Anda di halaman 1dari 18

PRESENTASI KASUS

HERNIA SCROTALIS SINISTRA REPONIBLE

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. C
Umur : 33 tahun
Pekerjaan : Buruh
Alamat :
Jenis Kelamin : Laki-laki
Bangsa : Betawi
Agama : Islam

ANAMNESIS
Diambil dari : autoanamnesis (11 November 2014)

Keluhan Utama :
Nyeri pada benjolan di buah zakar kiri

Riwayat Penyakit Sekarang


10 hari SMRS, os merasa ada benjolan sebesar telur bebek di
kantung pelir sebelah kiri. Benjolan dirasakan nyeri dan benjolan
tersebut hilang timbul. Benjolan akan timbul bila Os jalan kaki,
batuk, atau mengedan pada saat BAB. Benjolan dapat hilang bila
Os beristirahat tidur. Rasa panas, perut kembung tidak dirasakan
oleh pasien. Os tidak merasakan demam. BAK normal, lancar tidak
terdapat tahanan pada saat mulai maupun akhir BAK.

1 hari SMRS, os merasa benjolan yang timbul semakin


membesar, sebesar kepalan tangan. Benjolan terasa lebih
sering muncul. Os mengatakan semakin hari nyeri yang
dirasakan semakin hebat bila benjolan muncul. Os
merasakan terdapat nyeri yang kadang-kadang menjalar
sampai ke perut bagian atas. Benjolan tersebut masih dapat
hilang bila Os istirahat tidur atau mengangkat kakinya. Os
tidak merasakan adanya mual, os tidak muntah, dan tidak
merasa perut kembung. Demam disangkal oleh pasien. BAB
dan BAK masih normal tanpa ada keluhan yang lain. BAK
kurang lebih 6 kali per hari, tidak ada hambatan, warna
kuning jernih, tidak ada darah, tidak nyeri.

Riwayat Keluarga
- Tidak ada anggota keluarga pasien yang pernah memiliki
keluhan yang sama dengan pasien
Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi (+)

STATUS PRESENS
STATUS UMUM
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran
: compos mentis
Berat badan : 50 kg
Keadaan Gizi : Baik
Tanda-tanda vital :
N: 88x/menit RR : 20x/menit S: 36,5oC TD : 150/90 mmHg
Kulit : turgor kulit baik, tidak ikterik
Kepala : normocephali
Mata : konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-)
Telinga : normotia, tidak terdapat secret, membrane timpani utuh,
reflex cahaya (+)
Hidung : tidak ada septum deviasi, tidak ada sekret

Thorax :
Paru : kedua dada tampak simetris, tidak tampak
retraksi sela iga, suara nafas vesikuler, wheezing
(-/-), rhonki (-/-)
Jantung : BJ 1 dan 2 reguler, gallop (-), murmur (-)
Abdomen : supel, timpani, BU (+), hepar dan lien
tidak teraba
Rektum/anus : tidak dilakukan pemeriksaan

Abdomen :
Inspeksi : simetris, supel, benjolan (-)
Palpasi
:
Dinding perut : supel, nyeri tekan epigastrium (-), nyeri lepas(-)
Hati : tidak teraba pembesaran
Limpa : tidak teraba pembesaran
Undulasi (-)
Ginjal : Ballotement (-), nyeri ketok CVA (-)
Kandung empedu : Murphy sign (-)
Perkusi
: timpani, shifting dullnes (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal

Alat kelamin (atas indikasi)


Penis tampak normal, sirkumsisi (+), smegma (-), hipospadia (-),
striktur meatus uretra eksterna (-), discharge (-)
Skrotum Kanan
skrotum tak tampak kelainan, tak tampak perubahan warna kulit,
tak tampak ulserasi maupun tanda-tanda radang.
benjolan (+), radang (-), nyeri tekan (-), fluktuasi (-)
Skrotum Kiri
skrotum tampak membesar, tak tampak perubahan warna kulit,
tak tampak ulserasi maupun tanda-tanda radang.
benjolan (+), radang (-), nyeri (+), fluktuasi (-)
Testis teraba terpisah dari benjolan

STATUS LOKALIS
Skrotum Kiri
Inspeksi : Skrotum kiri lebih besar dibanding skrotum kanan,
skrotum tampak membesar, tak tampak perubahan warna kulit,
tak tampak ulserasi maupun tanda-tanda radang.
Palpasi : benjolan (+), radang (-), nyeri (+), fluktuasi (-)
Testis teraba terpisah dari benjolan. Refleks Kremaster (+)
Auskultasi : bising usus (+)
Transiluminasi: Negatif (-)

RESUME
Seorang laki-laki berumur 33 tahun datang ke poli bedah RSUD
Tarakan dengan keluhan nyeri pada benjolan di buah zakar. Os
sudah merasakan ada benjolan sejak 10 hari SMRS sebesar telur
bebek. Benjolan timbul bila jalan kaki, batuk, atau mengedean.
Benjolan dapat hilang bila Os beristarahat tidur atau mengangkat
kaki. Benjolan semakin membesar sebesar kepalan tangan dan
sedikit nyeri bila berjalan. Os mengatakan semakin hari nyeri yang
dirasakan semakin hebat bila benjolan muncul. Demam, mual,
muntah, perut kembuh, rasa panas pada buah zakar tidak dirasakan
oleh pasien. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan skrotum tampak membesar, tak tampak perubahan
warna kulit, tak tampak ulserasi maupun tanda-tanda radang. Pada
palpasi teraba benjolan, nyeri (+), benjolan teraba terpisah dari testis.
Pemeriksaan transiluminasi (-).

DIAGNOSIS KERJA
Hernia Scrotalis Sinistra Reponible
Dasar diagnosis:
Adanya benjolan di skrotum dan dapat dimasukan
kembali.
Benjolan tersebut keluar ketika berdiri, mengedan, dan
beraktivitas
Refleks Kremaster (+)
Pemeriksaan Transiluminasi (-)

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

1. Hidrocele
2. Hernia ingiuinalis sinistra
3. Hernia Femoralis sinistra

PENATALAKSANAAN

1. Medikamentosa
Analgetik: As.Mefenamat 2x500 mg
2. Non Medikamentosa
Operasi Hernioraphy

PROGNOSIS
Ad Vitam
: Ad Bonam
Ad functionam : Ad Bonam
Ad Sanationam : Ad Bonam

LAPORAN OPERASI

Persiapan Pembedahan

Penderita dipuasakan 6 jam

Pemberian premedikasi anestesi dan antibiotika profilaksis

Teknik Pembedahan :

Pasien posisi terlentang dalam keadaan tidur (penggunaan anestesia umum)

Desinfeksi lapangan pembedahan dengan alkohol 70 % dan Betadine 10 % dan


dipersempit lapangan pembedahan dengan pemasangan duk steril

Irisan kulit melalui medial spina iliaca anterior superior sampai tuberkulum pubikum. garis
SIAS dan umbilikus, dan diperdalam dengan memotong lemak

Aponeurosis Muskulus abdominis eksternus (MOE) dibuka kecil dengan skalpel searah
seratnya, ke kranial sampai anulus internus dan ke kaudal sampai anulus eksternus.

Aponeurosis Muskulus abdominis eksternus dijepit dengan klem dan


dibebaskan ke lateral sampai tampak ligamentum inguinale dan ke
medial samapai conjoint tendon.
Funikulus spermatikus dibebaskan, muskulus kremaster dibuka untuk
mencapai kantung hernia di sebelah medial.
Kantung digunting dan dibuka. Eksplorasi isi kantung, hernia
dikembalikan ke rongga abdomen. Kantung hernia dibebaskan
seproksimal mungkin sampai jaringan lemak preperitoneal. Kantong
diplintir dan diikat dengan plain cat gut kemudian dipotong.
Herniorafi untuk memperkuat dinding posterior kanalis inguinalis,
menggunakan prolene mesh. Konjoint tendon dihubungkan dengan
ligamentum inguinale menggunakan mesh.
Funikulus kembali diletakkan ke dasar.
Perdarahan dirawat
Luka Operasi ditutup

SEKIAN
Terima Kasih