Anda di halaman 1dari 14

FARMAKOTERAPI

ULKUS PEKTIKUM

KELOMPOK 5

Agung Arif Perkasa


Naftali Ebenhezer Pakpahan
Nur Has Dini Oktapiani
Suntoro

1. ETIOLOGI ULKUS PEKTIKUM


Gejala Ulkus Pektikum
Riwayat keluarga dengan ulkus peptikum
Infeksi bakteri H. Pylori
Obat-obatan (OAINS - Obat Anti Inflamasi
Non Steroid)
Hipersekresi asam pada saluran pencernaan
Tumor (kanker, lymphoma)
Perokok berat
Pengguna alkohol
Stres fisiologik : trauma multipel, sepsis,
Stres emosional

Obat-obatan (OAINS - Obat Anti Inflamasi


Infeksi bakteri H. Pylori
Non Steroid)
Bakteri ini dapat bertahan dalam
OAINS merupakan kelompok obat-obatan
lingkungan asam di lapisan mukosa
yang digunakan untuk meredakan rasa
karena mempunyai urease khusus.
nyeri atau sakit, misal naproxen, ketorolac,
Urease
ini
digunakan
untuk
oxaproxin, ibuprofen dan aspirin. Orang
menghasilkan CO2, NH3, HCO3- dan
yang mengkonsumsi OAINS dalam jangka
NH4+, sehingga menyangga ion H+
waktu yang lama dan dengan dosis yang
di
sekelilingnya.
Bakteri
ini
tinggi memiliki resiko besar untuk terdinya
dipindahkan dari satu orang ke orang
ulkus. Obat ini menghambat sintesis
lain dan menyebabkan infeksi pada
prostaglandin secara sistemik, termasuk di
mukosa lambung (gastritis, terutama
epitel lambung dan duodenum. Obat ini
di daerah antrum). Infeksi dari bakteri
menurunkan sekresi HCO3- sehingga
ini
nanti
akan
mengakibatkan
perlindungan pada mukosa menjadi lemah
terjadinya gangguan fungsi sawar
dan mukosa menjadi rusak. Kerusakan
epitel, dan pada akhirnya terjadilah
mukosa ini terjadi secara lokal melalui
ulkus.
difusi non-ionik ke dalam sel mukosa.
Pengguna
alkohol Stres fisiologik : trauma multipel, sepsis,
Menggunakan alkohol dalam jumlah
Stres
emosional
banyak atau dalam konsentrasi tinggi
Stres emosional yang disertai dengan
merokok, penggunaan OAINS dan alkohol
akan
merusak
mukosa
dan
dapat
meningkatkan
sekresi
asam
menyebabkan ulkus.
lambung dan pepsinogen yang dapat
mengiritasi mukosa.

Klasifikasi Ukus Pektikum


Berdasarkan waktu
timbul
Akut
Kronis

Berdasarkan letak
ulkus

Esofagus (jarang)
Lambung
Duodenum
jejunum (jarang)

Berdasarkan bentuk dan


besar
Bentuk bulat
Bentuk garis
Bentuk ganda (multiple ulcer)

Berdasarkan dalamnya ulkus

Mukosa
Sub mukosa
Muskularis
Serosa

2. KARAKTERISITIK OBAT
Amoxan 500mg
KANDUNGAN
Amoxicillin/Amoksisilinatrihidrat.
INDIKASI
Infeksisalurannafas, salurankemih&kelamin, kulit&jaringanlunak.
KONTRA INDIKASI
HipersensitifterhadapPenisilin.
Mononukleosisinfeksiosa.
PERHATIAN
HipersensitifterhadapSefalosporin.
Gangguanginjal.
Leukemia limfatik.
Interaksiobat :
ProbenesidmemperpanjangwaktuparuhAmoksisiklindalam plasma.
Allopurinol meningkatkankemungkinanruamkulit.
Amoksisiklinmengurangiefektifitaskontrasepsi oral.
EFEK SAMPING
Gangguanlambung-usus, reaksialergi, anafilaksis,kelainandarah,
superinfeksi.

Interaksiobat :
ProbenesidmemperpanjangwaktuparuhAmoksisikli
ndalam plasma.
Allopurinol meningkatkankemungkinanruamkulit.
Amoksisiklinmengurangiefektifitaskontrasepsi oral.
EFEK SAMPING
Gangguanlambung-usus, reaksialergi,
anafilaksis,kelainandarah, superinfeksi.
DOSIS
Dewasa&anak-anakdenganberatbadanlebihdari 20
kg : 3 kali sehari 250-500 mg,
beratbadankurangdari 20 kg : 3 kali sehari 25-50
mg/kg beratbadan.
Gonore : 3 gram sebagaidosistunggal.
PENYAJIAN
Dikonsumsibersamaandenganmakanan

Nulcer
KANDUNGAN
Cimetidine / Simetidin.

INDIKASI
Ulkuslambungjinak&ulkususus 12 jari,
ulkuslambungkambuhan, danrefluksesofagitis.
PERHATIAN
Keganasanlambung, kerusakanginjal, hamil,
menyusui.
Interaksiobat :meningkatkankadarLignokain,
Fenitoin, Teofilin, Warfarin, beberapaantiaritmia,
Benzodiazepin, -bloker, dan vasodilator
dalamdarah.
EFEK SAMPING
Diare, pusing, kelelahan, ruamkulit.
Jarang :gineskomatia (pembesaranpayudarapria),
keadaankebingungan/kekacauan yang
bersifatreversibel (hilangbilaobatdihentikan),
impotensi (padapria), reaksialergi, nyerisendi,
nyeriotot, kelainandarah, nefritis interstitial,
sakitkepala, hepatotoksisitas, pankreatitis.

DOSIS
Dewasa : 3 kali sehari 1 tablet
& 2 tablet sebelumtidurmalam.
Untukdosis yang lebihtinggi : 4
kali sehari 2 tablet
saatmakan&malamharisebelum
tidur.
Anak-anak : 20-40 mg/kg
beratbadan/hari dalam dosis
terbagi.
Pengobatan harus diberikan
paling sedikit selama 4 minggu.

PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan
makanan

PONSTAN
KOMPOSISI / KANDUNGAN
Tiap tablet Ponstan mengandung
asam mefenamat 500 mg.
FARMAKOLOGI (CARA KERJA
OBAT)
Asam mefenamat adalah obat
antiinflamasi non-steroid yang
bekerja dengan cara menghambat
sintesis prostaglandin di jaringan
dengan cara menghambat enzim
cyclooxygenize sehingga
menghasilkanefek analgesia
(menguranginyeri), antipiretik
(menurunkandemam), dan
antiinflamasi (menekan
peradangan).

INDIKASI / KEGUNAAN
IndikasiPonstanadalahmengura
nginyeriringansampaisedangpa
dakondisisakitkepala, sakitgigi,
dismenore primer, nyeripasca
trauma, nyeriotot,
dannyeripascaoperasi.
KONTRAINDIKASI
Ponstan sebaiknyat idakd
iberikan pada penderita :
Hipersensitif atau alergi
terhadap asam mefenamat.
Penderita ulkus aktif atau
peradangan kronik pada
saluran pernapasan atas atau
bawah.
Penderita gagal ginjal dan
gagal hati berat.
Penderita gagal jantung berat.

LOSEC KAPSUL
Komposisi:
Omeprazole
Indikasi:
Dilihat pada dosis
Pemberian Obat:
Sebaiknya diberikan pagi hari
Perhatian:
Kemungkinan keganasan harus disingkirkan jika
ditemukan ulkus lambung. Hamil, laktasi.
InteraksiObat:
Diazepam, warfarin, fenitoin, takrolimus, ketokonazol,
itrakonazol, atazanavir

LAMBUCID
Tiap tablet mengandung :
Aluminium Hydoxide gel
kering 300 mg setara dengan
Aluminium Hydroxide 230 mg
Magnesium Hydroxide 300 mg
Simethicone 30 mg
Indikasi
Untuk mengurangi gejalagejala yang berhubungan
dengan kelebihan asam
lambung, gastritis, tukak
lambung, tukak usus 12 jari;
seperti mual dan nyeri pada
lambung.

Efek samping
Efek samping yang umum adalah
sembelit, diare, mual dan muntah.
Gejala-gejala tersebut akan hilang
bila pemakaian obat dihentikan.
Dosis
Dewasa:sehari 3-4 kali 1-2 tablet
Anak-anak 612 tahun sehari 3-4
kali - 1 tablet
Diminum 1 jam sebelum makan
atau 2 jam setelah makan dan
menjelang tidur.
Untuk sediaan tablet, sebaiknya
tablet dikunyah dahulu.
Untuk sediaan suspensi, botol
harus dikocok dulu, sebelum
diminum.
Inkompatibilitas
Pemberian bersama Cimetidine
atau Tetracycline dapat
mempengaruhi absorpsi obat.

dokter sebagai berikut:


Penggunaan
ponstan
dinilai rasional untuk
menghilangkan
rasa
sakit
Terdapat obat obat
yang
memiliki
efek
farmakologis
yang
hampir
serupa
yaitu
(lambucid, nulcer, dan
Losec capsul), sehingga
lenih baik digunakan
salah
satunya
saja
untuk
menghindari
polfarmasi.
Sebaiknya dipilih salah
satu
saja
misalnya
nulcer kerena Simetidin
juga memblok sekresi
asam
lambung
yang
disebabkan
oleh
rangsangan
makanan,
asetilkolin, kafein, dan
insulin.
Antibiotik
yang
digunakan
dinilai
rasional
karena
amoksisilin
adalah

3. Penilaian terhadap
pengobatan yang diterima

4. Informasi obat terhadap pasien


Amoksan
- indikasi : Infeksi saluran
nafas, salurankemih &
kelamin, kulit & jaringan
lunak.
- kontra indikasi :
Hipersensitif terhadap
Penisilin.
- efek samping : Gangguan
lambung-usus, reaksi
alergi, anafilaksis,kelainan
darah,
superinfeksi.
- dimakan 3 kali 1
- dimakan setelah makan

Nulcer
- indikasi : Ulkus lambung
jinak&ulkus usus 12
jari,
ulkus lambung kambuhan,
dan refluks esofagitis.
- kontra indikasi : Keganasan
lambung, kerusakan ginjal,
hamil, menyusui.
- efek samping : Diare,
pusing, kelelahan, ruam
kulit.
- dikosumsi 2 kali 1
- dimakan setelah makan

Ponstan
- indikasi : mengurangi
nyeriringan sampai
sedang
- kontra indikasi : gagal
ginjal, hifersensitif
- efek samping : reaksi
anafilaksis, gangguan
sistem syaraf, gangguang
metabolisme nutrisi
- dimakan 3 kali 1
- dimakan setelah makan

Locek capsul
-indikasi : untuk tukak
lambung
-kontra indikasi : wanita
hamil, laktasi
- efek samping : ruam
kulit, menagantuk,
parestisia, gangguan
tidur,
- dimakan 2 kali 1
- dimakan sebelum
makan pada pagi hari

Lumbucid
- indikasi : Untuk mengurangi gejala-gejala yang
berhubungan dengan kelebihan asam
lambung,
gastritis, tukak lambung
-kontra indikasi : gangguan fungsional
-efek samping : sembelit, diare, mual dan muntah
-dimakan 3 kali 1
-Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah
makan dan menjelang tidur.
Untuk sediaan tablet, sebaiknya tablet dikunyah dahulu.
Untuk sediaan suspensi, botol harus dikocok dulu,
sebelum diminum.