
B. Kandungan Kimia

Buah mengandung minyak esensial dan flavonoid, seperti vitexicarpin,


camphene, pinene dan y-aminobutiric acid.

Daun tidak terdapat kandungan kimia

C. Khasiat dan Cara Pemakaian

Buah berkhasiat untuk Infeksi Cacing Galang


Cara pemakaianya :

1. Seduh 1 sdt serbuk buah legundi dengan air panas 1/3 cangkir

15

2. Ditambahkan 1 sdm madu. Minum selagi hangat. Boleh diulang sampai


beberapa hari.

Daun berkhasiat untuk batuk rejan


Cara pemakaianya :

1. Seduh 3/4 sdt serbuk daun legundi kering dengan 3/4 cangkir air panas
2. Ditambahkan 1 sdm madu, minum selagi hangat 2 kali sehari

Daun berkhasiat pula untuk penyakit kulit


Cara pemakaiannya :
1. Daun legundi diambil secukupnya
2. Direbus menggunakan 10 L air
3. Disaat suhunya turun (anget-anget kuku) dibuat berendam

16

6. GENDOLA (Basella rubra Linn.)

(sumber : http://senjawangi.wordpress.com/about/daun/g/gendola/)
A. Deskripsi Tanaman
Gendola dapat ditemukan tumbuh liar, kadang ditanam untuk
dirambatkan pada pagar, atau pergola sebagai tanaman hias. Tanaman ini
dapat ditemukan dari 1-500 m dpl. Terna, melilit kekiri, tumbuh merayap
atau memanjat, panjang sampai 6 m. Batangnya yang panjang ini tidak
berkayu dan sangat lemah, bentuknya bulat, lunak, bercabang, merayap dan
melilit pada tonggak atau para-para. Batang yang merayap di atas tanah, akan
mengeluarkan akar. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Bentuk daun
bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata kadang berombak, panjang 217 cm, lebar 1-13 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya
bunga majemuk yang keluar dari ketiak daun, duduk sepanjang poros bulir,
panjang 3-21 cm, mahkota putih dengan ujung ungu. Buahnya buah buni,
bulat, diameter 4-7 mm, masih muda hijau, setelah masak warnanya menjadi
ungu. Bijinya satu, bulat, keras, warnanya merah keputihan.
Ada dua warna gendola, putih dan merah. Perbedaanya pada warna
batang dan tulang daun. Gendola merah, memiliki batang dan tulang daun
yang berwarna merah. Daunnya dapat disayur, sedang buahnya bila diperas
mengeluarkan warna merah yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan
makanan. Perbanyakan dengan stek batang atau biji.
B. Kandungan Kimia
Daun: Glucan c, carotene, organic acid, dan mucopolysacharida seperti Larabinose, D-galactose, L-rhamnose dan aldonic acid. Juga mengandung
saponin, vitamin A, B dan C.
17

C. Khasiat

Seluruh tanaman : Radang usus buntu (appendicitis), disentri, berak darah,


radang kandung kencing, kencing sedikit dan sakit (anyang-anyangan),
influenza, sembelit, borok, bisul dan abses.

Bunga : Campak (measles), cacar air (varicella), puting susu pecah-pecah.

Akar : Pegal linu, rematik.

Buah : Radang selaput mata (conjungtivitis)

D. Cara Pemakaian:
1. Radang usus buntu
Seluruh tanaman gendola sebanyak 60-70 gram dicuci bersih, potongpotong, Ialu direbus dengan air bersih secukupnya sampai bahan terendam
seluruhnya. Setelah airnya sisa setengah, angkat dan dinginkan, Ialu
diminum.
2. Influenza
15 g daun segar dicuci Ialu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan sedikit garam dan
diaduk sampai larut. Kemudian diminum.
3. Sembelit
Daun segar dimasak, lalu dimakan.
4. Kencing sedikit (anyang-anyangan)
70 gram daun segar dicuci bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah
dingin diminum seperti air teh.
5. Berak darah
25 gram tanaman gondola, 35 gram kapulaga dan seekor ayam betina tua
yang telah dibuang kepala, kaki dan jeroannya kemudian dimasak dengan
air secukupnya.
6. Dada terasa panas dan sesak
70 gram gendola segar direbus dengan air secukupnya sampai kental.
Campur dengan arak, minum.

18

7. BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng.)

(sumber : Anonim, 2009)


A. Pendahuluan
Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng.) adalah pohon penghasil buah yang
dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam
satu tangkai panjang, menyerupai rantai (ranti). Buni termasuk tumbuhan yang
sudah jarang dijumpai di pekarangan. Buahnya dapat dimakan sebagai buah
meja,

dibuat selai,

atau

difermentasi

menjadi

minuman

alkohol

di Filipina dan Jawa. Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa),
bignai (Filipina).
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Phyllanthaceae

Bangsa

: Antidesmeae

Bangsa

: Antidesminae

Genus

: Antidesma

Spesies

: A. bunius

Morfologi
Buni berbentuk pohon yang meluruhkan daunnya, tumbuhnya sesuai
dengan model arsitektur Rauh, tingginya 3-10(-30) m, batang pokoknya tegak,
biasanya bercabang rendah. Daun-daunnya berseling, berbentuk lanset19

lonjong, berukuran (19-25) cm X (4-10) cm, pangkalnya tumpul atau


membundar, ujungnya luncip (acuminate) atau tumpul, pinggirannya rata,
teksturnya menjangat, berkilap, tulang daun utama menonjol di lembaran
bawah daun, panjang tangkai daun mencapai 1 cm. Perbungaan berada dl
ujung atau di ketiak daun, berbentuk bulir sempit atau tandan, berbunga
banyak, panjang perbungaan 6-20 cm; bunga jantan tidak bertangkai, daun
kelopak mirip cawan, memiliki 3-4 cuping yang pendek, membundar, bersilia,
berwarna kemerah-merahan; bakal buah yang rudimenter, berada di atas
cakram berdaging; bunga betina bertangkai, daun kelopak mirip cawan-genta,
bercuping 3-4, berukuran kira-kira 1 mm x 2 mm, tidak rontok; bakal buah
berbentuk bulat telur sungsang, kepala putik 3-4 butir, cakramnya kecil; pada
pohon betina seringkali sebagian besar bunganya sempurna. Buah berupa buah
batu, berbentuk bulat atau bulat telur, berdiameter 8-10 mm, berwarna merah
kekuning-kuningan sampai ungu kebiru-biruan, mengandung banyak sari
buah. Biji berbentuk bulat telur-Ionjong, berukuran (6-8) mm x (4,5-5,5) mm.
Informasi mengenai pertumbuhan, pembungaan, dan pembuahan jarang
dijumpai. Tampaknya terjadi variasi antar-pohon dalam semai, juga dalam saat
mekar bunga dan hasil panen; mengenai hasil ini dapat diperburuk oleh
perbedaan dalam intensitas penyerbukan. Di Indonesia, periode pembungaan
jatuh pada bulan September-Oktober, dan waktu panennya pada bulan
Februari-Maret di Indonesia, Juli-Agustus di Filipina, dan Juli-September di
Vietnam bagian utara.
C. Kandungan Kimia
Kandungan Cendana: Minyak atsiri, hars, dan zat samak. Minyak:Santalol
(seskuiterpenalkohol), santalen (seskuiterpena), santen, santenon, santalal,
santalon, dan isovalerilaldehida
D. Khasiat
Buah buni yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar, tetapi
dapat mewarnai mulut dan jari. Buahnya yang mentah agak asam rasanya, dan
karena buah-buah dalam satu tandan tidak bersamaan matangnya, maka buah
buni seringkali digunakan untuk pembuatan selai dan jeli. Sari buah dari buah
yang matang benar berguna sebagai minuman penyegar dan menghasilkan
anggur yang istimewa.

20

Orang Indonesia membuat saus-asem ikan dari buah buni. Daun


mudanya juga berguna untuk memberi aroma ikan atau daging rebus (stew),
dan baik buah muda maupun daun muda dapat digunakan sebagai pengganti
cuka. Daun muda juga dimakan sebagai lalap dan dimasak dengan nasi. Kulit
dan daun mengandung alkaloid yang memiliki khasiat obat, tetapi dilaporkan
juga beracun. Kayunya berwarna kemerah-merahan dan keras tetapi kurang
bermanfaat.
Di Filipina, pohon buni biasanya tumbuh di semak-semak, dl lahan
terbuka dan di hutan sekunder; seperti halnya beberapa jenis lain dalam marga
ini, buni memiliki nilai untuk reklamasi lahan-lahan kritis (misalnya A.
ghaesembilla Gaertner, dapat mengungguli alang-alang yang tumbuh dl lahan
itu, dan dapat menonjol sekali setelah terjadi kebakaran rumput tahunan).
Buah buni yang berubah-ubah warnanya menyebabkan tanaman ini menjadi
pohon hias yang menarik.

21

8. JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.)

(sumber : http://www.scribd.com/doc/211393354/Katalogtanaman1)
A. Pendahuluan
Daun adalah bagian tanaman yang sering dimanfaatkan. Salah satu di
antaranya adalah Jati Belanda. Khasiat herba ini telah teruji, seperti
kemampuannya menekan risiko diare, mengatasi masalah berat badan, hingga
mengontrol laju kolesterol. Adalah Guazuma ulmifolia Lamk atau yang
dikenal di Indonesia dengan nama jati belanda, merupakan tanaman yang
tumbuh baik di iklim tropis seperti negara kita ini. Tanaman dari kelas
Dicotyledonae ini termasuk dalam famili Sterculiaceae, dan diduga berasal
dari negara Amerika yang beriklim tropis. Tanaman ini tumbuh di dataran
rendah sampai dengan ketinggian 800 mdpl. Jati belanda biasanya ditanam
sebagai pohon peneduh, tanaman pekarangan atau tumbuh liar begitu saja.

B. Klasifikasi dan Morfologi


Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledone

Bangsa

: Malvales

Suku

: Sterculaceae

Marga

: Guazuma

Jenis

: Guazuma ulmifolia Lamk.


22

Morfologi
Jati belanda atau jati londo dalam bahasa Jawa, dan dikenal dengan nama
bastard cadar dalam bahasa Inggris, merupakan pohon yang berbatang keras
bercabang, berkayu bulat dengan permukaan batang yang kasar, dan berwarna
coklat kehijauan. Daunnya berbentuk bulat telur berwarna hijau dengan
pinggiran bergerigi, permukaan kasar, ujung rucing, pangkal berlekuk,
pertulangan menyirip berseling, dan berukuran panjang 10-16 cm serta lebar
3-6 cm. Bunganya, berwarna kuning, berbau wangi serta memiliki titik merah
di bagian tengah, berbentuk mayang dan muncul di ketiak daun. Buah dari
tanaman ini berbentuk bulat, keras, memiliki lima ruang, permukaan tidak rata
berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi cokelat kehitaman setelah
tua.
Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan biji, cara memperbanyak
dengan cangkok masih sulit dilakukan dengan tingkat keberhasilan 50 persen.
Ditambah lagi, cara setek dengan perlakuan khusus sekalipun belum banyak
membantu. Daun Jati belanda akan siap dipanen ketika pohon sudah berumur
2-3 tahun dan akan berbuah setelah berumur kurang lebih 5-6 tahun.

C. Kandungan Kimia
Secara umum, zat utama yang terkandung dari seluruh bagian tanaman
adalah tanin dan musilago. Kandungan lainnya yaitu resin, flavonoid,
karotenoid, asam fenolat, zat pahit, karbohidrat, kafein, terpen, juga senyawa
senyawa lain seperti sterol, beta-sitosterol, friedelin-3-alfa-asetat, friedelin -3beta-ol,alkoloida serta karbohidrat dan minyak lemak.

D. Khasiat
Tanin yang banyak terkandung di bagian daun, mampu mengurangi
penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada
dalam permukaan usus. Sementara itu, musilago yang berbentuk lendir
bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi usus terhadap
makanan dapat dikurangi. Hal ini yang yang menjadi alasan banyaknya daun
jati belanda yang dimanfaatkan sebagai obat susut perut dan pelangsing.

23

Dalam perkembangannya, daun jati belanda juga banyak dimanfaatkan


untuk mengatasi penyakit kolesterol dan rematik gout. Tak hanya sampai di
situ, dewasa ini daun jati Belanda juga dapat digunakan sebagai obat
elephantiasis atau penyakit kaki gajah. Gejala khas yang timbul dari penyakit
ini adalah adanya pembengkakan yang sangat besar pada jaringan jaringan
pengikat dan pembuluh getah bening yang. Penyakit ini disebabkan oleh
aktivitas sejenis cacing yang menyumbat aliran getah bening.

24

9. PATIKIM (Hydrocotyle sibthorpioide)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Cocok untuk iklim dataran rendah hingga dataran tinggi

Media tanam menggunakan tanah

Sebaiknya menggunakan pot berukuran 20 30 cm

Kebutuhan air sedang, siram 1x dalam sehari

Membutuhkan sinar matahari sepanjang hari

Pertumbuhannya cepat, tumbuh daun dalam beberapa sebagai semak


menjalar, kayu rapat atau kayu rapet baik dipelihara sebagai tanaman hias

B. Kandungan Kimia
Mengandung minyak meguap, coumarin dan hyperin
C. Khasiat
Tumbuhan dengan nama ilmiah Hydrocotyle sibthorpioide ini memiliki daun
yang yang unik. Khasiatnya bisa menyembuhkan penyakit hepatitis.

25

10. PEGAGAN (Centella asiatica)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Pendahuluan
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh
di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal
dari

daerah

Asia

tropik,

termasuk Indonesia, India, Republik

tersebar

di Asia

Tenggara,
Rakyat

Tiongkok, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negaranegara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan
adalah daun kaki kuda dan antanan.
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

(tidak termasuk)

: Eudicots

(tidak termasuk)

: Asterids

Ordo

: Apiales

Famili

: Mackinlayaceae

Genus

: Centella

Spesies

: C. Asiatica

Morfologi
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan
berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan
lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang
banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah
dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak
26

ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh


merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi
mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering
banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang
disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak
ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat
jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
C. Kandungan Kimia
Kandungan

kimiawinya

terdiri

dari

asiaticoside,

thankuniside,

isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid,


madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral
seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine dan zat
samak.
D. Khasiat
Daun pegagan ini memiliki sifat manis dan sejuk. Sementara efek
farmakologisnya adalah anti-infeksi, antitoxic, penurun panas, peluruh air
seni. Karena efek farmakologis tersebut pegagan secara turun temurun sering
dijadikan sebagai obat tradisional.

27

11. BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris S.)

(sumber : http://www.scribd.com/doc/211393354/Katalogtanaman1)
A. Pendahuluan
Bambu Kuning (Bambusa vulgaris S.) merupakan tumbuhan yang
berasal dari dunia lama, khususnya dari kawasan Asia tropis. Jenis ini
diyakini sebagai bambu yang paling banyak dibudidayakan di seluruh
penjuru kawasan tropis dan sub-tropis. Di kawasan Asia Tenggara, bambu
jenis ini banyak dibudidayakan, sering dijumpai di desa- desa, di pinggirpinggir sungai, dan sebagai tanaman ornamnetal di perkotaan. Bambu Kuning
dapat diperbanyak dengan cara rhizoma, stek rumpun atau cabang, cangkok
dan kultur jaringan. Namun seringkali bambu kuning diperbanyak dengan
stek rhizoma yang diambil dari rumpun berusia 1 2 tahun. Namun adapula
cara termudah dan sering dilakukan adalah stek rumpun atau cabang.
Umumnya, rumpun yang akan di stek adalah rumpun yang tidak terlalu muda
atau tidak terlalu tua. Penanaman pada akhir periode musim hujan
dianjurkan, dengan jarak penanaman 6-12 m x 6-12 m.
Bambu Kuning sering kita jumpai di halaman rumah bagian depan
maupun belakang sebagai penghias halaman tersebut sekaligus pagar pelapis
setelah

pagar

besi,

selain

membawa

kesan

alami

halaman

yang

ditanami bambu kuning terasa segar karena dapat menyaring polusi disekitar
halaman tersebut.

A. Klasifikasi dan Morfologi


Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta
28

Sub Divisi : Angiospermae


Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Poales

Family

: Gramineae

Genus

: Bambusa

Spesies

: Bambusa vulgaris Schrad.

Morfologi
Bambu kuning (Bambusa vulgaris S.) memiliki bentuk yaitu pohon
bambu kuning, tumbuh tahunan, tinggi 5 10 m. Berkayu, bulat, berlubang,
beruas-ruas, kuning, bergaris hijau membujur. Daun tunggal, berseling,
berpelepah, lanset, ujung meruncing, tepi rata, pangkal membulat, panjang 15
27 cm, lebar 2 3 cm, pertulangan sejajar, hijau. Bunga: Majemuk, bentuk
malai, di batang, ungu kehitaman. Akar: Serabut, putih kotor.
B. Kandungan Kimia
Bambu kuning (Bambusa vulgaris S.) memiliki kandungan senyawa
saponin, flavonoida, para hidroksi bemsalhedid, polisakarida, klorofil, asam
amino, vitamin, mikoelemen, potassium, dan antioksidan.
C. Manfaat
Bambu kuning (Bambusa vulgaris S.) memiliki berbagai manfaat dan
khasiat yaitu sebagai berikut:
1. Makanan Vegetarian
Selain berfungsi sebagai tanaman hias, banyak masyarakat yang
memanfaatkan tanaman ini sebagai

makanan tambahan, semisal

rebungnya sering dijadikan sayuran.


2. Obat penyakit Lever dan asam urat
Bambu kuning memiliki kandungan zat flavonoid, yang berfungsi
sebagai obat penyakit lever. Menurut sinse Mochamad yusuf, ahli
pengobatan Cina di Sukabumi, jawa barat, daun bambu yang ada di
Indonesia dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai obat untuk
meredakan asam urat. Dengan sering mengkonsumsi daun bambu, maka
kadar asam yang terdapat di dalam tubuh menurun, dikarenakan
kandungan zat pada daun bambunya yang kaya flavon. Selain sebagai
salah satu sumber antioksidan, flavon juga berperan dalam menghambat
oksidasi xantin menjadi asam urat.
29

3. Pereda batuk
Dalam kitab Ming Yi Bie Lu (catatan dokter Ternama), manfaat dari
daun bambu adalah untuk meluruhkan dahak, meredakan batuk, dan
mengatasi susah napas. Khasiat lain dari bambu adalah menetralkan
racun dalam tubuh. Di Cina, ekstrak dari daun bambu juga dimanfaatkan
sebagai obat untuk melindungi jantung.
4. Mengatasi keputihan
Air yang dihasilkan dari bambu eul-eulmengandung mineral dan oksigen
yang berkadar tinggi, sehingga sangat membantu bagi kaum wanita
dalam menghilangkan keputihan.
5. Penghilang lemak dan kolesterol
Tanaman bambu banyak mengandung air mineral sehingga dapat
digunakan untuk pengobatan alternative guna menghilangkan lemak dan
kolesterol dalam tubuh.

30

12. KESEMEK (Diospyros kaki)

(sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bb/Diospyros_kaki.jpg)
A. Pendahuluan
Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros.
Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalambahasa
Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya
adalah Diospyros kaki. (Kaki, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang
dihasilkan buah ini). Kesemek berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, yang
kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di
sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa
kolonial

pada

tahun

1800an

dibawa

ke Eropa selatan

dan Amerika (Kalifornia). Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok
dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Kini komersialisasi
produksi

kesemek

telah

Baru, Australia dan Israel.

merembet

Ekspor

dari

dan
Israel

meluas
inilah

ke Selandia

yang

dinamai

sebagai Sharon fruit. Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek


umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya
wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek
untuk Singapura; namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh
kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang
menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di
mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

31

B. Klasifikasi dan Morfologi


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio : Angiospermae
Kelas

: Magnoliopsida

Subkelas

: Dilleniidae

Ordo

: Ebenales

Famili

: Ebenaceae

Genus

: Diospyros

Spesies

: Diospyros kaki

Morfologi
Pohon kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang,
dioesis (dioecious, berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang
pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun.
Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek lk. 3 cm,
bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 5-25 cm, hijau kuning berkilap.
Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga betina soliter, di
ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk gepeng membulat dan
bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah, dengan daun kelopak
yang tidak rontok.kesemek sekarang sudah sulit dijumpai atau hampir punah

C. Kandungan Kimia
Buah kesemek (Diospyros kaki) memiliki kandungan karbohidrat,
protein, vitamin, kalium, likopen, lutein, betakaroten, serat, polifenol, serat,
dan tannin

D. Khasiat
Buah kesemek (Diospyros kaki) memiliki berbagai manfaat dan khasiat
yaitu sebagai berikut:
1.

Pencegah kanker
Kesemek memiliki

kandungan likopen

yang berfungsi

sebagai

antioksidan pencegah kanker.


2.

Pencegah penyakit jantung


32

Kesemek memiliki kandungan polifenol yang dapat menurunkan


kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung.

33

3.

Obat hipertensi
Kesemek memiliki kandungan tannin yang dapat digunakan sebagai obat
hipertensi. Tannin juga dapat digunakan untuk mengawetkan berbagai
kerajinan tangan.

34

13. PURING (Codiaeum variegatum)

(sumber : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bf/Colpfl05.jpg)
A. Pendahuluan
Puring (Codiaeum variegatum), puding, atau kroton adalah tanaman hias
pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang
sangat bervariasi. Beragam kultivar telah dikembangkan dengan variasi
warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya. Bentuk
daun pun bermacam-macam: memanjang, oval, tepi bergelombang, helainya
"terputus-putus", dan sebagainya. Secara botani, puring adalah kerabat jauh
singkong serta kastuba. Ciri yang sama adalah batangnya menghasilkan
lateks berwarna putih pekat dan lengket, yang merupakan ciri khas
suku Euphorbiaceae. Puring berasal dari Kepulauan Nusantara namun kini
telah tersebar di seluruh daerah tropika dan subtropika, serta menjadi salah
satu simbol turisme.
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

: Euphorbiales

Famili

: Euphorbiaceae

Genus

: Codiaeum
35

Spesies

: Codiaeum varieg

Morfologi

Daun
Bentuk daun puring sangat bervariasi, ada yang berbentuk bulat telur
(ovatus), lonjong (oblongus), jorong (ellipticus), ada juga yang berbentuk
pita( linear), masing-masing daun mempunyai corak warna yang
berbeda.
-

Tepi daun : Ada yang rata, bergelombang bahkan ada yang berpilin

Ujung daun : bervariasi, ada yang runcing (acutus), tumpul


(obtusus), dan runcing (acuminatus).

Daun puring tersusun berselang-saling atau saling berhadapan dan


duduk pada ruas batang tanaman.

Daun puring mengandung senyawa saponin, flavanoida, dan


polifenol. Itulah sebabnya tanaman ini dimanfaankan sebagai obat
tradisional.

Batang
Sosok batang puring ada 2 macam yaitu bulat dan bersudut,
pertumbuhan batang tegak menjulang k atas dengan percabangn banyak.
Batang puring bergetah semakin bertambah umur tanaman batang
berkayu dan mengeras.

Bunga
Berumah satu monoecious, jd bunga jantan dan betina terpisah
dalam tandan bunga yang berbeda. Bunga puring termasuk bunga
telanjang, bunga jantan merupakan kumpulan benang sari. Puring
termasuk tanaman protandri yaitu bunga jantn akan muncul dan masak
terlebih dahulu dari bunga betina.

Buah dan Biji


Buah puring berbentuk bulat, buah muda berwarna hijau berkilat,
setelah tua berubah menjadi hijau tua kusam. Biji juga berbentuk bulat
terdapat dalam buah.

C. Kandungan Kimia
Kandungan kimia pada Puring (Codiaeum variegatum) tannin yang
terdapat pada getah puring, saponin, zat penyamak, flavonoid, dan polifenol.
36

D. Khasiat
Puring dapat dimanfaatkan sebagai pelancar peredaran darah, peluruh
keringat, pencahar ringan, sebagai obat sakit perut, perut mulas, sifilis,
cacingan, kejang lambung, dan gatal-gatal.

37

14. ALAMANDA (Allamanda cathartica L.)

A. Nama Daerah : Lame areuy (Sunda ) dan Alamanda (Jawa)


B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Divisio

: Magnoliophyta (berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo

: Gentianales

Familia

: Apocynaceae

Genus

: Allamanda

Spesies

: Allamanda cathartica L.

Morfologi
1. Habitus : Perdu, tinggi 4-5m.
2. Batang : Berkayu, bulat, berbaring, berbuku-buku, tiap bukut erdapat
daun yang melingkar, empat sampai lima, bergetah, percabangan
monopodial, cabang muda hijau,atas ungu, putih kehijauan.
3. Daun : Tunggal, lonjong, tepi rata melipat kebawah, ujung dan pangkal
meruncing, panjang 5-16cm, lebar-lebar, 5-5cm,tebal, pertulangan
menyirip, hijau.
4.

Bunga: Majemuk, bentuk tandan ,berkelamin dua, diujung cabang dan


ketiak

daun,

tangkai

silindris,

pendek,hijau,

kelopak

bentuk

lanset,permukaan halus, hijau, benang sari tertancap pada mahkota,


38

mahkota berseling pada lekukan, tangkai putik silindris, kepala putik


bercangap dua, kuning, mahkota bentuk terompet atau corong,
permukaan rata, kuning.
5. Buah : Kotak, bulat, diameter 1,5cm.
6. Biji : Bentuk segitiga, masih muda hijau keputih-putihan setelah tua
hitam.
7. Akar : Tunggang, putih kotor.
C. Kandungan Kimia

Senyawa Metabolit Sekunder : plumerisin, skopoletin, dan sitosterol

Golongan Senyawa Metabolit Sekunder : Triterpenoid

D. Khasiat :

Akar, daun dan bunga dapat digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan.
Sedangkan getahnya yang berwarna putih dapat dijadikan sebagai obat
penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. Getah tanaman ini
memiliki sifat anti bakteri.

Bunga alamanda diketahui memiliki beberapa fungsi medis, salah


satunya dapat dipakai sebagai laksatif. Bunga alamanda juga memiliki
sifat antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus. Bunga tanaman ini juga
umum dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari
malaria dan pembengkakan limpa

Akar alamanda juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit kuning.


Alamanda pada umumnya digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman

ini juga diketahui memiliki fungsi sebagai tanaman obat. Ekstrak akar
tanaman alamanda diketahui berfungsi sebagai antileukimia, hipotensi,
dan sebagai penawar racun akibat gigitan ular.
E. Cara Pemakaian
1. Daun Alamanda berkhasiat untuk penawar keracunan. Untuk penawar
keracunan dipakai 15 gram daun segar allamanda cathartica, dicuci,
direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring.
Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang satu jam.
2. Daun Alamanda dipakai sebagai obat luar untuk penyakit abses, eksim,
bisul dan kurap. Cukup dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus, dan
dibalurkan pada yang sakit.
39

3. Untuk mengobati demam. Rebus daun dan masukkan dalam ember atau
baskom lalu gunakan untuk menguapi badan yang panas.
4. Untuk mengobati sembelit. Seduh daun kemudian diminum.

40

15. SAWI LANGIT (Vernonia cinerea (L.) Less.)

A. Nama Daerah :
Buyung-buyung, daun muka manis, lidah anjing, Sayur babi; Rumput
ekor kuda, r.muka manis, r.tahi bahi (Indonesia); Leuleuncaan, mareme,rante
piit, sasawi langit, sembung,; Capeu tuhur (Sunda), Sembung, s.rendetin
(Bali); Maryuna, nyawon, pidak bangkong, sembung, s.kebo (Jawa); Shang
han cao (China)
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi : Termasuk famili Compositae
Morfologi
Terna setahun, tumbuh tegak tinggi 20 - 100 cm. Tumbuh liar di sisi
jalan, padang rumput sampai ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut.
Batang berambut halus dan bercabang banyak. Daun tunggal, duduk
berseling, bentuknya bulat telur sungsang sampai bulat memanjang, dengan
panjang daun 2 - 7 cm, lebar 0,5 - 2,5 cm. Tapi daun beringgit tidak teratur,
kedua permukaan daun berambut halus, bertangkai pendek. Bunga warna
ungu, berkelompok sekitar 5 - 20 kuntum. Biji keras bentuk bulat lonjong.
C. Kandungan Kimia

Senyawa Metabolit Sekunder : Belum banyak diketahui

Golongan Senyawa Metabolit Sekunder : Belum banyak diketahui

D. Khasiat
Tanaman ini di gunakan sebagai penenang, demam, panas batuk,
disentri, hepatitis, lelah, tidak bersemangat dan Susah tidur (insomnia).
E. Cara Pemakaian

41

1. Demam
Cuci bersih 10-15 gr tanaman kering atau setara dengan 50 gr tanaman
segar. Rebus tanaman dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2
gelas. Saring hasil rebusan setelah dingin. Minum ramuan 2 x sehari.
Masing-masing 1 gelas.
2. Disentri, hepatitis, lelah tidak bersemangat, kejang lambung, kejang
perut dan insomnia
Cuci bersih 10-15 gr tanaman kering ( setara dengan 50 gr gr tanaman
segar ). Rebus tanaman dengan 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa 2
gelas. Saring hasil rebusan setelah dingin. Minum ramuan itu 2 x sehari,
masing-masing 1 gelas.
3. Bisul, gigitan ular, luka terpukul, dan kesleo
Ambil tanaman sawi langit secukupnya, lalu cuci bersih. Tumbuk halus
tanaman. Tambahkan sedikit air, lalu aduk sehingga menjadi adonan.
Tempelkan ramuan itu di bagian tubuh yang sakit.
4. Batuk dan panas
Cuci bersih 10 15 gr tanaman kering (Setara 50 gr tanaman segar).
Rebus tanaman dengan 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa 2 gelas.
Saring hasil rebusan setelah dingin. Minum ramuan itu 2 x sehari,
masing-masing 1 gelas.

42

16. GIRANG (Leea aquleata Blume ex Spreng)

A. Nama Daerah

: Mali-malihantu (Melayu), Silungkar (Sunda), Girang

(Jawa), Ghirang (Madura ), Kolotada (Ternate) dan Ngeteda (Halmahera).


B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Bangsa

: Rhamnales

Suku

: Leeaceae

Marga

: Leea

Jenis

: Leeaindica(Burm .f. )Merr.

Morfologi

Habitus : Perdu, tinggi 5m.

Batang: Tegak, berkayu, bulat, bekas melekatnya daun nampak jelas,


hijau.

Daun : Majemuk, berseling, lonjong, pertulangan menyirip, panjang 816cm, lebar 3-7cm, tangkai bulat, hijau.

Bunga : Majemuk, berkelamin dua,bentuk payung,diketiak daun, kelopak


bentuk bintang, mahkota bentuh torong,kepalasari putih, hijau.

Buah : Buni, bulat, hitam.

Biji: Bulat, putih.

Akar: Tunggang, coklat.

43

C. Kandungan kimia

Daun, buah dan akar Leea indica mengandung flavonoida, disamping itu
daun dan akarnya mengandung saponin,daunnya mengandung polifenol,
buah serta akarnya juga mengandung tanin.

D. Khasiat

Daun Leeaindica berkhasiat sebagai obat kepala pusing.

E. Cara Pemakaian
Untuk obat kepala pusing dipakai 7 gram daun segar Leeaindica, dicuci,
ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada pelipis kiri dan kanan.

44

17. COLA (Cola acuminata Schott ET Endl.)

A. Nama Daerah : kola


B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Malvales

Famili

: Sterculiaceae

Genus

: Cola

Spesies

: Cola nitida A.Chev

Morfologi

Habitus berupa perdu dengan tinggi 20 m.

Batang

bulau,

berkayu, bercabang-cabang, permukaannya kasar,

warnanya hijau kecoklatan.

Daun tunggal, tersebar, bertangkai, bentuknya bulat telur memanjang,


ujung runcing, tepi rata, pangkalnya meruncing, panjang daun 7-19
cm dan lebarnya 2-6 cm, pertulangan menyirip dan warnanya hijau.
Bunga majemuk, bentuk malai, kelopak bunga bentuknya kerucut,
terdapat di ketiak daun, warna hijau bila masih muda dan coklat bila
sudah tua, bentuk mahkotanya bintang, bertajuk lima, jumlah benang

45

sari sepuluh yang tersusun seperti bintang, warnanya ungu, warna


putik kuning, kuning keputih-putihan.

Buah kotak yang setiap tangkainya terdapat 1-5 buah, bentuk buah
bulat memanjang, dimana pada setiap buah berisi 5-15 biji, panjang buah
8-15 cm dengan diameternya 5-9 cm, warnanya hijau.

Bentuk biji bulat telur, keras, panjangnya 3-6 cm dan lebar 2-4 cm,
selaput biji berasa manis dan wangi, warnanya merah. Akar tunggang
dan berwarna coklat.

C. Kandungan Kimia
Senyawa Metabolit Sekunder : Kafein dan Alkaloid
D. Khasiat
Stimulan, antidepresif; diuretik, kardiotonik
E. Cara Pemakaian
Penyegar badan dan Migrain : Biji kola 5 g; Buah cabai jawa 3 g; Rimpang
lempuyang 3 g; A ir 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari.

46

18. ADAS (Foeniculum vulgare Mill.)

A. Nama Daerah
Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (Melayu), adeh, manih
(Minangkabau); hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), adhas
(Madura); paapang, paampas (Menado), adasa, rempasu (Makasar), adase
(Bugis); adas (Bali), wala wunga (Sumba).
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae


Ordo

: Apiales

Famili

: Apiaceae

Genus

: Foeniculum

Spesies

: Foeniculum vulgare P. Mill.

Morfologi
Terna berumur panjang, tinggi 50 cm-2 m, tumbuh merumpun. Satu
rumpun biasanya terdiri dari 3-5 batang. batang jau kebiru-biruan, beralur,
beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk
menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan
pangkal runcing, tepi rata berseludang warna putih, seludang berselaput
dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga
47

payung majemuk dengan 6-40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5-10
cm, panjang gagang bunga 2-5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari
ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6-10 mm, lebar 3-4 mm, masih
muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai
sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda, tergantung
negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi
rasanya mirip kanfer.
C. Kandungan Kimia
Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6 persen,
mengandung 50-60 persen anetol, lebih kurang 20 persen fenkon, pinen,
limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12
persen minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas
mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung
bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
D. Khasiat

Buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas,


hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Berkhasiat
menghilangkan dingin, melancarkan peredaran darah, penghilang nyeri
(analgesik),

menyehatkan

lambung,

meningkatkan

nafsu

makan

(stomakik), peluruh dahak, peluruh kentut (karminatif), dan merangsang


produksi ASI (laktagoga). D

Daun berbau aromatik dan berkhasiat sebagai stimulan, peluruh kencing


(diuretik), laktagoga, stomakik, dan menerangkan penglihatan. Herba
berkhasiat sebagai anti-emetik. Akar sebagai pencahar dan diuretik.
Sedangkan minyak

dari buah (minyak adas, fennel oil) berkhasiat

sebagai stimulan, karminatif, antibakteri, dan antelmintik.


E. Cara Pemakaian
Buah adas sebanyak 3-9 g direbus, atau buah adas digiling halus, lalu
diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan
sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, buah kering
digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit
gigi, sakit telinga dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk
menggosok tubuh anak yang masuk angin.

48

19. JINTAN (Cuminum cyminum)

A. Nama Daerah
Jeura engkut, jeura puteh (Aceh), jiru putih (Gayo), jinten (Melayu),
jinten (Minangkabau), jinten bodas (Sunda), jinten putih (Jawa), jhinten pote
(Madura), jinten, jintar (Sulawesi Utara), jinda (Gorontalo), gingga (Boul),
jintang kebo (Makasar), jintang pute (Bugis), jinten, jinta (Bima), ginten (Bali)
B. Klasifikasi bdan Morfologi
Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Subkelas

: Dialypetalae

Ordo

: Umbellales / Umbeliflorae

Family

: Apiaceae / Umbelliferae

Genus

: Cuminum

Species

: Cuminum cyminum

Morfologi
Jintan putih merupakan tumbuhan terna, batang bergaris-garis, tidak
berambut, batang bila dimemarkan sangat wangi. Daun bertangkai pendek dan
berbentuk pita. Bunga berbentuk payung, yaitu suatu bunga majemuk tak
berbatas yang dari ujung ibu tangkainya mengeluarkan cabang-cabang yang
sama panjangnya. Masing-masing cabang mempunyai suatu daun pelindung
pada pangkalnya, dan karena pangkal daun sama tinggi letaknya, maka tampak
seakanakan pada pangkal cabang-cabang tadi seperti terdapat daun-daun
pembalut. Panjang tangkai bunga 2 cm sampai 4 cm, terdiri dari 3 sampai 6
49

cabang dengan panjang 1 cm sampai 1,5 cm. Panjang buah 5 mm sampai 6 mm


dengan lebar 3 mm.
C. Kandungan Kimia
Buah jintan putih mengandung minyak atsiri sebanyakkurang lebih 25%. Komponen utama dalam minyak atsiri tersebut adalah cuminal(32%) dan
safranal (24%). Selain itu, komponen lain yang terkandung dalam minyak
jintan putih yaitu p-cimene, -pinene, serta -fellandren
D. Khasiat
Berdasarkan hasil-hasil pengujian secara praklinis, dapat disimpulkan
bahwa jintan putih memiliki sifat sebagai antibakteri, antikarsinogenik,
antihiperglikemia, antioksidan, antispasme, karminatif, dan digestif. Sementara
itu, minyak jintan putih (Cuminum cyminum L.) dapat digunakan sebagai
stimulan dan aprodisiak. Selain itu minyak ini juga digunakan sebagai
emenagogue, memiliki sifat anestesi yang cukup kuat serta bersifat sebagai
laksatif.
E. Cara Pemakaian
1. Sakit Jantung
Bahan : 1 sendok teh biji jintan putih, 1 siung bawang merah, 7 pasang biji
kemukus, 6 lembar daun sirih.
Cara membuat : semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus,
kemudia ditambah 4 sendok makan air masak dan diperas serta disaring.
Cara menggunakan : diminum pagi dan sore secara teratur.
2. Haid tidak lancar
Bahan : 1 sendok teh biji jintan putih, 2 biji cengkeh kering, potong biji
pala, 1 rimpang kunyit, 1 buah kapulaga, 1 potong gula aren, 1 sendok
makan gula pasir, 2 lembar daun srigading.
Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai
mendidih, kemudian di saring.
Cara Menggunakan : diminum lima hari sebelum tanggal haid.
3. Jamu Putri
Bahan : 1 sendok teh biji jintan putih, 1 rimpang kunyit, 1 genggam bunga
delima.
Cara membuat : semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian
disedu dengan 1 gelas air dan disaring.
50

Cara menggunakan : diminum biasa


4. Sulit Tidur
Bahan : 1 sendok teh biji jintan putih, 3 potong kangkung sayur, 2 lembar
daun pegagan sendok makan ketumbar.
Cara membuat : Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum menjelang tidur.

51

20. JAHE (Zingiber officinale)

A. Klasifikasi dan Morfologi


Klasifikasi
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae


Kelas

: Monocotyledonae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Marga

: Zingiberis

Spesies

: Zingiber officinale Roscoe

Varietas

: Zingiber officinale Roscoe var. Amarum

Morfologi
Tanaman jahe merah tergolong terna, berbatang semu, beralur, tinggi
sekitar 30-60 cm. Rimpangnya bercabang-cabang, agak melebar, bagian
dalamnya berwarna kuning muda dengan ujung merah muda. Rimpang jahe
berkulit agak tebal, berwarna coklat, membungkus daging umbi yang berserat,
beraroma khas, dan rasanya pedas menyegarkan (Matondang, 2006). Bentuk
daun bulat panjang dan tidak lebar. Berdaun tunggal, berbentuk lanset dengan
panjang 15-23 mm, lebar 8-15 mm; tangkai daun berbulu, panjang 2-4 mm;
bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5-10 mm, dan tidak berbulu.
Perbungaan berupa malai tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat
atau bundar telur yang sempit, 2,75-3 kali lebarnya; panjang malai 3,5-5 cm,
lebar 1,5- 1,75 cm; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm; sisik
52

pada gagang terdapat 5-7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau
rapat, panjang sisik 3-5 cm. Bunga memiliki 2 kelamin dengan 1 benang sari
dan 3 putik bunga daun pelindung, bundar pada ujungnya, tidak berbulu,
berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1-1,75 cm; mahkota bunga
berbentuk tabung 2-2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna
kuning kehijauan, panjang 1,5-2,5 mm, lebar 3-3,5 mm, bibir berwarna ungu,
gelap berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12-15 mm; kepala
sari berwarna ungu, panjang 9 mm; tangkai putik ada 2 (Hapsoh, dkk., 2008).
B. Kandungan Kimia
Komposisi kimia jahe merah terdiri dari minyak atsiri 2-4% yang
menyebabkan bau harum, dimana komponen utamanya adalah zingiberen
(35%), kurkumin (18%), farnesene (10%), serta bisabolene dan bsesquiphellandrene dalam jumlah kecil, 40 hidrokarbon monoterpenoid yang
berbeda seperti 1,8- cineole, linalool, borneol, neral, dan geraniol. Di samping
itu, rimpang jahe merah juga mengandung lemak, lilin, karbohidrat, vitamin A,
B, dan C, mineral senyawa-senyawa flavonoid, enzim proteolitik yang disebut
zingibain, kamfena, limonene, sineol, zingiberal, gingerin, kavikol, zingiberin,
zingiberol, minyak damar, pati, asam malat, asam oksalat (Govindarajan,
1982).
Rimpang jahe merah juga mengandung minyak tidak menguap yaitu
oleoresin sampai 3%, merupakan senyawa fenol dengan rantai karbon samping
yang terdiri dari tujuh atau lebih atom karbon. Komponen ini merupakan
pembentuk rasa pedas yang tidak menguap pada jahe. Komponen dalam
oleoresin

jahe

terdiri

atas

gingerol,

gingerdiols,

gingerdiones,

dihidrogingerdiones, shagaol, paradols, dan zingerone (Govindarajan, 1982).


C. Khasiat
Rimpang jahe merah biasa digunakan sebagai obat masuk angin, obat
gosok pada pengobatan penyakit encok dan sakit kepala, bahan obat, bumbu
masak, penghangat tubuh, menghilangkan flu, mengatasi keracunan, gangguan
pencernaan, sebagai antioksidan, antitusif, analgesik, antipiretik, antiinflamasi,
menurunkan kadar kolesterol, mencegah depresi, impotensi, dan lain-lain
(Hapsoh, dkk., 2010).
D. Cara Pemakaian
1. Migren
53

Rendam tangan anda kurang lebih 15 menit dalam air jahe hangat.
Dipercaya cara ini bisa mengurangi rasa sakit.
2. Sariawan
Gunakan rebusan air jahe sebagai obat kumur 2-3 x sehari. Cara membuat
air rebusannya yaitu dengan merebus jahe segar kurang lebih 800 gr dalam
air secukupnya.
3. Mencegah kerusakan pada gigi
Rebusan air jahe juga bisa berguna dalam mencegah kerusakan pada gigi,
caranya dengan menjadikannya sebagai obat kumur.
4. Periodontitis
Rebusan air jahe yang ditambahkan sedikit garam dapat digunakan sebagai
obat kumur untuk menyembuhkan sakit atau gatal pada tenggorokan.
5. Mabuk
Minum air jahe hangat dapat diberikan kepada seseorang yang sedang
mabuk yang disebabkan oleh beberapa hal salah satunya saat masa
mengidam bgi ibu hamil. minuman ini dapat membantu meningkatkan
sirkulasi darah untuk menghilangkan etanol dalam tubuh. Untuk
meningkatkan rasa, dapat ditambahkan gula atau madu pada minuman
tersebut.
6. Mengatasi ketombe
Menjadikan

air

jahe

sebagai

pencuci

rambut

dipercaya

dapat

menghilangkan ketombe pada rambut. Manfaat lainnya yaitu dapat


mencegah kerontokan pada rambut.
7. Menghilangkan jerawat
Menjadikan air jahe hangat sebagai pencuci muka diyakini dapat
menghilangkan jerawat dan juga bintik-bintik pada kulit kering.
8. Mengatasi kaki bau
Air jahe hangat yang ditambahkan sedikit garam dan cuka dapat dijadikan
sebagai obat untuk menghilangkan aroma tidak sedap pada kaki. Caranya
yaitu dengan merendam kaki pada ramuan tadi selama kurang lebih 15
menit. Setelah itu keringkan kaki dan taburkan bedak talk.
9. Menyembuhkan pilek dan batuk

54

Rendam kaki anda sampai pergelangan kaki dalam air jahe panas yang
telah ditambahkan garam dan cuka.rendam kaki sampai berubah menjadi
merah.
10. Menurunkan tekanan darah tinggi
Dengan merendam kaki dalam air jahe hangat selama 15 menit dipercaya
dapat melancarkan sirkulasi darah anda dengan cara refleksologi.
11. Mengurangi Nyeri Pinggang dan Punggung
Rendam handuk dalam air jahe hangat yang telah ditambahkan garam dan
cuka. Gunakan handuk tersebut untuk mengompress bagian-bagian tubuh
yang terasa sakit. Metode ini dipercaya dapat membantu melemaskan otototot tubuh yang tegang dan melancarkan sirkulasi darah sehingga dapat
mengurangi rasa sakit.

55

21. KUNYIT (Curcuma longa Linn. syn., Curcuma domestica Val)

A. Nama Daerah
1. Sumatra: Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh), Kuning (Gayo), Kunyet
(Alas), Hunik (Batak), Odil (Simalur), Undre, (Nias), Kunyit (Lampung),
Kunyit (Melayu)
2. Jawa: Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng (Madura)
3. Kalimanta: Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon Manyan), Cahang
(Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Kalesiau (Kenya), Kunyit (Tidung)
4. Nusa Tenggara: Kunyit (Sasak), Huni (Bima), Kaungi (Sumba Timur),
Kunyi (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh, (Flores), Kuma (Solor),
Kumeh (Alor), Kunik (Roti), Hunik kunir (Timor)
5. Sulawesi: Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), Kolalagu
(Buol), Pagidon (Toli-toli), Kuni (Toraja), Kunyi (Ujungpandang), Kunyi
(Selayar), Unyi (Bugis), Kuni (Mandar).
6. Maluku: Kurlai (Leti), Lulu malai (Babar), Ulin (Tanimbar), Tun (Kayi),
Unin (Ceram), Kunin (Seram Timur), Unin, (Ambon), Gurai (Halmanera),
Garaci (Ternate)
7. Irian: Rame (Kapaur), Kandeifa (Nufor), Nikwai (Windesi), Mingguai
(Wandamen), Yaw (Arso).
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kerajaan
Divisi
Sub Divisi
Kelas
Ordo

Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotyledoneae
Zingiberales
56

Familia
Genus
Spesies

Zingiberaceae
Curcuma
Curcuma domestica Val

Morfologi
Tanaman kunyit adalah tanaman berumur panjang dengan daun besar
berbentuk elips, 3-8 buah, panjang sampai 85 cm, lebar sampai 25 cm, pangkal
daun meruncing, berwarna hijau seragam. Batang semu berwarna hijau atau
agak keunguan, tinggi sampai 1,60 meter. Perbungaan muncul langsung dari
rimpang, terletak di tengah-tengah batang, ibu tangkai bunga berambut kasar
dan rapat, saat kering tebalnya 2-5 mm, panjang 16-40 cm, daun kelopak
berambut berbentuk lanset panjang 4-8 cm, lebar 2-3,5 cm, yang paling bawah
berwarna hijau, berbentuk bulat telur, makin ke atas makin menyempit dan
memanjang, warna putih atau putih keunguan, bagian ujung berbelah-belah,
warna putih atau merah jambu (Sudarsono dkk., 1996). Bentuk bunga
majemuk bulir silindris. Mahkota bunga berwarna putih. Bagian di dalam
tanah berupa rimpang yang mempunyai struktur berbeda dengan Zingiber
(yaitu berupa induk rimpang tebal berdaging, yang membentuk anakan,
rimpang lebih panjang dan langsing) warna bagian dalam kuning jingga atau
pusatnya lebih pucat (Sudarsono dkk., 1996).
C. Kandungan Kimia
Zat warna curcuminoid suatu senyawa diarylheptanoide 3-4% terdiri dari
curcumin, dihydrocurcumin, desmethoxy curcumin dan bisdesmethoxycurcumin (Sudarsono dkk., 1996).
D. Khasiat
Secara tradisional rimpang kunyit digunakan untuk penambah nafsu
makan, peluruh empedu, obat luka dan gatal, anti radang, sesak nafas,
antidiare, dan merangsang keluarnya angin perut. Sebagai obat luar digunakan
sebagai lulur kecantikan dan kosmetika. Secara umum akar kunyit digunakan
untuk stimulansia, pemberi warna masakan, dan minuman serta digunakan
sebagai bumbu dapur (Sudarsono dkk., 1996). Akar kunyit (Curcuma
domestica) berkhasiat melancarkan peredaran darah, antiinflamasi, antibakteri,
melancarkan pengeluaran empedu, antipiretik dan ikterik hepatitis (Syukur,
2005).

57

E. Cara Pemakaian
1. Manfaat kunyit untuk mengatasi demam
Rimpang kunyit segar 20 gram diparut, lalu tambahkan 100 ml air matang
hangat, diaduk, kemudian peras menggunakan kain. Aturan pakai : air
perasan kunyit diminum sehari 2 kali.
2. Manfaat kunyit dalam mengatasi bau badan
Rimpang kunyit seukuran 2 ibu jari diparut, lalu dicampurkan kedalam 2/3
air matang yang telah ditambahkan gula aren sebelumnya. Aduk hingga
rata. Saring, lalu minum Aturan pakai : minum ramuan tersebut 1 x sehari
sebelum tidur.
3. Manfaat Kunyit Untuk mengobati gatal karena cacar air
4. Rimpang kunyit 1 potong + daun asam 1 genggam, cuci bersih keduanya,
lalu blender hingga halus, gunakan sebagai obat luar dengan cara
mengoleskannya pada bagian kulit yang gatal. Aturan pakai : lakukan 3 x
sehari
5. Manfaat ramuan kunyit untuk mengatasi tekanan darah tinggi
Bahan : 50 gram daun pegagan, 300 cc madu, 3 ibu jari kulit segar 500 cc
air.
Cara pembuatan : potong tipis kunyit dan pegagan, kemudian rebus dalam
air 500 cc sampai tersisa 150 cc, saring, diamkan hingga hangat,
tambahkan madu kedalam air ramuan sedikit-sedikit sambil diaduk.Aturan
pakai : minum 3 x sehari sebanyak 1 sendok makan.
6. Manfaat ramuan kunyit untuk mengobati penyakit malaria
Bahan : rimpang kunyit 3 gram, kulit pule 15 gram, temulawak 20 gram,
kayu cendana 5 gram, kulit pohon keningar 5 gram, daun jering / jering
antan 6 gram, minyak kayu putih 6 tetes, air 500 cc.
Cara membuat ramuan : Haluskan rimpang kunyit, kayu cendana, dan kulit
pohon pule, masukkan kedalam air, masukkan juga semua bahan lainnya,
lalu rebus hingga mendidih. Aturan pakai : minum ramuan 3 x sehari.
6. Manfaat kunyit untuk obat diare
Bahan ramuan : jari rimpang kunyit, rasuk angina, 3 biji ketumbar,
buah kayu ules 1 bh, 1 helai daun tawas.

58

Cara pembuatan : Campur semua bahan dan tambahkan air 115 ml, rebus
hingga mendidih, kemudian saring. Aturan pakai : minum ramuan 2x sehari
pagi dan sore 100 ml.
7. Manfaat Kunyit Dalam mengembalikan stamina tubuh
Bahan ramuan : 1 sendok makan air perasan kunyit, telur ayam kampung 1
butir, madu 1 sdm, air perasan jeruk nipis 1 sdm, lada secukupnya.
Cara membuat ramuan : campur semua bahan kecuali lada, kocok hingga
ramuan tercampur rata, tambahkan lada secukupnya. Aturan pakai minum
ramuan 3 x sehari.
8. Manfaat Kunyit sebagai obat borok
Rimpang kunyit seukuran ibu jari diparut, tambahkan air kapur sirih 1
sendok teh, tambahkan juga air perasan dari 1 buah jeruk nipis, aduk
hingga rata. Aturan pakai : untuk obat luar, oleskan pada bagian tubuh yang
tumbuh borok.
9. Manfaat ramuan kunyit untuk mengatasi keputihan
15 gram rimpang kunyit yang sudah tua dikupas, lalu diparut. Tambahkan
150 ml air asam, dan gula jawa, aduk hingga rata. Saring dengan
menggunakan kain. Aturan pakai : minum ramuan 1-2 x sehari.
6. Manfaat Kunyit Untuk mengatasi radang gusi
Rimpang kunyit ibu jari dan gambir 3 potong, keduanya di iris halus,
kemudian rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Aturan pakai :
untuk berkumur, lakukan 3-4 x sehari.
7. Manfaat ramuan kunyit untuk mengatasi telat datang bulan ( untuk wanita).
Bahan ramuan : kunyit dan daun sigading 15 gram, kapulaga dan biji pala
10 gram, ketumbar, cengkeh, dan jintan hitam 5 gram.
Cara membuat ramuan : Rebus semua bahan dalam air 3 gelas hingga
tersisa 1 gelas, lalu saring. Aturan pakai : minum ramuan 3 x sehari
sebanyak 1/3 gelas.
8. Manfaat ramuan kunyit untuk kesehatan kulit.
Bahan ramuan : rimpang kunyit segar 100 gram, air perasan jeruk nipis 100
ml, 1 sendok makan madu, air secukupnya.
Cara pembuatan ramuan : haluskan kunyit, tambahkan madu dan air jeruk
nipis, tambahkan air secukupnya. Aturan pakai : minum ramuan secara
teratur.
59

22. BINAHONG (Anredera cordifolia)

A. Nama Daerah : Binahong, gandoa (Sunda), gendola (Bali), lembayung


(Minangkabau), uci-uci (Jawa), kandula (Madura), tatabuwe (Sulawesi Utara).
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)


Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio

: Magnoliophyta (berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Subkelas

: Hamamelidae

Ordo

: Caryophyllales

Familia

: Basellaceae

Genus

: Anredera

Species

: Anredera cordifolia (Tenore) Steenis

Morfologi

Daun
Tanaman binahong berdaun tunggal, bertangkai sangat pendek
(subsessile), pertulangan menyirip, tersusun berseling, berwarna hijau
muda, berbentuk jantung (cordata), memiliki panjang sekitar 5-10 cm dan
lebar sekitar 3-7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal
berbelah, tepi rata atau bergelombang, dan permukaan halus dan licin
(Suyanto, 2009).
60

Rhizoma
Tanaman binahong memiliki rhizoma. Rhizoma adalah batang
beserta daun yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh
mendatar, dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah
dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rhizoma adalah penjelmaan
dari batang dan bukan akar, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Beruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersifat demikian.

Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik.

Mempunyai kuncup-kuncup.

Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, terkadang tumbuh ke atas,


muncul di atas tanah.

Bunga
Tanaman binahong memiliki bunga majemuk berbentuk tandan atau
malai panjang, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota
berwarna putih sampai krem berjumlah lima helai tidak berlekatan,
panjang helai mahkota sekitar 0,5 - 1 cm dan memiliki bau yang harum
(Suyanto, 2009)

Akar
Tanaman binahong mempunyai akar tunggang yang berdaging lunak
dan berwarna coklat kotor

C. Kandungan Kimia
Asam Oleanolik, dan Vitamin C, Flavonoid, saponin, alkaloid dan polifenol.
D. Khasiat
Seluruh bagian tanaman menjalar ini berkhasiat mulai dari akar, batang,
dan daunnya. pemanfaatannya bisa direbus atau dimakan sebagai lalapan untuk
daunnya. Semakin praktis, kini binahong dikemas dalam bentuk kapsul
sehingga mudah dikonsumsi. Khasiat dari tanaman binahong adalah
melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah, mencegah stroke,
asam urat, maag, menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh,
ambeien, melancarkan buang air kecil, buang air besar, diabetes, rematik, asam
urat dan sariawan berat.
E. Cara Pemakaian
1. Jatuh dan berdarah, bengkak, dan tergores
61

Daun binanong ditumbuk atau dilumatkan 3 lembar kemudian oleskan


pada luka secara merata. Lakukan berulang kali apabila luka masih basah.
2. Menghilangkan berkas operasi
Ambil akar binahong yang batangnya merah sebanyak 15 gram, cuci
bersih, rebus dengan 3 gelas air. Saring dan minum selagi hangat.
3. Eksim, gatal-gatal, alergi
Ambil 7 lembar daun binahong, 3 siung umbi kunir putih, direbus dengan
3 gelas air. Lalu diminum
4. Influenza
Ambil 5 gram daun binahong, dicuci, direbus dengan 2 gelas air bersih,
setelah dingin diminum.
5. Sebagai Obat Jerawat
Ambil 9 lembar daun binahong, rebus, sarig dan diminum setiap hari.
6. Menyuburkan kandungan
Ambil bunga binahong 1 tangkai, direbus dengan 1 gelas air.
7. Pegal linu,encok, reumatik
Daun dan batang ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang
sakit.
8. Melancarkan haid
Minum rebusan 3 lembar daun binahong. Biarkan dingin, saring lalu
diminum setiap hari.

62

23. GINSENG (Panax Ginseng)

A. Nama Daerah: Ginseng


B. Klasifikasi dan Morfologi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Apiales

Family

: Araliaceae

Upafamili : Araliodeae
Genus

: panax L.

Morfologi

Akar : akar tanaman ginseng ini menggembung yang berbentuk seperti


boneka, yang berisi cadangan makanan dan zat-zat berkhasiat lain.
Bentuk akar ini kurus dan memanjang. Bila dirasakan pertama adalah
rasa manis, namun setelah itu akan berasa pahit.

Batang : Bentuk batangnya bulat dan warnanya hijau ungu.

Daun : Tanamn ini termasuk tanaman yang berdaun tunggal dan


berbentuk oval, bagian tepi daun bergerigi dan bertulang daun menyirip.
Jumlah daunnya ada 5 namun 3 diantaranya lebih panjang dari yang lain,
berwarna hijau tua.

Buah : Buah tanaman herbal ginseng ini berwarna merah dan bentuknya
kecil seperti murbei.

C. Kandungan Kimia
Saponin
D. Khasiat

63

Ginseng mampu meningkatkan kewaspadaan mental, disamping juga


merubah mood dan menghilangkan rasa lelah. Manfaat lainnya adalah
sebagai ramuan antidepresan dan anti-kecemasan. Ketika seseorang
mengalami stres yang berlebihan, hormon adrenal (kortisol, adrenalin,
dan noradrenalin) akan mengalir keluar dan menyebabkan berbagai
masalah kesehatan. Dalam situasi ini, ginseng dapat membantu Anda
dalam menyeimbangkan tingkat adrenalin.

Ginseng mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sejumlah pakar obat


herbal mengatakan ginseng dapat meningkatkan kualitas hidup. Sifat
adaptogenik pada ginseng membantu merangsang orang tetap muda.
Sedangkan pada orang tua, dapat memulihkan sel-sel yang rusak dalam
tubuh. Ginseng juga dapat membantu Anda melawan flu dan penyakit
infeksi lainnya.

E. Cara Pemakaian
1. Sebagai Obat Kuat
Ginseng merupakan perangsang ringan untuk meningkatkan hormon
testosteron

dan

dihidrotestosteron.

Juga

meningkatkan

produksi

danmortalitas sperma. Ginseng juga membantu menyeimbangkan


hormon perempuan khususnya setelah melahirkan, selama mentruasi dan
pada saat menopouse.
2. Memperkuat Daya Ingat
Pada sebuah penelitian menunjukan bahwa ginseng bisa membantu
memperbaiki daya ingat pada pasien stroke yang juga mengalami
kepikunan. Disamping itu ginseng juga mampu meningkatkan aktivitas
zat-zat kimiawi diotak seperti acetycholine dan choline acetytranferase.
3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Zat aktif pada ginseng merangsang pembentukan antibodi sehingga dapat
membantu prose penyembuhan. Ginseng juga dapat membantu
meningkatkan sistem imun tubuh. Disamping itu juga bisa mengatasi
lelah dan stress serta bisa mengembalikan vitalitas setelah sakit.
4. Mengatasi Insomnia
Ginseng dapat membantu tubuh menstimulasi glandula endoktrin untuk
metabolisme vitamin dan mineral dengan baik, sehingga dapat

64

membantu menyerap gizi dengan sempurna yang bisa membuat orang


nyaman tidur. Karena salah satu penyebab susah tidur atau insomnia
adalah penyerapan gizi yang tidak sempurna.
5. Memperlancar Sistem Peredaran Darah dan Sistem Saraf
Menurut Nutrition Almanac ginseng berkhasiat untuk memperlancar
peredaran darah, sisten saraf dan jantung. Karena bila sistem peredaran
darah lancar maka distribusi zat gizi dan oksigen juga lancar.

65

24. DARUJU (Acanthus ilicifolius L.)

A. Nama Daerah

: Jeruju (Melayu), daruju (Jawa). Nama asing Lao shu le

(C), sea holly (I). Nama simplisia Acanthi Radix (akar daruju).
B. Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi:

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Scrophulariales

Famili

: Acanthaceae

Genus

: Acanthus

Spesies

: Acanthus ilicifolius L.

Morfologi
Daruju tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempat tempat lain
yang tanahnya berlumpur dan berair payau. Semak tahunan, berbatang basah,
tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 0,5-2 m, berumpun
banyak. Batang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna
kecokelatan, berduri panjang dan runcing. Daun tunggal, bertangkai pendek,
letak berhadapan bersilang. Helaian daun berbentuk memanjang atau lanset,
pangkal dan ujung runcing, tepi bercangap menyirip dengan ujung-ujungnya
berduri tempel, panjang 9-30 cm, lebar 4-12 cm. Bunga majemuk berkumpul
66

dalam bulir yang panjangnya 6-30 cm, keluar dari ujung batang, mahkota
bunga berwarna ungu kebiruan. Buahnya berupa buah kotak, bulat telur,
panjang 3 cm, berwarna cokelat kehitaman. Biji berbentuk ginjal,
jumlahnya 2-4 buah. Akarnya berupa akar tunggang, berwarna putih
kekuningan. Daruju dapat diperbanyak dengan biji.
C. Kandungan Kimia
Akar tumbuhan daruju mengandung flavone dan asam amino.
D. Khasiat

Akar digunakan untuk pengobatan radang hati (hepatitis) akut dan


kronis, pembesaran hati dan limpa (hepato splenomegali), pembesaran
kelenjar limfe (limfadenopati), termasuk pembesaran kelenjar limfe pada
tuberkulosis (TBC) kulit (skrofulode rma), gondongan (parotitis), sesak
napas (asma bronkial), cacingan, nyeri lambung, sakit perut, kanker,
terutama kanker hati.

Biji digunakan untuk pengobatan : bisul dan cacingan.

E. Cara Pemakaian
1. Kanker
Rebus 30-120 g akar daruju kering dan 60-120 g daging sapi tanpa lemak
dalam 500 cc air dalam periuk tanah atau panci email dengan api kecil
selama 6 jam, sampai airnya tersisa satu mangkuk. Jika airnya mengering
sebelum 6 jam, tambahkan air panas secukupnya sambil terus direbus.
Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi dua untuk dua kali
minum, pagi dan sore hari (masing-masing 1/2 mangkuk). Setiap kali
minum tambahkan madu secukupnya. Lakukan pengobatan ini setiap
hari.
2. Hepatitis akut dan kronis
Iris 60 g akar daruju yang telah dikeringkan tipis-tipis. Masukkan ke
dalam panci email, lalu tuang 500 cc air bersih ke dalamnya. Rebus
dengan api kecil sampai airnya tersisa 100 cc. Setelah dingin, saring dan
airnya dibagi dua untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Setiap kali
minum dapat ditambahkan madu secukupnya.

67

25. ILER (Coleus scutellarioides)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman

Batang : Batang Pohon herba tegak dan merayap dengan tinggi batang
pohonnya berkisar 30 cm sampai 150 cm, mempunyai penampung batang
berbentuk berbentuk segi empat dan termasuk katagori tumbuhan basah
yang batangnya mudah patah.

Daun : Berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong
atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun
dan memiliki warna yang beraneka ragam.

Bunga : Berbentuk untaian bunga bersusun, bunganya muncul pada pucuk


tangkai batang.

Syarat Tumbuh: Iler dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai
ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Iler bisa didapat disekitar
sungai atau pematang sawah dan tepi-tepi jalan pedesaan sebagai tumbuhan
liar.

B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Lamiales
68

Famili

: Lamiaceae

Genus

: Coleus

Spesies

: Coleus atropurpureus (L) Benth

C. Kandungan Kimia
Iler mempunyai komposisi kandungan senyawa kimia yang bermanfaat antara
lain : - alkaloid - etil salisilat - metil eugenol - timol - karvakrol mineral
D. Khasiat
Ambeien, Diabetes melitus, Demam, Diare (Sakit perut); Datang bulan
terlambat, Bisul
E. Cara Pemakaian
Ambeien
Bahan : 17 lembar daun iler, 7 lembar daun ngokilo, 3 rimpang umbi, kunyit
(3 cm)
Cara membuat : seluruh bahan direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan : diminum 1 kali sehari 1 gelas
Diabetes melitus
Bahan : Tumbuhan iler lengkap (Batang, daun, bunga), adas pulawaras
secukupnya.
Cara membuat : Seluruh bahan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.
Demam dan sembelit
Bahan : 1 potong daun dan batang iler
Cara membuat : bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 2 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.
Sakit Perut
Bahan : 3 potong akar iler
Cara membuat : bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore.

69

26. NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Pohon nyamplung adalah tumbuhan berukuran medium dengan tinggi
pohon bisa mencapai 8-20 meter bahkan ada yang mencapai 30-35 meter.
Tinggi batang bebas cabang mencapai 21 meter dengan diameter mencapai 0.8
meter.

Batang pohon berwarna abu-abu hingga putih dengan percabangan

mendatar. Akar tunggang, bulat dan coklat (Martawijaya et al, 2005)


Daun nyamplung merupakan daun tunggal, berbentuk oval dengan ujung
meruncing, tebal dan berwarna hijau tua mengkilap serta tidak berbulu. Bunga
nyamplung biasanya muncul diketiak, umumnya tidak bercabang tetapi
kadang-kadang bercabang yang terdiri dari 3 bunga pada setiap cabangnya,
Bunga nyamplung berwarna putih dengan diameter 2 cm, jumlah kelopak
empat buah, memiliki benang sari banyak, tangkai putik membengkok, kepala
putik bentuk perisai (Friday and Okano, 2006).
Buah nyamplung berbentuk seperti peluru dengan ujung berbentuk
lancip dengan panjang 25-50 mm. Kulit luar buah berwarna hijau selama
masih bergantung di pohon dan berubah menjadi kekuningan atau kecoklatan
setelah matang. Daging buah tipis dan lambat laun akan menjadi keriput,
rapuh dan mengelupas dimana di dalamnya terdapat sebuah inti berwarna
kuning terutama jika sudah dijemur (Heyne, 1987). Biji nyamplung berukuran
cukup besar dengan ukuran diameter 2-4 cm.

70

B. Taksonomi
Divisi

: Spermatophyla

Sub Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Bangsa

: Guttiferales

Suku

: Guttiferae

Marga

: Calophyllum

Jenis

: Calophyllum inophyllum L

C. Kandungan Kimia
Daun Calophyllum inophyllum mengandung saponin, flavonoida dan tanin
D. Khasiat
Obat luka bakar, HIV, mengurangi kerontokan rambut
E. Cara Pemakaian
Penyubur rambut :
1. Ambil 1 genggam biji nyamplung yang sudah matang, kemudian pecahkan
semua biji nyamplung, ambil isinya yang sudah dipisahkan dari kulit
kerasnya.
2. Kemudian letakkan isi dari biji nyamplung dengan kain bersih, kemudian
jemur di bawah sinar matahari hingga mengeluarkan minyak. Minyak
tersebut kemudian digunakan dengan cara mengoleskan minyak biji
nyamplung ke kulit kepala sampai merata, pijat dengan lembut. Kemudian
bilas sampai bersih. Minyak dari biji nyamplung dapat digunakan sebagai
penumbuh dan penyubur rambut.

71

27. DANDANG GENDIS (Clinacanthus nutans Lindau)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Dekripsi Tanaman
Tanaman perdu tahunan, tinggi lebih kurang 2,5 meter. Batang berkayu,
tegak, beruas dan berwarna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset,
panjang 8-12 mm, lebar 4-6 mm, bertulang menyirip, berwarna hijau. Bunga
majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung batang, mahkota bunga
berbentuk tabung, panjang 2-3 cm berwarna merah muda. Buah kotak, bulat
memanjang berwarna cokelat. Bagian yang digunakan daun.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Scrophulariales

Famili

: Acanthaceae

Genus

: Clinacanthus

Spesies

: Clinacanthus nutans Lindau

C. Kandungan Kimia
Alkaloid, saponin, dan minyak atsiri
D. Khasiat
Disentri, kencing manis

72

E. Cara Pemakaian

Kencing Manis
Ramuan: Daun Dandang Gendis segar 7 gram + Air 110 ml
Cara pembuatan: dibuat infus atau seduhan.
Cara pernakaian: diminum 1 kali sehari 100 ml.

73

28. KAKAO / COKLAT (Theobroma cacao L.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Tinggi tanaman kakao jika dibudidayakan di kebun maka tinggi tanaman
kakao umur 3 tahun mencapai 1,8 3 meter dan pada umur 12 tahun dapat
mencapai 4,5 7 meter. Tinggi tanaman tersebut beragam , dipengaruhi oleh
intensitas naungan dan faktor-faktor tumbuh yang tersedia .Tanaman kakao
bersifat dimorfisme, artinya mempunyai dua bentuk tunas vegetatif. Tunas yang
arah pertumbuhannya ke atas disebut dengan tunas ortotrop atau tunas
air (wiwilan atau chupon), sedangkan tunas yang arah pertumbuhannya ke
samping disebut dengan plagiotrop (cabang kipas atau fan). Asal biji tanaman
kakao

setelah mencapai tinggi 0,9 1,5 meter akan berhenti tumbuh dan

membentuk jorket (jorquette). Jorket adalah tempat percabangan dari pola


percabangan ortotrop ke plagiotrop dan khas hanya pada tanaman kakao.
Sama dengan sifat percabangannya, daun kakao juga bersifat dimorfisme.
Pada tunas ortotrop, tangkai daunnya panjang, yaitu 7,5-10 cm sedangkan pada
tunas plagiotrop panjang tangkai daunnya hanya sekitar 2,5 cm. Tangkai daun
bentuknya silinder dan bersisik halus, bergantung pada tipenya.
Salah satu sifat khusus daun kakao yaitu adanya dua persendian
(articulation) yang terletak di pangkal dan ujung tangkai daunyang membuat
daun mapu membuat gerakan untuk menyesuaikan dengan arah datangnya sinar
matahari. Bentuk helai daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun
meruncing (acuminatus) dan pangkal daun runcing (acutus). Susunan daun
74

tulang menyirip dan tulang daun menonjol ke permukaan bawah helai daun.
Tepi daun rata, daging daun tipis tetapi kuat seperti perkamen. Warna daun
dewasa hijau tua bergantung pada kultivarnya. Panjang daun dewasa 30 cm dan
lebarnya 10 cm. Permukaan daun licin dan mengkilap.
Tanaman kakao bersifat kauliflori. Artinya bunga tumbuh dan berkembang
dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga tersebut
semakin

lama

semakin

membesar

dan

menebal

atau

biasa

disebut

denganbantalan bunga (cushioll). Bunga kakao mempunyai rumus K5C5A5+5G


(5) artinya, bunga disusun oleh 5 daun kelopak yang bebas satu sama lain, 5
daun mahkota, 10 tangkai sari yang tersusun dalam 2 lingkaran dan masingmasing terdiri dari 5 tangkai sari tetapi hanya 1 lingkaran yang fertil, dan 5 daun
buah yang bersatu.
Bunga kakao berwarna putih, ungu atau kemerahan. Warna yang kuat
terdapat pada benang sari dan daun mahkota. Warna bunga ini khas untuk setiap
kultivar. Tangkai bunga kecil tetapi panjang (1-1,5 cm). Daun mahkota
panjangnya 6-8 mm, terdiri atas dua bagian. Bagian pangkal berbentuk seperti
kuku binatang (claw) dan bisanya terdapat dua garis merah. Bagian ujungnya
berupa lembaran tipis, fleksibel, dan berwarna putih.
Warna buah kakao sangat beragam, tetapi pada dasarnya hanya ada dua
macam warna. Buah yang ketika muda berwarna hijau atau hijau agak putih jika
sudah masak akan berwarna kuning. Sementara itu, buah yang ketika muda
berwarna merah, setelah masak berwarna jingga (oranye).
Kulit buah memiliki 10 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselangseling. Pada tipe criollo dan trinitario alur kelihatan jelas. Kulit buahnya tebal
tetapi lunak dan permukaannya kasar. Sebaliknya, pada tipe forasero,
permukaan kulit buah pada umumnya halus (rata), kulitnya tipis, tetapi dan liat.
Buah akan masak setelah berumur enam bulan. Pada saat itu ukurannya
beragam, dari panjang 10 hingga 30 cm, pada kultivar dan faktor-faktor
lingkungan selama perkembangan buah (Anonymus, 2013).
B. Taksonomi
Divisi

: Spermatophyta

Anak Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Anak Kelas

: Dialypetalae
75

Bangsa

: Malvales

Suku

: Sterculiaceae

Marga

: Theobroma

Jenis

: Theobroma cacao L.

C. Kandungan Kimia
Cokelat terbuat dari biji cocoa yang kaya akan senyawa beraroma bernama
falovonoids, yang juga terdapat di daun teh, kebanyakan buah-buahan dan
sayur-sayuran. Sampai saat ini, lebih dari 4000 macam flavonoid yang telah
diidentifikasikan. Tumbuh-tumbuhan mensintesis senyawa yang dapat larut
dalam air ini dari asam amino phenylalanine dan asetat. Flavonoids berperan
sebagai antioksida, menetralkan efek-efek buruk dari radikal bebas yang dapat
menghancurkan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Satu setengah ons batang
cokelat hitam kira-kira memiliki 800 miligram antioksida, kira-kira sama
jumlahnya seperti yang terdapat di dalam secangkir teh hitam.
Karbohidrat

yang

dibentuk

oleh

senyawa

kimia

dalam

coklat

menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa


santai dan tenang. Dengan mengonsumsi coklat, tubuh akan menghasilkan
antioksidan yang membantu mencegah serangan jantung dan mempertahankan
daya tahan tubuh. Peneliti dari Univeristy California menemukan kandungan
senyawa flavan-3-ols dalam coklat yang terbukti dapat menurunkan risiko
penyakit kardiovaskular.
Sebatang coklat juga dapat memenuhi 15% kalsium dan magnesium yang
dibutuhkan oleh tubuh. Meski terkadang coklat kurang bagus untuk gigi, namun
coklat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah yang kecil dan secara teratur.
Sebuah studi menunjukkan bahwa coklat juga baik untuk mendukung
pertumbuhan tulang dan proses penyembuhan. Selain itu, coklat juga
mengandung theobromine dan caffein yang memberikan energi bagi tubuh.
Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian
orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk
mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving .Dampak coklat
terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving.
Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Hal ini juga
sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu
substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke
76

dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak


dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati.
Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang
memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga).
Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu
fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena
polusi ataupun radiasi.
D. Khasiat
Batuk, antioksidan

77

29. KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Terna, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya,
tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun
tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir
bergerigi kasar tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada
kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar di ujung cabang, wama
ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benang sari lebih
panjang dari tabung bunga. Buah geluk wama coklat gelap. Tumbuh di dataran
rendah dan daerah ketinggian sedang.
B. Taksonomi
Kingdom
: Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub Kelas
: Asteridae
Ordo
: Lamiales
Famili
: Lamiaceae
Genus
: Orthosiphon
Spesies
: Orthosiphon aristatus
C. Kandungan kimia
Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin,
sapofonin, garam kalium, myoinositol.
D. Khasiat
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni,
menghilangkan panas dan lembab

78

30. KAPULAGA / KAPULOGO (Amomum compactum Soland ex Maton)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5
meter. Batang : semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun : tunggal,
tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12
cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga : majemuk, bentuk bongkol di pangkal
batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih
atau putih kekuningan Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)

Genus

: Elettaria

Spesies :

Elettaria cardamomum (L.) Maton

C. Kandungan Kimia
Buah: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, dan protein.
D. Khasiat
Perut kembung, radang tenggorokan, suara parau
79

E. Cara Pemakaian
Bagian yang Digunakan : buah.
Kegunaan Buah:
1) Aroma jamu
2) Napas/mulut bau
3) Perut kembung.
4) Radang tenggorokan.
5) Suara parau.
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
-

Buah Kapulaga 10 butir

Daun Pegagan 1 genggam

Air secukupnya

Cara pernbuatan : Dipipis.


Cara pemakaian : diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan : diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3
kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur, dan gosok gigi
sehabis makan.
Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
-

Buah Kapulaga (sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir

Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir

Air mendidih 100 ml

Cara pembuatan : diseduh.


Cara pemakaian : diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
Radang Tenggorokan
Ramuan:
-

Buah Kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir

Rimpang Kunyit (tumbuk kasar) 6 gram

Air mendidih 100 ml

Cara pembuatan : diseduh.


Cara pemakaian : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum
100 ml.
Lama pengobatan : diulang selama 7 hari.
80

31. SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.)

A. Deskripsi Tanaman
Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan
dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai
pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi. Pohon bertajuk rimbun, tinggi
mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal,
letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun
bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing,
pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip,
permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau
muda. Daun bila diremas berbau harum. Bunganya bunga majemuk tersusun
dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum.
Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah
masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1
cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap
bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman
bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

: Myrtales
81

Famili

: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)

Genus

: Syzygium

Spesies

: Syzygium polyanthum Wigh Walp

C. Kandungan Kimia
Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.
D. Khasiat
Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol
E. Cara Pemakaian
Bagian yang dipakai : Daun, kulit batang, akar dan buah.
Pemakaian:
- Untuk minum: 7-20 lembar daun, direbus.
- Pemakaian luar: Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling
halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada
infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.
1. Diare:
15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15
menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.
2. Kencing manis:
7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih
sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.
3. Sakit maag:
15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai
mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh setiap
hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.
4. Mabuk akibat alkohol:
1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk
sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.
5. Kudis, gatal :
Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai
menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit.

82

32. SAMBUNG NYAWA / SAMBUNG NYOWO (Gynura procumbens (Lour.)


Merr.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Herba, berdaging. Batang memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul,
berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk
bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 - 12,5
cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal
membulat atau rompang. Tepi daun rata, bergelombang atau agak bergigi.
Tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm.
Permukaan daun kedua sisi gundul atau berambut halus. Perbungaan dengan
susunan bunga majemuk cawan, 2- 7 cawan tersusun dalam susunan malai
(panicula) sampai malai rata (corymb), setiap cawan mendukung 20-35 bunga,
ukuran panjang 1,5- 2 cm, lebar 5-6 mm. Tangkai karangan dan tangkai bunga
gundul atau berambut pendek, tangkai karangan 0,5- 0,7 cm. Brachtea
involucralis dalam berbentuk garis berujung runcing atau tumpul, panjang 0,3 1 cm. Lebar 0,6 - 1,7 cm, gundul, ujung berwama hijau atau coklat kemerahan.
Mahkota merupakan tipe tabung, panjang 1 - 1,5 cm, jingga kuningan atau
jingga. Benang sari berbentuk jarum, kuning, kepala sari berlekatan menjadi
satu. Buah berbentuk garis, panjang 4 - 5 mm, coklat. Daun mempunyai susunan
dan fragmen yang sesuai dengan sifat anatomi keluarga tumbuhan bunga
matahari (Asteraccae = Compositae). Waktu berbunga Januari-Desember.

83

Di Jawa perbungaan jarang ditemukan. Tumbuhan ini banyak ditemukan di


Jawa pada ketinggian 1 - 1200 m dpl, terutama tumbuh dengan baik pada
ketinggian 500 m dpl. Banyak ditemukan tumbuh di selokan, semak belukar,
hutan terang, dan padang rumput . Secara kultur jaringan, eksplan yang terbaik
untuk penumbuhan kalus G. procumbens adalah tangkai daun yang ditaburkan.
Media yang terbaik untuk penumbuhan kalus adalah media RTK yaitu media
RT dengan air kelapa 10%. Pemberian kombinasi pupuk N dan P memberikan
pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil produksinya. Pemakaian BA 1 - 4
mg/l memberikan kondisi yang baik untuk multiplikasi tunas. Cara perbanyakan
tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan stek batang. Pertumbuhan
batang dan daun cepat sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tanaman akan
tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar,
sehingga lebih enak untuk dimakan segar.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)


Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Asterales

Famili

: Asteraceae

Genus

: Gynura

Spesies

: Gynura procumbens (Lour.) Merr.

C. Kandungan Kimia
Daun

mengandung

4-senyawa

flavonoid,

tanin,

saponin,

steroid

(triterpenoid). Metabolit yang terdapat dalam ekstrak yang larut dalam etanol
95% antara lain asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam p-kumarat,
asam p-hidroksi benzoat. Hasil analisis kualitatif dengan metode kromatografi
lapisan tipis dapat dideteksi keberadaan sterol, triterpen, senyawa fenolik (antara
lain flavonoid), polifenol, dan minyak atsiri.
Komponen minyak atsiri paling sedikit terdiri dari 6 senyawa monoterpen, 4
senyawa seskuiterpen, 2 macam senyawa dengan ikatan rangkap, 2 senyawa
dengan gugus aldehida dan keton. Hasil penelitian dalam upaya isolasi
flavonoid dilaporkan keberadaan 2 macam senyawa flavonoid yaitu bercak 1
84

terdiri dari 2 buah senyawa flavonol dan auron; sedangkan pada bercak 11
diduga kaemferol (suatu flavonol). Senyawa yang terkandung dalam etanol daun
antara lain flavon / flavonol (3-hidroksi flavon) dengan gugus hidroksil pada
posisi 4',7 dan 6 atau 8 dengan substitusi gugus 5-hidroksi. Bila senyawa
tersebut suatu flavonol, maka gugus hidroksil pada posisi 3 dalam keadaan
tersubstitusi. Di samping itu diduga keberadaan isoflavon dengan gugus
hidroksil pada posisi 6 atau 7,8 (cincin A) tanpa gugus hidroksil pada cincin B.
D. Khasiat
penyembuhan penyakit ginjal, disentri, infeksi kerongkongan, di samping
itu digunakan pada upaya menghentikan perdarahan, mengatasi tidak datang
haid dan gigitan binatang berbisa, menghilangkan bekuan darah (haematom),
pembengkakan, patah tulang, dan perdarahan setelah melahirkan.
E. Cara Pemakaian
Bagian yang Dimanfaatkan

Batang : untuk menurunkan demam, penyembuhan penyakit ginjal, disentri,


infeksi kerongkongan, di samping itu digunakan pada upaya menghentikan
perdarahan, mengatasi tidak datang haid dan gigitan binatang berbisa.

Umbi untuk menghilangkan bekuan darah (haematom), pembengkakan,


patah tulang, dan perdarahan setelah melahirkan.

Cara Pemakaian di Masyarakat

Untuk mengatasi gigitan ular / serangga digunakan daun dan umbi


tumbuhan : Sambung nyawa 1 batang, kunyit sebesar telur ayam 1 biji.
Kunyit dikupas, dicuci kemudian ditumbuk bersama bahan lain hingga
lembut. Tempelkan pada luka dan dibalut dengan air bersih.

Untuk mengatasi muntah darah / perdarahan rahim digunakan pohon


Sambung nyawa dan umbinya 1 batang, kunyit 1 jari, kayu secang (tua)
yang telah diserut 1/4 genggam. Kunyit dikupas, diiris tipis, kemudian
direbus bersama bahan lainnya dengan air 2 gelas hingga tinggal 1 1/2
gelas. Angkat dan saring, diminum 2 kali sehari gelas.

Untuk penyembuhan bisul digunakan daun Sambung nyawa segar 8 gram


dicuci, ditumbuk sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bisul.

85

33. KLERAK (Sapindus rarak Dc)

A. Deskripsi Tanaman
Tumbuhan ini berbentuk pohon tinggi, besar. Tingginya mencapai 42 m
dengan diameter batang 1 m. Daun bentuknya bundar telur sampai lanset.
Perbungaan majemuk, malai, terdapat di ujung batang warna putih kekuningan.
Bentuk buah bundar seperti kelereng kalau sudah tua/masak warnanya coklat
kehitaman, permukaan buah licin/mengkilat. Biji bundar juga warna hitam.
Antara buah dan biji terdapat daging buah berlendir sedikit dan aromanya
wangi.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

: Sapindales

Famili

: Sapindaceae
86

Genus

: Sapindus

Spesies

: Sapindus rarak Dc

C. Kandungan Kimia
Biji klerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah
yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula
dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, lantai, bahkan
memandikan dan membersihkan binatan peliharaan. Kandungan racun biji lerak
juga berpotensi sebagai insektisida. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai
wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis.
D. Khasiat
Kudis, jerawat, penyubur rambut
E. Cara Pemakaian
Penyubur rambut :
1) Siapkan 12 biji klerak yang sudah matang, lalu rendam dalam air panas,
sampai airnya menjadi dingin.
2) Kemudian gunakan air rendaman untuk membasahi kulit kepala sambil
dipijat ringan dengan menggunakan ujung jari. Kemudian bungkus kepala
dengan handuk besih hingga semalaman.

87

34. DEWANDARU (Eugenia uniflora L.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Tanaman Eugenia uniflora berbentuk perdu yang tumbuh secara tahunan
dengan tinggi lebih dari 5 meter. Batangnya tegak berkayu, berbentuk bulat
danberwarna coklat. Daun yang dimiliki berwarna hijau serta merupakan daun
tunggal tersebar berbentuk lonjong dengan ujung runcing dan pangkal
meruncing. Tepi daun rata, pertulangan menyirip dengan panjang lebih dari 5
cm dan lebar kurang lebih 4 cm. Tanaman ini memiliki bunga berbetuk tunggal
berkelamin dua dengan daun pelindung yang kecil berwarna hijau. Kelopak
bunga bertaju tiga sampai lima, benangsari yang dimiliki banyak dengan warna
putih. Putik berbentuk slindris, makota bunga berbentuk kuku dan berwarna
kuning. Buah Eugenia uniflora berupa buah buni bulat denagn diameter kurang
lebih 1,5 cm dan berwarna merah. Bijinya keras, berwarna coklat, dan kecil.
Akar yang dimiliki berwarna coklat dan merupakan akar tunggang.
B. Taksonomi
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Bangsa

: Myrtales

Suku

: Myrtaceae

Marga

: Eugenia

Jenis

: Eugenia uniflora L
88

C. Kandungan Kimia
Daun tanaman Eugenia uniflora menagndung flavonoid, saponin, dan
tannin. Flavonoid dari ekstrak daun berupa myricetrin, myrcitrin, gallocatechin,
quercetin, dan quercitrin. Senyawa tannin yang diisolasi dari fraksi aktif
Eugenia uniflora antara lain gallocatechin, oenothein B, eugeniflorins D (1) and
D (2).
D. Khasiat
1.

Antioksidan
Buah maupun daun dewandaru terbukti bisa mencegah munculnya
kanker atau tumor. Warna merah buah dewandaru menunjukkan bahwa di
dalamnya terdapat kandungan senyawa tertentu. Dari hasil penelitian
diketahui mengandung senyawa golongan karotenoid.
Begitu juga dengan daun dewandaru ditemukan senyawa yang
bermanfaat sebagai antioksidan dan disebut fenolik. Karotenoid dan fenolik
berkhasiat sebagai antioksidan yang bekerja melawan radikal bebas yang
masuk ke dalam tubuh manusia. Jika Anda memanfaatkan buah dewandaru,
sebaiknya di jus terelebih dahulu atau dimakan langsung. Buah dewandaru
yang sudah masak mengandung likopen yang tinggi. Ilmuwan menemukan
bukti kandungan senyawa fenolik pada ekstrak daun yang dikeringkan
dengan panas sinar matahari jauh berkurang dibandingkan dengan yang
dikeringkan di udara.

2. Antibakteri
Selain sebagai antioksidan dewandaru juga bisa mengatasi diare. Warga
Brazil menggunakan biji dewandaru untuk mengobati diare. Para ilmuwan
menelitI sejauh mana biji dewandaru berkhasiat sebagai anti kuman.
Ternyata protein biji dewandaru mampu menghambat pertumbuhan
berbagai macam kuman, di antaranya adalah kuman penyebab diare.
3. Atasi rasa sakit
Informasi yang tidak kalah menarik adalah pemakaian daun dewandaru
untuk obat antirematik. Khasiat yang ditemukan melalui pemakaian secara
turun temurun itu juga sudah didukung data ilmiah yang menggembirakan.
Daun dewandaru mengandung minyak atsiri, yang bekerja sebagai
analgesik alias penghilang rasa sakit. Sayangnya saat ini penelitian tentang
khasiat Dewandaru memang belum banyak dilakukan. Termasuk penelitian
89

lanjutan sebagai penunjang, seperti dosis pemakaian dan aturan pakai.


Dengan cara ini kita dapat menambah jumlah asupan senyawa karotenoid
secara bertahap dan mempertahankan kesehatan sel. Osteoporosis,
kerusakan pembuluh darah bahkan kanker dan tumor bisa dicegah.

90

35. BUAH TIN (Ficus carica L.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Tanaman tin berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan
batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3
atau 5 cuping. Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang
menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon
khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya. Yang
disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini
khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran
panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna
menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi
kulit.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Urticales

Famili

: Moraceae (suku nangka-nangkaan)


91

Genus

: Ficus

Spesies

: Ficus carica L.

C. Kandungan Kimia
Buah tin mengandung kalium, omega tiga dan omega enam yang berfungsi
untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan jantung koroner.Kandungan
coumarin dalam buah tin dapat mengurangi resiko kanker prostat. Buah tin juga
mengandung

kalsium

untuk

mencegah

osteoporosis

dan

membantu

meningkatkan kepadatan tulang. Kandungan kalsium yang tinggi membuat buah


tin dapat dimakan sebagai alternatif asupan kalsium bagi orang yang alergi
terhadap produk susu.
Kandungan trytophan-nya dapat menghindari insomnia dan membuat
kualitas tidur yang baik. Pektin yang terdapat di dalam buah tin pun dapat
membantu mengurangi kolesterol darah. Buah tin sangat efektif untuk proses
penurunan berat badan karena kaya serat. Jika dikonsumsi secara rutin, buah tin
dapat membantu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker usus besar.
Rajin mengkonsumsi buah tin dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan daya
memori otak, dan mencegah anemia.
Efek pencahar yang terkandung dalam buah tin dapat membantu mengobati
sembelit kronis. Buah tin kaya akan fenol dan benzaldehid yang berguna sebagai
zat anti tumor serta dapat membunuh mikroorganisme penyebab penyakit,
jamur, virus dalam tubuh manusia.
D. Khasiat
Jantung koroner, osteoporosis, insomnia, pencahar
E. Cara Pemakaian

Untuk mengobati sembelit :


1) memasak 3-4 gram buah tin segar yang dipotong-potong, kemudian
dimasukan ke dalam gelas susu dan dicampur 12 biji kismis. Lalu
diminum sekaligus sebelum sarapan pagi.
2) merendam 6 buah tin dengan sedikit air sepanjang malam, kemudian
dikonsumsi sebelum sarapan pagi.
3) merendam dahan-dahan pohon tin yang segar dan kecil ke dalam
segelas air. Lalu diminumkan kepada anak-anak untuk mempelancar
dan pembersih.

92

4) memasak 25-30 gram daun-daun tin dalam satu liter air sampai
mendidih. Lalu diminum untuk mengobati batuk dan gangguan haid
atau penumpahan darah yang dialami sebelum masanya.
5) mengonsumsi tin dan fennel (foeniculum vulgare) dalam kadar yang
sama, di waktu pagi, hingga 30 sampai 40 hari secara terus-menerus,
untuk mengobati penyakit ambeien dan encok.

93

36. KECUBUNG (Datura metel, Linn.)

(sumber : dokumen pribadi)


A. Deskripsi Tanaman
Kecubung (Daura Metel) termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai
pokok batang kayu dan tebal. Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan
dan ke kiri sehingga membentuk ruang yang lebar. Namun demikian, tinggi dari
tumbuhan kecubung ini kurang dari 2 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan
pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan.
Bunga kecubung menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung.
Buahnya hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan
yang pendek dan melekat kuat. Buah kecubung, bagian luarnya, dihiasi duri-duri
dan dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Selain
Kecubung Kasihan (Datura Metel) ada juga jenis lain, yaitu Kecubung Kecil
(Datura Stramonium) dan kecubung Hutan (Brugmansia Suaveolens, Humb,
Bonpl, ex Wild, Bercht dan Presl). Kecubung cocok hidup di daerah dataran
rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain
tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau
pelataran halaman rumah di pedesaan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji dan
stek.
B. Taksonomi
Kingdom

: Plantae

Filum

: Magnoliophyta
94

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Solanales

Familia

: Solanaceae

Genus

: Datura

Spesies

: Datura metel

C. Kandungan Kimia
Kecubung (Datura

Metel)

mengandung beberapa

senyawa

kimia,

diantaranya : hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin.


Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis
kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida. Untuk itu pemakaiannya
sangat hati-hati dan terbatas sebagai obat luar.
Perhatian : Apabila seseorang keracunan kecubung, usahakan jangan sampai
tertidur. Dan untuk melawan keracunan tersebut adalah dengan minum kopi
yang keras dan usahakan supaya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
D. Khasiat
Asma, Reumatik, Sakit pinggang, Pegel linu, Bisul, Eksim
E. Cara Pemakaian
1. Asma (Mengi atau Bengek)

Cara 1 :
Bahan : 10 lembar daun kecubung
Cara membuat :

Daun kecubung diiris-iris (dirajang) dan dijemur

sampai kering
Cara menggunakan : Dipakai untuk merokok dengan bungkus kelobot
jagung.

Cara 2:
Bahan : daun dan bunga kecubung secukupnya
Cara membuat : daun dan bunga kecubung diiris-iris (dirajang) dan
dijemur sampai kering
Cara menggunakan : Dipakai untuk merokok sebagai gantinya tembakau.

2. Reumatik
Bahan: daun kecubung dan minyak kelapa
Cara membuat: daun kecubung diremas-remas sampai layu, kemudian
diolesi dengan minyak kelapa dan dipanggang di atas api

95

Cara menggunakan : Dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan pada


bagian yang sakit.
3. Sakit pinggang / Boyok, Reumatik, Pegel-Linu, Memar dan Bisul
Bahan : 4 lembar daun kecubung dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat : Kedua Bahan tersebut ditumbuk (dipipis) sampai halus dan
dibuat adonan sampai merata
Cara menggunakan : dipakai untuk bedak atau param gosok pada bagian
yang sakit.
4. Eksim
Bahan : 3 lembar daun kecubung dan minyak kelapa
Cara membuat : daun kecubung ditumbuk halus, ditambah dengan minyak
kelapa, kemudian dipanggang di atas api
Cara menggunakan : dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk
menggosok bagian badan yang kena eksim.

96

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Banyak tanaman obat disekitar kita yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pembuatan obat tradisional yang tidak menimbulkan efek samping yang seperti
pada obat sintetik dalam pengobatan penyakit. Bagian tumbuhan yang bisa
digunakan sebagai obat, diantaranya adalah bagian buah, batang, daun, dan akar
atau umbi. Selain itu, peluang pengembangan budidaya tanaman obat-obatan masih
sangat terbuka luas sejalan dengan semakin berkembangnya industri

jamu, obat

herbal, fitofarmaka dan kosmetika tradisional.

97

DAFTAR PUSTAKA
Angga.

2013.

Klasifikasi

dan

Deskripsi

Tanaman

Salam.

http://thryadi.blogspot.com/2013/12/klasifikasi-deskripsi-dan-khasiat-daun.html
diakses Jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Ani. 2013. Manfaat Daun Salam. http://aniqqotul.blogspot.com/2013/06/daun-salamdan-manfaatnya.html diakses Jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim (1). 2012. Manfaat Tanaman Alamanda. http://masarees.blogspot.com/.
Diakses 06 Juni 2014
Anonim (2). 2013. Khasiat Manfaat daun Binahong. http://artistaspb.blogspot.com .
Diakses 07 Juni 2014
Anonim (3). 2013. Manfaat Jahe Sebagai Tanaman Obat Herbal. http://tanamanobatherbal.blogspot.com. Diakses 07 Juni 2014
Anonim (4). 2013. Manfaat Kunyit Sebagai Bahan Ramuan Obat. http://tanamanobatherbal.blogspot.com. Diakses 07 Juni 2014
Anonim

(5).

2014.

Manfaat

Daun

Ginseng

untuk

Kesehatan.

http://manfaatdaunbuah.blogspot.com/. Diakses 07 Juni 2014


Anonim (6). Adas (Foeniculum vulgare). http://www.plantamor.com. Diakses 06 Juni
2014
Anonim (7). Binahong. http://binahong.org. Diakses 07 Juni 2014
Anonim (8). Cola. http://www.plantamor.com. Diakses 06 Juni 2014
Anonim (9). Daruju. http://www.plantamor.com. Diakses 07 Juni 2014
Anonim

(10).

Girang.

http://bebas.vlsm.org/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku3/3-064.pdf

Diakses 07 Juni 2014


Anonim (11). Kunyit (Curcuma longa Linn.). http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id. Diakses 07
Juni 2014
Anonim (12). Sawi Langit. http://www.herbalisnusantara.com. Diakses 06 Juni 2014
Anonim (13). Jintan Putih. http://www.iptek.net.id. Diakses 07 Juni 2014.
Anonim

(14).

2014.

Manfaat

Khasiat

Tanaman

Iler.

http://manfaatdaunobat.blogspot.com/2014/02/manfaat-khasiat-tanaman-ileruntuk.html diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB

98

Anonim

(15).

2010.

Khasiat

Daun

Iler

Untuk

Pengobatan

Tradisional.

http://www.manfaatnya.com/khasiat-daun-iler-untuk-pengobatan-tradisional/
diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim

(16).

2014.

Nama

Latin

Dandang

Gendis

Dan

Klasifikasi.

http://kbunq.blogspot.com/2014/03/nama-latin-dandang-gendis-klasifikasi.html
diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim (17). 2014. Khasiat obat dan manfaat dari tanaman dandang gendis.
http://kbunq.blogspot.com/2014/03/nama-latin-dandang-gendis-klasifikasi.html
diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim (18). 2013. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kakao. http://omtani.blogspot.com/2013/05/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kakao.html diakses
jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim

(19).

2010.

Klasifikasi

dan

Morfologi

Tanaman

Kakao.

http://aleut.wordpress.com/2011/01/19/nama-daerah-nama-tanaman/diakses
jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim (20). 2012. Cardamomum. http://mipa-farmasi.blogspot.com/2012/02/elettariacardamomum-l-maton.html diakses Jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB
Anonim (21). 2012. http://www.plantamor.com/index.php?plant=88. Diakses 5 Juni
2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim (22). 2009. http://sapinduslerak.wordpress.com/ diakses Jumat, 6 Juni 2014.
Anonim (23). 2012. http://www.ibujempol.com/buah-fig-buah-tin-buah-ara/ diakses
Jumat, 6 Juni 2014.
Anonim (24). http://id.m.wikipedia.org/wiki/Buni_(pohon) (diakses 6 Mei 2014).
Anonim (25). http://kebunbibit.com/231-buni.html (diakses 6 Mei 2014).
Anonim (26). http://id.m.wikipedia.org/wiki/Guazuma_ulmifolia (diakses 6 Mei 2014).
Anonim (27). http://jualtanamanhias.net/patikim/ (diakses 6 Mei 2014).
Anonim (28). http://kebunbibit.com/1101-patikim.html (diakses 6 Mei 2014).
Anonim

(29).

2013.

Klasifikasi

Tanaman

Bambu

Kuning.

http://klasifikasitanaman.blogspot.c
om/2013/10/klasifikasi-tanaman-bambu-kuning.html / diakses tanggal 5 Juni
2014.
Anonim (30). 2014. Kesemek. http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek / diakses tanggal 5
Juni 2014.

99

Anonim

(31).

2012.

Puring

(Codiaeum

variegatum).

http://www.plantamor.com/index.php?plant=366 / diakses tanggal 6 Juni 2014.


Anonim (32). 2013. Puring. http://id.wikipedia.org/wiki/Puring / diakses tanggal 6 Juni
2014.
Anonim (33). 2013. Legundi. http://tanaman.web-semantik.com/legundi, (diakses 6
Juni 2014)
Anonim

(34).

2005.

Tanaman

Obat

Indonesia.

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=36, (diakses 7 Juni 2014).


Anonim (35). 2009. Bab VII Pengobatan Alternatif dengan Tanaman Obat. UPT-Balai
Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan
Anjeli,

Abu.

2011.

Bambu

Kuning

(Bambusa

vulgaris

S).

http://abuanjeli.wordpres.com/
2011/10/05/b092/ / diakses tanggal 5 Juni 2014.
Anwar, Tonie. 2014. Bambu Kuning atau Bambu Hias dan Jenis-jenis Bambu.
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2014/04/bambu-kuning-atau-bambuhia
s-dan-jenis-jenis-bambu.html / diakses tanggal 5 Juni 2014.
Anwar, Tonie. 2014. Bambu Kuning Memiliki Manfaat dan Khasiat yang Luar Biasa.
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2014/01/Bambu-Kuning-Memilikimanf
aat-dan-Khasiat-yang-Luar-Biasa.html / diakses tanggal 5 Juni 2014.
Baitul Herbal. 2010. Tanaman Herbal-Ginseng (Korea/Cina). http://baitulherbal.com.
Diakses 07 Juni 2014
Baitul Herbal. 2012. Tanaman Herbal Sawi Langit. http://baitulherbal.com. Diakses 06
Juni 2014.
Candra, 2009. Budidaya tanaman nyamplung calophyllum inophyllum di wilayah
pesisir

pantai

Kalimantan

Barat.

http://candrahermawan.wordpress.com/2009/12/17/budidaya-tanamannyamplung-calophyllum-inophyllum-l-di-wilayah-pesisir-pantai-kalimantanbarat/ (Diakses tanggal 6 Juni 2014).


Consolini, A.E., & Sarubbio, M.G.. 2002. Pharmacological effects of Eugenia uniflora
(Myrtaceae)aqueous crude extract on rats heart. Journal of Ethno pharmacology.
81 : 57-63.
Dalimarta, Setiawan. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: PT.PPSN.
100

Departemen Kehutanan (Dephut), 2008. Tanaman Nyamplung sebagai Sumber Energi


Bofuel. Www. Indonesia.go.id (Diakses tanggal 5 Juni 2014).
Dinas

Perkebunan.

Manfaat

Adas.

http://disbun.jabarprov.go.id/assets/

data/arsip/Manfaat_Adas.pdf. Diakses 06 Juni 2014.


Ferro, E., A. Schinini, M. Maldonado, J. Rosner & G.S. Hirschman. 1988. Eugenia
uniflora leaf extract and lipid metabolism in Cebus apella monkeys. Journal of
Ethnopharmacology. 24 : 321-325.
Ginting, Sandro N. 2011. Karakterisasi Simplisia Dan Isolasi Serta Analisis Komponen
Kimia Minyak Atsiri Dari Buah Jintan Putih (Cuminum cyminum L.) Secara GCMS. Sumatera Utara : Universitas Sumatera Utara.
Haruting.

2009.

Taksonomi

Tanaman

Buah

Indonesia.

http://haruting.wordpress.com/2009/02/10/taksonomi-tanaman-buah-indonesia

diakses tanggal 5 Juni 2014.


Humaira.

2013.

Makalah

Kumis

Kucing.

http://allvreekhumaira.blogspot.com/2013/02/makalah-kumis-kucingorthosiphon.html diakses selasa, 6 mei 2014 pukul 20.00 WIB.


Hutapea, J.R.. 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia.

Jilid III. Departemen

Kesehatan RI dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 29-30.


Ita.

2010.

Kecubung

Klasifikasi

Kingdom

Plantae.

http://sihitammaniez.blogspot.com/2010/08/kecubung-klasifikasi-kingdomplantae.html diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.


Jona. http://apotekherbal.com/manfaat-daun-jati-belanda.html (diakses 6 Mei 2014).
Kementrian pertanian. 2014. Daun rapet. http://cybex.deptan.go.id/ diakses pada 07-062014 pukul 21.03 WIB.
Khusnah, Mifta. 2013. Klasifikasi Tumbuhan Puring dan Manfaatnya. http://
miftamansari.blogspot.com/ / diakses tanggal 6 Juni 2014.
Lindawati,

S.K.

2012.

Anatomi

Tumbuhan.

http://ketutsrilindawati16.blogspot.com/2012/11/anatomi-tumbuhan.html / diakses
tanggal 6 Juni 2014.
Lutfi.

2013.

Hidup

Sehat

dengan

1001

Khasiat

Buah

Tin.

http://blogseputarherbal.blogspot.com/2013/09/hidup-sehat-dengan-1001-khasiatbuah-tin.html diakses Jumat 6 Juni 2014.


Luqman. 2011. Deskripsi Alamanda Chatartica. http://luqmanmaniabgt.blogspot.com .
Diakses 06 Juni 2014.
101

Mahfuds, 2008. Potensi Pengembangan Nyamplung Potensi dan Peluang Nyamplung


sebagai Bahan Baku Biodiesel di Indonesia. Balai Besar Bioteknologi dan
Pemuliaan Tanaman Hutan Jogjakarta. http://fudz1.multiply.com/journal/item/4
(Diakses tanggal 5 Juni 2014).
Maulana, Usman. 2010. Khasiat Tanaman Kola. http://dahsyat-herbal.blogspot.com.
Diakses 07 Juni 2014.
Muminarsi.

2012.

Khasiat

Daun

Sambung

Nyawa.

http://nsmumin.blogspot.com/2012/01/khasiat-daun-sambung-nyawa.html
diakses Kamis,5 Juni 2014.
Nanda.

2013.

Klasifikasidan

Morfologi

Tanaman

Kumis

Kucing.

Online

http://nandagokilz1.wordpress.com/2013/02/04/klasifikasi-dan-morfologitanaman-kumis-kucing-orthosiphon-aristatus/ diakses selasa, 6 mei 2014 pukul


20.00 WIB.
Nindia.

2012.

Tanaman

Obat

Tanaman

Kecubung.

http://nindyaeka.blogspot.com/2012/10/tanaman-obat-tanaman-kecubung.html
diakses jumat, 6 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Ningrum. 2012. http://dhamartrianingrum.wordpress.com/2012/10/16/105/ diakses
Kamis, 5 Juni 2014 pukul 20.00 WIB.
Perisa. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pegagan (diakses 6 Mei 2014).
Putri AI. 2008. Pengaruh media organik terhadap indeks mutu bibit cendana. Jurnal
Pemuliaan Tanaman Hutan. 21:1-8.
Rahayu, Elvi. 2012. Aktivitas Gabungan Ekstrak Bakau (Rhizophora Apiculata),
Alamanda (Allamanda schottii), dan Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap
Enzim Tirosinase. Bogor : Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Pertanian Bogor.
Rahayu S, Wawo AH, van Noordwijk M, Hairiah K. 2002. Cendana; Deregulasi dan
Strategi Pengembangannya. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF).
Redaksi

Kimia

Indonesia.

2011.

Kafein

Sebagai

Metabolit

Sekunder.

http://indonesiakimia.blogspot.com. Diakses 06 Juni 2014.


Saidi, DEMB. 2011. Serbuk Akar Kunyit ( Curcuma Domestica Val ) Sebagai Zat
Warna Alternatif pada Histoteknik. Sumatera Utara : Universitas Sumatera Utara.
Sastrawan, Idza N, dkk. 2013. Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan
Ekstrak Biji Adas (Foeniculum vulgare) Menggunakan Metode DPPH. Jurnal
Ilmiah Sains. 13 (2) : 110-114.
102

Shinta.

http://manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-dan-khasiat-daun-

pegagan.html?m=1 (diakses 6 Mei 2014).


Soni.

http://ensiklopedia-tumbuhan.blogspot.com/2011/05/buni-antidesma-bunius-lspreng.html?m=1 (diakses 6 Mei 2014).

Wahyudi,

Firman.

2013.

Kandungan

dan

Manfaat

Buah

Kesemek.

http://tanamanbuatobat.blogspot.com/2013/02/kandungan-dan-manfaat-buahkesemek.html / diakses tanggal 5 Juni 2014.


Wawo AH dan Abdulhadi R. 2006. Agroforestri Berbasis Cendana: Sebuah paradigma
konservasi flora berpotensi di lahan kering NTT. Jakarta: LIPI Press.
Widadjati,

Laely.

2012.

Khasiat/Manfaat

Bunga

Alamanda.

http://laely-

widjajati.blogspot.com. Diakses 06 Juni 2014.


Wijayakusuma, Hembing. 2006. Ensiklopedia Milenium Tumbuhan berkhasiat Obat
Indonesia Jilid I. Jakarta.
Yudhim.

2008.

Tanaman

Berkhasiat

memulihkan

rambut.

http://yudhim.blogspot.com/2008/01/10-tanaman-berkhasiat-memulihkanrambut.html diakses Jumat, 6 Juni 2014.


Yusuf. 2013. 7 (tujuh) Manfaat Ginseng untuk Kesehatan. http://baitulherbal.com.
Diakses 07 Juni 2014.
Zein, Ardika. 2012. Kandungan Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) .
http://ardika-zein-fst08.web.unair.ac.id . Diakses 07 Juni 2014.

103