Anda di halaman 1dari 3

PRESENTASI MAJEMUK

PRESENTASI MAJEMUK (COMPOUND PRESENTATION)

Pengertian
Presentasi majemuk adalah terjadinya prolaps satu atau lebih
ekstremitas pada presentasi kepala ataupun bokong. Kepala memasuki
panggul bersamaan dengan kaki dan atau tangan. Presentasi majemuk
juga dapat terjadi manakala bokong memasuki panggul bersamaan
dengan tangan. Dalam pengertian presentasi majemuk tidak termasuk
presentasi bokong-kaki, presentasi bahu, atau prolaps tali pusat.
Apabila bagian terendah janin tidak menutupi dengan sempurna pintu
atas panggul, maka presentasi majemuk dapat terjadi
Presentasi majemuk adalah bila ada satu atau lebih anggota
badan menumbung bersama dengan kepala atau bokong, keduanya
bersama-sama masuk ke dalam panggul. Presentasi bokong kaki dan
presentasi bahu tidak dimasukkan kedalam golongan ini tali pusat
menumbung menyertai keadaan ini pada 15-20 % kasus
Etiologi
Meliputi semua keadaan yang menghalangi pengisian dan
penutupan PAP sepenuhnya oleh bagian terendah janin. Faktor
penyebab yang paling umum adalah prematuritas. Yang lain adalah
bagian terendah yang tinggi disertai dengan pecahnya
ketuban,mu;tiparitas,panggul sempit, dan gemeli
Faktor yang meningkatkan kejadian presentasi majemuk adalah
prematuritas,
multiparitas,
panggul sempit,
kehamilan ganda, atau

pecahnya selaput ketuban dengan bagian terendah janin yang


masih tinggi.
Jenis presentasi majemuk yang sering terjadi adalah kombinasi
kepala dengan tangan atau lengan. Kaki yang menyertai kepala atau
tangan yang menyertai bokong jarang terjadi. Prolaps tali pusat dapat
terjadi sebagai komplikasi presentasi majemuk dengan kejadian 1323 %.

Diagnosis
Kemungkinan adanya presentasi majemuk dapat dipikirkan
apabila terjadi kelambatan kemajuan persalinan pada fase aktif,
bagian terendah janin tidak dapat masuk panggul terutama setelah
terjadi pecah ketuban. Diagnosis presentasi majemuk dibuat melalui
periksa dalam vagina. Apabila pada presentasi kepala teraba juga
tangan/lengan/kaki atau apabila pada presentasi bokong teraba juga
tangan/lengan, maka diagnosis presentasi majemuk dapat ditegakkan.
Kesulitan menegakkan diagnosis tersebut oleh karena seringkali
terjadi koreksi spontan terutama pda derajat ringan prolaps
ekstremitas.
Mekanisme persalinan
Kelahiran spontan pada persalinan dengan presentasi majemuk
hanya dapat terjadi apabila janinnya sangat kecil, atau apabila janin
mati yang sudah mengalami maserasi. Mekanisme persalinan dapat
terjadi reposisi baik secara spontan maupun melalui upaya buatan.
Penatalaksanaan
Penanganan presentasi majemuk dimulai dengan menetapkan
adanya prolaps tali pusat atau tidak . adanya prolaps tali pusat
menimbulkan keadaan emergensi bagi janin, dan penanganan dengan
melakukan bedah secar ditujukan untuk mengalami akibat prolaps tali

pusat tersebut daripada presentasi majemuknya. Hal-hal yang perlu


dipertimbangkan adalah presentasi janin, ada tidaknya prolaps tali
pusat, pembukaan serviks, keadaan selaput ketuban, kondisi dan
ukuran janin, serta ada tidaknya kehamilan kembar. Bergantung pada
keadaan-keadaan tersebut persalinan dapat berlangsung vaginal
ataupun abdominal.
Apabila tidak ada prolapsus tali pusat, maka dilakukan
pengamatan kemajuan persalinan dengan seksama. Pada kasus-kasus
presentasi majemuk dengan kemajuan persalinan yang baik,
umumnya akan terjadi reposisi spontan. Setelah pembukaan lengkap,
dengan semakin turunnya kepala, maka ekstremitas yang prolaps akan
tertinggal dan tidak memasuki panggul. Selanjutnya pertolongan
persalinan dilakukan sebagaimana biasanya. Pada keadaan terjadinya
kemajuan persalinan lambat atau macet, dilakukan upaya reposisi
ekstremitas yang prolaps. Tekanan ekstremitas yang prolaps oleh
bagian terendah janin dilonggarkan dulu dengan cara membuat ibu
dalam posisi dada-lutut (knee chest position). Apabila ketuban masih
utuh dilakukan amniotomi terlebih dahulu. Dorong ekstremitas yang
prolaps ke arah kranial, tahan hingga timbul his yang akan menekan
kepala atau bokong memasuki panggul. Seiring dengan turunnya
bagian terendah janin, jari penolong dikeluarkan perlaha-lahan.
Keberhasilan upaya ini ditunjukkan dengan tidak teraba lagi
ekstremitas yang prolaps. Apabila tindakan reposisi tersebut gagal,
maka dilakukan bedah sesar untuk melahirkannya.