Anda di halaman 1dari 5

Jenis, indikasi, dan efek samping dari obat kortikosteroid sistemik

1. Jenis obat kortikosteroid sistemik


a) Kortikosteroid kerja singkat
Hidrokortison
Kortison
b) Kortikosteroid kerja sedang
Meprednison
Metilprednisolon
Prednisolon
Prednison
Triamsinolon
c) Kortikosteroid kerja lama
Betametason
Deksametason
Parametason
Masa paruh biologik kortikosteroid

Kerja singkat
: 8-12 jam
Kerja sedang
: 12-36 jam
Kerja lama: 36-72 jam

2. Indikasi obat kortikosteroid sistemik


Indikasinya adalah dermatosis alergik atau yang dianggap mempunyai dasar alergik.
Nama penyakit
Dermatitis
Erupsi alergi obat ringan
Sindrom Stevens-Johnson berat dan NET
Eritroderma
Reaksi lepra
Lupus eritematosa diskoid
Pemfigoid bulosa
Pemfigus vulgaris
Pemfigus foliaseus
Pemfigus eritematosa
Psoriasis pustulosa
Reaksi Jarish-Herxheimer

Macam kortikosteroid dan dosisnya sehari


Prednison 4 x 5 mg atau 3 x 10 mg
Prednison 3 x 10 mg atau 4 x 10 mg
Deksametason 6 x 5 mg
Prednison 3 x 10 mg atau 4 x 10 mg
Prednison 3 x 10 mg
Prednison 3 x 10 mg
Prednison 40 80 mg
Prednison 60 150 mg
Prednison 3 x 20 mg
Prednison 3 x 20 mg
Prednison 4 x 10 mg
Prednison 20 40 mg

3. Efek samping obat kortikosteroid sistemik


Tempat
1. Saluran cerna

Macam efek samping


Hipersekresi asam lambung, mengubah proteksi gaster,
ulkus peptikum/perforasi, pankreatitis, ileitis regional,
kolitis ulseratif.

2. Otot

Hipotrofi, fibrosis, miopati panggul/bahu.

3. Susunan saraf pusat

Perubahan kepribadian (euforia, insomnia, gelisah,


mudah tersinggung, psikosis, paranoid, hiperkinesis,
kecenderungan bunuh diri), nafsu makan bertambah.

4. Tulang

Osteoporosis, fraktur, kompresi vertebra, skoliosis,


fraktur tulang panjang.

5. Kulit

Hirsutisme, hipotrofi, strie atrofise, dermatosis


akneformis, purpura, telangiektasis.

6. Mata

Katarak subkapsular posterior, glaukoma.

7. Darah

Kenaikan Hb, eritrosit, leukosit, limfosit.

8. Pembuluh darah

Kenaikan tekanan darah.

9. Kelenjar adrenal bagian korteks

Atrofi, tidak dapat melawan stres.

10. Metabolisme protein,


karbohidrat
dan lemak

Kehilangan protein (efek katabolik), hiperlipidemia,


gula meninggi, obesitas, buffalo hump, perlemakan hati.

11. Elektrolit

Retensi Na/air, kehilangan K (astenia, paralisis, tetani,


aritmia kor)

12. Sistem imunitas

Menurun, rentan terhadap infeksi, reaktivasi


tuberkulosis dan herpes simpleks, keganasan dapat
timbul.

Jenis, indikasi, dan efek samping dari obat kortikosteroid topikal


1. Jenis obat kortikosteroid topikal
Klasifikasi
Golongan I : (super
poten)

Golongan II : (potensi
tinggi)

Golongan III : (potensi


tinggi)

Golongan IV : (potensi
medium)

Nama Dagang
Diprolene ointment
Diprolene AF cream
Psorcon ointment
Temovate ointment
Temovate cream
Ultravate ointment
Ultravate cream

Nama Generik
0.05% betamethasone dipropionate

Cyclocort ointment
Diprosone ointment
Elocon ointment
Florone ointment
Halog ointment
Halog cream
Halog solution
Lidex ointment
Lidex cream
Lidex gel
Lidex solution
Maxiflor ointment
Maxivate ointment
Maxivate cream
Topicort ointment
Topicort cream
Topicort gel

0.1% amcinonide
0.05% betamethasone diproprionate
0.01% mometason fuorate
0.05% diflorasone diacetate
0.01% halcinonide

Aristocort A ointment
Cutivate ointment
Cyclocort cream
Cyclocort lotion
Diprosone cream
Flurone cream
Lidex E cream
Maxiflor cream
Maxivate lotion
Topicort LP cream
Valisone ointment

0.1% triamcinolone acetonide


0.005% fluticasone propionate
0.1% amcinonide

Aristocort ointment
Cordran ointment

0.1% triamcinolone acetonide


0.05% flurandrenolide

0.05% diflorasone diacetate


0.05% clobetasol proprionate
0.05% halobetasol proprionate

0.05% fluocinonide

0.05% diflorasone diacetate


0.05% betamethasone diproprionate
0.25% desoximetasone
0.05% desoximetasone

0.05% betamethasone diproprionate


0.05% diflorosone diacetate
0.05% fluocinonide
0.05% diflorosone diacetate
0.05% betamethasone diproprionate
0.05% desoximetasone
0.01% betamethasone valerate

Golongan V : (potensi
medium)

Golongan VI : (potensi
medium)

Golongan VII : (potensi


lemah)

Elocon cream
Elocon lotion
Kenalog ointment
Kenalog cream
Synalar ointment
Westcort ointment

0.1% mometasone furoate

Cordran cream
Cutivate cream
Dermatop cream
Diprosone lotion
Kenalog lotion
Locoid ointment
Locoid cream
Synalar cream
Tridesilon ointment
Valisone cream
Westcort cream

0.05% flurandrenolide
0.05% fluticasone propionate
0.1% prednicarbate
0.05% betamethasone dipropionate
0.1% triamcinolone acetonide
0.1% hydrocortisone butyrate

Aclovate ointment
Aclovate cream
Aristocort cream
DesOwen cream
Kenalog cream
Kenalog lotion
Locoid solution
Synalar cream
Synalar solution
Tridesilon cream
Valisone lotion

0.05% aclometasone

0.1% triamcinolone acetonide


0.025% fluocinolone acetonide
0.2% hydrocortisone valerate

0.025% fluocinolone acetonide


0.05% desonide
0.1% betamethasone valerate
0.2% hydrocortisone valerate

0.1% triamcinolone acetonide


0.05% desonide
0.025% triamcinolone acetonide
0.1% hydrocortisone butyrate
0.01% fluocinolone acetonide
0.05% desonide
0.1% betamethasone valerate

Obat topikal dengan hidrokortison, deksametason, glumetalon,


prednisolon, dan metilprednisolon

2. Indikasi obat kortikosteroid topikal


Kortikosteroid topikal dengan potensi kuat belum tentu merupakan obat pilihan untuk
suatu penyakit kulit. Harus selalu diingat bahwa kortikosteroid topikal bersifat paliatif dan
supresif terhadap penyakit kulit dan bukan merupakan pengobatan kausal.
Dermatosis yang responsif dengan kortikosteroid topikal adalah : psoriasis, dermatitis
atopik, dermatitis kontak, dermatitis seboroik, neurodermatitis sirkumskripta, dermatitis

numularis, dermatitis stasis, dermatitis venenata, dermatitis intertriginosa, dan dermatitis


solaris (fotodermatitis).
Dermatosis yang kurang responsif adalah lupus eritematosus diskoid, psoriasis di telapak
tangan dan kaki, nekrobiosis lipoidika diabetikorum, vitiligo, granuloma anulare, sarkoidosis,
liken planus, pemfigoid, eksantema fikstum.
Dermatosis yang responsif dengan kortikosteroid intralesi adalah keloid, jaringan parut
hipertrofik, alopesia areata, akne berkista, prurigo nodularis, morfea, dermatitis dengan
likenifikasi, liken amiloidosis, dan vitiligo (sebagian responsif).
Disamping kortikosteroid topikal tersebut ada pula kortikosteroid yang disuntikan
intralesi, misalnya triamsinolon asetonid.

3. Efek samping kortikosteroid topikal


Efek samping terjadi bila :
1. Penggunaan kortikosteroid topikal yang lama dan berlebihan
2. Penggunaan kortikosteroid topikal dengan potensi kuat atau sangat kuat atau penggunaan
secara oklusif.
Harus diingat bahwa makin tinggi potensi kortikosteroid topikal, makin cepat terjadinya efek
samping.
Gejala efek samping :
1. Atrofi
2. Strie atrofise
3. Telangiektasis
4. Purpura
5. Dermatosis akneformis
6. Hipertrikosis setempat
7. Hipopigmentasi
8. Dermatitis perioral
9. Menghambat penyembuhan ulkus
10. Infeksi mudah terjadi dan meluas
11. Gambaran klinis penyakit infeksi menjadi kabur
Dermatofitosis yang diobati dengan kortikosteroid topikal gambaran klinisnya menjadi tidak
khas karena efek anti-inflamasinya. Pinggir yang eritematosa dan berbatas tegas menjadi
kabur dan meluas dikenal sebagai tinea incognito.