Anda di halaman 1dari 1

PARADIGMA POSITIVISM DARI SISI ONTOLOGI

Ontologi adalah bagian dari filsafat ilmu yang membahas pandangan terhadap hakikat
ilmu atau pengetahuan ilmiah. Materialistik mekanistik sebagai perintis aliran ini, yang
mengemukaan bahwa hukum-hukum mekanik itu inheren dalam benda itu sendiri,
dengan kata lain ilmu dapat menyajikan gambar dunia secara lebih meyakinkan
didasarkan pada penelitian empirik daripada spekulasi philosofik. Realitas yang real
dalam faham ini diatur oleh kaidah-kaidah tertentu ( biasa disebut scientific method )
yang universal dan kebenaran sesuatu hanya akan dicapai dengan asas probabilistik.
Scientific Method adalah pendekatan yang dianut oleh positivisme menyatakan bahwa
ontologik realitas dapat dipecah-pecah, dapat dipelajari independen, dieleminasikan dari
obyek yang lain dan dapat dikontrol. Oleh karena itu salah satu konsekwensi mendasar
dalam metodologi penelitiannya adalah kerangka teori dirumuskan se spesifik mungkin
dan menolak ulasan yang meluas yang tidak langsung relevan. Sumber teori diatas harus
memenuhi dua kriteria yaitu, (a). Sesuai dengan situasi empiris, (b). Melakukan fungsi
teori, yaitu meramalkan, menerangkan dan menafsirkan.
Dari penjelasan diatas jelas bahwa, secara ontologi , positivisme lemah dalam hal
membangun konsep teoritik, dengan kata lain bahwa konseptualisasi teoritik ilmu
menjadi tidak jelas, atau dapat dikatakan tidak ada urunan dalam membangun teori,
sehingga ilmu-ilmu yang dikembangkan menjadi semakin miskin konseptual teoritiknya
atau tidak ada teori-teori lain yang mendasar muncul.

http://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CD4QFjAE&url=http
%3A%2F%2Fwww.stiesia.ac.id%2Fjurnal%2Findex.php%2Farticle
%2Fdownload_selection_article
%2F2%2F20121217014%2F1&ei=2o9sVdCSKcSVuASspoHAAQ&usg=AFQj
CNGPOv84r2Cz0pZ9ePmyhpC8IwiwmQ&bvm=bv.94455598,d.c2E