Anda di halaman 1dari 17

Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras merupakan salah satu teorema yang telah dikenal manusia
sejak peradaban kuno. Nama teorema ini diambil dari nama seorang matematikawan
Yunani yang bernama Pythagoras. Pythagoras lahir di pulau Samos, Yunani, sekitar
tahun 570 SM. Sesuai dengan nasehat gurunya Thales, Pythagoras muda mengunjungi
Mesir sekitar tahun 547 SM dan tinggal di sana.
Bangsa Mesir kuno telah mengetahui bahwa segitiga dengan panjang sisi 3, 4 dan 5
akan membentuk sebuah sudut siku-siku. Mereka menggunakan tali yang diberi simpul
pada beberapa tempat dan menggunakannya untuk membentuk sudut siku-siku pada
bangunan-bangunan mereka termasuk piramid. Diyakini bahwa mereka hanya
mengetahui tentang segitiga dengan sisi 3, 4 dan 5 yang membentuk segitiga siku-siku,
sedangkan teorema yang berlaku secara umum untuk segitiga siku-siku belum mereka
ketahui.
Di Cina, Tschou-Gun yang hidup sekitar 1100 SM juga mengetahui teorema ini.
Demikian juga di Babylonia, teorema ini telah dikenal pada masa lebih dari 1000 tahun
sebelum Pythagoras. Sebuah keping tanah liat dari Babilonia pernah ditemukan dan
memuat naskah yang kira-kira berbunyi sebagai berikut: 4 is length and 5 the diagonal.
What is the breadth?
Pythagoras-lah yang telah membuat generalisasi dan membuat teorema ini menjadi
populer. Secara singkat teorema Pythagoras berbunyi:
Pada sebuah segitiga siku-siku, kuadrat sisi miring (sisi di depan sudut sikusiku)
sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi yang lain.

25 Macam Pembuktian Teorema


Pythagoras
1. Pembuktian dari Sekolah Pythagoras

Luas daerah hitam pada gambar (1) adalah a2 + b2


Luas daerah hitam pada gambar (2) adalah c2
Dengan demikian a2 + b2 = c2
2. Pembuktian lain menggunakan diagram Pythagoras
Bukti berikut ini lebih sederhana tetapi menggunakan sedikit manipulasi aljabar.

Dengan menghitung luas bangun bujur sangkar yang terjadi melalui dua cara akan diperoleh:
(a + b)
=
c2 + 4. ab
a2 + 2ab + b2
=
c2 + 2 ab
a2 + b2
=
c2

3. Bukti dari Astronom India Bhaskara (1114 - 1185)

Bukti berikut ini pertama kali terdapat pada karya Bhaskara (matematikawan India, sekitar
abad 10). Bangun ABCD di atas berupa bujursangkar dengan sisi c. Di dalamnya dibuat
empat buah segitiga siku-siku dengan panjang sisi a dan b.
Dengan konstruksi bangun tersebut, maka:
Luas PQRS + 4 x luas ABQ =
luas ABCD
2
(b a) + 4 x . ab
= c2
b2 2ab + a2 + 2ab
=
c2
a2 + b2
= c2
4. Pembuktian Teorema Pythagoras oleh Presiden J. A. Garfield
Pembuktian ini berasal dari J. A. Garfield pada tahun 1876. Luas daerah trapesium di bawah
ini dapat dihitung dengan dua cara sehingga teorema Pythagoras dapat dibuktikan sebagai
berikut.

Luas trapesium
=
(alas + atas)/2. tinggi
=
2
Di lain pihak, luas trapesium
=
2. ab + c
Sehingga, (a + b)/2. (a + b)
=
2. ab + c2
a2 + 2ab + b2
=
2ab + c2
a2 + b2
=
c2

(a + b)/2. (a + b)

5. Bukti menggunakan Garis Tinggi dan Sifat Segitiga Sebangun (Pembuktian Baskhara
yang Kedua)
Perhatikan gambar berikut:

Segitiga ABC sebangun dengan segitiga ACD sehingga b/c = c1/c atau b2 = c . c1 ... (1)
Segitiga ABC sebangun dengan segitiga CBD sehingga a/c = c2/a atau a2 = c . c2 ... (2)
Dari (1) dan (2) diperoleh:
a2 + b2 = c . c1 + c . c2
a2 + b2 = c (c1 + c2)
a2 + b2 = c2
6. Bukti menggunakan Transformasi
Misal segitiga ABC siku-siku di C. Putarlah segitiga ABC sejauh 900 berlawanan arah dengan
putaran jarum jam dengan pusat rotasi C. Akan diperoleh segitiga ABC yang berimpit
dengan segitiga ABC.

a2
=
(1)
2
b
=
(2) + (3)
------------------------------------ +
a2 + b2
=
(1) + (2) + (3)
=
[(1) + (2)] + (3)
=
cx + cy
=
c (x + y)
=
c.c
=
c2
Dengan mengalikan dua pada setiap ruas maka akan diperoleh a2 + b2 = c2

7. Bukti dengan Dasar Perbandingan lagi

Diberikan segitiga ABC yang siku-siku di C. Kalikan setiap sisi dengan c. Lalu bentuk dua
segitiga sebangun dengan ABC seperti pada gambar di atas. Dengan perbandingan sisi pada
segitiga-segitiga sebangun akan diperoleh panjang sisi-sisi yang lain pada bangun di samping.
Dari konstruksi tersebut jelas c2 = a2 + b2.
Bukti sejenis ini terdapat pula dalambeberapa buku dan publikasi, seperti oleh Birkhoff.
8. Bukti dengan Bayangan
Perhatikan bahwa kelima gambar di bawah ini memuat daerah gelap dengan luas yang sama
(menggunakan konsep kesamaan luas bangun-bangun datar).

9. Bukti dengan Putaran

Perhatikan proses dari diagram di atas.


Luas daerah gambar awal = a2 + b2 + 2. . ab
Luas daerah gambar akhir = c2 + 2. . Ab
Oleh karena transformasi di atas tidak mengubah ukuran, maka kedua daerah tersebut sama
luasnya, sehingga dengan mengurangi masing-masing oleh ab atau mengambil kedua bangun
segitiga siku-siku akan diperoleh:
a2 + b2 = c2

10. Bukti dengan cara Geser, Potong, lalu Putar


Perhatikan bukti geometris berikut ini, dengan cara menggeser, memotong, dan memutar.

11. Bukti dari Euclid


Bukti berikut ini pertama kali diberikan oleh Euclid. Perhatikan gambar di bawah ini.

DBQE

=
NLBD ..... kedua bangun konruen
=
MLBC...... alas sama-sama BL dengan tinggi tetap BD
=
SRBC ...... alas sama-sama BC dengan tinggi tetap BR
=
a2
ADEP
=
KNDA..... kedua bangun konruen
=
KMCA ..... alas sama-sama AK dengan tinggi tetap AD
=
UTCA ...... alas sama-sama AC dengan tinggi tetap AU
=
b2
c2 = BDQE + ADEP
= a2 + b2

12. Bukti dari Leonardo da Vinci


Diberikan segitiga siku-siku ABC. Buatlah segitiga JHI kongruen dengan ABC. Maka
segiempat ABHI, JHBC, ADGC, dan EDGF adalah kongruen.

Bukti teorema Pythagoras dilakukan sebagai berikut:


Luas ADGC + luas EDGF = luas ABHI + luas JHBC
Luas ADEFGC = luas ABCJHI
Kedua bangun memuat dua segitiga yang kongruen dengan segitiga ABC, sehingga:
Luas ADEFGC 2. Luas ABC =
luas ABCJHI 2. Luas ABC
Luas ABED + luas BCGF
=
luas ACJI
13. Bukti dengan cara Tambah lalu Geser
Susunlah empat segitiga siku-siku yang kongruen dengan segitiga ABC seperti pada gambar
sebelah kiri, lalu tambahkan sebuh bujur sangkar dengan luas b a.

Maka diperoleh:
Luas KMNPQR

=
luas KSQR + luas MNP
=
a2 + b2
Kemudian pindahkan segitiga 1 dan 4 sehingga membentuk bangun di sebelah kanan.
Bangun yang terbentuk adalah bujur sangakar dengan sisi c, sehingga luasnya c2.

14. Bukti dari Liu Hui (pada 3 Masehi)


Bukti berikut bersifat geometris. Tetapi Anda dengan mudah dapat membuktikannya secara
aljabar.

15. Bukti dari Tsabit ibn Qorra


Bukti berikut berasal dari Tsabit ibn Qorra (836-901) dan merupakan generalisasi Teorema
Pythagoras. Diberikan sebarang segitiga ABC. Buatlah titik A dan B pada AB sedemikian
sehingga < BAC = < ABC = < CAB (untuk gambar atas <CAB tumpul dan untuk gambar
bawah < CAB lancip). Dengan demikian tampak bahwa segitiga ABC, segitiga CBA dan
segitiga ACB saling sebangun.

Kesebangunan ini mengakibatkan:


AC/BA = AB/CB (pandang segitiga CBA dan ABC )
AC/AB = AB/AC (pandang segitiga ACB dan ABC)
Sehingga akan diperoleh BC2 + AC2 = AB(AB + AB)
Apabila sudut C siku-siku maka A = B dan Teorema Pythagoras terpenuhi.

16. Bukti dari Pappus

Bukti berikut berasal dari Pappus (sekitar 300 M) dan merupakan suatu generalisasi. Buat
sebarang segitiga ABC. Lalu buat sebarang jajargenjang CADE (di sisi CA) dan sebarang
jajargenjang CBFG (di sisi BC). Kemudian panjang DE dan FG hingga bertemu, katakan di
H. Kemudian lukis AL dan BM sejajar dan sama panjang dengan HC. Maka:
Luas CADE =
luas CAUH =
luas SLAR
Luas CBFG
=
luas CBVH =
luas SMBR
--------------------------------------------------------------------------- +
Luas CADE + luas CBFG
=
luas ABML
Bila segitiga ABC adalah segitiga siku-siku (dengan sudut siku-siku di C) serta jajargenjang
di sisi CA dan BC merupakan bujursangkar, maka akan diperoleh Teorema Pythagoras.
17. Pembuktian dengan Segitiga Sama Sisi
Buat segitiga siku-siku dengan panjang sisi a, b, dan c.

Kemudian buat segitiga sama sisi dengan panjang a, b, dan c di setiap sisisisinyasehinggaakan tampak seperti gambar berikut.

Dari gambar di atas,diketahui bahwa luas segitiga sama sisi pada sisi miring sama dengan
jumlah segitiga sama sisi lainnya.
Untuk segitiga dengan panjang sisi k, l, dan m maka luas segitiga tersebut adalah

18. Pembuktian dengan Identitas Trigonometri Pythagoras


Buat segitiga siku-siku dengan panjang sisi a, b, dan, c seperti gambar berikut.
Kemudian dengan menggunakan trigonometri untuk menentukan sinus dan cosinus sudut
yaitu sebagai berikut.

Hubungan antara sinus dan cosinus dinamakan sebagai identitas trigonometri Pythagoras
yang mendasar. Sehingga pada trigonometri kita ketahui bahwa

Hubungan antara sinus dan cosinus dinamakan sebagai identitas trigonometri Pythagoras
yang mendasar. Sehingga pada trigonometri kita ketahui bahwa.

19. Pembuktian denan Persamaan Differensial


Pertama gambar segitiga siku-siku ABC seperti gambar berikut

b diperpanjang ke titik D yaitu sisi db, c juga diperpanjang dengan sisi dc. Terdapat dua sisic
segitiga yang sebangun yaitu segitiga AED (EA tegak lurus terhadap sisi miring) dan segitiga
ABC seperti gambar berikut.

oleh karena itu rasio atau perbandingan sisi-sisi pada segitiga tersebut harus sama, yaitu:

Dapat ditulis sebagai berikut

Perhatikan gambar, apabila b = 0, maka a harus berhimpit terhadap c. Artiya a = c. Maka


konstanta = c2 = a2 sehingga c2 = b2 + a2 terbukti.
20. Pembuktian Thabit Ibn Qurra
Buat persegi panjang dengan panjang a dan b, kemudian disusun berdampingan seperti
gambar berikut.

Luas bangun di atas adalah persegi besar dan persegi kecil yaitu a2 + b2.
Persegi di atas kita gabungkan, kemudian buat garis sedemikian rupa sehingga akan tampak
seperti gambar di bawah, dimana sisi c menjadi sisi miring.

Selanjutnya segitiga kita potong dan tempatkan di bagian lain yaitu samping kanan dan
bagian atas sehingga akan tampak seperti gambar berikut.

Bangun yang terbentuk adalah sbuah bujur sangkar dengan luas c2.

21. Pembuktian John Kawamura


Pembuktian ini ditemukan oleh siswa SMA yang dilaporkan oleh Chris Davis, guru
geometrinya di Head-Rouce School, Oakland, CA.

Kedua diagonal tegak lurus memiliki panjang c, sehingga daerah yang sama dengan c 2/2
sehingga
c2/2 = Luas bangun ABCD
= Luas BCD + Luas ABD
= a.a/2 + b.b/2
2
c = a2 + b2 terbukti

22. Pembuktian Tao Tong

ABC dan BED dua buah segitiga yang kongruen. E pada AB.
Luas ABD = BD.AF/2 = DE.AB/2
Berdasarkan gambar di atas diperoleh
(c-x)/2 = b.b/2.x = CF (diperoleh dari kesamaan BD dan AC pada segitiga BFC dan ABC).
x = a2/2

23. Pembuktian dengan beberapa segitiga yang sebangun.

Berdasarkan gambar di atas diperoleh


y/b = b/c, x/a = a/c + cx = aa + bb
maka cc = aa + bb

24. Pembuktian dengan dua trapesium yang kongruen


Pembuktianini ditemukan oleh seorang siswa SMA, Jamie deLemos.

Kuas dari trapesium tersebut adalah


(2a+2b)/2.(a+b)
Di lain pihak
2.a.b/2 + 2b.a/2 + 2.c2/2
Dari dua persamaan tersebut diperoleh:
a2 + b2 = c2

25. Pembuktian dari weininjieda dari Cina

Misal CE = BC = a, CD =AC =b, F titik potong DE dan AB.


Segitiga CED kongruen dengan segitiga ABC, misal DE = AB = c.
AC tegak lurus dengan BD
BE tegak lurus dengan AD, dan
ED tegak lurus dengan AB. Maka diperoleh
Luas segitiga ABD = Luas segitiga ABE + Luas segitiga ACD + luas segitiga BCE
Akan diperoleh persmaan
c(c+EF) = EF. C + b2 + a2
yang bentuk sederhananya
c2 = b2 + a2

Nama
Kelas

: Alifia Azka Zhafirah


: VIII.1