Anda di halaman 1dari 6

Racka Putra Prandika

140710120031
Lingkungan Endapan Mineral
Meander Sungai
Meander adalah bentuk sungai yang berkelok-kelok yang terjadi akibat adanya
pengikisan dan pengendapan. Pembentukan meander diawali oleh aliran air sungai di
hulu yang memiliki volume dan tenaga yang cukup kecil, sehingga pada bagian ini
sungai belum mengalami pengikisan dan aliran sungai akan berusaha menghindari
segala penghalang. Kemudian pada bagian tengah sungai dan hilir mulai terjadi
pengendapan dan erosi secara terus-menerus. Air mulai mengalir dengan kecepatan
yang berbeda, ketika mengalir pada lekukan pada suatu kelokan sungai. Air yang
melewati lekukan yang menjorok keluar (cut bank) akan menyebabkan terjadinya erosi
secara terus-menerus. Cut bank merupakan zona tanah yang tererosi oleh aliran sungai
dalam pembentukan meander. Sehingga erosi ke arah samping (erosi lateral) yang
terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan cut bank semakin melebar.
Sementara itu, di sisi lekukan yang lain akan terjadi pengendapan yang menyebabkan
terbentuknya point bar. Point bar merupakan proses sedimentasi yang dominan di
dalam alur sungai. Bentuk dan ukuran point bar bervariasi tergantung pada besarnya
alur sungai serta berkembang pada bagian lengkung dalam (inner band) alur sungai.

Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake)


Oxbow lake atau danau tapal kuda merupakan danau yang terbentuk bila sungai yang
berkelok-kelok atau sungai meander melintasi daratan mengambil jalan pintas dan
meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau tapal kuda.
Oxbow lake terbentuk dari waktu ke waktu sebagai akibat dari erosi dan sedimentasi
dari tanah disekitar sungai meander.

Meander dapat didefinisikan sebagai aliran sungai yang berbelok-belok secara teratur
dengan arah pembelokan lebih atau kurang 180%. Meander merupakan bentuk aliran
sungai pada daerah datar yang berliku-liku, baik datar karena endapan alluvial atau
karena peneplainisasi. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian
hulu. Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil.
Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah
dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.
Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan
membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam
maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan
sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan.

Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander. Meander
biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan
terjadi secara berturut turut. Bagian belokan meander yang hampir bersentuhan karena
perkembangan erosi disebut neck.

Akibat putusnya neck oleh trobosan aliran sungai dapat terbentuk danau oxbow lake
atau mort lake. Oxbow lake banyak ditemukan pada sungai. Sungai dewasa adalah
sungai yang berliku-liku dan mempunyai suatu dataran yang mudah untuk dilanda
banjir. Jika peremajaan sungai terjadi maka erosi sungai meander dapat meningkat

kearah dalam dan terbentuk meander sungai dengan tebing terjal, sungai seperti itu
disebut incised atau ontrenched meander.
1. Teori terbentuknya meander
a. Menurut J.A Panne Koek
Terbentuknya meander ialah karena aanya reaksi yang wajar dari aliran sungai
terhadap batu-batuan yang relative homogen dan tidak begitu tahan terhadap erosi.
b. Menurut Ferrel
Bagaimanapun arah aliran sungai akan mengalami pengaruh dari pada reaksi bumi. Di
permukaan bumi semua arus mengalami pembelokan sebagai akibat dari rotasi bumi
yaitu disebelah utara equator membelok ke kiri.
Oleh karena hal ini, maka sungai yang sebetulnya hendak mengalir lurus terpaksa
mengalami pembelokan dan tebingnya yang sebelah mengalami erosi lebih besar
daripada tebing yang lain. Apabila sekali terjadi pembelokan maka belokan yang lain
akan menyusul, hal ini disebabkan terjadi arus helioceida yang timbul pada waktu
sungai arahnya berbelok.
2. Pengaruh erosi dan sedimentasi pada meander
Erosi ke samping (lateral) menyebabkan lembah bertambah lebar dan membentuk
kelokan-kelokan. Bentuk kelokan sungai yang khas dinamakan meander, yaitu kelokan
sungai yang teratur berbentuk setengah lingkaran, terdapat di bagian tengah dan hilir
aliran sungai.
Erosi vertical membuat lembah bertambah dalam. Air terjun terbentuk jika erosi
vertical mendapat hambatan di suatu tempat, misalnya batuan yang keras, sementara
batuan di tempat yang berdampingan di hilirnya lebih lunak. Erosi mudik terjadi juga
di air terjun. Erosi mudik di daerah mata air, menyebabkan sungai bertambah panjang
ke arah hulu.

Proses sedimentasi menghasilkan berbagai bentukan yang terletak di tengah lembah,


dibagian dalam kelokan atau meander, dan di muara sungai. Pengendapan di muara
sungai akan membentuk delta, apabila lautnya dangkal dan arusnya tidak terlalu kuat.
Pengendapan di bagian tepi lembah terjadi pada waktu banjir akan membentuk

tanggul-tanggul alam dan dataran banjir. Dataran banjir merupakan lahan yang baik
untuk persawahan atau pertanian lahan kering.
3. Pembentukan meander dan oxbow lake
Belokan-belokan sungai ini akan bertambah lebar sehingga pada waktu air pasang,
terdapat hubungan langsung antara lingkaran yang satu dan lingkaran yang lain.
Selama air pasang, terjadilah pengikisan dan pemindahan material batuan di sepanjang
lembah sungai. Akibatnya ketika air surut terputuslah lingkaran-lingkaran dan
terbentuklah cabang-cabang yang mati, serta danau-danau dan payau-payau yang
melengkung. Sungai-sungai besar seperti sungai indragiri dan sungai Musi di
sumatera, sungai Kapuas di Kalimantan, sungai Balim di Irian atau sungai Bengawan
Solo di Jawa dengan jelas memperlihatkan gejala-gejala di atas.
4. Macam-macam meander
meander dapat digolongkan menjadi 5 macam, yaitu:
a. Meander mendalam
Meander mendalam adalah meander yang terjadinya disebabkan adanya erosi vertical
dan erosi lateral, sehingga erosinya melebab dan mendalam.
b. Meander berteras
Meander berteraas adalah meander yang terjadinya karena adanya pengangkatan yang
bertingkat-tingkat, sehingga pada tepi-tepi lembah pada sisi kiri dan kanan terjadai
teras-teras yang bertingkat.
c. Meander lembah
Meander lembah adalah meander yang terdapat pada lembah yang sudah mencapai
stadium dewasa, ketika lebar dari meander lembah ini 20x lebar saluran.
d. Meander bebas
Meander bebas adalah meander yang jalur meandernya tidak tertentu. Meander ini
terjadi pada sungai yang sudah mencapai stadium tua dan banyak sekali bekas-bekas
yang telah ditinggalkan.
e. Meander pengikisan
Meander pengikisan adalah meander yang terjadinya karena ada pengangkatan atau
penurunan permukaan laut( dapat juga dikatakan karena adanya perubahan gravitasi
atau perubahan erosi basis) sehingga akan mengakibatkan erosi vertical aktif lagi.
5. Meander dan bagian-bagiannya
Neck = bagian leher dari meander
Spur = bagian kepala dari meander
Undercut Slope= bagian dari lengkung meander
Slip Off slope = bagian lengkung meander yang selalu mendapat sedimentasi
Oxbow lake = bekas spur yang telah ditinggalkan dan sekarang berbentuk seperti
danau
6. Formasi Oxbow Lake

a. Awalnya sungai meander yang terbentuk aliran airnya relatif datar karena liku-liku
yang ada belum terlalu melengkung, sehingga arus air sungai masih pelan.
b. Air mulai mengalir dengan kecepatan yang berbeda, ketika mengalir pada lekukan
pada suatu sungai kelok-kelok. Air yang melewati lekukan yang menjorok keluar (cut
bank) akan menyebabkan terjadinya erosi secara terus-menerus. Cut bank merupakan
zone tanah yang tererosi oleh aliran sungai dalam pembentukan meander. Sehingga
erosi yang terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan cut bank semakin
melebar.

c.
Sementara itu, di sisi lekukan yang lain akan terjadi pengendapan yang
menyebabkan terbentuknya point bar. Point bar merupakan proses sedimentasi yang
dominan di dalam alur sungai. Bentuk dan ukuran point bar bervariasi tergantung pada
besarnya alur sungai serta berkembang pada bagian lengkung dalam (inner band) alur
sungai.
d. Dalam jangka waktu yang panjang, cut bank akan melebar ke arah luar dan juga
point bar akan melebar ke arah sungai karena pengendapan yang terus terjadi,
sehingga akan terbentuk lekukan yang semakin tajam.

e. Lekukan tersebut lama-lama akan membentuk "neck" yaitu ujung dari lekukan yang
seperti akan terhubung dengan ujung lekukan yang lain.
f. Selanjutnya, "neck" akan semakin menyempit karena proses erosi yang terus
menerus. Jika terjadi hujan, air akan mampu menggenangi "neck" tersebut, sehingga
air hujan akan mampu mengerosi lekukan tepi sungai yang kemudian akan mampu
membentuk aliran sungai baru yang lebih lurus. Karena hal tersebut air yang mengalir
tidak lagi melewati lekukan tapi lebih memilih untuk mengalir pada saluran yang
lurus.

g.
Pemisahan yang akhirnya memotong (cut-off) "neck" dari sungai akan
meninggalkan lekukan sungai tersebut yang kemudian akan terbentuk oxbow lake. Air
di dalam oxbow lake tidak lagi dialiri oleh air sungai, sehingga debit air di dalam
oxbow lake akan tetap. Dalam waktu yang lama air dalam danau akan menjadi asam
karena tidak ada sirkulasi air. Akhirnya oxbow lake seakan-akan membentuk seperti
kolam .
sumber
http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/danau-tapal-kuda-oxbow-lake.html
http://earthy-moony.blogspot.com/2012/01/apa-itu-meander-sungai.html