Anda di halaman 1dari 5

Kuliah

EPIDEMIOLOGI GIZI
9
Pande Aya

Pengukuran Aktivitas Fisik


Mirza Hapsari

Aktivitas fisik menurut WHO:


any bodily movement produced by skeletal muscles that requires energy expenditure.
Aktivitas fisik pengeluaran energy. Aktivitas fisik adalah suatu bentuk perilaku, sementara
pengeluaran energi (energy expenditure) merupakan outcome dari perilaku tersebut.
Berikut adalah hubungan antara aktivitas fisik, latihan dan kebugaran fisik:

AKTIVITAS FISIK
Setiap gerak tubuh yg dihasilkan o/
otot-otot LATIHAN
skeletal(EXERCISE)
& mengakibatkan
Subkelompok
aktivitas fisik
yg merupakan
pengeluaran
energi
gerak tubuh yg terencana, terstruktur&
berulang u/ mperbaiki/mpertahankan
satu/lebih komponen aktivitas fisik

KEBUGARAN FISIK
Seperangkap kualitas yg dicapai orang &
berhubungan dg kemampuan melakukan
aktivitas fisik
Kebugaran yg
Kebugaran yg
berhubungan dg
berhubungan dg kinerja
kesehatan
-K. Kardiorespirasi
-K. kardiorespirasi
-Kekuatan & ketahanan
-Kekuatan & ketahanan
otot
otot
-Komposisi tubuh
-Komposisi tubuh
-Kelenturan
-Kelenturan
-Tenaga otot
Bukti-bukti epidemiologi bahwa aktivitas fisik bermanfaat bagi kesehatan
-Kecepatan
-Agilitas
-Keseimbangan

1. Exercise Standard
Mortality Ratio

2. Immunosurveillance & Infection risk


A I
b 1.2m
o 1.0m
A
vv 0.8u
Infection
risk
e
e
B 0.6n
r S o-Moderate
el
Very High
a
a
o 0.4
s Exer
e
vw
g 0.2
d ur
e
e e v cise
a
rv 0.0ei Workl
n Does not Walk
<1
a
e t ll oad
g
r a a
e
a r n
g y c
e
e

1-1.5

3. Walking CHD

2+

Dimensi aktivitas fisik:


1. Tipe Aktivitas fisik yang dilakukan
2. Frekuensi Jumlah sesi aktivitas fisik per satuan waktu
3. Durasi Lamanya waktu kegiatan
4. Intensitas Tingkat aktivitas berdasarkan MET (Metabolic Energy Turnover)
MET levels
- 1 MET = pengeluaran energi pd saat istirahat, sekitar 3,5 ml O2/kg per menit
- Dipakai ketika menggunakan kuesioner
- Adanya perbedaan dalam pemakaian energi pada subyek dengan komposisi tubuh yg berbeda-beda,
sehingga dapat terjadi underestimasi pada orang obese

MET hours per hari (atau per minggu)


- Untuk menyatakan volume aktivitas fisik total
- Intensitas semua aktivitas yang berbeda selama periode pengkajian (dalam MET) dikalikan waktu yg
digunakan untuk semua aktivitas (daftar MET tiap aktivitas bisa dilihat di ppt di slide ke 9 okay)
Mencapai reliabilitas yang baik dalam pengukuran aktivitas fisik:
Jumlah hari dapat mengestimasi jumlah minimal hari yang mencerminkan keseluruhan pola
aktivitas fisik atau pola aktivitas fisik jangka panjang tergantung variabilitas intraindividual dan
interindividual dalam melaksanakan aktivitas fisik serta variabilitas metode pengkajian
Hari kerja maupun hari libur harus diikutsertakan
Pemantauan selama 4-5 hari dapat mencapai koefisien stabilitas 0,8 pd anak-anak
Pemantauan selama 7 hari tepat untuk remaja, karena aktivitasnya lebih beragam dibandingkan
dengan orang dewasa
Mencapai validitas yang baik:
Kalorimeter indirect sering digunakan sebagai pembanding namun tidak cocok untuk mengukur
pengeluaran energi dalam waktu lama
Metode standar DLW (doubly labeled water) dapat digunakan untuk mengukur pengeluaran
energi dalam waktu lama. Dianggap sebagai pengukuran TEE paling akurat, namun sangat mahal.
Metode validasi pengukuran:
METODE KRITERIA
Kalorimetri indirect: Ruang respirasi,
Sistem laboratorium, Sistem portabel
Doubly labeled water (DLW)

METODE OBJEKTIF
METODE SUBYEKTIF
Pemantauan
frekuensi Catatan aktivitas
jantung
Akselerometer
Kuesioner Wawancara
Pedometer
Laporan sendiri
Metode Objektif Berdasar data yang kuat atau observasi. Biasa dipakai pada pengukuran individu
Metode Subjektif Tergantung persepsi kita sendiri. Biasa dipakai pada pengukuran pada populasi
Teknik objektif
1. Heart Rate Telemetry (Monitors)
Mencatat denyut jantung (bpm) pada jam tangan lalu data ditranfer ke computer
Kelebihan
Kekurangan
Berkaitan kuat dengan pengeluaran energi (TEE)
Ukuran aktivitas fisik yang tidak langsung
Tersedia data menit per menit (sampai 48 jam)
Pada sampel yang banyak, mahal
Hanya sedikit mengganggu aktivitas
Tidak dapat digunakan pada aktivitas aerobik
Deskripsi intensitas, frekuensi dan durasi jelas
Frekuensi jantung dipengaruhi faktor lain (usia,
stres, emosi, tipe aktivitas, dll)
Pengumpulan data cepat dan mudah
Validitas baik
Bisa untuk anak atau dewasa
2. Pedometry
Alat yang mengukur jumlah langkah dan memperkirakan jarak tempuh dan pengeluaran energi
Dipasang pada pinggul. Merespon adanya gaya vertikal
Kelebihan
Kekurangan
Murah
Hanya mengukur jalan (validitas rendah)
Kecil, ringan, tidak mengganggu
Tidak bisa mengukur frekuensi, intensitas, durasi
Bisa digunakan pada setting yang bervariasi
Potensi reaktif (Partisipan meningkatkan aktivitas
karena tahu sedang diteliti)

Mudah digunakan
3. Accelerometry
Sensor gerak yang dipasang di pinggul yang dapat mengukur frekuensi, intensitas dan durasi
Tersedia data menit per menit
Ada 2 jenis: uniaxial (durasi dan frekuensi latihan) dan triaxial (bisa merekam gerak lebih banyak)
Kelebihan
Kekurangan
Mudah, ringan, tidak mengganggu
Lebih mahal dibandingkan pedometer, untuk
populasi yang besar
Deskripsi frekuensi, intensitas dan durasi jelas
Tidak akurat untuk beberapa aktivitas
Pengumpulan data mudah dan cepat
Tidak dapat melihat kespesifikan aktivitas
Mengukur real time (menit per menit)
4. Observational tools
Memantau aktivitas fisik orang dalam setting yang spesifik
Sangat berguna dalam mengukur tingkat aktivitas anak-anak
Dapat dikombinasikan dengan metode lain, misalnya seperti dengan accelerometry untuk
menyediakan deskripsi yang akurat mengenai tingkat aktivitas fisik
Kelebihan
Kekurangan
Data bagus, akurat
Perlu training bagi observer
Aktivitas spesifik dapat diamati
Adanya observer memicu timbulnya bias perilaku
Bermanfaat pada seting yang bervariasi
Highly labour intensive and time consuming
Mudah dikombinasikan dengan software
Dapat diperoleh data kontekstua
Teknik subjektif
Kelebihan
Kekurangan
Cepat dan mudah
Reliabilitas dan validitas?
Cost effective
Berdasarkan kejujuran
Cocok untuk individu, atau kelompok
Tergantung tingkat kognitif tidak cocok untuk
anak dan lansia
Dapat kuantitatif maupun kualitatif
1. Diary Methods
Biasanya dilengkapi pada setiap akhir hari. Dapat dimodifikasi menjadi perilaku spesifik
Kelebihan
Kekurangan
Memberi ukuran TEE maupun intensitas, Memerlukan nilai-nilai yang ditabulasikan untuk
frekuensi dan durasi
menghitung pengeluaran energi
Tidak perlu observasi
Kurang valid untuk anak-anak
Dapat memperoleh informasi detail
Adanya rasa bosan dari responden validitas
Biaya relatif rendah
2. Recall Surveys
7-Day Physical Activity Recall. Menilai aktivitas fisik 1 minggu (ringan, berat, dst)
Menghitung METs
Kelebihan
Kekurangan
Mudah dan cepat
Minggu2 sebelumnya mungkin tidak sama
Menghitung pengeluaran energi total
Ketergantungan pada tingkat ingatan
Sudah termasuk aktivitas pekerjaan & santai
Orang cenderung over-estimasi dalam waktu
yang terpakai
3. Self Report Measures For Children & Elderly
Anak
Report dilakukan oleh orangtua atau guru

Lansia
Physical Activity Scale for the Elderly

7-day recall biasanya kurang valid dan reliable


Activity recall sehari sebelumnya: reliabilitas baik

Kelebihannya cepat (quick to complete)


Validitas dan reliabilitas baik

4. Form Kuesionet
IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) 12Country reliability and validity
- Untuk usia 18 65 tahun
- Form panjang vs pendek reliability baik (p Spearmans + 0.8), validitas juga sama
- Form panjang/pendek vs accelerometer (standar) validitas baik
- The short IPAQ form last 7 d recall is recommended for national monitoring and the long form for
research requiring more detailed assessment kalau short formnya download di www.ipaq.ki.se
NZPAQ (New Zealand Physical Activity Questionnaire)
EPIC Physical Activity Questionnaire (European)
- Validitas EPIC vs Accelerometer korelasi positif

Anda mungkin juga menyukai