Anda di halaman 1dari 2

Contoh Kasus Nikah Siri Online

(Dikutip dari Kompas.com, 15 Maret 2015)

Kasus 1
MG, seorang wanita malam berusia 21 tahun yang bekerja di sebuah karaoke di kota Malang,
mengungkapkan banyak wanita-wanita malam di daerah Malang Raya (kota Malang, Kabupaten
Malang, Kota Batu) yang melakukan nikah siri baik secara online maupun nikah siri biasa. Ia
termasuk salah satunya. MG menuturkan ia dan teman-temannya sesame wanita malam
melakukan nikah siri online karena merasa dengan nikah siri akan menjadi lebih aman; agar
dapat menghindari zina dan menjamin nafkah yang akan diberikan pria yang menikahinya secara
siri.
MG telah menikah siri dengan seorang pria yang merupakan pelanggan tetap karaoke tempat ia
bekerja dan telah lama menjadi langganannya. Mereka melakukan nikah siri secara online. MG
mengakui pria langganannya itulah yang mengajaknya untuk nikah siri.
Alasan MG mengiyakan ajakan pria itu untuk nikah siri adalah karena ia sudah lama kenal
dengan pria itu dan si pria sudah lama menjadi langganannya. Menurut MG, hubungan mereka
layaknya orang yang berkenalan kemudian pacaran, dan menikah. Namun si pria telah memiliki
istri. MG mengakui selama ini ia diberi nafkah dan memiliki hubungan layaknya suami dan istri
degan pria itu, namun ia tetap memiliki kebebasan bisa melayani pelanggan lain.
Nikah siri online antara MG dan pria langganannya itu dilakukan melalui media sosial Skype.
Mereka diperkenalkan pada penghulu dan saksi nikah melalui website yang menyediakan jasa
nikah siri online. Kemudian nikah siri dilakukan tidak dalam satu majelis; MG dan pria
langganannya berkomunikasi dengan penghulu dan saksi melalui video call dari media sosial
Skype.

Kasus 2
RS, seorang wanita malam di karaoke di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, telah melakukan
nikah siri secara online pula. Ia telah menikah siri dengan seorang pengusaha di Malang. RS
mengatakan bahwa dirinya dinafkahi secara rutin oleh suami sirinya, dan ia juga merasa
hubungan intim antara dirinya dengan suami sirinya itu halal. Tetapi ia tetap bekerja melayani
pelanggan lain, dan suami sirinya juga sudah memiliki istri yang sah. Menurut pengakuan RS
menikah secara online berarti saat dinikahkan penghulu tidak harus hadir secara langsung, tetapi
dapat juga melalui telepon. RS menandaskan hal ini merupakan hal yang lumrah dilakukan para
wanita malam di daerah Malang.

Kasus 3
AP (41 tahun) seorang pria yang melakukan nikah siri online. Ia beralasan nikah siri online jelas
tidak dilarang agama, hanya negara saja yang melarangnya. Alasan AP melakukan nikah siri
online adalah untuk menghindari zina.
Sudah setahun semenjak berita diturunkan AP menikah siri dengan salah satu wanita pekerja
tempat hiburan malam. Selain untuk menghindari zina, alasan AP melakukan nikah siri adalah
karena ia tidak akan diizinkan istri untuk menikah lagi secara resmi, atau melakukan poligami.
Meskipun telah memiliki seorang istri dan putra, AP tetap saja melakukan nikah siri secara
online. Ia menggunakan jasa sebuah website nikah siri online, sementara untuk penghulunya
menurut AP adalah seorang ustadz yang mengerti agama dan berpendapat bahwa nikah siri itu
diperbolehkan dalam agama.

http://regional.kompas.com/read/2015/03/15/12124341/Wanita.Malam.di.Malang.Banyak.Lakuk
an.Nikah.Siri.secara.Online