Anda di halaman 1dari 33

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN

INDUSTRI

TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

PENGERTIAN TRANSFORMATOR
Transformator atau biasa dikenal dengan trafo
berasal dari kata transformative yang berarti
perubahan. Transformator adalah suatu alat listrik
yang dapat memindahkan dan mengubah energi
listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian
listrik yang lain, melalui gandeng magnet
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik (EMF
Induction) yang terjadi antara 2 induktor
(kumparan) atau lebih.
Transformator merupakan satu-satunya alat
yang dapat dipergunakan untuk menaikan
tegangan (step-up) dan menurunkan tegangan
(step-down)

Penggunaan transformator yang sederhana dan handal memungkinkan


dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan
serta merupakan salah satu sebab penting bahwa arus bolak-balik sangat
banyak dipergunakan untuk pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.
Frekuensi

pada

kumparan

primer

dan

kumparan

sekunder

dalam

transformator adalah sama,


f1 = f 2
Tegangan dan arus pada kumparan primer dan kumparan sekunder dapat
diubah ubah sesuai dengan yang dikehendaki.
Bagian-bagian terpenting dan mendasar dari sebuah trafo adalah :
Kumparan primer (primary winding) yang dihubungkan dengan sumber
listrik,
Kumparan sekunder (secondary winding) yang dihubungkan dengan
beban,
Inti/kernel (core) yang berfungsi menyalurkan GGL induksi antar kedua
kumparan.

MACAM-MACAM TRANSFORMATOR
Trafo apabila ditinjau dari kegunaannya dapat
dibedakan menjadi bermacam macam antara lain:
1. Trafo tenaga, ada 2 macam yaitu:
a. Trafo penaik tegangan (step up)
b. Trafo penurun tegangan (step down)
2. Trafo distribusi
3. Trafo pengukuran, ada 2 macam yaitu:
a. Trafo tegangan
b. Trafo arus
4. Trafo dengan bentuk khusus,misal:
a. Trafo pemberi daya
b. Trafo pengatur tegangan
c. Trafo las
Jenis trafo berdasarkan letak kumparan ada 2 yaitu :
1. Core type (jenis inti) yakni kumparan mengelilingi inti.
2. Shell type (jenis cangkang) yakni inti mengelilingi belitan

HUKUM-HUKUM DASAR
TRANSFORMATOR
I. Hukum Maxwell
Persamaan Maxwell apabila disederhanakan akan menjadi:
Hl = IN
Dimana:
H = kuat medan magnet
l = panjang jalur
I = arus listrik
N = jumlah lilitan
Hl=IN adalah Gaya Gerak Magnet (GGM) yang
merupakan penghasil flux
II. Hukum Induksi Faraday
Hukum utama yang digunakan pada prinsip kerja trafo
adalah Hukum Induksi Faraday. Menurut Hukum Induksi
Faraday, maka integral garis suatu gaya listrik melalui garis
lengkung yang tertutup adalah berbanding lurus
d dengan
perubahan tersebut.
B
dt
Rumus Hukum Faraday adalah sebagai berikut:

Sedangkan arus induksi (flux) adalah integral


permukaan dari pada induksi magnet melalui suatu luas
yang dibatasi oleh garis lengkung tersebut diatas. Rumus
arus induksi adalah:
=s B.dA
Dimana :
= Arus induksi / flux (weber)
B = Induksi magnet (weber / m2)
dA =Unsur luas (m2)
Apabila rumus hukum induksi disederhanakan :
e = N d
dt
Dimana:
e = Gaya Gerak Listrik
N = jumlah lilitan
= arus induksi /flux (weber)

Prinsip Kerja Trafo

Suatu transformator terdiri dari dua buah kumparan dan


sebuah inti dari bahan magnit lunak. Kumparan primer
dihubungkan pada sumber tegangan. Oleh arus primer
terjadilah medan bolak-balik dalam inti. Menurut gejala
induksi terjadilah dalam kumparan kedua suatu
tegangan induksi, yang juga merupakan tegangan bolakbalik. Jika lilitan sekunder dihubungkan pada suatu
hambatan maka terjadilah arus sekunder Is. Energi listrik
yang dialirkan dengan tegangan Up dan arus Ip tersedia
pada bagian sekunder dari transformator pada tegangan
Us dan arus Is.

PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

Tegangan sekunder dapat :


lebih
tinggi
daripada
ditransformasikan ke atas
lebih
rendah
daripada
ditransformasikan ke bawah

tegangan

primer,

tegangan

primer,

Contoh dari transformator ke atas adalah transformator


tegangan tinggi. Tegangan generatornya ditransformasikan di
pusat dari 10 kV ke 150 kV.
Tegangan yang diinduksi selalu berbanding lurus dengan
banyaknya lilitan pada kumparan yang tegangannya
diinduksikan, sehingga
Up : Us = Np : Ns , atau

Up
Us

Np
Ns

Yang berarti :
Up adalah tegangan pada kumparan primer
Us adalah tegangan pada kumparan sekunder
Np adalah banyaknya lilitan (putaran) pada kumparan primer
Ns adalah banyaknya lilitan pada kumparan sekunder

Kehilangan energi suatu transformator ialah:


kehilangan tembaga
kehilangan histerisis
kehilangan arus puSAR

kehilangan b

Kehilangan tembaga dihitung dengan :


Pcu = Ip2 Rp + Is2 Rs
Rp dan Rs adalah hambatan-hambatan dari kumparan primer
dan kumparan sekunder
Kehilangan energi di dalam suatu transformator sangat kecil
sehingga pada perhitungan yang sederhana boleh berpokok
pada :
Daya yang ke luar (sekunder)
= 1
= 100 %
Daya yang masuk (primer)

Ps
Pp

X 100 %

Dari sini kita dapatkan :


Pp = P s
Up Ip = Us Is
Up
Us

Is
Ip

Up
Us

Np
Ns

Is N p

I p Ns

Sehingga :
Ip Np = Is Ns
Kita katakan :
Banyaknya lilitan ampere (Aw) pada bagian primer
sama dengan banyaknya lilitan ampere pada bagian
sekunder.

Transformator step up yaitu transformator yang


mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi
tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan
kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah
lilitan primer (Ns > Np).

Transformatorstep downyaitu transformator


yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi
menjadi rendah, transformator ini mempunyai
jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak
daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).

KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA
TRANSFORMATOR
1. Inti Transformator
Inti transformator biasanya mempergunakan besi.
Inti besi atau sering disebut pula dengan kern
transformator yang paling umum adalah berupa
huruf E dan I atau bentuk lain. Inti besi yang
dipergunakan untuk keperluan ini adalah sejenis
besi lunak yang mengandung silikon. Sesuai dengan
susunan intinya, maka transformator terdiri dari tiga
jenis inti, yaitu : transformator dengan inti terbuka,
transformator dengan inti tertutup dan
transformator dengan inti kelopak (shell). Inti
tempat lilitan-lilitan itu dibuat dari lempengan
lempengan tipis (lamel-lamel) dari baja halus
(lunak)

Inti Transformator

Gambar 2. Tiga jenis inti transformator 1) Inti terbuka, 2) Inti tertutup, 3) Inti
kelopak

Tujuan
utama
menggunakan
inti
pada
transformator
ialah
dengan
menggulungkan
kumparan disekeliling inti besi akan didapatkan
medan magnit yang lebih kuat. Selain dari pada itu
inti besi berfungsi pula sebagai pemusat garis-garis
medan ini akan menghasilkan medan yang jauh
lebih kuat dan induksi yang lebih baik. Susunan
inilah yang dinamakan transformator yang
sebenarnya.

2. Kumparan Transformator
Kawat yang dipergunakan untuk transformator
sebaiknya mempergunakan kawat email. Kawat jenis
ini merupakan kawat yang telah berisolasi tipis, tebal
kawat email yang dipergunakan tergantung pada
tenaga kumparan primer dalam volt Ampere (watt)
yang dihasilkannya. Sedangkan banyaknya
kumparan diperhitungkan dengan jumlah tegangan
yang dihasilkannya.

Kumparan Tersier
Selain kedua kumparan (primer dan sekunder) ada beberapa trafo yang dilengkapi
dengan kumparan ketiga atau kumparan tersier (tertiary winding).
Kumparan tersier diperlukan untuk memperoleh tegangan tersier atau untuk
kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tersier selalu
dihubungkan delta. Kumparan tersier sering dipergunakan juga untuk
penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan
reactor shunt, namun demikian tidak semua trafo daya mempunyai kumparan
tersier.

Media pendingin
Khusus jenis trafo tenaga tipe basah, kumparan-kumparan dan intinya direndam
dalam minyak-trafo. Terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena
minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas dan bersifat pula
sebagai isolasi (tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media
pendingin dan isolasi. Untuk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sbb. :
Ketahanan isolasi harus tinggi (>10kV/mm)
Berat jenis harus kecil, sehingga partikel-partikel inert di dalam minyak dapat
mengendap dengan cepat.
Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan
menjadi lebih baik.
Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yg dapat membahayakan
Tidak merusak bahan isolasi padat (sifat kimia stabil)

Bushing
Merupakan penghubung antara kumparan trafo ke jaringan
luar. Bushing adalah sebuah konduktor yang diselubungi oleh
isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara
konduktor tersebut dengan tangki trafo.

Tangki dan konservator (khusus pada trafo


tipe basah)
Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam
minyak trafo yang ditempatkan di dalam tangki baja. Tangki
trafo-trafo distribusi umumnya dilengkapi dengan sirip-sirip
pendingin (cooling fin) yang berfungsi memperluas permukaan
dinding tangki, sehingga penyaluran panas minyak pada saat
konveksi menjadi semakin baik dan efektif untuk menampung
pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator.

Tap changer (perubah tap)


Adalah perubah perbandingan transformator
untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang
diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah.
Tap changer dapat dioperasikan baik dalam keadaan berbeban
(on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load),
tergantung jenisnya.
Peralatan pengaman (safety devices)
Setiap unit trafo distribusi selalu dilengkapi
dengan peralatan pengaman, yg mengamankan trafo
khususnya fisis, elektris maupun kimiawi. Beberapa peralatan
pengaman yg umum dikenal, antara lain :
Bucholz rele
Over pressure rele
Differential rele
Thermal rele
OCR (Over Current Rele)
Rele tangkitanah
Restricted Earth Fault rele
Indikator-indikator

Breather (alat pernapasan)


Karena pengaruh naik turunnya beban trafo
maupun suhu udara luar, maka suhu minyakpun akan
berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu
minyak tinggi, minyak akan memuai dan mendesak
udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam
tangki, sebaliknya bila suhu minyak turun dan
volumenya menyusut maka udara luar akan masuk ke
dalam tangki.
Proses di atas disebut pernapasan trafo. Hal tersebut
menyebabkan permukaan minyak trafo akan selalu
bersinggungan dengan udara luar yg menurunkan nilai
tegangan tembus minyak trafo. Untuk mencegah hal
tersebut maka pada ujung pipa penghubung udara luar
dilengkapi tabung khusus yg berisi kristal yg bersifat
higroskopis.

PENGUJIAN TRANSFORMATOR
Pengujian transformator dilaksanakan melalui tiga
macam pengujian menurut SPLN50-1982, sebagaimana
diuraikan juga dalam IEC 76 (1976), yaitu :

Pengujian Rutin
Adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap
transformator, meliputi :
a. Pengujian Tahanan Isolasi
b. Pengujian Tahanan Kumparan
c. Pengujian Perbandingan Belitan Pengujian Vektor Grup
d. Pengujian Rugi Besi dan Arus Beban Kosong
e. Pengujian Rugi Tembaga dan Impendasi
f. Pengujian Tegangan Terapan (Withstand Test)
g. Pengujian Tegangan Induksi (Induce Test).

Pengujian jenis
Adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap
sebuah trafo yang mewakili trafo lainnya yang sejenis,
guna menunjukkan bahwa semua trafo jenis ini
memenuhi

persyaratan

yang

belum

pengujian rutin. Pengujian jenis meliputi :


pengujian kenaikan suhu
pengujian impedansi

diliput

oleh

Pengujian khusus
Adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan uji jenis, dilaksanakan atas
persetujuan pabrik dengan pembeli dan hanya dilaksanakan terhadap
satu atau lebih trafo dari sejumlah trafo yang dipesan dalam suatu
kontrak. Pengujian khusus meliputi :
pengujian dielektrik
pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa
pengujian hubung singkat
pengujian harmonik pada arus beban kosong
pengujian tingkat bunyi akuistik
pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa
minyak.

KESIMPULAN
Transformator dapat digolongkan berdasarkan manfaat atau
kegunaannya, seperti transformator distribusi dan transformator
daya. Transformator distribusi merupakan trafo pembagi yang
berfungsi untuk membagi tegangan sebelum didistribusikan dan
digunakan oleh konsumen. Kegunaan transformator sendiri
yaitu antara lain :
1. Digunakan untuk pengiriman tenaga listrik
2. Untuk menyesuaikan tegangan
3. Untuk mengadakan pengukuran dari besaran listrik
4. Untuk memisahkan rangkaian yang satu dengan yang lain
5. Untuk memberikan tenaga pada alat tertentu
Dari pernyataan tersebut kita dapat mengetahui banyak macam
transformator tergantung dari kegunaan maupun kapasitas
pemakaian. Selain itu agar transformator bisa dipakai dalam
jangka panjang kita harus memperhatikan dan selalu menguji
kondisi transformator tersebut.

Bentuk Trafo

Contoh 1:
Diketahui tegangan primer 110 volt dengan jumlah gulungan sebanyak 10
gulungan, sedangkan kumparan sekunder sebanyak 100 gulungan.
Berapakah tegangan pada bagian sekundernya?

Up
Us

Np
Ns

Contoh 2:
Diketahui tegangan primer 220 volt dengan jumlah gulungan sebanyak
100 gulungan, sedangkan kumparan sekunder sebanyak 10 gulungan.
Hitunglah berapa tegangan pada bagian sekundernya