Anda di halaman 1dari 37

IPW atau Identifikasi Potensi Wilayah merupakan penggalian data data potensi

wilayah terkait dengan data data sumberdaya didesa dan data data pendukung yang
ikut memberikan andil dalam pengelolaan usahatani. Data data sumberdaya yang ada
didesa terdiri dari sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sumberdaya manusia
sebagai pelaku utama dalam mengelola usahatani. Sedangkan data data pendukung
pengelolaan usahatani terdiri dari data data monografi desa, penerapan teknologi
budidaya yang biasa dilakukan petani, komoditi pertanian yang dikelola petani.
Seiring dengan perubahan jaman yang beralih pada pemberdayaan masyarakat
idealnya dalam melakukan penggalian data potensi IPW dapat menggunakan metoda
PRA ( Partisipatif Rural Appraisal ) sebagaimana tuntutan permentan no 25 tahun
2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. Penggalian data
IPW dengan metoda PRA harus dilakukan oleh petani dan difasilitasi Penyuluh
Pertanian yang bertanggung jawab diwilayah desa/kelurahan. Data data IPW harus
dilakukan pembahuruan data setiap tahunnya seiring dengan perubahan waktu dan
perkembangan data yang berlaku.
Untuk dapat menggali data data IPW dengan metoda PRA idealnya dilakukan
terlebih dahulu kajian desa yaitu melakukan pengamatan desa dengan melibatkan
masyarakat desa sebagai pelaku pengkajian dan difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian
penanggung jawab desa/kelurahan
Pengkajian desa akan memotivasi petani untuk tahu dan sadar betul dengan kondisi
keadaan nyata yang ada didesa. Selain petani tahu dan sadar akan kondisi keadaan
nyata desanya juga diharapkan petani mampu melakukan analisa potensi dan masalah
masalah yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan usahatani. Dengan petani
melakukan IPW yang difasilitasi Penyuluh Pertanian diharapkan petani mampu
mengambil keputusan dan merencanakan kegiatan/program yang sesuai dengan
potensi yang didesanya sebagaimana yang diharapkan PRA adalah kegiatan dari
oleh dan untuk petani .

Metoda PRA menggunakan 3 11 alat/ teknik/instrumen PRA sebagaimana tersajikan


pada matriks berikut ;

Tabel 1. Kegunaan dari masing masing Instrument/teknik PRA


No Teknik/Instrumen

Kegunaan

Data/Informasi yang
didapatkan

Teknik peta wilayah


desa/Sketsa desa

Mengetahui kondisi

Sumberdaya Alam yang

potensi lingkungan dan


masalah yang ada
diwilayah desa
Menjadi bahan
pertimbangan dalam

penyusunan RUK dan RKD

dimiliki desa
Tata guna lahan
Batas wilayah desa
Sebaran Perumahan
Sebaran penduduk L/P
Keragaman jenis vegetatif
Akses dan control
terhadap sumberdaya

yang ada didesa


Penerapan teknologi di
wilayah desa
2

Teknik peta transek

Mengetahui gambaran

Topografi dan kemiringan

potensi suatu wilayah


lengkap dengan informasi

kondisi ekosistem yang


ada dalam bentuk gambar
irisan melintang/
permukaan bumi dari

lahan
Keragaman vegetasi
Penerapan teknologi
Peranan teknologi
Sumber air dan aliran

sungai
Pelaku usahatani (L/P/A)

wilayah tertentu
3

Teknik Kalender
Musim

Mengetahui kegiatan

kegiatan peristiwa, masa

Curah hujan
Suhu udara
Pola tanam

kritis, masalah dan


peluang dalam satu siklus
waktu tertentu

Hama penyakit

Masa paceklik/ saat saat

kritis
Tenaga kerja L/P/A
Curahan waktu kerja, jenis

Teknik bagan
hubungan Kelembagaan
(Diagram Venn)

Mengetahui hubungan

kelembagaan pendukung

pekerjaan ( L/P/A),
Volume produksi
Luas tanam
Harga dan pemasaran
Siklus usahatani
Kebutuhan saprodi

Jenis kelembagaan
Peranan dan hubungan

dengan masyarakat
pengelolaan usahatani
Akses dan control L/P
Pengaruh, kedekatan dan
terhadap kelembagaan
manfaat kelembagaan
formal/non formal
dengan masyarakat

Teknik penetapan
peringkat

Mengetahui prioritas

masalah yang harus

Menetapkan pilihan

penyelesaian massalah

diselesaikan secepatnya
yang dihadapi petani
Mengetahui peluang
Menetapkan pilhan usaha
usahatani yang akan

tani yang akan dikelola

dikelola
Mengetahui pilihan
teknologi yang harus
diterapkan
6

Teknik bagan/ peta


mobilitas

Mengetahui hubungan

masyarakat dengan pihak

Lokasi komunikasi

masyarakat

lain di luar lingkungan

Jarak tempuh masyarakat

bepergian
Frekquensi masyarakat
keluar dari lingkungan
desa
Pelaku mobilitas penduduk
dengan pihak luar L/P/A
Penggunaan alat
transportasi
Pengeluaran biaya
transportasi
7

Teknik bagan
kecenderungan

Mengetahui alih

profesi/pergeseran
masyarakat akibat suatu

Curah hujan pada bulan

bulan tertentu
Suhu udara pada bulan

bulan tertentu
peristiwa
Pola tanam yang dilakukan
Dapat digunakan sebagai
petani
bahan acuan dimasa
Hama penyakit
mendatang bila terjadi Masa paceklik/ saat saat
kemungkinan

kritis
Tenaga kerja L/P/A
kemungkinan yang tidak
Curahan waktu kerja, jenis
terduga
pekerjaan ( L/P/A),
Volume produksi
Luas tanam
Harga dan pemasaran
Siklus usahatani
Kebutuhan saprodi
Mobilitas penduduk L/P/A
Kontrol dan Akses L/P/A
8

Teknik penelusuran

Mengetahui asal usul

Sejarah desa

sejarah

desa
Mengetahui
perkembangan
masyarakat desa

Budaya desa

Riwayat penduduk
Peranan laki laki dan

perempuan

Teknik diagram harian Mengetahui pola kegiatan Kerja produktif keluarga


keluarga
Mengetahui pola kerja
anggota keluarga tani
dalam mendukung usaha
tani
Mengetahui pola kerja
kelembagaan

tani
Sumbang peran anggota
keluarga dalam mendukung
usahatani
Kontrol dan akses
keluarga tani terhadap
sumber daya
Kegiatan sosial ekonomi
semua anggota keluarga
Kegiatan sosial ekonomi
dan politik masyarakat

10

Teknik sketsa kebun/ Mengetahui potensi

Sumberdaya Alam yang

lahan usahatani

dimiliki keluarga tani


Tata guna lahan/

keluarga

sumberdaya yang dimiliki


keluarga tani
Menjadi acuan bagi
keluarga tani dalam
menyusun RUK (Rencana

pemanfaatan lahan oleh


keluarga tani
Batas wilayah lahan yang

dimiliki keluarga tani


Keragaman jenis vegetatif
pengembangan usahatani Akses dan control
Usaha Keluarga ) dan

keluarga

terhadap sumberdaya
yang dimiliki keluaraga
Penerapan teknologi oleh
keluarga tani di lahan

usahatani keluarga
Peranan anggota keluarga
dalam memanfaatkan lahan
usahatani
11

Teknik diagram

Mengetahui alur dari

Tahapan proses produksi

alur/alir

suatu system produksi


Mengetahui alur

usahatani
Tahapan proses pnerapan

pemanfaatan modal
teknologi
Mengetahui pemanfaatan Pelaku pengelola usaha
lahan usahatani
12

Pengumpulan dan

Mengetahui kaeadaan

pengolahan data

awal keondisi desa,

skunder

masyarakat dan
kingkungannya
Sebagai data pembanding
dari data yang

tani L/P/A
Data Agroklimat
Jumlah kependudukan

Pebandingan penduduk

L/P/A
Mata pencaharian
masyarakat desa
Pendidikan masyarakat

diperolehnya
desa
Mengetahui kondisi nyata Sarana prasarana yang
dilapangan

mendukung usahatani
Jenis usahatani/ komoditi
yang ditekuni masyarakat
desa
Program pembangunan
yang ada didesa

Beberapa catatan matriks PRA

Point 1 11 merupakan instrument/alat atau Teknik PRA yang dapat dipilih


dalam pemberdayaan masyarakat. Desa
Point 12 merupakan alat bantu pendukung kegiatan PRA yang wajib
digunakan pada setiap proses pemberdayaan masyarakat.

IPW sebagai acuan dasar dalam penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian dengan
metoda PRA sebagaimana tuntutan permentan no 25 tahun 2009 tentang Pedoman
Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. Penggalian data IPW dengan metoda
PRA harus dilakukan oleh petani dan difasilitasi Penyuluh Pertanian yang
bertanggung jawab diwilayah desa/kelurahan yang dikemas dalam pengkajian desa.
Data pendukung IPW didapatkan dari data primer dengan cara wawancara
masyarakat yang ada didesa dan berdasarkan data data skunder yang ada di balai
desa atau nilik Penyuluh Pertanian diwilayah desa/kelurahan dan petugas dinas/
instansi terkait lingkup pertanian .
Pengkajian desa
Pengkajian desa dengan metoda PRA diharapkan dapat membantu petani dan tokoh
masyarakat yang difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian mampu melihat kondisi nyata
yang ada didesa. Dengan tahu kondisi nyata yang ada didesa akan dapat membantu
petani dalam melakukan analisa kondisi nyata dengan potensi yang dimiliki wilayah
untuk memecahkan permasalahan yang ada di desa, mengambil keputusan dan
merenanakan kegiatan yang akan dilakukan didesa sesuai kemampuan potensi yang
ada didesanya.
Dari hasil pengkajian desa diharapkan petani mau dan mampu mengembangkan
potensi

yang meliputi ; 1) Pengembangan usahatani, 2)

Menyusun kegiatan

penyuluhan pertanian, 3) Mengembangkan kegiatan kegiatan lain pendukung


usahatani yang dibutuhkan oleh masyarakat desa.

Pengkajian desa dapat menggunakan 3 4 alat/ teknik PRA, yaitu sketsa desa,
kalender musim diagram Venn dan transek.

Diawali dari kegiatan transek yang

berguna untuk melihat kondisi keadaan desa/kelurahan secara nyata, Setelah 3-4
alat/teknik PRA wajib dilakukan yaitu sketsa desa, kalender musim, diagram Venn
dan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan dengan teknik PRA yang lain
sesuai

kebutuhan

desa/kelurahan.

Tahapan

berikutnya

adalah

melakukan

pengumpulan dan pengolahan data primer dan skunder. Tahapan akkhir dari
pengkajian

desa adalah melakukan teknik rangking untuk menetapkan urutan

kegiatan/program sesuai urutan prioritas yang dibutuhkan petani.


1.SKETSA DESA

Pengertisn :
Skesa desa adalah alat pengkajian metoda PRA yang memmberikan
gambaran tentang keadaan kondisi nyata desa, terkait dengan SDM,
sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan kelembagaan yang ada didesa
dalam mendukung usahatani yang dikelola oleh petani
Manfaat pengkajian desa dengan alat Sketsa desa ;
1. Petani akan sadar dengan potensi sumberdaya yang ada didesa
2. Petani tahu akan manfaat sumberdaya jika dikelola dengan benar
3. Petani akan berusaha menggali potensi sumberdaya lain yang ada didesa
sebagai pendukung pengelolaan usahatani
4. Petani akan menggali permasalahan permasalahan lain yang dihadapinya
dan akan menyamakan persepsi dengan petani yang lain dalam suatu
pertemuan didesa
Penggalian data ;
1. Data yang diperlukan untuk menganalisa sketsa desa adalah data data
yang terkait dengan sumberdaya alam, sumberdaya buatan, sumberdaya
kelembagaan dan SDM petani
2. Informasi pengumpulan data didapatkan dari petani yang ada didesa
dengan penggalian data yang terfokuskan pada data data yang terkait
dengan ; 1) Keadaan kondisi nyata saat pengambilan data, 2)

Permasalahan yang sedang dihadapi petani, 3) Faktor penyebab masalah


menurut petani, 4) Potensi atau faktor faktor pendukung keberhasilan
usahatani dan 5) Harapan petani untuk keberhasilan pengelolaan
usahatani.
Untuk memudahkan dalam penggalian data data sketsa desa dapat digunakan alat
bantu tabel sebagaimana tersaji pada matriks berikut
Tabel 2. Penggalian data data sketsa desa
No

Sumberdaya

Potensi

Kondisi nyata

Faktor

Harapan

penyebab

petani

Pada saat penggalian data terkait dengan sumber daya,bandingkan kondisi nyata
dengan potensi yang ada artinya petani dan masyarakat desa apakah sudah merasa
menikmati hasilnya dengan baik. Bila belum artinya ada kekecewaan, lakukan
penggalian data untuk mencari faktor penyebab kenapa petani dan masyarakat desa
tidak bisa menikmati potensi yang ada didesa Selain data data terkait dengan
sumberdaya kajian sketsa wilayah perlu didukung pula dengan data data skunder
yang terkait dalam mendukung pengelolaan usahatani sebagaimana data data berikut
1. Data monografi
2. Data pendidikan penduduk
3. Data karakteristik lahan dan data curah hujan
4. Data pemilikan lahan usahatani/ternak

5. Data data penerapan teknologi ditingkat petani


6. Data komoditi usahatani yang dkelola petani ( 3- 5 tahun terakhir)
7. Data harga komoditas ( 3- 5 tahun terakhir)
8. Data Pola usahatani
9. Data kelembagaan tani terkait dengan jumlah anggota kelompoktani,

jenis

komoditi yang dikelola kelompoktani, klas kelompoktani


1. Dan data data yang masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pengkajian
Data data pendukung disajikan dalam bentuk matrik

Tabel 3.

Data karakteristik lahan

No Dusun/R Ketinggian Kemiringan


W/

Kedalaman

pH

tempat

lahan

lapisan tanahtanah

(m dpt )

( % )

(cm)

*) Baik/sedang/rusak, pilih sesusi kondisi nyata dilapangan

Irigasi Kesuburan
*)

tanah *)

Tabel 4. Data curah hujan dan jumlah hari hujan desa/kelurahan


No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Tahun .
mm
Hari

Tahun ..
mm
Hari

Tahun ..
mm
Hari

Tahun
mm
Hari

Tahun
mm
Hari

Tabel 5. Penerapan teknologi ditingkat petani

No Desa

Komoditi

PENERAPAN TEKNOLOGI OLEH PETANI


Benih Unggul Penggunaan
Takaran
Penggunaan
pupuk

pupuk

pestisida

Panen

Prilaku

Prilaku

Prilaku

Prilaku

Prilaku %

Tabel 6. Trends komoditas yang dikelolo petani( 5 tahun terakhir )


No Komo
ditas

Tahun .
Produksi Produk
tivitas

Tahun ..
Produk
Produk
si

tivitas

Tahun
Produk
Produk
si

tivitas

Tahun ..
Produk
Produk
si

tivitas

Tahun .
Produk
Produk
si

tivitas

Tabel 7. Trend Harga Komoditas ( 5 tahun terakhir )


No Komo
ditas

Tahun .
Harga
Harga

Tahun ..
Harga
Harga

Tahun
Harga
Harga

Tahun ..
Harga Harga

Tahun .
Harga
Harga

tingkat

tingkat

tingkat

tingkat

tingkat

petani

pasar

petani

pasar

petani

pasar

petani

pasar

petani

pasar

Tabel 8. Status kepemilikan lahan usahatani


No

Desa

STATUS KEPEMILIKAN TANAH ( ORANG )


Pemilik

Penggarap

Buruh tani

Bagi hasil

Penyewa

Tabel 9. Status kepemilikan ternak BPK .............


No

Desa

STATUS KEPEMILIKAN TERNAK ( ORANG )


Ayam buras

Sapi potong

Sapi perah

Kambing Domba

Kelinci

Itik

Tabel 10.
No

Desa

Tanah Darat ( Ha )

Tegal

Jumlah

Pemanfaatan lahan/Tanah BPK .............

Peka
Jumlah
rangan

Tanah Sawah Irigasi (Ha)

Tek
nis

1/2
Teknis

Tersie Tadah
r
Hujan

Jumlah

Ko
lam
(Ha)
1.

Tam
bak

2.

Jumlah
Tanah
Perta
nian
3.

Tabel 11.Potensi Agro Ekosistem


Desa ...............
Tahun...............
No

Jenis
Usaha tani

Desa

Jumlah
luas tanam
(Ha)

Jumlah
KK
petani

Rata rata
luas per orang
(Ha/orang)

Produksi diting
kat keluarga
(ton)

Produktivitas
(ton/Ha)

Tabel 12. Pola Usahatani Desa/Kelurahan .


No

Desa

Jenis

Kegiatan

Usahatani

Usahatani

Jadwal
penanaman

Pola tanam
Sesuai/ Tidak
Alasan
Sesuai

Hasil
Produksi

Tabel Hasil pengolahan data sketsa desa disampaikan dengan cara yang sederhana,
dalam bentuk gambar atau tabel agar mudah bagi petani untuk memahami kondisi
nyata yang ada didesa.
Hasil identifikasi sumberdaya yang dimiliki desa disajikan dalam matriks berikut
Identifikasi Analisa Teknik Sketsa Desa,
Desa/Kelurahan ..
No

Sumber Daya

Potensi

Masalah yang

Faktor

Harapan

dihadapi

Penyebab

Masyarakat

Penyajian olahan data sketsa desa disajikan lengkap dengan gambar sketsa desa
yang disampaikan secara sederhana dan dilengkapi dengan tanda tanda keberadaan
sumberdaya yang ada didesa. Tanda tanda sumberdaya digambarkan dengan simbul
simbul yang sudah disepakati bersama atau menggunakan simbul simbul yang sudah
umum digunakan. Sajian gambar sketsa desa disajikan sebagaimana berikut

Kebun

sungai

jalan desa

sawah

rumah

balai desa

pasar

masjid

jembatan

sekolah

Secara sederhana hasil olahan data Sketsa desa dapat dipaparkan sebagaimana
sajian matrks berikut

Hasil Analisa data Teknik Sketsa Desa,


Desa/ Kelurahan ..
No

Desa

Sumber

Potensi

Masalah

Harapan

Upaya yang

Daya

yang ada

yang

Masyarakat

dapat

didesa

dihadapi

dilakukan

2.KALENDER MUSIM

Pengertian ;
Kalender Musim adalah alat pengkajian metoda PRA yang memberikan
gambaran tentang kondisi kritis yang akan dihadapi petani dalam waktu
tertentu yang akan selalu berulang. Artinya memberikan peringatan pada

petani untuk selalu waspada dan siap mengatasi permasalahan saat masa
kritis datang.

Manfaat pengkajian desa dengan Kalender Musim


1. Petani akan sadar dan mengetahui permasalahan permasalahan yang
menjadi penyebab terganggunya dukungan untuk memenuhi kebutuhan
usahatani, misal kekurangan air, masa masa rawan banjir, masa paceklik,
kekurangan air bersih dll
2. Petani sadar pada setiap tahunnya akan selalu menghadapai masa masa
kritis akan selalu berulang
Penggalian data
Data data yang digali terkait dengan ;
1. kebutuhan kehidupan petani seperti pangan, pendidikan,
2. kegiatan pengelolaan usahatani seperti ngolah tanah, tandur, panen
3. masa masa kritis yang dihadapi petani seperti paceklik, banjir, musim
angin, hujan, kemarau

Hasil olahan data teknik kalender musim agar mudah difahami oleh petani
penyampaian datanya disampaikan dalam bentuk pemaparan tabel sebagaimana
sajian matriks berikut

Tabel

Pengkajian data kalender musim kegiatan usahatani

Desa/kelurahan .
N Jenis Usahatani Jan
o
1

Padi Sawah
-

Hama

Ayam Buras
- Serangan ND

Sayuran
-

Hama

Jagung

Feb

Mart

April

Mei

Juni

Juli

Agust

Sept

Okt

Nov

Des

Ket. Tabel Kalender Musim

Kegiatan dari masing masing jenis usahatani diuraikan secara rinci, sesuai
dengan jadwal kegiatan yang dilakukan.
Kendala usahatani selalu saja akan ditemukan oleh petani, sajikan data data
kendala pada paparan jadwal Jan Des dengan penyampaian data data
menggunakan simbul yang disepakati petani atau menggunakan simbul simbul
yang sudah umum dimengerti oleh masyarakat luas. Simbul simbul kendala
kendala yang bisa digunakan diantaranya ;
1. Musim kemarau

2. Musim angin

3. Musim hujan

4. Musim pancaroba

5. Sangat kristis
6. Kritis

Secara sederhana hasil olahan analisa data kalender musim dipaparkan sebagaimana
sajian matrks berikut

Hasil Analisa data Kalender Musim,


Desa Kelurahan ..
No

Desa

Periode

Kondisi kritis

Musim/Bulan yang dihadapi

Penyebab

Upaya yang

Masalah

dapat

petani

dilakukan

3.BAGAN KELEMBAGAAN ( DIAGRAM VENN )

Pengertian :
Bagan kelembagaan adalah alat pengkajian metoda PRA yang memberikan
gambaran keadaan desa terkait dengan peranan dan manfaat lembaga atau
petugas/tokoh masyarakat pada kepedulian kehidupan dan usahatani yang
dikelola oleh petani

Manfaat kajian desa dengan bagan kelembagaan ;


1. Petani dan masyarakat desa tahu dan sadar jumlah lembaga yang
berperan dalam mendukung kehidupan dan pengelolaan usahatani yang
dikelola oleh petani
2. Petani dan masyarakat desa mengetahui besarnya manfaat dan peranan
lembaga yang pendukung kehidupan dan pengelolaan usahatani yang
dikelola oleh petani
3. Petani dan masyarakat desa mampu merasakan bagaimana hubungan
kedekatan/kepedulian lembaga pada kehidupan dan pengelolaan
usahatani yang dikelola oleh petani
Penggalian data
Gali data data dari petani dan masyarakat terkait dengan kepedulian
lembaga yang ada didesa pada kehidupan dan pengelolaan usahatani
yang dikelola oleh petani.
Lembaga didesa terdiri dari lembaga formal dan lembaga non formal.
Lembaga formal adalah lembaga mempunyai dasar hukum (SK/AD-ART)
dan mempunyai tujuan-tujuan yang telah di tetapkan. Lembaga formal
misalnya kantor desa , PKK, RT. RW, Puskesmas, Posyandu, kelompok
tani, karang taruna dll. Sedangkan lembaga non formal, adalah lembaga
yang ada di masyarakat dan juga mempunyai tujuan tetapi belum atau
tidak memiliki dasar hukum ( SK ), yang tergolong dalam lembaga non
formal adalah kelompok pengajian, kelompok arisa, paguyuban,
kelompok simpan pinjam dan organisasi-organisasi lainnya.
Penggalian data IPW selain pada pengurus lembaga formal dan non
formal juga dapat dilakukan pada tokoh masyarakat ( TOMAS ), dan
petugas dinas terkait ( Penyuluh Pertanian, KUPT, POPT dll ).

Penyajian data bagan diagram Venn agar mudah dapat dimengerti disampaikan dalam
bentuk gambar sebagaimana sajian berikut

PENYULUH

BP
K

PETANI
KELOMP
OK TANI

PASAR
PUSKESMAS
PPL

Idealnya kelembagaan didesa berada di lingkaran kehidupan petani


Sajian gambar yang dipaparkan harus diberikan analisa sesuai dengan kondisi posisi keadaan
gambar dengan mengacu pada pedoman berikut ;

I.

Melihat besar kecsilnya lingkaran yang digambarkan oleh petani, lingkaran kecil,

sedang atau lingkaran besar


1.

Lingkaran kecil :
Diartikan bagi petani lembaga yang bersangkutan manfaatnya menurut
petani kecil memberikan pengaruh pada kehidupan petani dan
pengelolaan usahatani

2.

Lingkaran sedang
Diartikan bagi petani lembaga yang bersangkutan manfaat pengaruhnya pada
kehidupan petani dan pengelolaan usahatani sedang sedang saja

3. Lingkaran besar:
Diartikan bagi petani lembaga yang bersangkutan memberikan
manfaat yang besar bagi kehidupan petani dan pengelolaan
usahatani

II.

Melihat dari posisi peletakkan jauh dekatnya gambar lingkaran lembaga dengan
lingkaran petani dan besar kecilnya gambar lingkaran lembaga dengan posisi petani.
1.

Jauh dari petani

PENYULUH

KELOMPOK
TANI

PETANI
Bila Diagram Venn memberikan informasi gambar yang demikian, maka diartikan Penyuluh
Pertanian dan Kelompoktani sangat dirasakan besar manfaatnya oleh petani, dibuktikan dengan
gambar lingkaran yang besar. Tetapi dalam kenyataannya dalam memfasilitasi petani belum
dirasakan sepenuhnya berada dihati petani yang dibuktikan dengan jarak posisi Penyuluh
Pertanian dan Kelompoktani dengan petani masih sangat jauh. Jika kondisi dilapangan demikian
Penyuluh dan kelompoktani maupun petani masing masing harus saling instropeksi dan mencari
solusi bersama melalui koordinasi

2.

Dekat dengan petani

KELOMPOK
TANI

PENYULUH

PETANI
PETANI
PETANI

Penyajian Bagan diagram Venn dengan informasi gambar sebagaimana visualisasi diatas, dapat
diartikan petani merasakan besar manfaatnya Penyuluh Pertanian dan kelompoktani yang
dibuktikan dengan gambar lingkaran besar. Namun sayangnya hubungan kedekatan petani
dengan kedua lembaga belum sepenuhnya dirasakan petani yang digambarkan masih adanya
jarak kedekatan Penyuluh Pertanian dan klompoktani dengan petani
3.

Berada dihati petani

KELOMPOK TANI

PENYULUH
PETANI

Inilah gambar ideal semua lembaga yang ada didesa ikut memberikan
sumbang peran dalam mendukung kehidupan petani dan pengelolaan usahatani

Bagaimana dengan bagan kelembagaan ini

Puskesm
as

BPP

PETANI
Tengkulak
Rentenir
SekoLah

Kantor
Desa

Kelompok
Tani

PKK

PENYULUH

Silahkan anda berkomentar ? !!!


-

Bila kondisi nyata dilapangan dengan gambaran sebagaimana diatas perlu dilakukan kajian
bagan kelembagtaan dengan pemaparan disampaikan dalam format berikut

Identifikasi kajian bagan kelembagaan


No.

Desa

Lembaga

Masalah yang
dihadapi

Potensi

Faktor
penyebab

Secara sederhana hasil olahan analisa bagan kelembagaan dipaparkan dalam sajian matrks
berikut

Hasil Analisa data bagan kelembagaan


BPK ..
No

Desa

Lembaga

Masalah yang
dihadapi

Potensi

Faktor penyebab

Upaya yang dapat


dilakukan

PENENTUAN PERINGKAT MASALAH


Hasil pengkajian desa akan kia dapatkan potensi-potensi yang dimiliki oleh desa dapat
digunakan sebagai modal dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.
Masalah-masalah yang terhimpun dari ke 3 alat kajian PRA tersebut kita olah dan analisa untuk
mendapatkan prioritas masalah yang segera dituntaskan melalui tahapan penentuan peringkat
masalah yang dibuat oleh masyarakat dengan hasil secara musyawarah sesuai kebutuhan yang
mendesak.
Penentuan peringkat maslah merupakan proses kegiatan mengkaji berat ringannya masalah dan
disusun sesuai urutan kebutuhan dan kemampuan masyarakat untuk menjelaskan masalah.
Penentuan peringkat masalah mempunyai tujuan
1.

Mengetahui mendesak tidaknya suatu masalah bagi masyarakat untuk segera di


pecahkan

2.

Memilih dan menentukan secara tepat masalah yang dilakukan dengan segera

3.

Menumbuhkan persamaan persepsi pemahaman tentang urutan masalah yang ada di


desanya.

4.

Diperolehnya daftar urutan masalah untuk masukkan/bahan pertimbangan dalam


penyusunan rencana pembangunan pertanian berikutnya.

Penentuan peringkat masalah ada berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk
kegiatan di masyarakat perlu diupayakan dengan suatu cara yang mudah dilaksanakan sendiri
oleh masyarakat tetapi dijamin obyektivitasnya dan dapat dipercaya, yang mudah untuk
dilakukan oleh petani adalah menggunakan tabel skore yakitu memberikan nilai (skore) terhadap
suatu masalah yang ditinjau dari alat ukur indikator atau kriteria tertentu.
Kriteria penilaian perlu disepakati oleh masyarakat yang terlibat pengkajian desa secara
musyawarah.
Berikut ini cara penyajian data penentuan peringkat masalah yang disajikan dengan tabel skore :
Penentuan peringkat Masalah .

No.

Masalah

Dirasa
kan oleh
banyak

Sangat pa rahMenghambat Sering

Tersedia

dan mende

potensi

sak

terjadi

untuk

an penda

orang
1

pe ningkat

memecahkan

Jum
lah
nilai

Pering
kat

patan
4

Penjelasan Isi Kolom


1.

Masalah; masalah yang berasal dari 3 alat pengkajian keadaan desa yang telah
disusun

2.

Kolom 3 7 adalah kolom kriteria atau dasar-dasar penilaian yang dijadikan ukuran

3.

Dirasakan oleh orang banyak, artinya berapa banyak yang merasakan adanya
masalah. Semakin banyak orang yang merasakan masalah tersebut maka nilainya
semakin tinggi dan sebaliknya.

4.

Sangat parah, artinya makin parah masalah itu untuk dipecahkan dan nilainya makin
tinggi

5.

Menghambat peningkatan pendapatan, artinya makin menghambat peningkatan


pendapatan masalah maka nilainya makin tinggi

6.

Sering terjadi, artinya sering terjadi masalah tersebut pada satu wilayah maka nilainya
makin tingi

7.

Tersedia potensi untuk memecahkan masalah, artinya makin tersedia potensi yang
mendukung pemecahan masalah tersebut maka makin tinggi nilainya.

8.

Jumlah nilai, yaitu jumlah skor dari masing-msing masalah dari beberapa kriteria atau
ukuran

9.

Prioritas atau peringkat, yaitu urutan atau peringkat masalah semua jumlah nilai.
Makin tinggi peringkatnya maka makin tinggi nilainya.

Cara Pengisian formulir


1.

Kolom 1

: Diisi dengan nomor urut

2.

Kolom 2

: Diisi dengan masalah yang telah ditemukan

3.

Kolom 3-7

: Diisi dengan 1 5 pada setiap ukuran/kriteria secara musyawarah.

4.

Kolom 8

: Diisi dengan jumlah nilai dari setiap masalah berdasarkan penilain


setiap kriteria/ukuran.

5.

Kolom 9

: Diisi urutan peringkat dengan angka bila jumlah nilai paling tinggi dan
seterusnya sampai urutan yang terendah.

Identifikasi Potensi
Wilayah

Nani Priwanti

PPMKP Ciawi
2013

Anda mungkin juga menyukai