Anda di halaman 1dari 8

SENG STEARAT

ZINC STEARATE
1. N a m a
Golongan
Garam logam dari asam lemak.
Sinonim / Nama Dagang.
Garam seng asam oktadekanoat; garam seng asam stearat; dibasic zinc
stearate; seng distearat.
Nomor Identifikasi
Nomor CAS

: 557 05 - 1

Nomor EC/EINECS

: 209 151 - 9

2. Sifat Fisika Kimia.


Nama bahan
Seng stearat
Deskripsi
Serbuk halus, granul, atau serpihan berwarna putih, sedikit berbau lemak;
Berat molekul 632,33; Titik lebur 266F (130C ); Tidak larut dalam air, alkohol,
dan eter; Sedikit larut dalam benzen.
Frasa resiko, Frasa keamanan dan Tingkat bahaya
Peringkat NFPA ( Skala 0-4 ) :
Kesehatan

0 = tingkat keparahan sangat rendah

Kebakaran

1 = dapat terbakar

Reaktivitas

0 = tidak reaktif

Klasifikasi EC:
R 37
R 36/38
S 22
S 26

=
=
=
=

Menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan


Iritasi pada mata dan kulit
Awas bahaya, debu jangan terhirup
Jika mengenai mata, bilas segera dengan sejumlah besar

S 38

air dan cari pertolongan medis


= Jika ventilasi tidak memadai,
pernapasan yang tepat

gunakan

peralatan

S 24/25

= Hindari/ cegah persinggungan/ kontak dengan kulit dan

S 36/37/39

mata
= Pakai/kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan
pelindung mata/wajah

3. Penggunaan
Bahan tambahan pada pembuatan karet, plastik, cat, dan kosmetik (bedak
wajah).
4. Identifikasi Bahaya
Risiko utama dan sasaran organ.
Tidak tersedia informasi.
Rute paparan
Paparan jangka pendek
Terhirup
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dengan gejala batuk dan
kesultan bernapas.
Kontak dengan kulit
Dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi pada mata, kemerahan, dan nyeri.
Tertelan
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Tertelan dalam jumlah
banyak dapat menyebabkan kejang pada bagian abdomen dan diare.
Paparan jangka panjang
Terhirup
Dapat menyebabkan pneumonitis kimiawi yang progresif, sianosis, dan edema
paru-paru.
Kontak dengan kulit
Tidak tersedia informasi.
Kontak dengan mata
Tidak tersedia informasi.

Tertelan
Tidak tersedia informasi.
5. Stabilitas dan Reaktivitas
Reaktivitas: Stabil pada suhu dan tekanan normal
Kondisi yang harus dihindari: Hindari panas, api/ percikan, sumber api dan
bahan yang tak tercampurkan.
Bahan tak tercampurkan/ tancampurkan: Oksidator kuat, basa kuat, asam,
peroksida, dan oksigen.
Dekomposisi : Produk hasil pembakaran: karbon monoksida, karbon dioksida,
dan seng oksida.
Polimerisasi: Tidak terpolimerisasi.
6. Penyimpanan
Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan ventilasi baik. Simpan di
tempat tertutup rapat.
Jauhkan dari panas, sumber api, dan bahan yang tidak kompatibel.
7. Toksikologi
Toksisitas
Data pada binatang
LD50 oral, mencit >10 gm/kg; LD50 oral, tikus >10 gm/kg.
Data Mutagenik
Tidak tersedia informasi.
Data Reproduksi
Tidak tersedia informasi.
Informasi Ekologi
Tidak tersedia informasi.
8. Efek Klinis
Keracunan akut.
Terhirup

Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Batuk, dyspnea, demam.


Kontak dengan kulit
Dapat menyebabkan iritasi pada kulit
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi, kemerahan dan nyeri pada mata.
Tertelan
Dapat menyebabkan nyeri pada bagian abdominal dan diare.
Keracunan kronik
Terhirup
Menyebabkan fibrosis, granulomatosis paru.
Kontak dengan kulit
Paparan berulang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan
eksim.
Kontak dengan mata
Tidak tersedia informasi.
Tertelan
Tidak tersedia informasi.
9. Pertolongan pertama
Terhirup
Pindahkan korban ke tempat berudara bersih. Jika kesulitan bernapas, berikan
oksigen. Jika tidak bernapas, lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR).
Segera hubungi bantuan medis.
Kontak dengan kulit
Cuci dengan air mengalir dan sabun. Tutup kulit yang teriritasi dengan
emolien. Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali. Jika
iritasi belum hilang, segera hubungi bantuan medis.
Kontak dengan mata
Segera bilas mata pasien dengan air mengalir yang banyak selama kurang
lebih 15 menit. Sekali kali buka kelopak mata bagian atas dan bawah sampai
tidak ada lagi bahan kimia yang tersisa. Segera hubungi bantuan medis.

Tertelan
Jika korban sadar, berikan beberapa gelas air minum atau susu. Jangan
berikan apapun melalui mulut pada korban yang pingsan. Jika tertelan dalam
jumlah banyak, segera hubungi bantuan medis.
10. Penatalaksanaan
Stabilisasi
a.

Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk


menjamin pertukaran udara.

b.

Penatalaksanaan fungsi pernafasan, yaitu memperbaiki fungsi


ventilasi dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin
cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida, Bila
terinhalasi disarankan berikan oksigen

c.

Penatalaksanaan

sirkulasi, bertujuan

mengembalikan

fungsi

sirkulasi darah.
Dekontaminasi
Dekontaminasi mata

a.

Dilakukan sebelum membersihkan kulit :


-

Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan


miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.

Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan


sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% perlahan selama 1520 menit.

Hindari bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya.

Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit.

Jangan biarkan pasien menggosok matanya.

Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera kirim/konsul


ke dokter mata.
Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku)

b.

Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.

Cuci segera bagian kulit yamg terkena dengan air mengalir air
dingin atau hangat dan sabun minimal 10 menit.

Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain

atau kertas secara lembut. Jangan digosok.


Lepaskan pakaian, arloji dan sepatu yang terkontaminasi atau

muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup.


Penolong

perlu

dilindungi

dari

percikan,

misalnya

dengan

menggunakan sarung tangan, masker hidung dan apron. Hati-hati untuk


tidak menghirupnya.
Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.

c.

Dekontaminasi gastro intestinal.


Tidak tersedia informasi.

11. Batas paparan dan alat pelindung diri


Batas paparan
OSHA Permissible Exposure Limit (PEL) :
15 mg/m3 TWA debu total, 5 mg/m3 TWA fraksi yang dapat terhirup (respirable
fraction)
ACGIH Threshold Limit Value (TLV) :
10 mg/m3 TWA debu total untuk stearat
NIOSH :
10 mg/m3 TWA debu total, 5 mg/m3 TWA debu yang dapat terhirup (respirable
dust)
Ventilasi : direkomendasikan suatu sistem pembuangan lokal dan/atau umum
untuk menjaga agar paparan tetap di bawah batas berdasarkan Batas
Paparan Udara (Airborne Exposure Limits). Ventilasi pembuangan lokal
umumnya

dipilih

karena

dapat

mengontrol

emisi

kontaminan

pada

sumbernya, mencegah penyebaran ke area kerja umum. Gunakan acuan


pada dokumen ACGIH terbaru..
Perlindungan mata : gunakan kacamata pengaman tahan percikan bahan
kimia. Sediakan keran pencuci mata keadaan darurat (emergency eye wash
fountain) dan semprotan air deras (quick drench shower) di area kerja.
Pakaian : gunakan pakaian yang tahan bahan kimia
Sarung tangan : gunakan sarung tangan yang tahan bahan kimia

Respirator : jika paparan bahan melampaui batas hingga sepuluh kali batas
paparan, gunakan respirator partikulat dengan pelindung setengah wajah
(NIOSH tipe N95 atau filter yang lebih baik). Jika paparan bahan melampaui
batas hingga 50 kali batas paparan, gunakan respirator partikulat dengan
pelindung wajah lengkap (NIOSH filter tipe N100). Untuk kondisi darurat atau
tingkat paparan tidak diketahui, gunakan respirator pemasok udara dengan
pelindung wajah lengkap bertekanan positif. PERINGATAN: respirator
pemurni udara tidak melindungi pekerja dalam kondisi kekurangan oksigen
atmosfer.
12. Manajemen pemadam kebakaran
Bahaya ledakan dan

kebakaran : bahan mudah terbakar. Dalam bentuk

serbuk, mampu menciptakan ledakan. Kontak dengan oksidator dapat


menyebabkan kebakaran dan/atau ledakan.
Media pemadaman : bahan kimia kering, karbon dioksida, semprotan air, dan
busa kimia.
Pemadaman api : pada saat pemadaman, gunakan pakaian pelindung yang
memadai untuk mencegah kontak dengan bahan atau produk hasil
pembakaran. Gunakan peralatan pernapasan dengan pelindung wajah
lengkap yang dioperasikan sesuai kebutuhan tekanan atau mode tekanan
positif lainnya.
13. Manajemen tumpahan
Tumpahan sedikit : gunakan peralatan yang sesuai untuk memindahkan
tumpahan ke dalam wadah pembuangan limbah yang tepat. Bersihkan
tumpahan, jangan sampai debu terdispersi ke dalam udara. Bersihkan/bilas
area tumpahan dengan air. Kumpulkan air bekas cucian, jangan biarkan
masuk ke dalam saluran air.
Tumpahan yang banyak : gunakan sekop untuk memindahkan tumpahan ke
dalam wadah pembuangan limbah yang tepat. Bersihkan/bilas area tumpahan
dengan air. Kumpulkan air bekas cucian, jangan biarkan masuk ke dalam
saluran air.

14. Daftar Pustaka


1. http://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927330
2. https://www.fishersci.ca/viewmsds.do?catNo=Z784500
3. http://www.sigmaaldrich.com/MSDS/MSDS/DisplayMSDSPage.do?
country=ID&language=en&productNumber=307564&brand=ALDRICH&P
ageToGoToURL=http%3A%2F%2Fwww.sigmaaldrich.com%2Fcatalog
%2Fproduct%2Faldrich%2F307564%3Flang%3Den
4. http://www.hummelcroton.com/msds/msdsp/znstr_p.html
5. http://www.reagents.com/pdf/MSDS/2-35350.pdf
6. http://www.lookchem.com/UploadFile/2012/1211/201212111030218_155.
pdf
7. http://www.anachemia.com/msds/english/9960.pdf
8. http://www.marathwadachemicals.com/zinc_stearate.html
9. http://www.prathamstearchem.com/zinc_stearate.html