Anda di halaman 1dari 8

MASALAH AIR

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan
yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain.
Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan
puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air
tawar, danau, uap air, dan lautan es.
Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui
penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai,
muara) menuju laut.
Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi
kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada
kutub utara dan selatan planet Mars.
Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satusatunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.
Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat
berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap
hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu,
kelembaban, dan beberapa faktor lainnya.
1. SUMBER AIR
a. Air hujan
b. Air permukaan
c. Air tanah

2. SIKLUS HIDROLOGI

Siklus Hidrologi

Keterangan:
1. Daur ulang dari penguapan perairan oleh sinar matahari, sehingga terjadi awan.
Penguapan air permukaan (danau, sungai, rawa, lautan) dsb EVAPORASI
Air dari vegetasi yang mengalami penguapan dsb TRANSPIRASI
2. Setelah mencapai titik kondensasi awan dan uap air akan turun menjadi hujan, embun,
kabut dan salju
3. Air hujan
Ada yang mengalir langsung ke dalam air permukaan (run off)
Ada yang meresap dalam tanah (perkolasi) menjadi air tanah (dangkal/dalam)
Ada yang diserap tumbuhan
4. Air tanah dalam akar timbul sebagai mata air dan menjadi air permukaan
5. Bersama-sama dengan air tanah dangkal menguap kembali menjadi awan.

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer
ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut
dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi
dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau
langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah
mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:

Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb.
kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada
keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun
(precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.

Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah
dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler
atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air
tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan
danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin
besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai
bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air
permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa),
dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan
berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen
siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi
secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.
Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa
dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka seharihari termasuk diantaranya adalah sanitasi.
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah
tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini
telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun
bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 C, banyak zat berbahaya, terutama
logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Penyalah gunaan dan pencemaran air

Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan
sumber air seperti:
1. Pertanian. Penghamburan air akibat ketiadaannya penyaluran air yang baik pada lahan
yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat
terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya
produktivitas air dan tanah
2. Industri. Walaupun industri menggunakan air jauh lebih sedikit dibandingkan dengan
irigasi pertanian, namun penggunaan air oleh bidang industri mungkin membawa
dampaknya yang lebih parah dipandang dari dua segi.
Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber
daya air nasional, maka cenderung berlebihan.
Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan
pencemaran bagi air permukaan atau air bawah tanah, sehingga menjadi terlalu
berbahaya untuk dikonsumsi.

Air buangan industri sering dibuang langsung ke sungai dan saluran-saluran,


mencemarinya, dan pada akhirnya juga mencemari lingkungan laut, atau kadangkadang buangan tersebut dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah tanpa
melalui proses pengolahan apapun.
Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya.
Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah
cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk
minum tanpa proses pengolahan khusus.
3. Eksploitasi sumber-sumber air secara masal oleh rumah tangga.
Pada sebuah konferensi air di tahun 2006 wakil dari suatu negara yang kering
melaporkan bahwa 240.000 sumur pribadi yang dibor tanpa mengindahkan kapasitas
jaringan sumber air mengakibatkan kekeringan dan peningkatan kadar garam.

Akibat ketiadaan air bersih


Ketiadaan air bersih mengakibatkan:
1. Penyakit diare Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi
anak-anak dibawah umur lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balita mengalami
diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang
budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu 100
juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih .
2. Penyakit cacingan.
3. Pemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali
hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai
sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya
DISTRIBUSI AIR

Tabel Distribusi Air di Dunia


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan
Samodra
Laut, Danau Asin
Es Gletset
Airtanah
Air Permukaan
Danau Air Tawar
Sungai
Atmosfir
Lain-lain
JUMLAH
Sumber: Lamb, James C., 2005
Water Quality and Its Control

Jumlah Air (%)


97,2000
0,0080
2,1500
0,6100
0,0500
0,0090
0,0001
0,0010
0,0280
100,000 %

PERSYARATAN AIR MINUM


1. Persyaratan Fisik Air Minum
2. Persyaratan Kimia
3. Persyaratan Mikrobiologis
4. Persyaratan Radioaktif
Persyaratan Fisik Air Minum
Yang dapat diindra dengan penciuman, penglihatan dan indra perasa
1. Air harus jernih/tidak keruh
2. Tidak berwarna
3. Rasanya tawar
4. Tidak berbau
5. Temperatur normal (20 26 C)
6. Tidak mengandung padatan
Persyaratan Kimia
1. pH netral
2. Tidak mengandung bahan kimia
3. Tidak mengandung garam dan ion-ion logam
4. Kesadahan rendah
5. Tidak mengandung bahan organik
Persyaratan Mikrobiologis
1. Tidak mengandung bakteri Pathogen
Seperti-apakah-air-layak-minum.

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, khususnya air minum Tetapi
ketersediaan air minum yang memenuhi syarat semakin sulit dipenuhi, terlebih lagi daerahdaerah resapan air yang telah dirubah menjadi pemukiman penduduk, limbah-limbah industri
yang mencemari sungai-sungai, semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan air
yang layak untuk di minum.
Definisi air minum
Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan
Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan bahwa air Minum adalah air yang melalui
proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat
langsung di minum.
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, tetapi terdapat resiko kalau air
ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya.
Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 C, tetapi banyak zat
berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air.
Untuk memastikan apakah air tanah yang ada di rumah anda memenuhi syarat untuk di
minum atau tidak, sebaiknya anda membawa sampel air tersebut ke laboratorium pengujian,
atau lab-lab swasta lain yang banyak menjual jasa untuk pemeriksaan air, tapi cek juga,
apakah lab yang akan anda gunakan sudah terakreditasi atau belum.
Ini untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. Jika lab-nya sudah terakreditasi, maka
validitas hasil pengujian tentunya lebih terpercaya.
Syarat air minum tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. /SK/VII/2002..
Syarat tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna.
Artinya jika air yang akan anda gunakan memiliki bau, rasa atau warna, berarti air tersebut
telah tercemar.
Syarat tidak mengandung logam berat.
Ion logam berat dapat mendenaturasi protein, disamping itu logam berat dapat bereaksi
dengan gugus fungsi lainnya dalam biomolekul. Karena sebagian akan tertimbun di berbagai
organ terutama saluran cerna, hati dan ginjal, maka organ-organ inilah yang terutama dirusak.
Syarat tidak mengandung bakteri patogen.
Bakteri patogen yang tercantum dalam Kepmenkes yaitu Escherichia colli, Clostridium
perfringens, Salmonella. Bakteri patogen tersebut dapat membentuk toksin (racun) setelah
periode laten yang singkat yaitu beberpa jam, dapat menyebabkan muntaber

DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM


No

Parameter

Satuan

Kadar Maksimum
yang Diperbolehkan

Keterangan

1
2

A. Fisika
Bau
Jumlah Zat padat Terlarut (TDS)

mg/L

1000

Tidak berbau
-

No

Kekeruhan
Rasa
Suhu
Warna

Kadar Maksimum
yang Diperbolehkan
Skala NTU 5
C
Suhu udara t 3C
Skala TCU 15

B. Kimia
a. Kimia Anorganik
Air Raksa
Alumunium
Arsen
Barium
Besi
Flourida
Kadmium
Kesadahan (CaCO3)
Klorida
Kromium, val.6
Mangan
Natrium
Nitrat, sebagai N
Nitrit sebagai N
Perak
pH

mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

0,001
0,2
0,05
1,0
0,3
1,5
0,005
500
230
0,05
0,1
200
10
1,0
0,05
6,5-9,0

Selenium
Seng
Sianida
Sulfat
Sulfida
Tembaga
Timbal

mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

0,01
5,0
0,1
400
0,05
1,0
0,05

b. Kimia Organik
Aldrin dan Dieldrin
Benzene
Benzo (a) pyrene
Chlorane (total isomer)
Chloroform
2,4-D
DDT
Detergen
1,2 Dichlorcethane
1,1 Dichlorcethane
Heptachlor dan Heptachlor
Heachlorobenzena
Gamma-HCH (lilance)
Methoxychlor
Pentachlorophenol
Pestisida total
2.4.6-trichlorophenol
Zat organik (KmnO4)

mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

0,0007
0,01
0,00001
0,0003
0,03
0,10
0,03
0,5
0,01
0,0003
0,003
0,00001
0,004
0,03
0,01
0,10
0,01
10

C. Mikrobiologi
Koliform tinja
Total koliform

Jml/100 ml 0
Jml/100 ml 0

Parameter

D. Radioaktivitas
Aktifitas Alpha (Gross Alpha
Activity)
Aktivitas Beta (Gross Beta

Satuan

Bq/L

0,1

Bq/L

1,0

Keterangan
Tidak berasa

Merupakan batas
minimum dan
maksimum

95 % dari sampel
yang diperiksa
selama setahun
kadang-kadang
boleh ada 3/100
ml sampel air,
tetapi tidak

No

Parameter
Activity)

Satuan

Kadar Maksimum
yang Diperbolehkan

Keterangan
berturut-turut