Anda di halaman 1dari 3

Titrasi Reduksi oksidasi (redoks) adalah suatu penetapan kadar reduktor atauoksidator

berdasarkan atas reaksi oksidasi dan reduksiantara analit dengan titran, dimanaredoktur akan
teroksidasi dan oksidator akan tereduksi. Analit yang mengandung spesireduktor di titrasi dengan
titran yang berupa larutan standar dari oksidator atau sebaliknya.
Reaksi titrasi redoks dapat secara umum digambarkan sebagai berikut:
Red1 + e oks1

(reduksi)

Oks2 red2 + e

(oksidasi)

Red1 + oks2 oks1 + red2 (redoks)


Reaksi ini menggambarkan perpindahan elektron yang menjadi dasar titrasi redoks. Pada titrasi
ini ekivalen suatu zat oksidator atau reduktor setara dengan satu mol elektron.
Oksidator baku primer yang bisa digunakan adalah K2Cr2O7, KIO3dan Ce4+. Larutan
KMnO4 juga dapat dipakai sebagai larutan baku, tetapi bukan baku primer karena dalam larutan
asam dan dengan pengaruh cahaya matahari dapat mengurai sebagai berikut :
4MnO4 + 4H+ 4MnO2 (s) + 3O2 + 2H2O

Karena itu larutan KMnO4 harus dibakukan terlebih dahulu setiap kali dan disimpan
dalam tempat yang gelap.Zat-zat yang dapat berperan sebagai reduktor baku primer adalah
As2O3 dan Na2C2O4. sedangkan Na2S2O3 dapat dipakai sebagai baku sekunder karena cenderung
mengurai seperti berikut:
S2O32 + H+ HSO3 + S

Selama titrasi terjadi perubahan konsentrasi analit yang dapat diukur melalui potensial
elektroda yang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nernst. Kurva titrasi diperoleh

dengan mengalurkan E terhadap volume titran. Pada titik ekivalen terdapat perubahan potensial
yang besar karena sebelum titik ekivalen potensial larutan ditentukan oleh sistim red1 oks1 dan
sesudah titik ekivalen oleh sistim red2 oks2.

Indikator redoks umumnya adalah suatu oksidator atau reduktor yang mengalami
perubahan warna jika tereduksi atau teroksidasi. Berbeda dengan indikator spesifik, perubahan
warna pada indikator redoks sebagian besar tidak bergantung pada keadaan kimia analit tetapi
bergantung pada potensial elektroda sistem selama titrasi berlangsung.
http://bisakimia.com/2014/09/07/titrasi-redoks/
Bromatometri merupakan salah satu metode penetapan kadar suatu zatdengan prinsip reaksi
reduksi oksidasi. Oksidasi adalah suatu proses yangmengakibatkan hilangnya satu elektron
atau lebih dari dalam zat (atom, ion,atau molekul). Bila suatu unsur dioksidasi, keadaan
oksidasinya berubahkeharga yang lebih positif. Suatu zat mengoksidasi adalah yang
memperolehelektron dan dalam proses itu zat tersebut direduksi.Reduksi sebaliknya adalah suatu
proses yang mengakibatkan di peroleh satu elektron atau lebih oleh zat (atom, ion , atau
molekul). Bila suatuunsur direduksi. Keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negatif
(kurang positif). Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan elektron, dandalam proses
itu, zat ini dioksidasi. (Rivai, 1995: 51-52)Bromatometri merupakan salah satu metode
oksidimetri dengan dasarreaksi dari ion bromat (BrO
3-). Oksidasi potensiometri yang relatif tinggi darisistem ini menunjukkan bahwa kalium kromat
adalah oksidator kuat. Hanya saja kecepatan reaksinya tidak cukup tinggi. Untuk menaikkan
kecepatan ini,titran harus dilakukan dalam keadaan panas dan dalam lingkungan asamkuat.
Adanya sedikit kelebihan kalium bromat dalam larutan akanmenyebabkan ion bromida bereaksi
dengan ion bromat dan bromin yangdibebaskan akan merubah larutan warna kuning pucat.
Warna ini sangatlemah sehingga tidak mudah untuk menetapkan titik akhir. (Wunas dan
said,1986: 122)Kalium bromat (KBrO3-) adalah oksidator kuat. reagen ini dapatdigunakan
dalam dua cara, sebagai oksidator langsung untuk zat-zat reduktortertentu untuk menghasilkan
sejumlah bromin yang kuantitasnya diketahui.Bromin tersebut kemudian digunakan
membrominasi secara kuantitatifsenyawa-senyawa organik. Bromin yang dihasilkan ini tidak

stabil, karenamempunyai tekanan kuat yang tinggi dan mudah menguap. Karna itu,penetapan
harus dilakukan pada suhu terendah mungkin, serta labu yangdipakai untuk titrasi harus ditutup.
(Ruth dan Blosctc, 1988: 271)
https://www.academia.edu/7838767/Bromatometri
https://www.academia.edu/7838841/Iodometri-Iodimetri