Anda di halaman 1dari 29

OM

SWASTYASTU

SIFAT KOLIGATIF
LARUTAN
OLEH : ADI SETIAWAN

LARUTAN

Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom


ataupun ion dari dua zat atau lebih. Disebut campuran karena
susunannya atau komposisinya dapat berubah

Komponen larutan terdiri dari pelarut(solvent)dan zat terlarut(solute)

Campuran ada tiga kemungkinan :

Campuran kasar, contoh: campuran tanah dan pasir.

Dispersi koloid, contoh: tahah liat dalam air.

Larutan sejati, contoh: gula dalam air

LARUTAN

Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan yang


bersifat elektrolit. Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
disebut larutan yang bersifat nonelektrolit.

Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus


listrik. Larutan elektrolit dibagi 2 lagi, yaitu :

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang zat terlarutnya didalam


pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion. Contoh :
HCL, NaOH, dan NaCl

Larutan elektrolit lemah yaitu larutan yang tidak semua molekulmolekulnya terurai menjadi ion-ion. Contoh : HCN, Fe(OH) 3

LARUTAN

Larutan non elektrolit yaitu larutan yang molekul-molekulnya tidak


terionisasi sehingga tidak ada ion-ion yang dapat menghantarkan arus
listrik.
Yang termasuk nonelektrolit,
Misalnya: C6H12O6, CO(NH2)2, CH4, C3H8, C13H10O.

KONSENTRASI

Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan oleh
banyaknya partikel zat terlarut. Oleh karena sifat koligatif larutan
ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut, maka perlu diketahui
tentang konsentrasi larutan

konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat


terlarut dan pelarut di dalam larutan.

Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian


per juta (part per million ppm). Sementara itu, secara kualitatif,
komposisi larutan dapat dinyatakan sebagai encer (berkonsentrasi
rendah) atau pekat (berkonsentrasi tinggi).

MOLARITAS

Satuan konsentrasi molaritas didefinisikan sebagai banyak mol zat


terlarut dalam 1 liter (1000 mL) larutan

MOLALITAS

Molalitas (kemolalan) adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg (1000


gram) pelarut. Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut

m = molalitas larutan (mol/kg)

n = jumlah mol zat terlarut (g/mol)

P = jumlah massa zat (kg)

FRAKSI MOL

Fraksi mol merupakan satuan


konsentrasi yang menyatakan
perbandingan antara jumlah mol
salah satu komponen larutan (jumlah
mol zat pelarut atau jumlah mol zat
terlarut) dengan jumlah mol total
larutan.

dengan

A = fraksi mol pelarut

B = fraksi mol zat terlarut

nA = jumlah mol pelarut

nA = jumlah mol pelarut

Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut sama dengan 1.

A+B=1

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat
terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat
terlarut).

Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu
larutan yang mengalami:

Penurunan tekanan uap jenuh

Kenaikan titik didih

Penurunan titik beku

Tekanan osmosis

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama


dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun
konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan
elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan
non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan
demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat
koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan
elektrolit.

Untuk sifat koligatif larutan non elektrolit, ionionnya tidak terurai sehingga tidak ada ion
yang dapat menghantarkan listrik.. Sifat
koligatif terdiri dari penurunan tekanan uap,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan
tekanan osmotik.

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NONELEKTROLIT

PENURUNAN TEKANAN UAP

Molekul - molekul zat cair yang meninggalkan permukaan


menyebabkan adanya tekanan uap zat cair. Semakin mudah
molekul - molekul zat cair berubah menjadi uap, makin
tinggi pula tekanan uap zat cair.

Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis:

,
Marie Francois Raoult (1830 - 1901) ilmuwan
yang menyimpulkan tentang tekanan uap jenuh
larutan

P0 = tekanan uap zat cair murni

P = tekanan uap larutan

PENURUNAN TEKANAN UAP

Tekanan uap jenuh larutan sama


dengan fraksi mol pelarut dikalikan
dengan tekanan uap jenuh pelarut
murni. Persamaan penurunan
tekanan uap dapat ditulis.
Kesimpulan ini dikenal dengan
Hukum Raoult dan dirumuskan
dengan.
Persamaan penurunan tekanan uap
dapat ditulis:

P = tekanan uap jenuh larutan

P0 = tekanan uap jenuh pelarut murni

Xp = fraksi mol zat pelarut

Xt = fraksi mol zat terlarut

Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik


Beku

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa :

Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan


penurunan tekanan uap yang mengakibatkan terjadinya
penurunan garis kesetimbangan antarfase sehingga terjadi
kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.

KENAIKAN TITIK DIDIH

Titik didih zat cair adalah suhu tetap


pada saat zat cair mendidih dimana
tekana uap zat cair sama dengan
tekanan uap udara disekitarnya yaitu
1 atm. Dan harus diingat titik didih
larutan selalu lebih tinggi dari titik
didih pelarut murninya.
Hukum sifat koligatif dapt diterapkan
dalam meramalkan titik didih larutan
yang zat terlarutnya bukan elektrolit
dan tidak mudah menguap

Tb = kenaikan titik didih (oC)

kb = tetapan kenaikan titik didih molal (oC


kg/mol)

m = molalitas larutan (mol/kg)

Mr = massa molekul relatif

P = jumlah massa zat (kg)

KENAIKAN TITIK DIDIH

Tetapan Kenaikan Titik Didih (Kb) Beberapa Pelarut

PENURUNAN TITIK BEKU

Adanya zat terlarut dalam larutan


akan mengakibatkan titik beku
larutan lebih kecil daripada titik beku
pelarutnya. Persamaannya dapat
ditulis sebagai berikut:
o

Tf = penurunan titik beku (oC)

kf = tetapan perubahan titik beku (oC kg/mol)

m = molalitas larutan (mol/kg)

Mr = massa molekul relatif

P = jumlah massa zat (kg)

PENURUNAN TITIK BEKU

Tetapan Penurunan Titik Beku (Kf) Beberapa Pelarut

TEKANAN OSMOTIK

Osmosis adalah merembesnya partikel-partikel pelarut dari


larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat
melalui suatu membran semipermeabel. Membran
semipermeabel hanya melewatkan molekul zat tertentu
sementara zat yang lainnya tertahan.

TEKANAN OSMOTIK

Dua larutan yang memiliki tekanan osmotik yang sama


disebut larutan isotonik.
Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih
tinggi dari larutan yang lainnya disebut hipertonik.
Adapun jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih rendah
dari larutan yang lainnya, larutan tersebut dinamakan
hipotonik.

TEKANAN OSMOTIK

Persamaan Vant Hoff digunakan utnuk menghitung tekanan osmotik :

= tekanan osmotik

M = molaritas larutan

R = tetapan gas (0,082)

T = suhu mutlak

Menurut Arhenius, suatu zat elektrolit yang dilarutkan


dalam air akan terurai menjadi ion-ion penyusunnya
sehingga jumlah partikel zat pada larutan elektrolit
akan lebih banyak dibandingkan dengan larutan
nonelektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini
menyebabkan sifat koligatif pada larutan elektrolit
lebih besar daripada larutan nonelektrolit.

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


ELEKTROLIT

Hubungan sifat koligatif larutan


elektrolit dan konsentrasi larutan
dirumuskan oleh Vant Hoff, yaitu
dengan mengalikan rumus yang ada
dengan bilangan faktor Vant Hoff yang
merupakan faktor penambahan jumlah
partikel dalam larutan elektrolit.

Keterangan :

i : faktor Vant Hoff.

n : jumlah ion dari elektrolit

: derajat ionisasi elektrolit untuk mencari derajat ionisasi


digunakan rumus :

Nilai dari derajat ionisasi


o

Elektrolit kuat : = 1

Elektrolit lemah : 0 < < 1

Non Elektrolit : = 0

LARUTAN ELEKTROLIT
Penurunan Tekanan Uap
Jenuh

Kenaikan Titik Didih dan


Penuruan Titik Beku

Rumus penurunan tekanan uap jenuh untuk zat elektrolit


adalah:

Seperti halnya penurunan tekanan


uap jenuh, rumus untuk kenaikan
titik didih dan penurunan titik beku
untuk larutan elektrolit juga dikalikan
dengan faktor Vant Hoff.

LARUTAN ELEKTROLIT

Larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan


untuk mengion. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai
jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada
konsentrasi yang sama.
Tekanan osmotik untuk larutan elektrolit diturunkan dengan mengalikan
faktor vant Hoff.

ANY QUESTION??

OM SANTIH,
SANTIH, SANTIH
OM

Anda mungkin juga menyukai