Anda di halaman 1dari 13

PEMBUATAN ASAM SITRAT

I.

TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui mengenai cara pembuatan Asam Sitrat dengan
menggunakan Mikroba sebagai mediatornya.

II.

PERINCIHAN KERJA

Penyiapan Bahan & Ekstrak Touge

Pembuatan Media Inokulum dan Media Produksi

Pasteurisasi

Penanaman Mikroba serta Fermentasi

III.

ALAT yang DIGUNAKAN

Gelas kimia

Erlenmeyer 250 ml 2 buah

Pengaduk kaca

Hot plate

Spatula

Labu semprot

Corong

Shaker incubator

Gelas ukur 50 ml

IV.

BAHAN yang DIPAKAI


Aluminium foil
Kain kasa
Benang
NH4NO3
Pepton
FeSO4. 7H2O
Glukosa
NaNO3
Ekstrak Toge

V.

DASAR TEORI
Asam sitrart merupakan merupakan komponen senyawa alam yang banyak

terdapat pada berbagai jenis tanaman terutama buah-buahan. Asam sitrat pertama kali
berhasil di isolasi dari buah jeruk oleh Scheek pada tahun 1974. selain pada buah jeruk,
asam sitrat ditemukan pula pada buah-buahan lain, seperti nenas, pir dan buah-buahan
lainnya.
Asam sitrat adalah asam trikarboksilat yaitu tiap molekul mengandung tiga
gugus karboksil dengan 1 gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon yang ada
ditengah. Asam sitrat memiliki nama asam 2 hidroksi propana1 ,2,3trikarboksilat
dengan rumus bangun sebagai berikut :

Asam sitrat biasanya ditemukan dalam bentuk monohidrat berupa kristal atau
hablur tidak berwarna (sebuk putih), tidak berbau dengan rasa masam yang
menyegarkan, agak hidroskopis, samngat mudah larut dalam air 91,33 g/ml) dan larut
lebih cepat dalam air dingin dibanding air panas.

Secara alami asam sitrat terbentuk di dalam buah jeruk yang berupa salah satu
asam organik yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman serta
kimia karenadaya larutnya ayng tinggi, rasa masam yang menyegarkan, toksinitasnya
sangat rendah, kemampuan asimilasi cepat dan harganya relatif murah, biasanya
digunakan sebagai bahan pengawet pada induatri makanan dan minuman, serta untuk
memberi cita rasa yang menarik, di industri kimia digunakan sebagai anti buih dan
pelembut/pelunak, untuk industri farmasi digunakan sebagai anti oksidan (gaman, P.M,
Sherington, 1992).
Asam sitrat merupakan senyawa antara pada siklus crebs/asam tri karboksilat.
Lintasan reaksi katabolik yang mendahului pembentukan asam sitrat ini diantaranya
adalah lintasan glikosois.
Pada Aspergillus niger, fosfoenol piruvat diubah langsung menjadi oksaloasetat
oleh enzim fosfenol piruvat karboksilase. Reaksi tersebut menbutuhkan ATP sebagai
sumber energi MG++ atau Mn++ dan K+ atau NH++++. Secara umum pembuatan asam
sitrat secara fermentasi digunakan kapang jenis Aspergillus niger yang mempunyai
pertumbuhan sempurna pada suhu antara 25 - 30C, pH antara 1,7 2,0 dan masa
fermentasi selama 5 10 hari. Kapang berfungsi mengubah pati menjadi gula dan
selanjutnya akan berubah menjadi asam sitrat.
Reaksinya :

Asam sitrat dapat diproduksi baik melalui fermentasi kultur permukaan (surface
culture) maupun kultur terendam (submerged culture). Saat ini sebahagian besar
(sekitar 80%) dari total produksi asam sitrat dihasilkan melalui proses fermentasi

kultur terendam, walaupun pengoperasiannya lebih sulit dibandingkan proses fermetasi


kultur permukaan dan energi yang dibutuhkan lebih besar.
Ada beberapa metode yang telah dikembangkan pada fermentasi kultur terendam
ini. Diantaranya adalah metode Szucs dan metode Shu dan Jhonson. Komposisi
medium kedua metode tersebut dapat dilihat pada tabel disebelah ini :

KOMPONEN

KONSENTRASI

SZUCS

Starter

:
Sukrosa

25,00 50,00 gr/L

NH4NO3

2,25 gr/L

KH2PO4

0,30 gr/L

MgSO4 . 7H2O

0,25 gr/L

HCl 1N ( hingga pH 2 )
Produksi :
Sukrosa

200,00 gr/L

NH4NO3

1,10 gr/L

KH2PO4

0,15 gr/L

MgSO4 . 7H2O

0,25 gr/L

HCl 1N ( hingga pH 1,91 )


SHU JHONSON

Starter

:
Sukrosa
Bacto agar

140 ,00 gr/L


20,00 gr/L

NH3NO3

2,50 gr/L

KH2PO4

1,30 gr/L

MgSO4 . 7H2O

0,25 gr/L

HCl 1N ( hingga pH 3,6 )

Unsur makro :
Cu++

0,48 gr/L

Zn++

3,80 gr/L

Fe+++

2,20 gr/L

Mn++

1,00 gr/L

Produksi :
Sukrosa

140,00 gr/L

NH3NO3

2,50 gr/L

KH2PO4

2,50 gr/L

MgSO4 . 7H2O

0,25 gr/L

HCl 1N ( hingga pH 3,8 )


Unsur makro :
Cu++

0,06 gr/L

Zn++

0,25 gr/L

Fe+++

1,30 gr/L

Faktor-faktor yang mempengaruhi Fermentasi Produksi Asam

Sitrat

Komposisi medium
Media untuk asam sitrat harus menyediakan semua kebutuhan mikroba yaitu :
sumber karbon, nutrisi dan mineral.

Keasaman
pH medium merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan
dan pembentukan produk. Kebanyakan mikroorganisme berfungsi dengan baik
pada kisaran pH 3 4, sedangkan untuk pertumbuhan jamur berkisar pada pH 1,7
2,0. pengaturan pH dilakukan dengan penambahan HCl atau NaOH.

Suhu dan Waktu Inkubasi

Aspergillus niger dan kapang lain yang digunakan pada fermentasi asam sitrat
mempunyai suhu optimal 25 - 30C akan mengurangi asam sitrat yang dihasilkan
dan meningkatkan akumulasi asam oksalat. Pada fermentasi kultur permukaan,
fermentasi akan sempurna setelah 5 10 hari, sedangkan pada kultur terendam 4
5 hari.
Oksigen dan Air

Fermentasi berlangsung secara anaerobik, sedangkan air berperan dalam reaksi


metabolik dama sel dan merupakan alat pengangkutan zat-zat gizi bahan limbah ke
dalam dan ke luar sel.
Pengaruh Starter dan Inokulum

Starter yang digunakan sebagai inokulum harus mengandung mikroba yang


produktif. Selain itu umur biakan inokulum merupakan faktor yang sangat
berpengaruh dalam pembuatan asam sitrat secara fermentasi, karena hal ini
berkaitan erat dengan aktivitas mikroba.
VI.
PROSEDUR PENGERJAAN
1. Untuk pembuatan Media Inokulum ( Pembuatan Media ini yang kami buat )

Glukosa

5 gram

NaNO 3

0,1 gram

KH2PO4

0,2 gram

Pepton

0,3 ml

FeSO4.7H2O

0,01 gram

2. Semua jenis bahan diatas disiapkan dan dilakukan penimbangan secara tepat.
Setelah itu semua bahan diatas dimasukkan kedalam gelas kimia 250 ml dan
dilarutkan hingga sempurna.
3. lalu ditambahkan ekstak touge sampai volumenya 200 ml dan dimasukkan ke
dalam 2 buah erlenmeyer 250 ml masing-masing sebanyak 100 ml. Dan dilakukan
sterilsasi pada autoklaf pada suhu 1210C.

4. Kemudian bibit mikrobia Aspergillus niger dipindahkan kedalam media inokulasi


untuk didapatkan kultur mikrobia yang produktif,
5. Lalu dimasukkan ke dalam alat centrifuge dan dilakukan pengocokan secara merata
selama 48 jam tanpa henti,
6. Untuk pembuatan Media Produksi :

Glukosa

10 gram

KH2PO4

0,2 gram

NANO3

0,5 gram

Pepton

0,3 ml

FeSO4.7H2O

0,01 gram

7. Setelah didapatkan semua media diatas, lalu Setelah itu semua bahan diatas
dimasukkan kedalam gelas kimia 250 ml dan dilarutkan hingga sempurna.
8. Lalu ditambahkan ekstak touge sampai volumenya 200 ml.
9. Kemudian media tadi di sterilisasi kedalam autoklaf selama 15 pada suhu 121oC.
10. Setelah sterilisasi dilakukan, kemudian pendinginan dengan cara merendam
elenmeyer pada baskom berisi air dingin agar proses pendinginannya cepat.
11. Setelah itu di ambil bibit inokulasi sebanyak 10% dengan mengikutkan micellium
bibit kedalam labu takar 50 ml yang telah disterilkan terlebih dahulu didalam
autoklaf dan dimasukkan kedalam media produksi.
12. Lalu dilakukan pengocokan secara homogen didalam inkubator (shaker)
selama 6 hari.
13. Kemudian kedua sampel disaring dengan menggunakan kertas saring biasa
kedalam erlenmeyer 100 ml dengan menekan-nekan butiran micellium yang ada
agar asam sitrat yang terperangkap didalamnya keluar,
14. Sambil dilakukan penyaringan, dibuat pula larutan Ca(OH)2 0,1N dengan jalan
melarutkan CaOHsolid sebanyak 0,37074 gr kedalam gelas kimia 500 ml.
15. Setelah asam sitrat telah disaring semuanya dan Ca(OH) 2 0,1N telah selesai dibuat
maka dilakukan pengecekan pH terhadap kedua sampel, lalu dilakukan penaikan
pH dengan Ca(OH)2 sampai pH kedua sampel itu mencapai pH 5,8.

16. Lalu dibiarkan selama 1 malam untuk mendapatkan endapannya, kemudian


disaring lagi, dan endapan dikeringkan didalam oven sampai suhunya konstan.
VII.

DATA PENGAMATAN

pH awal produk dari cairan micellium

pH 6

pH awal media produk dari cairan

pH 4

pH Akhir kedua produk

pH 5

Berat kertas saring

0.96 gram

Berat cawan

47.82 gram

Berat cawan + kertas saring

48.78 gram

B.cawan + kertas saring + Endapan(oven 1) =

48.92 gram

B.cawan + kertas saring + Endapan (oven 2) =

48,91 gram (konstan)

Berat sampel yang diperoleh

0.14 gram

VIII. PERHITUNGAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dan berdasarkan data yang telah
diperoleh maka dapat diketahui % Asam sitrat yang kami peroleh dengan rumus
:
% AsamSitrat Berat Endapan x

% Asam Sitrat = 0.14 gram x


% Asam Sitrat = 10 %

BM Asam Sitrat
x 100%
BM CalsiumSitrat

192
270

x 100 %

PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN


Asam sitrat adalah asam yang dapat dimakan yang biasa digunakan dalam
pembuatan minuman, makanan, pencuci mulut, menambah aroma minuman berkarbonasi,
jamur, selai, jelly, permen, dan anggur. Asam sitrat digunakan dalam produk makanan agar
makanan mempunyai aroma buatan dari bahan campuran seperti tablet dan minumam
kaleng seperti campuran tablet vitamin C. Dalam farmasi, sitrat digunakan untuk
pengaturan pH dan bertindak sebagai pelindung dalam cuci rambut dan tata rambut.
Asam sitrat memiliki fungsi seperti dapat menstabilkan warna makanan,
mengurangikekeruhan, mengubah sifat mudah mencair atau meningkatkan pembentukan
gel. Asam sitrattermasuk zat pengikat logam yang merupakan bahan penstabil yang
digunakan sebagai pengolahan bahan makanan. Asam sitrat mengikat logam dalam bentuk
ikatan komplekssehingga dapat mengalahkan sifat dan pengaruh jelek logam tersebut
dalam bahan. Asamsitrat digunakan pada minuman selain berfungsi sebagai pengasam juga
berguna untuk mangikat logam yang dapat mengkatalisis komponen cita rasa/warna.
Inkubator shaker diperlukan untuk menjaga bakteri dan media agar selama fase
pertumbuhannya dan masa perombakan karbonnya dapat terjadi secara baik tanpa adanya
tumpukan, dan biasa untuk mereaksikan sesuatu faktor pengadukan/ penggoyangan
medium akan dapat mempercepat terbentuknya hasi atau dengan kata lain kita akan
mendapatkan hasil yang lebih optimal lagi.
Jika dilihat secara fisik hasil praktikum yang didapatkan, bisa disimpulkan bahwa
percobaan kali ini termasuk berhasil karena cairan yang kami dapatkan berwarna kuning
kecoklatan dan berbau masam, hal ini ditunjang pula dengan pengujian/pengetesan sifat
kimianya, dimana didapatkan bahwa bahwa pH cairan itu sama dengan sifat pH dari asam
yaitu pH 4, serta setelah ditambahkan Ca(OH)2 didapatkan endapan dan ini adalah endapan
Calsium Sitrat. Banyaknya calsium sitrat yang kami peroleh secara penimbangan yaitu
sebanyak 0,14 gram ini didaptkan dari pemanasan yang dilakukan untuk mengeluarkan air
yang terdapat didalam kertas saring. Apabila kita hitung-hitung secara kasar banyaknya
asam sitrat yang diperoleh adalah sebanyak 10 %.

KESIMPULAN

a.

Banyaknya calsium sitrat yang didaptkan sebesar 0,14 gr dan asam


sitrat yang kami peroleh sekitar 10 %

b.

Pada saat pemindahan cairan dari media inokulasi ke media produksi


sebaiknya tidak mengikutkan butiran miselliumnya karena akan merusak cairan
sitratnya.

c.

Asam sitrat adalah salah satu pelengkap bahan makanan yang


biasanya dipakai untuk mendapatkan aroma jeruk,

DAFTAR REFERENSI
1. Petunjuk praktikum Teknologi Bioproses Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung
Pandang.
2. Skripsi PA Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung pandang Jurusan Teknik Kimia.
3. Budiyanto, M.A Kresno. 2003. Mikrobiologi Terapan. UMM Press, Malang.
Judoamidjojo, M., Darwis, A.A., Said, E,G. 1992. Teknologi Fermentasi. Rajawali
Pers, Jakarta.

4.

Papagianni, Maria. 2007. Advances in Citric Acid Fermentation by Aspergillus


Niger:
Biochemical

Aspects,

Membrane

Transport

and

Modeling. Biotechnology

5.
6.

Advances, 25: 244263


Rahman, Ansori. 1994. Teknologi fermentasi Industrial II. Arcan, Jakarta.
Samson, R. A., Hoekstra, E. S., and Oorschot, C. A. N., 1996, Introduction to

7.

Food Borne Fungi, Centra Albureau for Schimmcl Cultures, Netherland.


Wuryanti. 2008. Pengaruh Penambahan Biotin Pada Media Pertumbuhan Terhadap
Produksi Sel Aspergillus niger. Bioma, 10( 2): 46-50.

LAMPIRAN

Laboratorium Teknologi Bioproses


Semester IV2014/2015

LAPORAN PRAKTIKUM
PEMBUATAN ASAM SITRAT

Pembimbing

Kelompok

: Satu (1)

Tgl. Praktikum

: 18 Mei 2015

Nama

: Muhammad Ilham Basri

Nim

: 331 13 011

Kelas

: 2.B TeknikKimia

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

2014/2015