Anda di halaman 1dari 8

Bahaya Tumor Di Rahim Pada Ibu Hamil

Penyakit tumor merupakan sebuah gangguan kesehatan yang terjadi pada bagian
jaringan atau sel. Dimana jaringan tersebut telah mengalami pertumbuhan secara
tidak semestinya atau bisa dikatakan secara abnormal. Penyakit tumor bisa
menyerang siapa saja. baik itu pria ataupun wanita.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh WHO, ternyata wanita hamil jauh lebih
berisiko terkena penyakit tumor. Terutama penyakit tumor di rahim. Hal ini terjadi
karena pada bagian rahim ibu hamil mendapatkan tekanan yang berasal dari janin.
Nah penempelan janin inilah yang menyebabkan munculnya sel tumor. Penyakit ini
sangatlah berbahaya bagi ibu hamil. Tidak hanya bagi ibunda saja, akan tetapi bayi
yang dikandungnyapun juga sangat mengkhawatirkan. Sebesar apakah bahaya
penyakit tumor pada ibu hamil ini? untuk mengetahuinya langsung saja simak ulasan
berikut ini.
Bahaya Tumor Di Rahim Pada Ibu Hamil
1. Dapat menyebabkan keguguran
Bahaya penyakit tumor jinak yang pertama adalah dapat menyebabkan resiko
keguguran kandungan pada ibu hamil. Hal ini dapat terjadi karena jaringan tumor
tersebut menyebabkan tekanan pada bagian janin. Biasanya keguguran akibat
tumor diawali dengan rasa nyeri pada bagian perut dan bahkan bisa menyebabkan
keluarnya darah dari liang peranakan penderita. Oleh sebab itu akan sangat penting
bagi Anda untuk selalu menjaga pola hidup sehat ketika mengandung. Karena jika
muncul tumor pada rahim ini akan membuat kandungan menjadi gugur.
2. Dapat menurunkan ke janin
Selain dapat menyebabkan keguguran, bahaya penyakit tumor di rahim pada ibu
hamil selanjutnya adalah dapat menurunkan ke janin. Menurut penelitian yang
dilakukan oleh beberapa ahli. Salah satu penyebab munculnya penyakit tumor
adalah melalui keturunan. Terutama jika saat ibu mengandung, ibu menderita
penyakit tumor. Hal ini dapat terjadi karena sel tumor yang ada di dalam rahim ibu
diturunkan melalui kode genetik kepada anaknya. Namun jika penyakit tumor rahim
ini muncul saat bayi memasuki asia kandungan 8-9 bulan, penyakit satu ini tidak
akan menurun kepada generasi selanjutnya.
3. Gangguan persalinan
Penyakit tumor yang tumbuh pada bagian rahim sangatlah berbahaya bagi ibu
hamil. Karena dari penyakit ini dapat menyebabkan yang namanya gangguan pada
saat persalinan. Gangguan ini muncul disebabkan karena saat ibu hendak
melahirkan, bayi terkena tekanan yang berasal dari bejolan tumor. Bahkan akibat
dari tekanan tersebut bayi bisa mengalami gangguan kesehatan. seperti cacat
bagian organ ataupun mengidap penyakit lainnya. oleh sebab itu jika Anda
mengalami penyakit tumor di rahim ketika hamil, usahakan untuk melakukan
penanganan sebelum melakukan persalinan. Atau Anda juga bisa melakukan
persalinan melalui operasi caesar.

Itulah beberapa tingkat bahaya penyakit tumor di rahim pada ibu hamil atau
mengandung.

FIBRIO ADENOMA

1.1 Latar Belakang


Fibroadenoma mammae (FAM), umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di
bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara
membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang mereka
beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah
kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma
mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Benjolan tersebut berasal dari
jaringan fibrosa (mesenkim) danjaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga
tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat
atauoval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita
gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile,
olehsebab itu sering disebut sebagai breast mouse.
Di bawah ini kami akan membahas lebih lanjut tentang fibroadenoma mammae.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari fibriodenoma
2. agar mahasiswa dapat mengetahui penyebab fibriodenoma
3. agar mahasisiwa dapat mengetahui gejala fibriodenoma
4. agar mahasiswa dapat mengetahui pemeriksaaan payudara sendiri
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. FIBROADENOMA
1. Definisi
Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari
jaringan kelenjar dan fibrosa.Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali
ditemukan pada remaja putri. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang paling sering
terjadi pada wanita. Tumor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar glandula dan fibrosa.
Secara histologi:

- intracanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur


dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel.
- pericanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar atau
kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. Tumor ini dibatasi
letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung.
Fibroadenoma yang sering ditemukan berbentuk bundar atau oval, tunggal, relative mobile,
dan tidak nyeri. Massa berukuran diameter 1-5cm. Biasanya ditemukan secara tidak sengaja.
2. Etiologi dan Epidemiologi
Penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebabsesungguhnya dari
fibroadenoma mammae, namun diketahui bahwa pengaruhhormonal sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan dari fibroadenomamammae, hal ini diketahui karena ukuran
fibroadenoma dapat berubah padasiklus menstruasi atau pada saat kehamilan. Perlu diingat
bahwa tumor iniadalah tumor jinak, dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama
sekalitidak dapat menjadi kanker atau tumor ganas.Fibroadenoma mammae biasanya terjadi
pada wanita usia muda, yaitupada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. Berdasarkan
laporan dari NSWBreats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita
dengan usia21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50, sedangkan
prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. Sedangkanlaporan dari
Western Breast Services Alliance, fibroadenoma terjadi pada wanitadengan umur antara 15
dan 25 tahun, dan lebih dari satu dari enam (15%)wanita mengalami fibroadenoma dalam
hidupnya. Namun, kejadianfibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih
tua atau bahkansetelah menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil
disbanding pada usia muda.

2. Penyebab
Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen. Biasanya ukurannya akan
meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon estrogen
meningkat Fibroadeno mamammae dibedakan menjadi 3 macam:
Common Fibroadenoma
Giant Fibroadenoma umumnya berdiameter lebih dari 5 cm.
Juvenile fibroadenoma pada remaja.
3. Gejala
Pertumbuhan fibroadenoma mammae umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya ukuran
dan tempat pertumbuhannya yang menyebabkan nyeri pada mammae. Pada saat disentuh
kenyal seperti karet
Benjolan mudah digerakkan, batasnya jelas dan bisa dirasakan pada SADARI (Pemeriksaan
Payudara Sendiri)

Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yan gkuat yang ditemukan didalam
tulang rawan, urat daging dan kulit).
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri
dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan
kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan
dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua
tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk
menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur
payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu
dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri.
Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling
payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu.
Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang
sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya
dengan tangan kiri.Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.
Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik
ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi
seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan
Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu
kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari
tangan kiri.
Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan
basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.
1. Patologi
- Makroskopi: tampak bulat, elastis dan nodular, permukaan berwarna putih keabuan.
- Mikroskopi: epitel proliferasi tampak seperti kelenjar yang dikelilingi oleh stroma
fibroblastic yang khas (intracanalicular f. dan pericanalicular f.).

Penegakan Diagnosa
Pada awalnya penegakan diagnosa tehadap fibroadenoma mammae ini adalah dilakukan
pemeriksaan fisik, kemudian akan dilakukan mammogram (x-ray pada mammae) atau
ultrasound pada mammae apabila diperlukan. Yang paling pasti dan tepat dalam diagnosa
terhadap fibroadenoma mammae ini adalah penggunaan sample biopsi. Pengambilan sampel
biopsi ini dapat dilakukan dengan mengiris bagian mammae atau dengan memasukkan jarum
yang kecil dan panjang untuk mengambil sampel sel fibroadenoma tersebut.

Diagnosa terhadap FAM ini dapat dibuat dengan penggabungan penilaian klinis,
ultrasonografi dan pengambilan sampel dengan penggunaan jarum. Penilaian klinis terhadap
benjolan payudara ini harus mempertimbangkan:

v Umur:
Karsinoma: umumnya menyerang pada usia menjelang menopause
Fibroadenoma: umumnya menyerang wanita usia di bawah 30 tahun
1. TREATMENT/PENGOBATAN
Terapi untuk fibroadenoma tergantuk dari beberapa hal sebagai berikut:
Ukuran
Terdapat rasa nyeri atau tidak
Usia pasien
Hasil biopsyTerapi dari fibroadenoma mammae dapat dilakukan dengan
Operasi pengangkatan tumor tersebut, biasanya dilakukan general anaesthetic pada operasi
ini. Operasi ini tidak akan merubah bentuk dari payudara, tetapi hanya akan meninggalkan
luka atau jaringan parut yang nanti akan diganti oleh jaringan normal secara perlahan.
Karena FAM adalah tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan tidak perlu dengan
pengangkatan mammae. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan ukurannya saja.
Pengangkatan mammae harus memperhatikan beberapa faktor yaitu faktor fisik dan psikologi
pasien. Apabila ukuran dan lokasi tumor tersebut menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman
pada pasien maka diperlukan pengangkatan.
B. CYSTOSARCOMA PHYILODES
1. Definisi
Tumor filodes di payudara, merupakan tumor yang jarang terjadi dibandingkan dengan
fibroadenoma bermula dari intralobular stroma dan jarang disebabkan oleh fibroadenoma.
Tumor filodes (sistosarkoma filoides) merupakan suatu neoplasma jinak yang bersifat
menyusup (invasive) secara local dan dapat menjadi ganas (10-15%). Pertumbuhannya cepat
dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Tumor ini terdapat pada semua usia, tetapi
kebanyakan terdapat pada usia sekitar 45 tahun.
Tumor filodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3-4 cm, dan dapat pula dalam ukuran yang
sangat besar dan membuat payudara menjadi besar (bengkak). Beberapa benbentuk lobus dan
kistik karena on gross section they exhibit leaflike clefts and slits, they have been designated
phyllodes (greek for leaflike) tumors

Tumor ini disebut sistosarkoma filodes, sebuah nama yang diperolehnya lebih dari 150 tahun
yang lalu, yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Johannes Muller pada
tahun 1838. Nama itu jelas salah, karena di dalamnya tidak ditemukan kista (gelembung yang
mengandung cairan) dan juga bukan suatu sarkoma (keganasan). Meskipndemikian, memang
benar bahwa strukturnya berbentuk daun (phyllon = daun). Masalahnya, tumor paydara ini
biasanya tumbuh cepat, terkadang jinak, terkadang di batas antara jinak dan ganas dan
terkadang ganas. Untuk pemeriksaan ini seluruh tumor diperlukan, karena di berbagai tempat
pada bengkak tersebut, dapat terletak berbagai macam jaringan. Jadi, hanya dapat diatasi
dengan membuang seluruh tumor.

2. Gambaran klinik
Tumor ini bentuknya bulat atau lonjong dengan batas yang tegas dan dapat digerakkan
(mobil). Konsistensi tumor filodes ini ada bagian yang kistik dan padat seperti karet, tidak
melekat pada kulit dan oto pectoralis serta permukaan kulit yang tegang dan mengkilat.
3. Etiologi
Tumor ini bias berasal dari fibroadenoma selular yang telah ada dan sekarang telah
mengandung satu atau lebih komponen asal measenkima. Diferensiasi dari fibroadenoma
didasarkan atas lebih besarnya derajat selularitas stroma, pleomorfisme selular, inti
hiperkromatikdan gambaran mitosis dalam jumlah yang bermakna. Protrusio khas massa
polopoid stroma hiperplastik ke dalam kanalikuli yang tertekan menghasilkan penampilan
seperti daun yang menggambarkan istilah filodes.
4. Tata Laksana
Lesi yang menempati sebagian besar payudara terbaik ditata laksan dengan mastektomi total.
Karena kelenjar limfe jarang terlibat, maka tidak perlu dilakukan pengangkatan kelenjar
limfe. Lesi kecil dapat ditata laksana dengan eksisi lokal. Tindakan lebih radikal tidak
dibenarkan, karena neoplasma ini bersifat sebagai sarkoma jaringan lunak ringan ketimbang
suatu karsinoma yang berasal dari kelenjar.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa fibroadenoma dan cyctosarcoma phyilodes
merupakan penyakit yang mengenai payudara wanita.