Anda di halaman 1dari 14

Selama lebih dari setengah abad, Pertamina telah melayani kebutuhan energi dalam negeri dengan mengelola kegiatan

operasi
yang terintegrasi di sektor minyak, gas, dan panasbumi. Pertamina juga senantiasa berupaya untuk memperbaiki kinerja operasi
dan keuangan guna memberikan kontribusi yang terbaik bagi perekonomian Indonesia.

VISI:
Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

MISI:
Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan
secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

Sejarah Pertamina
1957 Masa Kemerdekaan
Pada 1950-an, ketika penyelenggaraan negara mulai berjalan normal seusai
perang mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai
menginventarisasi sumber-sumber pendapatan negara, di antaranya dari
minyak dan gas. Namun saat itu, pengelolaan ladang-ladang minyak
peninggalan Belanda terlihat tidak terkendali dan penuh dengan sengketa.
Di Sumatera Utara misalnya, banyak perusahaan-perusahaan kecil saling
berebut untuk menguasai ladang-ladang tersebut.

1968

Integrasi

Pengelolaan

Migas

Indonesia

Pada tahun 1960, PT PERMINA direstrukturisasi menjadi PN PERMINA


sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah, bahwa pihak yang berhak
melakukan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia adalah negara.
Melalui satu Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan Presiden pada 20
Agustus 1968, PN PERMINA yang bergerak di bidang produksi digabung
dengan PN PERTAMIN yang bergerak di bidang pemasaran guna
menyatukan tenaga, modal dan sumber daya yang kala itu sangat terbatas.

Perusahaan gabungan tersebut dinamakan PN Pertambangan Minyak dan


Gas Bumi Nasional (Pertamina).

1971 Tonggak Migas Indonesia


Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah
menerbitkan Undang-Undang No. 8 tahun 1971, dimana di dalamnya
mengatur peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara
yang ditugaskan melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola
dan menghasilkan migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah
Indonesia, mengolahnya menjadi berbagai produk dan menyediakan serta
melayani kebutuhan bahan bakar minyak & gas di seluruh Indonesia.

2001-2003 Dinamika Migas Indonesia


Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di industri minyak
dan gas nasional maupun global, Pemerintah menerapkan Undang-Undang
No. 22/2001. Paska penerapan tersebut, Pertamina memiliki kedudukan yang
sama dengan perusahaan minyak lainnya. Penyelenggaraan kegiatan bisnis
PSO tersebut akan diserahkan kepada mekanisme persaingan usaha yang
wajar, sehat, dan transparan dengan penetapan harga sesuai yang berlaku di
pasar.
Pada 17 September 2003 Pertamina berubah bentuk menjadi PT Pertamina
(Persero) berdasarkan PP No. 31/2003. Undang-Undang tersebut antara lain
juga mengharuskan pemisahan antara kegiatan usaha migas di sisi hilir dan
hulu.

Pedoman Dan Tatakelola Perusahaan


Pedoman Tatakelola Perusahaan PT. Pertamina (Persero) menjadi landasan
penerapan prinsip-prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Responsibiltas /
pertanggung jawaban, Independensi / kemandirian dan Fairness / kewajaran
untuk meningkatkan Kinerja dan Ciitra perusahaan.

Pedoman Tatakelola Perusahaan merupakan acuan penerapan Good


Corporate Governance dalam membuat keputusan, menjalankan tindakan
dengan dilandasi moral yang tinggi, patuh kepada Peraturan Perundangundangan dan kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap
pihak-pihak yang berkepentingan ( stakeholders).

Tujuan penerapan GCG adalah:


1. Memaksimalkan nilai perusahaan.
2. Terlaksananya pengelolaan Perusahaan secara profesional dan mandiri.
3. Terciptanya pengambilan keputusan oleh seluruh Organ Perusahaan yang
didasarkan pada nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Terlaksananya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders.
Meningkatkan iklim investasi nasional yang kondusif, khususnya di bidang
energi dan petrokimia.

K3LL
Pertamina beserta Manajemen dan Pekerjanya sangat memperhatikan
Aspek-Aspek Keselamatan dan Keamanan dalam bekerja dan beraktifitas.
Pertamina menjamin lingkungan Kerja yang ramah lingkungan, operasi tanpa
limbah berbahaya dan ramah lingkungan serta berusaha menekan emisi
terhadap lingkungan serta meningkatkan Efisiensi Energi. Pertamina
berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan maupun keahlian Pekerjanya,
terutama dalam aspek HSE yang memenuhi Persyaratan Lokal maupun
Internasional
HEALTH

Statement: "Pertamina menjamin semua pekerja dapat bekerja secara Sehat dan dengan
gaya hidup yang sehat juga".

Kesehatan adalah Aset yang sangat penting dalam bekerja dan beraktifitas,
sehingga Pertamina mengadakan program-program untuk mendukung
Kesehatan Pekerjanya
Objective:

1. Mencegah Penyakit akibat Kerja.


2. Menciptakan Iklim Kerja yang sehat serta mendukung Kesehatan Pekerja
secara Optimal.

SAFETY

Statement: "Pertamina menjamin semua pekerja dan mitra untuk bekerja dengan aman dan
dapat Selamat kembali kepada keluarga di rumah."
Pertamina beserta Manajemen dan Pekerjanya sangat memperhatikan
Aspek-Aspek Keselamatan dalam bekerja dan beraktifitas. Keselamatan
adalah Prioritas utama yang tidak dapat diabaikan, walaupun pencapaianpencapaian lain dalam hal produksi dan pemasaran adalah tujuan
perusahaan. Pencapaian target produksi dan keberhasilan pemasaran akan
menjadi percuma jika aspek keselamatan tidak diperhatikan, untuk itulah
semua Pekerja berkomitmen dalam hal mendukung dan memperhatikan
aspek keselamatan dalam bekerja.
Objective:

1. Tanpa Insiden.
2. Menghilangkan faktor-faktor resiko Kecelakaan Kerja.

SECURITY

Statement: "Pertamina menjamin Keamanan Pekerja dan Mitra serta Peralatan Kerja
terhadap gangguan-gangguan."
Keamanan dalam lingkungan Kerja merupakan faktor utama untuk terciptanya
Suasana Kerja yang kondusif sehingga meningkatkan Produktifitas Pekerja
dan Peralatan Kerja. Pertamina mempunyai Sistem Manajemen Pengamanan

yng disingkat dengan SMP yaitu Sistem Pengamanan Terpadu yang disusun
oleh Kepolisian RI dimana dilakukan Audit/verfikasi secara Rutin oleh sebuah
Tim dari Kepolisian RI.
Objective:

1. Tanpa Kehilangan Asset akibat Pencurian.


2. Tanpa terhentinya Operasi akibat gangguan Keamanan.

ENVIRONMENT

Statement: "Pertamina menjamin lingkungan Kerja yang ramah lingkungan, operasi tanpa
limbah berbahaya dan ramah lingkungan serta berusaha menekan emisi terhadap lingkungan
serta meningkatkan Efisiensi Energi."

Aspek Lingkungan sudah menjadi Prioritas utama dalam Operasi Perusahaan


baik di kantor Pusat maupun Unit-unit Operasi, dimana Proses Eksplorasi,
Produksi, Pengolahan, Distribusi maupun Penyimpanan (Storage) harus
mengedepankan aspek Lingkungan yang ramah lingkungan, tanpa
pencemaran dan emisi/radiasi maupun LImbah beracun serta meningkatkan
pemakaian Energi secara Efisien.
Objective:

1. Tanpa Pencemaran Lingkungan, tumpahan minyak.


2. Tanpa limbah berbahaya.
3. Komitmen dalam pengurangan Emisi terhadap lingkungan.
4. Komitmen dalam pemakaian Energi (Energy Eficiency).

TRAINING (HSE Training Center Sei Gerong)

Statement: "Dalam hal pengembangan Kompetensi HSE, Pertamina berkomitmen dalam


meningkatkan kemampuan maupun keahlian Pekerjanya, terutama dalam aspek HSE yang
memenuhi Persyaratan Lokal maupun Internasional."

Pengembangan Kompetensi dan keahlian dalam aspek HSE merupakan


prioritas dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pertamina,
sehingga setiap pekerja wajib menjalani Safety Mandatory Training, HSE
Training Module untuk aspek Operasi dan HSE Leadership Training dengan
Standar Internasional.
Untuk naik ke jenjang Jabatan yang lebih tinggi, maka seorang pekerja wajib
mengikuti pelatihan Modul HSE yang sesuai dengan Jabatan yang akan
dicapainya dalam waktu tertentu.

Profil Perusahaan
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan
perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak,
gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan
bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik
sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.
Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya
secara profesional dan penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan
pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi
kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Upaya perbaikan dan inovasi sesuai tuntutan kondisi global merupakan salah satu komitmen Pertamina dalam setiap kiprahnya
menjalankan peran strategis dalam perekonomian nasional. Semangat terbarukan yang dicanangkan saat ini merupakan salah satu
bukti komitmen Pertamina dalam menciptakan alternatif baru dalam penyediaan sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan
serta berwawasan lingkungan. Dengan inisatif dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk mendapatkan
sumber energi baru dan terbarukan di samping bisnis utama yang saat ini dijalankannya, Pertamina bergerak maju dengan mantap
untuk mewujudkan visi perusahaan, Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

Mendukung visi tersebut, Pertamina menetapkan strategi jangka panjang perusahaan, yaitu Aggressive in Upstream, Profitable in
Downstream, dimana Perusahaan berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas
menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Pertamina menggunakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan kiprahnya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan
dengan menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang sesuai dengan standar global best practice, serta dengan mengusung tata nilai
korporat yang telah dimiliki dan dipahami oleh seluruh unsur perusahaan, yaitu Clean, Competitive, Confident, Customer-focused,
Commercial dan Capable. Seiring dengan itu Pertamina juga senantiasa menjalankan program sosial dan lingkungannya secara
terprogram dan terstruktur, sebagai perwujudan dari kepedulian serta tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh stakeholdernya.

Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir.
Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang
eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga
menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi dan
Coal Bed Methane (CBM). Dalam pengusahaan migas baik di dalam dan luar negeri, Pertamina beroperasi baik secara independen
maupun melalui beberapa pola kerja sama dengan mitra kerja yaitu Kerja Sama Operasi (KSO), Joint Operation Body (JOB),
Technical Assistance Contract (TAC), Indonesia Participating/ Pertamina Participating Interest (IP/PPI), dan Badan Operasi
Bersama (BOB).

Aktivitas eksplorasi dan produksi panas bumi oleh Pertamina sepenuhnya dilakukan di dalam negeri dan ditujukan untuk
mendukung program pemerintah menyediakan 10.000 Mega Watt (MW) listrik tahap kedua. Di samping itu Pertamina
mengembangkan CBM atau juga dikenal dengan gas metana batubara (GMB) dalam rangka mendukung program diversifikasi
sumber energi serta peningkatan pasokan gas nasional pemerintah.

Potensi cadangan gas metana Indonesia yang besar dikelola secara serius yang dimana saat ini Pertamina telah memiliki 6
Production Sharing Contract (PSC)-CBM.

Sektor hilir Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia,
dan bisnis perkapalan terkait untuk pendistribusian produk Perusahaan. Kegiatan pengolahan terdiri dari: RU II (Dumai), RU III
(Plaju), RU IV (Cilacap), RU V (Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong).

Selanjutnya, Pertamina juga mengoperasikan Unit Kilang LNG Arun (Aceh) dan Unit Kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur).
Sedangkan produk yang dihasilkan meliputi bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel,
minyak bakar dan Non BBM seperti pelumas, aspal, Liquefied Petroleum Gas (LPG), Musicool, serta Liquefied Natural Gas (LNG),
Paraxylene, Propylene, Polytam, PTA dan produk lainnya.

Our Business

Our Business
Kegiatan PERTAMINA dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi
dan petrokimia, terbagi ke dalam dua sector, yaitu Hulu dan Hilir, serta
ditunjang oleh kegiatan Anak-Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan.
Usaha

Hulu

Kegiatan usaha PERTAMINA Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan panas bumi. Untuk kegiatan
eksplorasi dan produksi minyak dan gas dilakukan di beberapa wilayah Indonesia maupun di luar negeri.
Pengusahaan di dalam negeri dikerjakan oleh PERTAMINA Hulu dan melalui kerjasama dengan mitra sedangkan
untuk pengusahaan di luar negeri dilakukan melalui aliansi strategis bersama dengan mitra. Berbeda dengan
kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi, kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi masih dilakukan di
dalam negeri. Untuk mendukung kegiatan intinya, PERTAMINA Hulu juga memiliki usaha di bidang pemboran minyak
dan gas.

Kegiatan eksplorasi ditujukan untuk mendapatkan penemuan cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon
yang telah diproduksikan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga agar kesinambungan produksi migas dapat terus
dipertahankan.

Aktivitas eksplorasi dan produksi dilakukan melalui operasi sendiri dan konsep kemitraan dengan pihak ketiga. Pola
kemitraan dalam bidang minyak dan gas berupa JOB-EOR (Joint Operating Body for Enhanced Oil Recovery), JOBPSC (Joint Operating Body for Production Sharing Contract), TAC (Technical Assistance Contract), BOB (Badan
Operasi Bersama), penyertaan berupa IP (Indonesian Participation) dan PPI (Pertamina Participating Interest), serta
proyek pinjaman; sedangkan pengusahaan panasbumi berbentuk JOC (Joint Operating Contract).

Pengusahaan minyak dan gas melalui operasi sendiri dilakukan di 7 (tujuh) Daerah Operasi Hulu (DOH). Ketujuh
daerah operasi tersebut adalah DOH Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatra Bagian Utara yang berpusat di
Rantau, DOH Sumatra Bagian Tengah berpusat di Jambi, DOH Sumatra Bagian Selatan berpusat di Prabumulih,
DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon, DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu, DOH Kalimantan berpusat
di Balikpapan, dan DOH Papua berpusat di Sorong.

Pengusahaan bidang panas bumi dilakukan di 4 (empat) area panas bumi dengan total kapasitas terpasang
sebesar 402 MW. keempat Area Panas Bumi tersebut adalah Area Kamojang-Jawa Barat (200 MW), Lahendong Sulawesi Utara (80 MW), Sibayak - Sumatera Utara (12 MW) dan Ulubelu - Lampung (110 MW).

Sampai akhir tahun 2004 jumlah kontrak pengusahaan migas bersama dengan mitra sebanyak 92 kontrak yang
terdiri dari 6 JOB-EOR, 15 JOB-PSC, 44 TAC, 27 IP/PPI (termasuk BOB-CPP) dan 5 proyek loan. Sedangkan untuk
bidang panas bumi terdapat 8 JOC.

Dalam hal pengembangan usaha, Pertamina telah mulai mengembangkan usahanya baik di dalam dan luar negeri
melalui aliansi strategis dengan mitra. Pertamina juga memiliki usaha yang prospektif di bidang jasa pemboran
minyak dan gas melalui Pertamina Drilling Service (PDS) yang memiliki 26 unit rig pemboran serta anak perusahaan
PT Usayana yang memiliki 7 rig pemboran. Dalam kegiatan transmisi gas, Pertamina memiliki jaringan pipa gas
dengan panjang total 3800 km dan 64 stasiun kompresor.

Usaha Hilir (Pengolahan, Pemasaran & Niaga dan Perkapalan)

Kegiatan usaha PERTAMINA Hilir meliputi pengolahan, pemasaran & niaga dan perkapalan serta distribusi produk
Hilir baik didalam maupun keluar negeri yang berasal dari kilang PERTAMINA maupun impor yang didukung oleh
sarana transportasi darat dan laut.

Usaha hilir merupakan integrasi Usaha Pengolahan, Usaha Pemasaran, Usaha Niaga, dan Usaha Perkapalan.

Usaha Pengolahan

Bidang Pengolahan mempunyai 7 unit Kilang dengan kapasitas total 1.041,20 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak
terintegrasi dengan kilang Petrokimia dan memproduksi NBBM. Disamping kilang minyak, PERTAMINA Hilir
mempunyai kilang LNG di Arun dan di Bontang. Kilang LNG Arun dengan 6 train dan LNG Badak di Bontang dengan
8 train. Kapasitas LNG Arun sebesar 12,5 Juta Ton sedangkan LNG Badak 18,5 Juta Ton per tahun.

Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan LPG, seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Musi, Cilacap,, Balikpapan,
Balongan dan Mundu.

Kilang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan grade HVI- 60, HVI 95, HVI -160 S dan HVI
650. Produksi lube base ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) untuk diproduksi menjadii produk pelumas
dan kelebihannya diekspor.

Operasi Kerjasama
1. JOB /PSC Pertamina - Medco Madura PTY, Ltd.
Menara Bidakara, Lt. 18
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 - 73, Pancoran
Jakarta 12870

2. JOB /PSC Pertamina - Medco Simenggaris.Pty, Ltd.


Menara Bidakara, Lt. 18
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 - 73, Pancoran
Jakarta Selatan

3. JOB /PSC Pertamina - Exspan Tomori Sulawesi, Ltd.


Menara Bidakara, Lt. 8
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 - 73
Jakarta 12870

4. JOB /PSC Pertamina - YPF Jambi Merang


Jakarta Stock Exchange Building Tower I Lt. 10

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53


Jakarta 12190

5. JOB Pertamina - Irian jaya Gas & Oil Co, Ltd.


Menara Cakrawala 19th floor
Jl. M. H. Thamrin No. 9
Jakarta 10340

6. JOB /PSC Pertamina - Lasmo (Malagot), Ltd.


Ratu Plaza Office Tower, Lt. 28
Jl. Jend. Sudirman
Jakarta 10270

7. JOB Pertamina - Golden Spike Indonesia, Ltd.


Menara Rajawali, 20th floor
Jl. Mega Kuningan, Lot. 5.1 Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950

8. JOB Pertamina - Golden Spike South Sumatra, Ltd.


Menara Rajawali, 20th floor
Jl. Mega Kuningan, Lot. 5.1 Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950

9. JOB Pertamina - Mobil Langsa, Inc.


Wisma GKBI, 27 floor
Jl. Jend. Sudirman
Jakarta 10210

10. JOB /PSC Pertamina - Talisman (Ogan Komering), Ltd.


Setiabudi Atrium 7th floor
Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. 27
Jakarta 12950