Anda di halaman 1dari 3

The MLC was defined as the lowest concentration showing 100% growth inhibition,

resulting from the subculture of MIC plates. All the experiments were performed in
duplicate and repeated independently three times.

Dari masing-masing konsentrasi tersebut diambil sebanyak 1 ml lalu


dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian diberi label sesuai konsentrasi.
Suspensi bakteri yang telah dipersiapkan sebelumnya diambil 1 ml dengan
menggunakan mikropipet kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing
tabung bahan coba yang telah diberi label kemudian divorteks hingga
homogen. Selanjutnya tabung tersebut diinkubasi pada suhu 37 C selama 24
jam pada inkubator kemudian diamati kekeruhan yang terjadi dengan
membandingkan tabung-tabung tersebut dengan kontrol. Konsentrasi
terendah dari larutan sampel yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri
(ditandai dengan mulai adanya kejernihan secara visual oleh tiga pengamat
secara independen) ditentukan sebagai Kadar Hambat Minimum (KHM).
0

Penentuan KBM dengan perhitungan jumlah koloni metode Drop Plate Mills
Mesra. Bahan coba dengan konsentrasi diatas diambil 50l untuk tiap
konsentrasi kemudian diteteskan pada MHA sebanyak 6 replikasi. Spesimen
didiamkan selama 15-20 menit sampai mengering dan diinkubasi dalam
inkubator pada suhu 37 C selama 24 jam. Dilakukan perhitungan jumlah
koloni bakteri dengan prinsip satu sel bakteri hidup bila dibiakkan pada
media padat akan tumbuh menjadi 1 koloni bakteri. Perhitungannya adalah
bila bentuk koloni melebar dianggap 1 koloni, bila bentuknya 2 koloni
bersinggungan dianggap 2 koloni. Satuan yang dipakai adalah CFU (Colony
Forming Unit)/ ml cairan (suspensi).Setelah dihitung jumlah koloni bakteri
pada masing-masing tetesan, kemudian dibuat rata-ratanya dan dikalikan
dengan faktor pengencerandan faktor pengali. Pada penelitian konsentrasi
yang dilakukan perhitungan jumlah koloni merupakan konsentrasi awal
(sebelum dilakukan dilusi) maka faktor pengenceran x1, selain itu karena
pada penetesan suspensi bahan coba dan bakteri pada media padat sebanyak
50l, maka perhitungan harus dikali dengan faktor pengali 20 untuk
mendapatkan hasil yang sesuai standar (CFU/ml).
0

3.8 Analisis Data


Data hasil penelitian diperoleh dengan cara mengamati KHM dan KBM
bahan coba pada berbagai konsentrasi. Konsentrasi bahan coba yang mulai
jernih pada konsentrasi terkecil sebagai KHM sedangkan konsentrasi bahan
coba yang sudah mampu membunuh bakteri atau tidak menunjukkan adanya
pertumbuhan koloni ditandai sebagai KBM.
Uji daya hambat
1. Persiapkan 6 buah cawan petri steril
2. Ketiga cawan petri tersebut diisi dengan medium NA yang
telah disterilkan. Tunggu medium hingga memadat
3. Ambil isolate murni yang telah dipersiapkan dengan menggunakan
ose bulat. Kemudian dimasukkan kedalam tabung yang berisi
aquadest steril.
4. Isolat yang telah bercampur dengan aquadest tersebut kemudian di
goreskan ke medium NA dengan menggunakan cotton buds
5. Lakukan hal yang sama pada cawan petri kedua sampai keenam
6. Ambil beberapa paper disk dan kemudian direndam pada tabung
yang berisi konsentrasi ekstrak buah yang berbeda
7. Untuk cawan petri pertama sampai cawan
petri ketiga masingmasing diberikan paper disk yang telah direndam
dengan ekstrak buah kaktus pada konsentrasi 2,5% sampai 100%
8. Masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam
Daya hambat diketahui berdasarkan pengukuran diameter Zona
inhibisi (zona bening) yang terbentuk disekitas paper disc.
Pengukuran tersebut menggunakan jangka sorong. Daya hambat
minimal diketahui dari konsentrasi terkecil yang sudah dapat
menghambat pertumbuhan streptoccus mutans secara nyata.
Pengujian daya anti bakteri ekstrak propolis terhadap pertumbuhan bakteri
campur karies dentin profunda dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode kontak langsung (Fitriannur, 2009). Dengan metode ini
terjadi kontak langsung antara bakteri uji dengan ekstrak. Metode ini
dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Lakukan pengenceran pada ekstrak propolis.


b. Sebanyak 0,7 ml suspensi bakteri ditanam dalam 5 ml ekstrak propolis
berbagai konsentrasi uji. Kemudian inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam.
c. Setelah diinkubasi, lakukan strik subkultur pada media Mueller Hinton
agar. Masing-masing kultur bakteri pada media BHIB diambil sebanyak
0,1 ml inokulum suspensi dari ekstrak propolis kemudian distrik pada
media Mueller Hinton agar.
d. Inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam, kemudian amati pertumbuhan
bakteri hasil strik. Hasil strik yang tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri
di jadikan sebagai dugaan KHM.
e. Ambil 0,1 ml inokulum dari 2 tabung diatas dugaan KHM, tabung dugaan
KHM dan 2 tabung dibawah dugaan KHM kemudian masing-masing
diratakan dengan cara swabpada media Mueller Hinton agar yang berbeda.
f. Inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam, kemudian amati jumlah koloni
yang tumbuh.
g. Kontrol positif dibuat dengan media padat Mueller Hinton agar yang
ditambah dengan 0,1 ml suspensi bakteri bakteri uji tanpa penambahan
ekstrak propolis.
h. Kontrol negatif dibuat dengan media padat Mueller Hinton agar tanpa
penambahan bakteri uji dan ekstrak propolis.
i. Konsentrasi hambat minimal (KHM) dan konsentrasi bunuh minimal
(KBM) ditentukan dengan cara menghitung jumlah koloni yang tumbuh
pada media Mueller Hinton agar secara manual yang dinyatakan dengan
colony forming unit(CFU) dan dibandingkan dengan kontrol positif dan
kontrol negatifnya. Perhitungan tersebut diulang tiga kali oleh tiga
pengamat yang berbeda