Anda di halaman 1dari 2

3.

Patofisiologi

3.7

Penegakan Diagnosis
Kriteria diagnosis demam chikungunya ditegakan berdasarkan kriteria
sebagai berikut (modifikasi klasifikasi who searo, 2009)
a. Kriteria klinis
Demam mendadak > 38,5 dan nyeri persendian hebat (severe athralgia) dan
atau di sertai ruam (rush)
b. Kriteria epidemiologis
Bertempat tinggal atau pernah berkunjung ke wilayah yang sedang terjangkit
chikungunya dengan sekurang-kurangnya 1 kasus positif RDT/ pemeriksaan
serologi lainnya, dalam kurun waktu 15 hari sebelum timbulnya gejala (onset
of symptom)
c. Kriteria laboratoris
Sekurang-kurangnya salah satu diantara pemeriksaan berikut :
- Isolasi virus
- Terdeteksinya RNA virus denagn RT-PCR
- Terdeteksinya antibodi IgM spesifik virus Chikungunya pada sampel
-

serum
Peningkatan 4 kali lipat titer IgG pada pasangan sampel yang diambil
pada fase akut dan fase konvalesen (interval sekurang-kurangnya 2-3
minggu)

Berdasarkan kriteria diatas, diagnosis demam chikungunyah digolongkan dalam


3 kategori yaitu
a. Kasus tersangka (suspected case/possible case)
Penderita dengan kriteria klinis
b. Kasus probabel (probable case)
Penderita dengan kriteria klinis + kriteria epidemiologis
c. Kasus konfirm (confirmed case)
Penderita dengan kriteria laboratoris
3.8

Diagnosis Banding
Diagnosis banding penyakit chikungunya yang paling mendekati adalah
demam dengue atau demam berdarah dengue (WHO SEARO, 2009)
Tanda dan gejala klinis
Onset demam
Lama demam

Demam chikungunya
akut
1-2 hari

Demam dengue
gradual
5-7 hari

Ruam makulopapular
Timbul syook dan

sering
Tidak lazim

jarang
lazim

perdarahan masif
Nyeri sendi

Sering dan bisa lebih

Jarang dan

dari 1 bulan

berlangsung singkat

sering
jarang

jarang
sering

Parameter laboratorium
leukopenia
trombositopenia
3.9

Penatalaksanaan
Chikungunya merupakan self limiting disease, sampai saat ini penyakit
ini belum ada obat ataupun vaksinnya, pengobatan hanya bersifat simptomatis
dan suportif.
1. Simtomatis
Antipiretik : paracetamol atau asetaminofen (untuk meredakan demam),
analgetik : ibuprofen, naproxen, dan obat anti inflamasi non streroid
(OAINS), aspirin tidak dianjurkan karena adanya risiko perdarahan pada
sejumlah penderita dan risiko timbulnya reyes syndrome pada anak-anak
dibawah 12 tahun.
2. Suportif
- Tirah baring, batasi pergerakan
- Minum banyak untuk mengganti kehilangan cairan tubuh akibat muntah,
keringat dan lain-lain
- fisioterapi
3. pencegahan penularan
penggunaan kelambu selama masa viremia, sejak timbul gejala (onset of
illness) sampai 7 hari.

3.10 Prognosis
Penyakit ini bersifat self limiting disease, tidak pernah dilaporkan adanya
kematian. Keluhan mungkin berlangsung lama. Brighton meneliti pada 107
kasus infeksi chikungunya 87,9 % sembuh sempurna, 3,7 % mengalami
kekakuan sendi atau mild discomfort, 2,8 % mempunyai persistent residual
joint stiffness, tetapi tidak nyeri, dan 5,6 % mempunyai keluhan sendi yang
persistent, kaku dan sering mengalami efusi sendi (Kemenkes RI, 2012).